
Hadi pun ikut melihat ke arah Mita dengan senyuman di bibir. Membuat Mita tersipu malu.
Kemudian mereka berempat mencari sarapan yang di traktir oleh Hadi.
"Aku sarapan bubur! kau mau apa?" tanya Alisa pada Hadi.
"Sama aja. Enak kayanya tuh." Hadi mengangguk setuju. Kemudian tangan di bawah meja menyentuh tangan Alisa seraya meremas jemarinya.
"Oya, sepulang dari sini ... kalian saya kasih kebebasan untuk mengambil cuti satu Minggu dan waktunya kapan terserah kalian." Jelas Hadi pada kedua staf nya.
"Aduh-duh ... benar itu, Pak? saya mau Minggu ini juga!" sambut Mita sangat antusias.
"Boleh, terserah kalian. Termasuk akan ada bonus untuk kalian." Hadi kembali berkata yang bikin mereka merasa senang.
"Terima kasih. Apakah kita berdua saja yang akan dapat bonus?" tanya Zidan.
"Nggak sih, semua staf juga akan kebagian. Tenang saja," jawabnya Hadi dengan tegas dan jelas.
"Wiiuh ... mantap tuh." Mita sambil mesem.
"Tentu, untuk kalian yang sudah berjuang selama ini di saat tidak ada." Lanjut Hadi sembari melirik.
"Makasih, Pak?" ucap Mita dan Zidan berbarengan.
"Dan untuk istri ku ini. Mulai hari ini juga bebas dia mengambil cuti," ucap Hadi sembari melirik ke arah Alisa yang mengulas senyumnya.
Kemudian mereka menyantap sarapannya masing-masing dengan lahap.
Selesai sarapan. Alisa kembali ke kamar hotel, agak siang nanti dia akan belanja pakaian buat Hadi yang tidak membawa pakaian ganti sama sekali.
Dan Hadi mengantarnya sampai kamar hotel. Dengan tangan yang merengkuh pinggang Alisa dia berkata. "Aku pergi dulu ya!"
"Iya, pergi lah?" Alisa pun mengalungkan kedua tangannya di pundak Hadi.
"Aku mau pergi sayang," ucap Hadi kembali sembari menatap lekat wajah cantik istri kecilnya itu.
"Pergilah. Menunggu apa lagi?" balas Alisa.
Dengan masih di posisi yang sama, dimana Hadi merangkul pinggang Alisa dan Alisa memeluk pindah Hadi. Dan pasang mata pun saling bersitatap sangat dalam.
"Sayang, apa kau tidak ingin melepas ku?" Hadi menggerakan netra nya pada tangan Alisa yang memeluk lehernya.
__ADS_1
"Eeh ... lupa. Sorry!" Alisa buru-baru menarik tangan ya itu sambil tersipu malu. "Kau juga terus memeluk ku!"
Bibir Hadi terus menyungging melihat sang istri. Cuph! kecupan mendarat di bibir yang tampak manis itu. Sehingga bukan sekali namun berulang lagi dan kali ini menyesapnya dengan sangat lembut.
"Mmmm ..." desis Alisa sambil memukul dadak Hadi. Karena dia merasa belum siap dan kekurangan oksigen.
Akhirnya Hadi pun menyudahinya, lalu mengusap bibir Alisa yang basah karena ulahnya. "Aku pergi dulu ya? jaga dirimu baik-baik!" cuph mengecup keningnya dengan singkat.
"Hem," Alisa mengangguk pelan.
"I love you sayang!" Hadi berbisik mesra yang membuat Alisa merinding.
Kemudian Hadi pun pergi untuk bekerja. Meninggalkan Alisa yang mengantarnya ke pintu.
Selanjutnya Alisa menutup pintu dan berjalan ke dalam kamar.
"Hem dari kemarin kek, bisa liburan atau santai seperti ini. Pasti aku gak harus merajuk dulu, dasar si om. Bikin dedek orang dulu. Baru nyadar!" Alisa bicara sendiri sambil membuka sepatunya sembari duduk di sofa.
Lalu dia menikmati suasana pagi ini di balkon sambil main ponsel, Namun terkadang meringis dan memegangi pinggangnya yang terasa sakit.
"Duhhhh, sakit perut. Tapi bukan ingin buang air nih." Alisa memegangi perutnya.
Alisa melirik putaran jam di tangannya yang sudah menunjukan pukul 08.30. Dia pun keluar dari kamar tersebut dengan tujuan ke Mall terdekat hingga tidak perlu menggunakan kendaraan.
Kini Alisa sudah berada di sebuah toko pakaian pria dengan sangat lengkap. Memilih kemeja, kaos. celana panjang dan pendek, dasi. pakaian dalam juga tidak ketinggalan! serta handuk. Sarung, peci.
Setelah mendapatkan semuanya Alisa berjalan dengan menenteng paper bag yang banyak. Kemudian mencari koper juga buat nanti kalau pulang, tidak harus repot lagi mencari koper lagi.
Dan semuanya Alisa masukan saja ke koper langsung biar tidak ribet, mana berat lagi bukan satu dua saja pakaian.
"Sepertinya dah cukup nih!" Alisa sambil celingukan melihat suasana sekitar yang terlihat ramai.
"Sudah ahc, aku mau pulang ke hotel. Aduhhh capek juga nih jalan-jalan, perasan mending di kantor kali ya ... cukup duduk-duduk!" Alisa terus bicara sendiri dalam hati.
Setibanya kamar hotel. Alisa membaringkan tubuhnya setelah menyimpan sepatu yang dengan hag tinggi tersebut.
"Belum ganti baju nih!" Alisa melihat dirinya yang mengenakan pakaian formal. Memejamkan kedua matanya yang terasa lelah.
Alisa tertidur sampai siang. Hingga dia lupa mau menyusul suaminya ke kantor, waktu pun sudah menunjukan pukul 01 siang.
Alisa terbangun dan terkaget-kaget, bisa-bisanya dia lupa ke kantor dan tidur dengan nyenyak nya.
__ADS_1
"Ya ampun ... kok bisa aku ketiduran begini! hingga aku lupa ke kantor nih!" Alisa mengusap wajahnya yang terasa lelah, ngantuk berat.
Alisa turun dari tempat tidur. Dengan niat mau mandi namun tampak pintu ada yang membukanya dan muncullah kepala Hadi yang langsung menatap ke arah istrinya yang menunjukan muka bantal.
"Sayang, kau bangun tidur?" Hadi menghampiri sang istri yang jadi mematung di tempat.
Lalu Alisa menggosok kelopak matanya. "Aku ketiduran, padahal mau menyusul mu ke kantor. Habis belanja aku baringan, eeh ... malah ketiduran." Suara Alisa dengan parau khas bangun tidur.
"Sudah ku duga, aku bolak balik hubungi namun tidak kau angkat juga, aku bawakan makan siang buat kita berdua." Hadi menyimpan yang dia bawa di meja. Dengan netra yang melirik ke arah koper yang Alisa tunjuk.
"Iya, lelah banget." Alisa mengangguk. "Ya sudah aku mau mandi dulu, semua barang mu ada di koper."
Alisa buru-baru membawa langkahnya ke kamar mandi. Lagian tubuhnya gerah banget sehingga kalau berendam atau berdiri di bawah shower pasti akan terasa menyegarkan tubuhnya.
Hadi membuka jas nya, lalu mendekati koper yang katanya itu semua barang-barang miliknya. Hadi pun mengambil handuk untuk yang akan dia gunakan saat ini.
Beberapa saat kemudian. Alisa kembali dengan kimono yang membalut tubuhnya, Lanjut gegas menunaikan duhur nya.
Hadi yang sudah bertelanjang dada duduk di tepi tempat tidur. Melihat ke arah sang istri yang baru selesai dan melipat alat salatnya.
Kepala Alisa menoleh pada Hadi yang bengong melihat dirinya. "Sudah salat belum?"
"Sudah sayang, tadi di kantor." Hadi menjawab sambil berdiri menghampiri ke arah Alisa yang kini berdiri di dekat meja.
"Makan dulu ya?" Alisa duduk di sofa sambil membuka makanan yang Hadi bawakan.
Kemudian mereka menikmati makannya saling menyuapi. Penuh kemesraan dan kasih sayang.
Selesai makan, Alisa membereskan bekas makannya. Hadi meneguk minumnya sampai tandas. Lalu mendekati sang istri yang tadinya hendak berdiri.
"Mau kemana sayang?" Hadi menangkap tangan Alisa. Hingga Alisa berdiri di tempat.
"Mau mengambil baju dan menyiapkan baju buat kamu, Mau ngantor lagi kan?" jawabnya Alisa.
"Iya, nanti ... tapi kita bicara dulu sayang." Hadi menarik tangan Alisa agar duduk kembali malah sekarang duduknya di pangkuan Hadi.
Tangan Hadi melingkar di pinggang Alisa sangat erat. Sementara tangan Alisa yang sebelah merangkul leher Hadi ....
...🌼---🌼...
Maaf baru bisa up nih. Mohon dukungan selalu ya? selamat menunaikan puasa di hari yang ketiga ini.
__ADS_1