Istri Kontrak Ayah Sahabatku

Istri Kontrak Ayah Sahabatku
Sudah


__ADS_3

Melihat Hadi dan keluarga berada di sana pria tersebut pun menghampiri, sembari menunjukkan senyumannya yang ramah.


"Permisi, selamat malam baru nyampe sini. Atau Emang sengaja ke sini!" sapa pria tersebut sambil mengedarkan pandangan ke arah Hadi dan Alisa juga yang lainnya.


"Kebetulan baru nyampe sini sih jadi kamu berhenti dulu sekalian makan malam!" jawabnya Hadi. "Kamu mau makan dan sendirian saja, mana temanmu?"


"Iya, mau makan. Kebetulan ada janji sama kawan! besok mau langsung ngantor atau masih libur?" tanya pria tersebut yang tiada lain dan tiada bukan adalah Zidan.


"Besok saya masuk kantor, duduk saja di sini gabung sama kita!" Hadi menyilakan Zidan untuk duduk dan gabung bersama mereka.


Namun Zidan menolak, karena dia pun ada janji sama teman dan dia sudah memilih sebuah meja. Kebetulan tidak jauh dari tempat Hadi dan keluarga berada.


"Ya sudah, silakan lanjut kembali makannya! dan aku permisi mau ke meja aku yang sebelah sana," ucapnya Zidan sembari mengedarkan pandangan ke semua yang berada di mejanya Hadi.


"Oke, kalau begitu!" Hadi pun mengangguk dan yang lain juga ikut mengangguk dengan senyumannya masing-masing.


Selesai makan. Mereka pun langsung kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan nya untuk pulang.


"Eeh Alisa, kok tubuh kamu tampak lebih gemuk, wajah kamu juga terlihat happy. Di cekokkin apa sih sama bokap gue?" celetuknya Liana kepada Alisa setelah duduk di dalam mobil.


"Di cekokkin apa? nggak di cekokkin apa-apa! sama aja makan seperti biasa nggak ada yang aneh-aneh tuh." Jawabnya Alisa sembari mengerutkan keningnya.


"Alisa tampak gemuk, Karena mungkin dia merasa happy saja dan selama di sana, kan nggak harus mikirin apapun termasuk pekerjaan. Jadi wajarlah dia tampak happy sekali," tutur sang omah kepada Liana.


"Nggak pernah ngasih apa-apa sama Alisa. Vitamin-vitamin apapun yang gak mau minum di sana, ya ... mungkin karena dia bahagia saja, lepas dari rutinitas yang biasanya." timpal Hadi sembari menyandarkan punggungnya ke jok yang duduk nya bersama Dirga.


"Jujur, aku iri dengan kebahagiaanmu Lisa. Pada akhirnya kau memiliki semuanya, sementara aku hanya bisa berharap bahagia dengan yang aku sayang dan pada kenyataannya seperti ini!" gumamnya Liana dalam hati sembari menatap ke arah Alisa.


"Kenapa kamu melamun? mikirin apa? oh iya, suamimu mana kenapa nggak ikut?" selidiknya Alisa.


Membuat Hadi melonjak naik. Menegakkan duduknya serta meoleh ke arah sang istri.


"Kenapa sayang? kangen ya sama mantan?" celetuknya Hadi cemburu.


"lho ... kok bilang gitu? wajar dong aku nanyain suaminya Liana! kemarin Liana mengantar kita, sekarang jemput kita. Nggak sama dia juga!" elaknya Alisa.


"Tahu lah, dia sibuk!" jawabnya Liana sembari melirik ke arah sang Oma yang hanya bisa diam.


Dan beliau nggak punya wewenang untuk, membicarakan semua kebenarannya selain Liana sendiri.

__ADS_1


Setengah tiba di mension. Mereka pun turun dari mobilnya dan Dirga juga tampaknya ngantuk sekali, sehingga jalannya pun begitu gontai.


"Dirga ngantuk ya?" tanya Alisa beraneka yang sedang berjalan gontai memasuki teras.


"He'em Mommy. Aku ngantuk banget!" sahutnya.


"Ya sudah bobo sana?" titah Alisa begitupun dengan Omanya yang menyuruh Dirga untuk segera tidur.


"Jangan lupa salat dulu." Tambahnya Hadi sambil berjalan menyoren tasnya.


Kini Alisa sudah berada dalam kamarnya dan sebelum membereskan semua barang, dia terlebih dahulu masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Kangen banget ya? hingga nanyain mantan segala!" gumamnya Hadi ketika melihat Alisa keluar dari kamar mandi.


"Bicara apa sih? bahas itu mulu. Lagian kamu sendiri nggak nanyain tuh mantu kamu ke mana? kabarnya gimana? kamu itu kan mertuanya! wajar dong kalau nanyain. Emangnya mau anaknya merasa tidak dianggap?hati-hati lho Pak, nanti anaknya tersinggung!"


"Aach, orang care itu nggak harus banyak ditanyain. Lagian kalau seandainya sakit atau ada apa-apa juga pasti dengar kabarnya! ngapain tanya-tanya--"


"Iih dasar, kaya orang tua yang nggak sayang anak." Gumam Alisa.


"Apa sayang ... bicara apa sih?" Hadi mendekat dan menarik punggung Alisa ke dalam pelukannya.


"Ya ... kok meluk sih? aku sudah ambil wudu. Iih ... harus balik lagi dong!" keluh Alisa.


"Tapi kan aku nggak ikhlas! Lagian suami yang baik nggak akan membatalkan ataupun mengganggu wudhu istrinya! hem," menggerakkan hidungnya ke depan.


"Tapi biarpun nggak ikhlas gak akan aku lepaskan! dan Allah juga mengerti kok akan kebutuhan umatnya." Hadi sambil memeluk mencolek hidung Alisa


"Sudah, aku mau wudu lagi." Alisa mendorong dada bidang nya Hadi yang tidak bergeming sedikitpun.


"Sebentar? sabar." Hadi menggerakan kedua netranya ke bagian tubuh sang istri yang menyembul di balik kimono.


Lalu sedikit membukanya. Dan Alisa langsung kabur ke kamar mandi. Sebelum masuk ke kamar mandi Alisa berbalik dan menjulurkan lidahnya pada Hadi.


Hadi mengejar sambil tertawa dan Alisa langsung mengunci pintunya dari dalam.


"Sorry ya? ibu negara lagi tidak mau di ganggu!" teriak Alisa dari dalam.


"Ha ha ha ... Tapi bapak negara sedang pengen nih ... pengen belas kasihan dari ibu negara!" balas pekikan Hadi sembari tertawa.

__ADS_1


5 menit kemudian, Alisa membuka pintu dengan perlahan sambil celingukan melihat-lihat siapa tahu ada Hadi yang tiba-tiba mengganggunya.


Dan kebetulan di kamar pun kosong dan Hadi entah ke mana? membuat Alisa merasa lega dan bisa menunaikan kewajibannya dengan tenang.


Alisa saat ini sudah rapi mengenakan piyama dengan motif bunga-bunga, serta baringan di atas tempat tidur.


"Santai ach ... mandi sudah, salat sudah. Makan pun sudah, sekarang tinggal istirahat, capek seharian perjalanan!" bibirnya tersenyum sembari memeluk guling.


"Lah, kalau kamu peluk guling aku peluk siapa?" tiba-tiba suara itu terdengar dari arah belakang Alisa.


Sontak Alisa melirik ke arah belakang. "Lho ... kapan masuknya?"


"Barusan lah sayang! kapan lagi? emangnya aku bisa menghilang apa?" Hadi membuka pakaiannya.


Aisa kembali terbangun. "Mau mandi dulu? apa mau aku siapkan air hangat di bathub?"


"Nggak mau, aku pengennya mandi keringat saja sama kamu!" Hadi menyeringai sambil membungkuk mendekati wajah Alisa.


"Ach ... nggak mau, nggak capek apa? tadi sebelum berangkat ke bandara sudah! masa nggak capek!" Alisa merengutkan bibirnya.


"Mana ada capek untuk itu. mumpung aku banyak waktu sayang, kalau aku banyak sibuk kerja, kan nggak bisa seintens itu, ngerti kan? kalau capek, hem?" wajah Hadi yang hanya berjarak satu jengkal saja dengan wajah Alisa.


"Tapi yank ... kan aku capek. Habis perjalanan, nanti kalau tiba-tiba nggak mood gimana? kamu juga yang marah-marah!" elaknya Alisa.


"Siapa yang suka marah-marah hem? biarkan kamu nggak mood yang penting aku mood nya tinggi. Jadi semuanya akan tetap berjalan," Hadi kekeh sambil bergerak dan tubuh Alisa pun terdorong ke belakang hingga terbaring terlentang.


"Kamu kan belum salat, mandi dulu sana? terus salat! setelah itu baru kita tidur dan terserah mau ngapain." Bujuk Alisa.


"Mau ini dulu! sebentar aja ya, boleh ya?" rengek Hadi.


"Iya, mandi dulu sana. Terus salat dulu!" cuph kini Alisa yang mencium pipi Hadi.


"Ach sayang. Lagi pengen nih!" Hadi menjatuhkan dirinya di samping sang istri yang masih berbaring.


Alisa bangun dan duduk. "Ayo dong sayang ... buruan bangun?" Alisa menarik tangan Hadi agar bangun ....


...🌼---🌼...


Jangan lupa like komen dan lainnya agar aku tambah semangat. Makasih.

__ADS_1


Nb


Mohon doa nya ya? ibu aku lagi sakit. Semoga segera di sehatkan kembali.


__ADS_2