
Setibanya resort Villa. Alisa dan Hadi langsung membersihkan dirinya di kamar mandi bareng-bareng.
“Aku duluan ach mandinya, kamu nati saja belakangan.” Alisa mendorong dada Hadi agar mundur ke belakang.
“Sayang ... aku pun ingin mandi nih.” Hadi memaksa untuk masuk hingga keduanya kini sudah berada di dalam kamar mandi.
“Hem ... ya sudah.” Alisa mengisi air bathub terlebih dahulu dan lalu membuka semua yang melekat di tubuhnya.
Sementara Hadi sedang berada di toilet. Melihat sang istri kecilnya menggoda imannya, Hadi langsung keluar dari toilet menghampiri sang istri yang bersiap untuk masuk ke dalam bathub.
“Eeh, main nyelonong aja ih,” ucap Alisa sambil memutar badannya yang di rangkul oleh tangan keker Hadi.
“Sayang sengaja menggoda ku ya? membuka semuanya segala hem?” Hadi menarik pinggang sang istri ke dalam pelukannya. Hingga tubuh keduanya menempel.
Alisa membalas tatapan Hadi dengan lekat. “Siapa yang menggoda mu? Aku mau mandi dan kenapa bilang seperti itu?” sahut Alisa sambil mesem-mesem.
Hadi mengarahkan pandangan ke dua buah yang menggantung segar itu dan tanpa membuang waktu pria itu menggerogotinya dengan semangat. Sehingga Alisa merasa geli namun turut menikmati nya biar geli tapi mengasikkan.
Alisa duduk di bibir bathub dan Hadi berlutut di lantai, di hadapan Alisa. Sambil menikmati buah segar nan ranum bergantian dengan benda tipis miliknya Alisa. Semua anggota tubuhnya Hadi bekerja sama dengan baik.
Bibir kemana, dan tangan kemana? Semuanya bekerja sama sangat baik, kedua tangan Alisa menjadi tumpuan tubuhnya, memegangi bibir bathub. Semakin lama hasrat keduanya semakin memuncah dan akhirnya mereka melaksanakan ritual terfavorit mereka di sana, acara bulan madu ini sungguh di manfaatkan dengan sangat baik oleh keduanya. Untuk saling berbagi atau memberi kehangatan dan kepuasan satu sama lain.
Mereka berdua bermain di dalam bathub yang sudah berisi dengan air hangat dan aroma terapi yang wanginya sangat semerbak, menambah gairah keduanya semakin memuncak.
“Uuh ...” lenguhan nikmat yang panjang terdengar dari mulutnya Hadi sembari mendongak ke langit-langit.
“Mmmmh ...” desis Alisa sambil menggigit bibir bawahnya serta dengan mata yang terpejam, suaranya terdengar merdu menyusup bagai bulu perindu. Ke dalam sanubari dan menjalar ke setiap sarap, bagai menambah semangat 45 di antara keduanya.
__ADS_1
“Sayang, keluarkan saja suara mu jangan malu dan ataupun ragu di sini hanya ada kita berdua.” Kata Hadi sambil menyingkirkan anak rambut yang menghiasi pipinya Alisa dan menyelipkan ke belakang.
Alisa yang masih tampak malu-malu pada suaminya tersipu dan memang kadang dia menahan bila ingin bersuara. Kedua tangan merangkul pundaknya Hadi dan menatap lekat pada wajah tampan itu yang bikin dia jatuh cinta, cuph Alisa mencium pipi nya Hadi dengan mesra.
Kemudian Hadi menyambut bibir Alisa dengan bibirnya dan menyesapnya penuh gairah. Setelah beberapa saat saling melu-mat dan menye-sap akhirnya turun kembali ke leher dan transit di kedua perbukitan nan indah yang menantang untuk semakin melepaskan adrenalin nya yang tinggi.
Kedua tangan Hadi mengusap-usap punggung Alisa yang berada dalam pangkuannya itu, perlahan Hadi pun menggerakan pinggulnya memainkan mahluk astral nya yang berdada dia dalam gua kecil sejuta nikmat tersebut.
Sementara Alisa memejamkan kedua manik matanya dengan de-sa-han yang tak beraturan dan lebih mengeluarkan suaranya yang kata Hadi jangan malu-malu kalau ingin berekspresi pun keluarkan saja dengan bebas.
Sehingga kini Alisa lebih bebas bersuara dan Hadi merasa lebih terbakar lagi gairahnya dengan suara-suara kecil atau rintihan dari sang istri.
“Ooch ...” Hadi semakin memainkan mahluk astral nya maju mundur dengan ritme yang teratur dan kadang brutal, kadang sangat beraturan lagi dan menikmatinya dengan santai yang penting penetrasi berjalan dengan baik dan aman. Mulut Hadi pun melahap buah segar sehingga membuat mulutnya penuh.
“Ach ... ach! Mmm ...” Alisa berdesis dengan sangat panjang.
Hadi sudah beberapa kali menabur benihnya di ladang yang seharusnya, ladang yang memang di halalkan untuk mereka berdua. “Ooh ... sayang nikmat sekali!”
Begitupun dengan Hadi yang tampak kelelahan walau pun masih bersemangat untuk melanjutkannya, Namun akhirnya dia pun sedikit mengangkat pinggul Alisa dan menarik mahluk astral nya yang sudah terlalu lama berendam di danau madu yang membuat dia candu banget.
“Ach ... sayang ... aku masih ingin tapi aku sudah lelah, lihat dia masih meronta dan ingin tetap bermain dia dalam.” Kata Hadi menunjuk singa yang masih meraung tersebut.
Kedua manik mata Alisa melirik pada singa yang memang meronta meminta di manja dan belaian mesra. Membuat Alisa tertantang untuk mengalahkan singa itu dengan cara dia duduki dan clep! Singa itu melonjak masuk kembali ke danau bermadu yang membuat mahluk itu merasa betah di dalam sana.
Membuat Hadi melenguh panjang sambil menggoyangkan bagian tubuhnya yang bikin enak dan melayang perasaan terbang ke awan. Bibir Hadi menyungging tersenyum puas, sekarang sang istri lebih berani dan agresif bila ada maunya.
Melihat Hadi tersenyum meledek. Alisa tersipu malu dan sesaat menutup wajahnya dengan sepuluh jarinya, yang langsung Hadi membukanya. Kini posisi mereka duduk di bibir bathub dan tubuh Hadi dengan kuat menyangga tubuhnya Alisa yang berada di atas pangkuannya itu.
__ADS_1
Kini tubuh keduanya sudah benar-benar lelah dan terkulai lemah, Hadi pun mengakhiri ritualnya lalu sejenak mereka terdiam mengistirahatkan dirinya. Sambil mengontrol nafasnya yang masih belum beraturan tersebut.
Alisa sidah berendam di dalam bathub dan merasakan betapa lelahnya tubuh ini akibat beberapa kali pelepasan, tubuhnya pun bekali-kali menegang hebat.
Hadi akhirnya turun dan ikut berendam di dalam bathub yang sedang di ganti airnya.
“Capek kah sayang?” cuph adi mengecup keningnya sang istri.
Alisa pun mengangguk pelan sambil memejamkan kedua manik matanya saat bibir Hadi mendarat di keningnya tersebut.
Lalu mereka berdua membersihkan diri dan saling menggosok badannya bergantian. Lanjut mengucur di bawah air shower, lalu selesai mengenakan handuknya masing-masing dan Alisa Hadi gendong ke dalam kamar. Dengan refleks Alisa mengalungkan kedua tangan ke pundaknya Hadi.
Malam yang indah. Langit berhias bulan dan bintang yang bertaburan manambah syahdunya suasana dia resort Vila lagoon. Alisa sedang menikmati makan malamnya berdua.
“Besok kita akan pulang, tidak terasa ya seminggu kita di sini dan rasanya masih kurang untuk menikmati suasana bulan madu kita.” Hadi menatap sang istri sambil mengunyah.
“Hem ... masih betah gak mau pulang dulu! tapi aku kepikiran Lian di rumah.” Alisa menyesap minumnya.
“Ada bilang apa dia?” selidik Hadi tentang putrinya.
“Hem ... gak ada bilang apa-apa sih. Tapi aku kepikiran saja.” Jawabnya Alisa yang merasa khawatir pada sahabat dan sekaligus putri sambungnya.
“Ehem, gimana menurut sayang tentang rumah tangga nya Liana?” selidik Hadi pada sang istri yang kini membersihkan bekas makannya.
“Eeh, aku gak tahu dan tidak mau berandai-andai atupun menduga-duga.” Alisa menggeleng. Nyerah dan tidak mau berpikir yang macam-macam tentang Liana dan Rahman.
Hadi merapatkan tubuhnya dengan Alisa dan mengusap bibirnya yang ada sisa makanannya dan Hadi membersihkan dengan bibirnya, menyapu dengan hangat dan lembut ....
__ADS_1
...🌼---🌼...
Jangan lupa like comment dan lainnya agar aku tambah semangat ya makasih