
Kemudian Hadi memasuki kamar pribadinya dan Alisa pun dengan tangan satunya mengunci pintu. Tubuh Alisa Hadi dudukan di atas tempat tidur.
"Makasih?" ucapnya Alisa sembari menatap ke arah Hadi dengan bibir yang menunjukkan senyuman.
"Sama-sama sayang! apa mau ke toilet dulu sebelum tidur?" tanyanya Hadi sembari menyampingkan rambut Alisa.
"Iya lah ... ke kamar mandi dulu! kan kita belum berjamaah isya." Balasnya Alisa sambil menurunkan kedua kakinya menapakkan nya ke lantai.
"Baiklah kalau begitu." Hadi pun beranjak kembali dan mengikuti langkah sang istri untuk ke kamar mandi dengan tujuan mau mengambil air wudhu, karena mereka berdua mau melaksanakan kewajibannya.
Saat ini keduanya sudah selesai salat isya, mengucap salam lantas membaca doa.
"Ya Allah ... wahai engkau yang maha rahmah dan maha rohim, padamu kami meminta dan memohon. Semoga engkau memberi kesehatan kekuatan kepada istriku dan kau melancarkan lahirannya nanti, dan selamat Ibu maupun bayinya. Dimudahkan segala urusan kami dijadikan putra-putri kami anak-anak yang sholeh dan sholehah dan selalu dicukupkan rejeki kami, serta di rukunkan keluarga kami Aamiin ...."
Alisa yang masih menadahkan kedua tangan ke langit-langit. Mengucapkan berapa kali Amin ya Allah ya rabbal Aalamin.
Alisa mencium punggung tangan Hadi Dan Hadi mengecup pucuk kepala Alisa, lanjut mengusap perutnya yang berada di balik mukena.
"Baby sayang ... yang sehat-sehat ya? yang tenang di sana, jangan merepotkan mommy ya? kasihan mommy nya." Ungkap Hadi sambil mengelus perutnya dengan durasi yang lama dan lembut.
"Aku suka merasa nyaman kalau tangan mu ada di sini!" Alisa menahan tangan Hadi yang berada di atas perutnya itu.
"Bagaimana gak nyaman sayang? kan itu benih aku. Dan semoga menjadi anak yang sholeh dan sholehah, walau masih di dalam perut pun anak itu akan tampak tenang dan tidak merepotkan mommy nya. Aku merasa tenang karena istriku tidak kerepotan!" kemudian Hadi kembali memangku tubuh Lisa dibawanya ke atas tempat tidur. Setelah Alisa membuka mukenanya.
Mereka pun berbaring sambil pelukan. Alisa menempelkan dadanya di dada bidang Hadi yang bertelanjang dada.
"Yank?" gumamnya Alisa.
"Hem ..." sahut Hadi sambil memejamkan mata.
"Aku menjadi was-was menghadapi pemeriksaan USG nanti. Penasaran juga!" suara Alisa pelan.
__ADS_1
"Kenapa was-was Hem ... katanya penasaran, tapi kok was-was." Hadi membuka kelopak matanya lalu menggerakkan tangan membelai rambut Alisa.
"Kira-kira satu apa dua ya! jika Allah mengabulkan sendiri maunya dua, kembar cowok dan cewek katanya. Tapi kalau seandainya satu juga nggak apa-apa ya? gimana dikasihnya aja sama Allah!" Alisa mengangkat wajahnya dan menempelkan dagunya di dada Hadi.
"Ya nggak apa-apa sayang, yang penting sehat normal satu maupun dua nggak apa-apa. Yang penting Ibu dan bayinya juga sehat dan selamat, sedikasihnya aja sama Allah. Kita harus syukuri itu!" sambungnya Hadi.
Jarum jam semakin berputar membawa waktu ke sebuah pagi yang cerah diwarnai dengan kicauan burung yang terdengar merdu embun pun tampak di dedaunan bak mutiara terkena sinar.
...-----...
Di mension itu tampak berbeda dengan dekor yang cantik nan indah berhiaskan bunga-bunga dengan putih dan merah. Background yang putih kombinasi warna hijau menambah cantik nya tempat tersebut.
Para undangan pun sudah pada nampak hadir yang diantaranya para staf nya Hadi, keluarga besar. Tetangga yang merupakan pembaca setia novel Istri Kontrak Ayah Sahabatku, yang tidak bisa di sebutkan satu persatu namanya sudah di jajaran depan bersama keluarga dari Hadi.
Dalam rangka menghadiri acara 4 bulanannya Alisa serta ikut mendoakan agar Alisa dan bayinya sehat dan nanti lahirannya selamat ibu dan bayinya, serta dijadikan anak-anak yang sholeh dan sholehah kelak.
Ibu ustadzah Aku sudah nampak dan memulai acara 4 bulanan tersebut, diawali dengan sambutan dari pihak keluarga, yaitu suami yang bersangkutan. Hadi.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh? puji syukur kepada Allah Yang maha kuasa atas shalawat serta yang dipanjatkan kepada nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. dan alhamdulillah pada kesempatan saat ini kita semua dapat berkumpul dalam acara syukuran 4 bulanan istri saya. Saya mengucapkan terima kasih atas kedatangannya para undangan yang sudah nampak hadir di sini yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu. Saya sekeluarga meminta kepada semua orang yang berada di sini untuk mendoakan dengan ikhlas dan khusyuk agar istri dan calon bayi saya diberi keselamatan kesehatan dilindungi oleh Allah subhanahu wa ta'ala, sekian sambutan dari saya mohon maaf jika ada kekurangannya!" Hadi memberikan mikrofon pada MC selalu pengatur acara.
Semua orang begitu mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dibawakan ibu ustadzah dengan suara yang begitu merdu.
Setelah itu dilanjutkan dengan ceramah yang akan diuraikan oleh pak ustad.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh? Alhamdulillahi rabbil’aalamiin, wash-sholaatu wassalaamu ‘ala isyrofil anbiyaa i walmursaliin, wa’alaa alihi washohbihii ajma’iin ammaba’adu.
Segala puji bagi Allah Tuhan Seluruh Alam. Semoga shalawat dan keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia, keluarga, dan sahabat-sahabatnya.
Nahmaduhu wanasta’inu wanastaghfiruhu wana’udzubillahi min syuruuri anfusinaa wamin sayyiaati a’maalina. Min yahdillah falaa mudhillalahu wamin yudhillhu falaa haadiyalahu. Allohumma solli wasalim ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa’alaa alihi wasohbihi ajma’ina amma ba’du
Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya empat puluh hari berupa nutfah,
__ADS_1
Kemudian menjadi segumpal darah, (empat puluh hari kemudian), kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula (40 hari berikutnya).
Kemudian diutus lah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya menuliskan empat hal; ketentuan rejekinya, ketentuan ajalnya, ketentuan amalnya, dan ketentuan celaka atau bahagianya...
Berdasarkan hadist di atas dapat disimpulkan bahwa proses terjadinya bayi terdiri dari fase-fase di bawah ini:
40 hari pertama berupa nutfah atau cairan kental.
40 hari kedua berkembang menjadi ‘alaqah atau segumpal darah.
40 hari ketiga berkembang menjadi mudhghah atau segumpal daging.
Khususnya para ibu-ibu yang ada di sini maupun yang masih muda ataupun yang sudah berumur kita harus bersyukur karena Allah telah memberikan kepercayaan berupa anak kepada kita. Harus kita jaga dan kita pelihara sebaik-baik mungkin. Tidak sedikit pasangan Bapak Ibu ingin mempunyai anak tetapi Allah belum juga memberi kepercayaan tersebut dan ada juga orang yang belum siap tapi dengan cepat ngasih ruh ke dalam rahimnya berupa calon bayi dan itulah sesuatu yang harus disyukuri bukan harus disesali.
Marilah kita mengangkatkan kedua tangan untuk mendoakan khususnya Ibu Alisa dan umumnya untuk kita semua juga apalagi yang tengah hamil umumnya, lembutkan hati kita dan kosongkan pikiran kita agar kita lebih khusyuk dalam berdoa bismillahirrahmanirrahim ....
"Ya Allah, hendaklah Engkau menjaga janin yang bersemayam dalam perut... (bunda Alisa) hendaklah Engkau menjadikan janin ini sebagai keturunan yang baik, dan menjadikannya sebagai anak yang saleh. Yang sehat, yang selamat sentosa, yang berakal sehat, yang cerdas. Yang pandai, yang mengamalkan ilmunya, yang beruntung. Yang dianugerahi rizki lapang, yang terbimbing pada perilaku-perilaku baik. Yang kaya, yang dermawan, yang berkunjung ke dua negeri Haram (Mekah dan Madinah) untuk menunaikan bentuk ibadah (haji dan umrah) dan yang berbakti kepada kedua orang tuanya."
"Ya Allah, bagus kan lah dia dalam bentuk rupa dan akhlak, dan bagus kan lah suaranya untuk membaca Al-Qu'ran Alkarim dan hadist-hadist Nabi Muhammad SAW. Ya Allah, hendaklah Engkau membimbing anak ini untuk mematuhi-Mu dan mengabdi kepada-Mu dengan baik. Ya Allah, hendaklah Engkau mempermudah kelahiran janin ini dan hendaklah Engkau berikan rezeki padanya, dan kepada ibu-bapaknya keselamatan, keberuntungan, kesejahteraan. Ke-syahid-an dan berakhir dengan baik (husnul khatimah). Wahai Tuhan kami, anugerahkan lah kepada kami istri dan anak keturunan kami sebagai penyejuk hati, dan jadikanlah kami sebagai imam kaum bertakwa."
Semua tangan yang menengadah ke atas langit, lalu mengusapkan tangan tersebut ke wajahnya masing-masing sembari mengucapkan Aamiin-Aamiin, Aamiin ya robbal alamin.
Acara terasa begitu hikmat dan doa pun terasa khusyuk, mewarnai keluarga yang tengah berbahagia menanti persalinan biarpun masih berapa bulan lagi.
Alhamdulillah kalau saya demi proses pun selesai dan para undangan setelah menikmati makan-makannya, satu persatu meninggalkan tempat tersebut dengan membawa sebuah bingkisan besar yang sengaja disediakan oleh pihak yang mempunyai acara.
Liana, Mita dan Zidan Mereka bertiga yang sibuk untuk membagi-bagikan bingkisan dan juga dibantu dengan asisten lainnya.
Alisa sendiri saat ini dikerubungi oleh ibu-ibu pembaca novel yang mengucapkan selamat dan juga doa terbaik untuk Alisa dan calon bayinya juga keluarga.
"Tidak ada kata yang bisa aku ucapkan selain terima kasih banyak ... atas kehadirannya ibu-ibu semua apalagi dengan doa-doanya untuk aku dan keluarga, hanya itu saja yang bisa ku ucapkan untuk kalian semua!" Alisa melipatkan kedua tangan di dada serta senyuman yang merekah kepada semua tamunya ....
__ADS_1
...🌼---🌼...
Untuk reader semua, maaf ya? kali ini tidak bisa aku tuliskan namanya satu persatu karena terlalu banyak, bila sebagian aku tuliskan pasti banyak yang tidak aku cantumkan karena banyak membaca yang tidak pernah komen. Pokoknya Terima kasih banyak deh untuk kalian semua ♥️♥️♥️♥️