Istri Kontrak Ayah Sahabatku

Istri Kontrak Ayah Sahabatku
Kagum


__ADS_3

“Ha? apa. I-itu istri Pak Hadi?” Burhan sangat terkejut bukan main mendengar kalau Alisa adalah istri dari Bos nya sendiri.


Hadi mengangguk dan meyakinkan dengan memperlihatkan foto pernikahannya dengan Alisa.


Kaget dan rasa malu bercampur menjadi satu. Gimana tidak? Dia sudah menggoda bahkan mencemooh dan lain-lainnya. Berpikiran buruk pun sudah mengisi otaknya tentang Hadi dan Alisa.


“Tapi, kan ... istri istri Pak Hadi bu Diana, kenapa jadi Alisa?” tanya Burhan terheran-heran.


“Iya, sejak beberapa bulan lalu. Dan tidak perlu berpikir buruk tentang Alisa, karena pernikahan jelas diketahui oleh istri saya Diana.” Lanjut Hadi dengan serius dan melirik ke arah Alisa yang hanya terdiam.


Burhan terdiam sambil menatap ke arah Alisa yang sudah bikin dia jatuh cinta sekaligus patah hati. Lalu menunduk merasa malu dengan Hadi, keran setiap geriknya pasti dia ketahui semua. Berarti orang itu adalah orang suruhan Hadi untuk menjaga Alisa dari bahaya.


“Saya meminta maaf Pak, saya tidak tahu kalau—“


“Sudah lah, saya tidak mau perpanjang masalah ini. Sekarang kita bahas pekerjaan saja karena sebentar lagi saya harus kembali. Tidak bisa lama-lama di sini apalagi menemani kalian bekerja,” ucap Hadi dengan jelas.


Kemudian mereka berbincang masalah pekerjaan yang cukup menyita waktu itu, belum adanya insiden ya membahayakan Alisa. Buang waktu dan alamat semakin lama mereka berada di Surabaya.


Hadi melirik jarum jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 06.15 menit lalu Hadi menyudahi meeting singkat itu dan lalu berpamitan juga meminta doa nya untuk kesembuhan sang istri.


“Sayang, aku pergi dulu ya? selamat berjuang dan sukses ya,” cuph! kecupan mesra mendarat di keningnya Alisa yang terlihat sendu. Namun tampak tersenyum tipis melepas kepergian suaminya itu.


“Huuh ... jantung saya akan mau copot dan kaget sekaget-kaget nya, tidak menyangka dan alias tidak menduga kalau Alisa itu istrinya Bos Hadi,” ucap Burhan sambil berjalan dengan Zidan Keluar Dari kamarnya Alisa.


Alisa yang masih berada di dalam kamar bersama Mita, sedang merapikan kamar tersebut.


“Saya tidak menyangka kalau Ibu ini istri Pak Hadi, semua pun tidak akan menyangka yang sebenarnya.” Ungkap Mita sembari menggelengkan kepalanya.


“Biar saja mereka tidak tau Mbak. Ayo kita cari sapan dulu?” ajak Alisa sambil meraih tasnya yang berisi barang-barang untuk menunjang pekerjaannya.

__ADS_1


Dalam hati masih tidak percaya kalau semalam Hadi pulang menemuinya. Sesekali Alisa menggeleng pelan sembari mesem-mesem sendiri. Sementara ini hatinya di penuhi dengan beraneka bunga yang menghiasi taman hati.


“Deuuuuhh ... yang sedang berbunga-bunga hatinya karena sudah di jenguk suami. Jadi iri nih, hi hi hi ...” ucap Mita sambil berjalan beriringan dengan Alisa yang lebih dulu berjalan di depan.


Setibanya di restoran, mereka berdua pun memesan sarapannya dengan kesukaan masing-masing. Alisa mencari keberadaan kedua rekannya. Zidan dan Burhan yang tidak terlihat batang hidungnya.


“Kayanya pak Zidan dan pak Burhan langsung ke kantor deh,” kata Mita sambil menarik pesanan yang baru datang, lalu kedua menyantap hidangan dengan lahap.


Seusai sarapan Alisa beranjak dari duduknya sebelumnya meneguk minumnya sampai tandas lalu. “Ayo kita mulai beraktifitas yang semangat biar cepat rampung dan biar cepat pulang ke kampung halaman nih, kita jalan dari kota ke kota lain itu bukan liburan, tapi tugas-tugas. Gimana caranya biar cepat selesai yaitu kabur ... eh nggak, tapi tanamkan semangat empat lima.”


“He he he ... Ibu bisa saja, Go-go, go ... bekerja!” timpal Mita sambil mengepalkan tangannya ke udara. “Semangat!”


Seharian mereka berkutat dengan tugasnya masing-masing dan hanya menyempatkan maksi saja, seterusnya melakukan kembali dengan penuh semangat. Hingga waktunya mereka kembali ke kotel.


Saat ini mereka berempat berjalan di sebuah lorong hotel sambil berbincang soal pekerjaan,.


“Nanti malam, harus siap sebelum pukul tujuh untuk pertemuan dan makan malam. Dan Kita ada waktu sekitar dua jam untuk beristirahat,” jelas Alisa sambil melihat jam tangannya.


Alisa yang sedari malam tidak sempat tidur, tentunya merasa ngantuk berat dan jalan pun gontai terasa lelah serta mata sangat berat.


“Saya mau tidur dulu lah lumayan,” kata Burhan.


“Iya saya juga capek nih badan saranya remuk.” Tambah nya Mita.


“Ha ha ha ... di buldozer apa, berasa remuk segala?” celetuk Burhan sambil tergelak.


“Iya kali Pak, he he he ... pribahasa Pak.” Tambah Mita lagi.


“Ya udah saya duluan,” Zidan masuk ke dalam kamarnya lalu Burhan ke kamar sebelahnya.

__ADS_1


Kemudian Alisa sambil berusaha membuka matanya yang sudah terasa sepet banget. “Mbak, aku masuk dulu ya?”


“Sampai jumpa nanti, Bu ...” balas Mita sambil melambai.


Alisa masuk tidak lupa menutup dan mengunci pintunya, lalu menjatuhkan tubuhnya ke tas tempat tidur yang super empuk itu. Dan tidak butuh waktu yang lama untuk terlelap dalam tidurnya, saking capeknya Alisa sampai-sampai tidak sempat mandi dan berganti pakaian.


Jarum jam terus berputar hingga mambawa waktu nya ke pukul 18.30 dan alisa sudah rapi dengan penampilan nya. Gaun dress simpel panjang namun termasuk formal. Untuk pertemuan dengan para klien dan pasa staf sambil makan malam.


Dia berjalan bersama Mita dan lalu bertemu dengan kedua rekannya yaitu Burhan yang melongo dibuat terkagum-kagum dia dengan penampilannya Alisa malam ini.


“Jaga pandangannya! Simpan perasaannya,” ucap Zidan pada Burhan, padahal apa yang dia rasakan mungkin tidak jauh dari burhan hanya dia lebih pandai dalam menempatkannya. Sehingga tidak terlalu mencolok atau memperlihatkannya pada yang lain.


Lalu kemudian mereka mendatangi tempat yang sudah di janjikan, kebetulan mereka yang lebih duluan sampai dia sana. Dan Alisa pun mengecek menu-menu yang akan mejadi hidangan jamuan makan malam ini.


“Gimana Bu, apakah ada yang kurang?” tanya Zidan sambil berdiri di dekat Alisa yang berdiri dekat meja hidangan.


“Aku rasa cukup. Dan lumayan banyak dan lezat aku harap tidak mengecewakan.” Balas Alisa sambil melangkah maju ke tempat lain.


“Mbak, ini buat makanan penutupnya ya?” Alisa bertanya pada pihak hotel.


“Iya Bu ... dan ini menu-menu andalan kami. Dan semoga suka dengan layanan juga hidangan kami.” Pihak hotel mengangguk hormat.


“Terima kasih Mbak dan lain kali kami bila ada waktu pasti akan menggunakan tempat dan layanan ini lagi.” Alisa membalas dengan ramah.


Kemudian pertemuan yang mau pertemuan pun dah mulai datang. Alisa menyambutnya dengan ramah dan para klien yang rata-rata pria itu sangat mengagumi bahkan memuji dengan terang-terangan akan ke anggunan Alisa malam ini.


Membuat Alisa tersipu malu. Lalu menyilakan semuanya untuk duduk. Meeting pun dimulai, Alisa melirik pada Zidan agar membuka pembicaraan. Dan Zidan pun mengerti, langsung memulainya ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Ayo mana like komen dan lainnya. jangan lupa subscribe nya juga. Makasih.


__ADS_2