
Dari pihak kantor mulai mendatangi untuk menengok kehadiran baby twins nya Alisa dan Hadi dan pihak Hadi, langsung dihimbau! agar tidak mengambil foto bayinya dan juga jangan ada yang membuat status kalau Alisa atau Hadi sudah mempunyai bayi twins.
Biar ini menjadi rahasia dulu sampai nanti Liana kembali dari perjalanan bulan madunya yang kemungkinan sekitar seminggu atau dua minggu dan yang katanya sih mau dua Minggu.
Semuanya pun mengerti. Tak ada media pun yang membuat berita! bunga-bunga ucapan selamat atas lahirnya baby twins berdatangan dari khususunya rekan bisnis dan staf.
Sehingga di ruangan tersebut di dekat dinding berjejer bahkan di luar pun banyak ucapan selamat lahirnya baby twins yang masih dirahasiakan namanya.
Dan tidak sampai seminggu di rumah sakit, Alisa langsung diboyong pulang ke mansion, beserta baby twins Ara dan Regar. Si Abang yang begitu senangnya dengan kehadiran baby twins, sudah berapa hari ini tidak masuk sekolah yang membuat kena marah dari sang mommy.
"Mommy nggak suka ya? Abang jadi malas sekolah terus, hanya gara-gara nemenin Ara dan Regar, mommy maunya Abang itu rajin sekolah. Dan soal nemenin Ara dan Regar kan bisa nanti saja kalau pulang sekolah dan pulang mengaji. Bukan untuk terus-terusan menjaganya, kan ada Mommy ada oma juga!" ucap Alisa sambil menatap ke arah wajah anak itu yang menunduk.
"Tapi Mommy ... Abang kangen sama Ara dan Regar--"
"Iya. Nanti saja kalau sudah pulang sekolah kan bisa, Abang sekolah dulu biar pintar! pulang sekolah baru, nggak usah main sama temennya ke mana-mana dan mainnya di rumah aja, kan bisa kayak gitu sayang. Dengerin Mommy dong ... Mommy kesel nih, stres kalau Abang kayak gini terus." Alisa tampak menahan rasa marahnya.
"Kemarin waktu lahiran, nggak sekolah. Nikahan Kakak nggak sekolah! sekarang Mommy dah tiga hari di rumah juga nggak mau sekolah Mommy marah nih ... Mommy nggak mau ya? Dirga itu bolos sekolah terus, jaga adiknya kan bisa nanti pulang sekolah! pulang mengaji!" sambung Alisa sambil berlutut mensejajarkan dirinya dengan Dirga! menatap lekat dan mengusap kepalanya anak tersebut.
Sejenak Dirga terdiam dan menundukkan pandangannya, kemudian dia berkata. "Ya sudah, abang mau sekolah dulu! nanti pulang sekolah abang mau cepet-cepet pulang dan mau main lagi sama adik baby."
"Nah ... gitu dong! baru Mommy suka! pokoknya Abang nggak boleh bolos sekolah, wajib sekolah bair jadi anak yang pinter dan menjadi panutan untuk adiknya. Oke?" Alisa merasa senang akhirnya Dirga mau pergi sekolah juga.
"Oke Mommy, sekarang Abang mau sekolah dulu ya?" lalu anak itu memutar badannya meninggalkan Alisa.
"Ya udah, mandi yang bersih terus sarapannya. Nanti di antar sama Pak Mur!" pesannya Alisa sembari berdiri.
Kemudian Alisa berdiri dan masuk ke dalam kamarnya. Dimana baby twins pun berada di sana, sedang ditungguin oleh kedua omanya yang tampak gemas! mengasuh Ara dan Regar yang baru saja selesai mandi dan mereka juga yang mengurusnya.
Alisa mendekat ke dekat box bayi menatap sangat lekat ke arah kedua bayi nya itu, sambil tersenyum lebar seolah mengajak kedua baby nya tersenyum.
"Regar sayang ... Ara manis, yang anteng ya? udah mandi Iya? udah mandi wangi sekali!" Alisa menyentuh pipi keduanya bergantian.
"Bikin gemas." Timpal bu Juli, lalu dia berpamitan untuk pulang karena bagaimanapun dia meninggalkan orang dan meninggalkan kerjaannya juga.
Bu Juli berjanji akan sering-sering datang untuk menemui kedua cucu twins tersebut yang menggemaskan dan lucu. Bikin ngangenin.
Para tetangga pun masih berdatangan untuk melihat kedua bayinya Alisa, sebagai ucapan selamat dan ada juga yang memberikan kado untuk mereka.
Bahkan karyawan kantor pun masih ada juga yang berdatangan membawakan kado untuk kedua baby-nya Alisa dan Hadi. Dalam berapa waktu saja banyak kado yang terkumpul sampai satu kamar! semuanya untuk baby Ara dan baby Regar.
__ADS_1
...----------...
"Kita kan rencananya satu minggu lagi, maunya ke raja Ampat dulu sebelum pulang. Tapi kok mendadak mau pulang sih?" Zidan kepada Liana yang baru saja turun dari pesawat. Mereka pun nggak bilang-bilang kalau mau pulang hari ini.
"Entah deh, aku pengen pulang saja dan ke raja Ampat kan, bisa lain kali. Kalau kamu masih ingin cuti, terserah cuti aja di rumah atau kita cari tempat yang dekat-dekat deh ... ya? iya gak?" bujuk Liana pada Zidan.
Tadinya dari labuan bajo akan langsung ke raja Ampat ... seperti yang di rencanakan. Namun tiba-tiba minta pulang jadinya ke raja Ampat di cancel.
"Ya sudah, nggak apa-apa kita bisa lain kali ke sana ya. Kalau begitu aku mau masuk kerja saja besok!" kata Zidan sambil meraih tangan sang istri berjalan bergandengan.
Liana pun kini bergelayut mesra, di tangannya Zidan. Sangat menampakkan kebahagiaan mereka berdua.
"Terus, kita pulang pakai apa? minta jemputan dari rumah?" tanya Liana kepada Zidan.
"Em ... biar aku suruh supirku ajalah untuk jemput kita dan pulang ke rumah kamu bukan?" sahutnya Zidan sembari menelpon supir pribadinya.
"Iyalah ... pulang ke mansion, ke rumah kamu nanti aja lah aatau besok ya?" Liana menjepit dagunya Zidan dangan gemas.
"Aku sih nurut aja, yang penting kamu senang! kamu bahagia. Aku nggak masalah dimana juga!" tambah nya Zidan lalu Dia berbicara di telepon bersama sopirnya.
"Gimana?" tanya Liana menatap Zidan.
"Yok!" Liana mengangguk lalu mengikuti langkahnya Zidan yang akan mengambil barang-barang dari tempat pengecekan.
Tidak lama menunggu, akhirnya mobil Zidan pun datang dan mereka langsung masuk mobil tersebut, kemudian mobil itu melaju dengan sangat cepat! karena pinta Liana yang ingin segera sampai di mansion, entah kenapa hatinya benar-benar sangat ingin segera sampai.
Di sepanjang perjalanan, tak ada obrolan yang signifikan. Mereka banyak terdiam dan sesekali kepala Liana bersandar di bahunya Zidan, dan sesekali mengusap pipinya Liana dengan sangat lembut dan mesra.
Setibanya di mension. Pas terdengarnya suara adzan maghrib dan tentunya orang-orang sedang bersiap untuk melaksanakan salat berjamaah.
Dan Liana juga Zidan langsung ke kamarnya Liana membawa beberapa koper dan tas milik mereka berdua. Setelah itu keduanya mau ikut berjamaah di sebuah ruangan yang biasa digunakan untuk salat bersama.
Pas tahu Liana dan Zidan pulang, Hadi juga sang oma merasa terkejut, katanya mau seminggu lagi. Tapi kok sudah pulang? Mereka terheran-heran namun sebelum mereka memperbanyak obrolan. Mereka melaksanakan salat magrib bersama terlebih dahulu.
Tapi dibalik itu Liana merasa heran juga, kenapa Alisa nggak ada sholat berjamaah? sementara ingatnya di saat-saat salat berlangsung.
Dalam hati, Liana bertanya-tanya dalam hati ke mana Alisa, kok dia nggak salat bareng? apa dia sakit atau tidak ada.
Selesai membaca doa, Dirga langsung berteriak dan mendekati Liana. "Akak-Akak, cepat pulang karena ingin melihat Dede bayi ya?"
__ADS_1
"Ha? apa, dede bayi?" Liana terheran-heran. "Apa sudah melahirkan? kenapa aku tidak diberi tahu?"
Kemudian Liana menolehkan kepalanya ke arah papa dan omanya seolah bertanya tanpa ada suara.
Dan mereka pun mengerti, langsung mengangguk mengiyakan perkataan dari Dirga. Kalau di Alisa sudah melahirkan.
Liana langsung melonjak naik sambil teriak. "Beneran Alisa sudah melahirkan? bayi kembar bukan? kapan lahirannya, kenapa nggak ada yang bilang sama aku sih?" Liana langsung melompat keluar dari ruangan tersebut menunju kamar Alisa sambil membuka mukenanya.
Disusul oleh Zidan, Hadi Oma dan Dirga yang juga berlari menyusul kakaknya.
Setibanya di kamar Alisa, Liana berdiri tak bergeming melihat ibu sambungnya sedang menggendong dua bayi yang tampak lucu sekali, tangan kecilnya. Kaki kecilnya sedang bergerak-gerak.
Liana menjerit histeris. "Uaawwhh ... bayi ku! ach bayi ku lucu sekali. Menggemaskan."
Begitupun dengan Alisa dia kaget. Kalau Liana sudah pulang cepat, karena ... kan katanya mau seminggu lagi.
"Kamu kapan pulang Lian, kok tiba-tiba sudah ada di sini dan memakai memegang mukena segala? kapan datangnya?" selidik Alisa menatap heran.
"Yang jelas ... ini kapan lahirannya? kok gue nggak tahu ... kok gue nggak dikabarin sih ... jahat banget!" Liana langsung minta menggendong bayi yang perempuan dan dia pun mencium bayi yang laki-laki dengan gemas.
"Elu yang itu aja yang laki-laki, gue yang cewek. Em ... gemes ... ya baby cewek. Cute nya baby gue ..." Liana memeluk erat baby Ara yang manik matanya melek.
"Aduh, jangan begitu juga say! itu anak masih belum kuat tulangnya!" protesnya Alisa kepada Liana yang tampak gemas memeluknya baby nya.
"He he he .... iy gue lupa!" Liana menyunggingkan bibirnya.
"Aku yang minta sama yang lain, agar merahasiakan ini. Biar jadi surprise buat kamu, Lian! karena lahirannya pas kamu berangkat," ucapnya Lisa sembari menyimpan baby Regar di tempatnya.
"Iih ... tega banget sih ... sama-sama aku nggak dikasih tahu, padahal kan telepon aja, biarpun gue nggak balik setidaknya gua udah tahu kalau Leo dah lahiran dan gue bisa melihat lebih gue ini. Uuh ... gemesnya-gemesnya-gemesnya ..." Liana memeluk erat baby Ara dan lalu menggendong baby Regar.
Hadi memeluk sang istri, dan semua berkumpul di kamar tersebut dengan wajah-wajah yang begitu mengguratkan kebahagiaan, lengkap sudah kebahagiaan Hadi dan Alisa saat ini.
Semua menyambut bahagia kehadiran baby twins Ara dan Regar. Dan semoga mereka berdua menjadi anak yang sholeh dan sholehah berbakti pada orang tua berguna buat orang banyak. Aamiin ....
...TAMAT...
...🌼---🌼...
Alhamdulillah di bab terakhir ini. Aku mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada kalian yang sudah mendukungku dari awal sampai detik ini. Terima kasih banyak reader ku tercinta, tanpa kalian aku bukan siapa-siapa! semoga yang maha kuasa membalas semua kebaikan kalian semua. Dan mohon maaf atas segala kekuranganku!
__ADS_1