Istri Kontrak Ayah Sahabatku

Istri Kontrak Ayah Sahabatku
Iseng


__ADS_3

"Ya Allah ... aku mimpi!" Alisa bangun dan turun dari tempat tidurnya. Tenggorokan nya terasa kering dan haus. Rasanya enak kali bila meminum yang segar-segar.


Langkah Alisa yang teratur. Menuju dapur dan kepalanya celingukan melihat kanan dan kiri, namun ketika melintasi kamar Tante Dania. Penyakit iseng pun muncul dari hati naik ke pikiran.


Bibir Alisa menunjukan senyumnya yang mengembang. Membawa langkah ya mendekati pintu kamar Tante Dania.


Tangan Alisa bergerak mengarah ke daun pintu, lalu mengetuk nya beberapa kali.


Tok ....


Tok ....


Tok ....


Buru-baru berpindah tempat ke samping dan menajamkan pendengarannya ke arah dalam, kali saja Tante Dania bangun dan mendengar suara ketukan pintu.


Plak ....


Plak ....


Plak ....


Terdengar suara derap langkah dari dalam mendekati pintu tersebut.


Blak! pintu terbuka, Dania membuka pintunya sambil menguap dan terlihat muka bantalnya itu. Dia yang tidur lelap terbangun dengan suara ketukan pintu.


"Siapa sih, barusan ketuk pintu tapi gak ada?" kepalanya planga-plongo keluar kanan dan kiri.


Tetap tidak terlihat bayangan siapa pun di luar sana. Dengan Malasnya Dania menutup pintu kembali lalu masuk.


Alisa yang bersembunyi di balik tanaman hias yang tinggi dan besar. Melihat Dania sudah masuk dan memastikan sudah menjauh dari pintu. Dia kembali mendekat dan mengetuk daun pintu tersebut.


Tok ....


Tok ....


Tok ....


Dengan senyuman yang merekah. Alisa mundur dan bersembunyi di tempat semula.


Tidak lama kemudian. Pintu pun kembali terbuka dan kepala Dania muncul dari balik pintu mencari yang mengetuk pintu barusan.


"Siapa woi ... ketuk pintu malam-malam! mau di lempar sepatu apa?" suara Dania dengan nada sedikit tinggi serta tangan memegang sepatu yang mungkin bersiap untuk di lempar.


Setelah beberapa saat menunggu di depan pintu, dan tidak ada siapa pun. Akhirnya Dania kembali menutup pintu dan crek. Terdengar di kunci.


"Hi hi hi ... makan tuh, jin penunggu rumah! itu kan yang waktu itu aku jatuh dan kau bilang ada jin penunggu rumah." Gumamnya Alisa sambil menutup mulut takut suaranya kedengaran.

__ADS_1


Alisa kembali keluar dari persembunyiannya itu, serta mengetuk dan kali ini lebih keras lagi.


Tok ....


Tok ....


Tok ....


"Auw, jariku, terlalu keras nih ngetiknya." Alisa mengibaskan tangannya, karena punggung jemarinya terasa panas. Lalu buru-baru berlari ke persembunyiannya.


Lagi-lagi pintu terbuka dan Dania keluar memegangi gagang sapu. "Siapa kau, woi ... keluar? jangan iseng. Kau pikir aku takut apa? no-no-no ... aku gak takut! cemen amat bila aku takut iih ..." teriak nya Dania.


Namun sia-sia. Tidak ada yang menyahut apalagi menunjukan batang hidungnya.


"Iih, jangan-jangan hantu, atau jin penunggu rumah ini yang hendak mengganggu ku? i ... y. Takut, bulu kuduk ku." Dania terlihat memegangi bulu kuduknya yang meremang.


Setalah sekali lagi planga-plongo ke sekitar. Dania bergegas memasuki kamarnya kembali sambil terlihat bergidik.


Alisa hampir tidak kuat menahan tawanya. Dan setelah Dania masuk, Alisa cekikikan. "He he he ... makan tuh, hantu atau jin penunggu rumah. Emang enak di kerjain? mamam tuh hantu penunggu rumah. Ha ha ha ...."


Alisa buru-baru keluar dari tempat sembunyi nya. Lalu bergegas meninggalkan tempat tersebut.


Bugh!


Saking buru-buru nya langkah Alisa dan jalannya pun menunduk. Sehingga dia menabrak sesuatu, dan yang kena adalah keningnya. bertabrakan dengan benda keras.


Sembari menggerutu, Alisa melihat yang dia tabrak berurusan dari mulai bawah ... sampai ke atas dan alangkah terkesiap nya Alisa. Karena yang dia tabrak adalah Hadi yang berdiri tegak di hadapannya itu.


"Om?" Alisa kaget. Malam-malam Hadi pun masih terjaga.


"Kau menabrak tembok ya? suka banget ya tabrak tembok berjalan seperti saya! jangan-jangan .... suka ya?" Hadi memicingkan matanya sebelah ke arah Alisa.


Alisa mengulum senyumnya. "Maaf, Om. Gak lihat sih. Hi hi hi ...."


Kemudian Alisa menarik tangan Hadi agar menjauh dari situ. "Jangan berdiri di sini! nanti ketauan Tante Dania."


"Emang kenapa? kamu ngisengin dia ya?" tanya Hadi, pura-pura gak tahu.


Tadi Hadi sudah tidur dan namun karena merasa lapar. Dia terbangun! namun ketika mau ke dapur mendengar suara Dania yang menggerutu, sehingga dia berdiri jauh dan memperhatikan.


Ternyata Alisa sedang ngisengin Dania, hingga berkali-kali mengetuk pintu lalu sembunyi lagi. Membuat Hadi tertawa tanpa suara memperhatikan ulah Alisa.


"He he he, iya. Dia sih yang duluan yang berbuat ulah waktu itu dan bilang ada jin penunggu rumah segala. Mamam tuh jin penunggu rumah ha ha ha ...."


Alisa tampak senang dan Lagi-lagi tertawa lepas namun tetap dengan suara pelan.


Hadi menatap ke arah Alisa yang sedang tertawa. Lalu melihat tangannya yang masih betah Alisa pegang.

__ADS_1


Alisa langsung melepas tangannya. Dan menjauhkan diri dari Hadi.


"Em ... Om ngapain ada di luar? mau ke kamar Tante ya?" selidik Alisa sambil menggaruk tengkuknya. Mencoba mengalihkan rasa malu yang tampak dari wajahnya yang memerah.


"Eh," Hadi mengalihkan pandangannya dari wajah Alisa. "Saya merasa lapar, jadi niatnya mau ke dapur dan ... kali saja ada makanan yang bisa saya makan.''


"Apa kau tidak menyuruh ku?" Alisa menaik turunkan alisnya.


"Em ... maunya sih! menyuruh mu menyiapkan nya buat saya. Habis lapar nih." Hadi mengangguk pelan.


Alisa menggaruk hidungnya. "Baiklah. Aku siapkan!"


Alisa memutar badannya sembari mengayunkan langkahnya di depan Hadi yang katanya lapar dan ingin makan.


Hadi mengulum senyumnya sambil mengikuti langkahnya yang menuruni anak tangga. "Kau sendiri ngapain berada di luar! bukannya tidur?"


"Ha?" Alisa sesaat bengong dan mengingat-ingat apa yang jadi tujuan nya sehingga keluar dari kamar.


"Kenapa tidak menjawab?" ulang jadi sambil mensejajarkan langkahnya dengan Alisa.


"Em ... aku haus, dan di kamar gak ada air minum. Habis." Jawabnya Alisa kembali.


Lalu Alisa yang pertama dia datangin adalan galon untuk mengambil air minum yang ia ruang ke dalam dua gelas sekalian buat Hadi. Pria itu duduk manis di dekat meja makan.


"Ini minum nya!" Alisa menyodorkan gelas pada Hadi yang langsung mengangguk.


Lek-lek, lek-lek. Suara Aira yang masuk ke dalam tenggorokan Alisa. Hadi meliriknya dan Alisa nyengir menunjukan gigi putihnya pada pria itu, lalu membuka lemari untuk mencari makanan yang sekiranya bisa di hangatkan.


"Kalau gak ada. Bikin kan saja nasi goreng kecap dua telor." Pinta Hadi.


"Makanan sih banyak, mau aku panasin. Terus? jadinya mau apa? nasi goreng kan harus Bikin dari awal!" gumamnya Alisa sambil menatap singkat ke arah Hadi.


"Nasi goreng saja, biar pres." Ucap Hadi lagi.


"Hem ... bikin repot." Namun Alisa tak ayal menyiapkan semua bahan nasi goreng yang Hadi pinta.


"Jangan menggerutu! nanti bibirnya maju ke depan. Tambah jelek lho!" suara Hadi pelan.


Gadis itu menoleh pada Hadi sambil mengerucutkan bibirnya ke depan. Lalu kemudian Alisa mengeksekusi semua bahan dan mulai berkutat dengan wajan dan sodet.


Hadi berdiri lalu mengambil celemek lantas ia pakaikan pada Alisa. "Biar bajunya gak kotor!"


Alisa Hanya terdiam ketika Hadi memakaikan celemek padanya ....


.


Ayolah ... subscribe dong ... biar dapat notif nya, juga Like komen nya ya?

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2