
"Kalau Lisa sudah merasa lebih segar itu Alhamdulillah, berarti pemulihannya lebih cepat tapi untuk saat ini tetap saja Lisa harus masih check-up dan berobat," sambung sang ibu mertua sambil berjalan menggandeng mantunya ke dalam.
"Iya Bu ... nanti Lisa pergi ke dokter. Oh ya! apa Abang bilang sama ibu kalau nanti sore dia akan pulang!" Alisa melirik ke arah wanita sepuh itu yang berada di sampingnya, kemudian mereka duduk di ruang keluarga.
"Ada bilang, katanya mau pulang tapi nggak bilang nanti sore! ya semoga aja secepatnya pulang dan selamat, lancar perjalanannya lancar juga urusannya," ujar sang ibu mertua dengan lirih.
"Aamiin ..."
Ketika sudah agak siangan, Alisa pergi ke dokter untuk check-up dan ditemani oleh sang ibu mertua, diantar sama sopir yang lain karena pak mur menunggu Dirga di sekolah.
Hasil check up-nya Alhamdulillah, kalau Alisa lebih cepat dalam pemulihannya karena memang obat yang terbagus sangat menunjang atas kesehatan Alisa.
"Kalau pemulihannya lebih cepat ....suaminya bisa lebih cepat pula untuk belah duren!" ungkap dokter dengan bercanda.
"Belah duren, apa hubungannya? apa aku harus makan durian lagi. Kemarin juga pas kejadian itu aku habis makan durian banyak, lagi!" ucapnya Alisa sambil menatap ke arah dokter yang merupakan seorang dokter wanita.
Sang ibu mertua dengan dokter saling melempar senyuman. "Bukan durian itu Lisa ... ini sebuah istilah masa Lisa nggak ngerti?" tutur lembut sang ibu mertua.
Alisa menolehkan kepalanya kepada sang ibu mertua seraya menggeleng. "Nggak ngerti, istilah belah duren, yang aku tahu belah duren ya ... di makan durennya!"
"Ya sudah ... nggak pa-pa kalau nggak ngerti yang penting kesehatan Nyonya Lisa sudah lebih baik dan pemulihannya lebih cepat, nanti kalau hamil lagi benar-benar dijaga ya? jangan sampai capek dan stress." ungkapnya dokter.
"Makasih ya dokter Alisa memang belum begitu mengerti, maklum dia masih muda!" ucapnya ibu mertua kepada dokter.
Setelah beberapa saat konsultasi dan mendapatkan obat juga Mereka pun pulang, namun Alisa mengajak ibu mertua untuk belanja dulu mampir ke swalayan.
Alisa berbelanja keperluan dapur dan mingguan, kebetulan dia mendapat laporan dari asisten kalau semua barang-barang mingguan dan dapur menipis.
"Halo, Alisa semakin cantik saja! sudah lupa ya sama aku?" suara bariton itu mengagetkan Alisa yang dengan refleks menoleh ke arah belakang.
"Abang Luki?" gumamnya Alisa.
"Yaps, benar. Kupikir kau sudah lupa pada ku! sekarang kau tambah cantik, menarik. Elegan, oh iya. Kamu kan sekarang sudah menjadi orang kaya! hebatnya?" pria itu sedikit bertepuk tangan dan rupanya dia adalah Luki anaknya Pak Anwar yang pernah ingin berbuat macam-macam kepada Lisa.
"Siapa dia Lisa?" selidik sang ibu mertua setelah menghampiri karena melihat sang mantu berbincang dengan seorang laki-laki.
__ADS_1
"Em ... dia itu putra dari mantan suami ibunya, Lisa." Jawabnya Alisa sambil melirik ke arah Luki.
"Ooh gitu!" ibunya Hadi mengangguk ramah kepada Luki.
Disaat Ibunya Hadi lengah. Luki mencolek dagunya Alisa yang sedang fokus memilih persabunan.
Membuat Alisa terkesiap. "Abang jangan kurang ajar ya?"
"Siapa yang kurang ajar? saya cuma mencolek kamu sedikit, kamu itu bertambah cantik saja. bikin saya semakin cinta dan terpesona!" jawabnya Luki.
"Mau sedikit atau banyak. Tetap saja itu namanya kurang ajar," tangan Alisa menepis jarinya Luky yang lagi-lagi mau mencolek dagunya itu.
Luki menyeringai, menunjukkan senyumnya yang sulit diartikan. Alisa buru-buru menjauhi keberadaan Luki yang entah sedang apa di sana dan Alisa mendekati sang ibu mertua.
"Apa Ibu sudah belanjanya? kalau aku sudah cukup!" ucap Alisa pada sang ibu mertua. Sebenarnya dia ingin cepat-cepat pulang karena dia merasa risih dengan keberadaan Luki di sana.
Dan Apisa merasa kalau Luki terus menguntitnya. Sehingga Alisa semakin merasa gak nyaman, gusar dan was-was.
"Lisa kenapa. Kau tampak gelisah begitu?" tanya sang ibu mertua ketika melihat Alisa yang tampak gelisah.
"Nggak sih Bu ... aku nggak kenapa-napa kok." Lalu Alisa berusaha menyembunyikan kegelisahannya itu.
Sementara Luki masih juga mengikuti Alisa. Sampai mobil mewah yang ditumpangi Alisa itu menghilang dari pandangan.
"Ya Allah ... jangan sampai aku ketemu lagi sama dia, aku takut dia macam-macam lagi!" gumamnya Alisa dalam hati sembari memejamkan kedua matanya.
Mobil pun melaju dengan sangat cepat menuju mention, yang tidak terlalu jauh dari tempat belanja tadi.
"Ooh iya Lisa, Ibu tidak melihat pria yang tadi itu pamitan. Kemana dia?" selidik sang ibu mertua.
"Em ... yang tadi, entahlah mungkin dia pergi!" Alisa menggeleng pelan dan malas untuk membahas Luki.
"Apa kalian tidak berhubungan baik?" tanya nya lagi wanita sepuh yang duduk di sampingnya Alisa.
"Benar kami tidak berhubungan baik bu! oh iya, kata ibu sebentar lagi dia akan menikah lagi. Karena masa iddah dengan pak Anwar pun sudah selesai." Kata Alisa.
__ADS_1
"Oya? semoga ini yang terakhir kalinya ya dan ibu mendapatkan suami yang baik yang lebih baik dari sebelumnya!" harap sang ibu mertua.
"Aamiin, Bu ... begitu juga yang diharapkan Alisa buat ibu!bagaimanapun Ibu butuh teman karena kalau sekedar materi si Alisa juga bisa mencukupinya, tapi untuk kebutuhan lain mungkin Lisa nggak bisa!"
"Itu benar, karena bagaimanapun ibunya Lisa itu masih muda, beda dengan ibu ini yang sudah tuwir!" tutur sang ibu mertua sambari tersenyum.
"Iya, Bu ... makanya Lisa nggak bisa ngelarang, yang penting Ibu mendapatkan suami atau laki-laki yang lebih baik dari pak Anwar, setidaknya seperti ayah yang sayang sama ibu!" balasnya Lisa kembali.
Setibanya di Mension. Alisa langsung perintahkan asisten untuk mengambil semua belanjaan dari dalam mobil dan membereskannya, sementara dia pengen istirahat.
"Apakah Dirga sudah pulang dari sekolah?" tanya Alisa sebelum menaiki anak tangga.
"Dan Dirga sudah pulang dari tadi. Sekarang dia sedang bermain sama temennya di atas!" kata Mbak.
"Oke, ya sudah. Jangan lupa suruh Dirga makan ya? sama temennya juga," titahnya Alisa pada mbak sambil berjalan.
"Baik, Non!" sang asisten mengangguk.
Alisa terus melangkahnya menaiki anak tangga karena dia mau ke kamarnya! rasanya seluruh badan capek dan pengen berendam dulu sebentar aja.
Selesai mandi, Alisa malah ketiduran sampai-sampai dibangunin sama sang ibu mertua pun dia tidak bangun-bangun, padahal dia belum makan siang.
Sekitar pukul 16.00, sore hari Alisa baru bangun! itu pun karena mendapat ciuman mesra dari Hadi yang baru saja pulang.
Alisa memicingkan matanya sambil menggeliat, dalam penglihatan yang masih terbatas. Dia melihat Hadi tersenyum ke arahnya dan lagi-lagi mencium keningnya dan juga pipi.
"Bangun sayang? Sudah sore! katanya tadi nggak sempat makan siang ya! ayo bangun suaminya pulang juga nggak disambut nih," suara merton dari Hadi membuat bibir Alisa tersenyum.
"Emang sudah lama pulangnya ya?" tanya Alisa dengan suara yang parau khas bangun tidur.
"Baru 15 menit yang lalu." jawabnya Hadi sembari membuka jasnya.
Alisa bangun dan duduk. "Em ... masih baru itu, belum satu hari pulangnya juga!" lagi-lagi Elisa bersuara yang terdengar begitu serak-serak basah.
Hadi memeluk wanita kecilnya tersebut dengan sangat erat, serta menghujaninya dengan kecupan kecil, menunjukkan betapa dia sangat-sangat merindukan sang istrinya tersebut yang bikin gemes ....
__ADS_1
...🌼---🌼...
Aku berterima kasih dari kalian semua yang masih setia dan masih mengikuti setiap karya ku semoga yang maha kuasa membalas semua kebaikan kalian semua Aamiin.