Istri Kontrak Ayah Sahabatku

Istri Kontrak Ayah Sahabatku
Villa


__ADS_3

Malam ini berlalu dengan tidur yang nyenyak dan tanpa sesuatu yang terjadi di antara keduanya. Hanya saling peluk dalam satu selimut yang tebal. Karena rasa capek akibat perjalanan yang lumayan jauh.


Sekitar pukul 06.00 Alisa berdiri di luar kamar villa & resor raja ampat. Menikmati pemandangan laut yang tenang. Dan berwarna bening karena masih di suasana pagi.


"Masya Allah ... indah sekali ciptaan mu ya Allah, ini sungguh memanjakan pandangan ku." Gumamnya Alisa sembari memeluk dadanya, melepas pandangan ke arah laut yang terbentang luas.


Burung-burung berkicau riang menyambut pagi yang cerah ini.


"Nikmat mana lagi yang kau dustakan Lisa ... nikmat mata melihat semua keindahan ini, bikin tenang dan nyaman." Alisa melihat ke arah air laut dan terlihat juga hewan-hewan laut yang sedang berenang bahagia.


"Masya Allah ..." ucap Alisa sambil berlutut mendekatkan pandangannya ke air. "Hi ... kenalkan aku Alisa, aku baru datang ke sini."


Bibir Alisa tampak tak berhenti tersenyum, senyuman yang begitu indah fan raut wajah yang teramat bahagia dengan keberadaan di pulau tersebut.


Lanjut Alisa kembali berdiri mengedarkan pandangan ke pasir putihnya yang panjang terbentang. Mau turun dan berjalan di hamparan pasir putihnya itu, tapi tidak berani bila sendirian. Sementara Hadi masih tidur, dan juga banyak pohon-pohon nya jadi ngeri sendiri.


Kemudian Alisa berjalan masuk ke dalam kamar, dimana sang suami masih ngorok dan benar-benar menikmati waktunya yang lepas dari semua aktifitas yang membuat penat, capek pikiran, menyita waktu dan tenaga.


"Yank ... bangun. Jalan yu? belum sarapan juga nah!" Alisa menghampiri suaminya.


Wanita muda itu duduk di samping sang suami yang masih tampak nyenyak. Setelah tadi subuh terjeda dengan kewajibannya sebagai umat muslim yang baik.


"Yank? bangun iih ... jalan yo?" Alisa menggoyangkan tangan Hadi lalu menciumnya berkali-kali.


"Hem, ada apa sih sayang ... aku masih ngantuk nih, nanti saja jalannya agak siangan!" gumamnya Hadi dengan suara yang serak-serak basah.


"Ini juga sudah siang! Sudah jam 07.00 nih belum sarapan juga! ayo bangun Yank ... bangun?" Rajuk nya Alisa menarik-narik tangan Hadi.


Hadi menoleh ke arah jam dinding yang jarumnya baru menunjukkan jam pukul 06.25 setempat. "Apaan jam 07.00 sayang? 06.30 aja belum," katanya Hadi sambil memicingkan matanya.

__ADS_1


"Iya sih ... tapi kan aku sudah lapar! serta ingin melihat pemandangan yang bagus sekali, sangat cantik. Aku suka banget tempat ini, dan ... kita akan mendatangi beberapa tempat kan?" ucapnya Lisa sembari masih memegangi tangan Hadi.


"Iya, itu pasti. Kita akan ke teluk cinta dan danau bintang serta masih banyak lagi tempat yang akan kita kunjungi di raja Ampat ini." Balasnya adik sembari menggeliat.


"Cepetan bangun? kita harus sarapan dulu!" rengeknya Alisa sambil terus menarik-narik tangan Hadi.


"Iya bawel, istri kecil ku bawel juga ya? bikin gemes rasanya tidak ingin melepaskan barang sedikit pun." Hadi mencolek hidungnya Lisa.


"Iih, apaan sih colek-colek! emangnya aku sabun, apa!" ucap Alisa sembari mesem-mesem.


"Nyuruh orang mandi, dia sendiri belum mandi," sambungnya Hadi sembari menarik sedikit ujung bajunya Alisa.


"Iya kan nungguin kamu dulu. Lagian aku barusan dari luar lihat pemandangan yang indah ... sekali, rasanya di sini tenang dan nyaman. Pemandangan yang sangat memanjakan mata." Alisa menoleh ke arah jendela melihat keluar. Di mana laut terbentang pun terlihat dari sana.


"Aku bahagia kalau kamu bahagia! karena di sini tenang dan nyaman pasti asik buat bercinta, yang pastinya kita nanti akan pulang itu ... membawa benih yang terbaik!" Hadi merangkul perut Alisa dari belakang dan mengecup bahunya dengan durasi yang lama.


Alisa yang merasakan ada sensasi yang berbeda menjalar ke seluruh tubuhnya membuat kedua manik mata Alisa terpejam.


Tangan kanan Hadi pun merayap, meraba sesuatu yang menggantung dan ranum. Dengan perlahan tetapi pasti lama-lama tangan itu menyusup ke dalam piyama. Untuk menjangkau yang menggantung lebih intens lagi.


Membuat tubuh Alisa semakin tidak berdaya. Dengan serangan-serangan maut yang Hadi lepaskan dan mengenai beberapa titik hingga menimbulkan rangsangan yang cukup hebat.


Hadi menggerakan bibir dan lidahnya ke leher bagian depan, membuat kepala Alisa sedikit mendongak. Serta meremas kuat rambutnya Hadi seiring menguatnya cengkraman tangan pria matang itu di salah satu buah pepaya yang menggantung ranum.


Setelah puas bermain di salah satu pepaya nya, Hadi pun mengalihkan ke satunya lagi yang sedari tadi menunggu giliran untuk di kunjungi. Dia akan marah bila sala satunya saja yang di kunjungi.


Rasa lapar yang tadi menjadi bahan rengekan Alisa. Menjadi lupa sudah, bergantian dengan keinginan yang berbeda tentunya bukan dari perut tapi dari keseluruhan.


Kini Hadi semakin menggerakkan sayapnya agar dapat menjelajah lebih luas lagi. Mengeksplor tempat-tempat lainnya yang tidak kalah asik untuk dinikmati.

__ADS_1


"Mmmm ..." tangan Alisa memukul-mukul bahu nya Hadi.


Sebab dia merasa pengap dan kehabisan oksigen, akibat mulutnya yang terbungkam mulut Hadi yang dengan nakal memainkan lidahnya di dalam sana. Menyusuri setiap inci rongga mulutnya.


Hadi tersenyum puas, setelah melepaskan Alisa dan membiarkan dia menghirup udara sebanyak-banyaknya dari sekitar. Dada Alisa tampak naik turun tak beraturan, begitupun dengan Hadi sendiri yang nafasnya terengah-engah.


Beberapa saat kemudian. Hadi kembali menyantap benda tipis yang bikin dia nyandu selalu ingin dan ingin menyentuhnya. Setelah itu baru lah pria yang sedang di serang negara api pun mulai rakus memakan buah segar dan bergantian. Sesekali menyedot nya kuat-kuat bak meminum air.


Tubuh Alisa melemas dan seolah siap untuk di serang lawannya yang tampak buas untuk menerkam. Keduanya terhanyut dengan suasana yang tenang dan nyaman juga siuran angin yang berdesir merdu! menyapa kulit keduanya yang bersiap untuk penetrasi.


"Sayang, sekarang ya?" bisik Hadi tepat di dekat telinga Alisa.


Alisa melihat ke arah Hadi dengan tatapan mata yang sendu, merayu tanpa sepatah kata pun berucap.


Dengan perlahan tangan Hadi turun, serta berapa danau kering yang terasa sudah banjir membuat bibir Hadi tersenyum lebar.


Alisa mau memeluk tubuh suaminya namun tanpa sengaja tangan Alisa malah menyentuh dan meremas mahluk astral yang sudah on itu, namun masih di dalam kandangnya dan masih di jeruji besi.


Alisa langsung menarik tangannya dari tempat terlarang tersebut, dan wajahnya berubah merah merasa malu pada pria yang berada di hadapan nya itu.


Hadi yang sempat melenguh nikmat, langsung memangku tubuh mungil itu dan dibaringkan dengan perlahan. Sesaat kemudian, keduanya sudah siap untuk berenang di pulau cinta yang bertempat di sebuah villa yang terletak di pinggir pantai kepulauan raja Ampat.


Danau yang sedang banjir-banjir nya, Hadi berusaha untuk menutupnya dengan mahluk astral yang meronta-ronta dan sangat keasyikan, setelah berada di dalam gua kecil nan gelap gulita namun membawa berjuta nikmat.


Mereka begitu asyik dan menikmati suasana. Sehingga keduanya sudah beberapa kali merasakan pelepasannya yang mengakibatkan tubuh keduanya menegang hebat. Kedua tangan Alisa pun memeluk kuat pungguk pria yang sedang mengayuh dengan teratur, keringat pun begitu deras bercucuran.


Sepertinya akan jadi juga, tertanam benihnya Hadi di ladang yang sudah dipersiapkan. Di Kepulauan raja Ampat tersebut ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Selamat hari raya idul Fitri mohon maaf lahir dan batin, atas kesalahan dan kekurangan author yang tidak lebih dari recehan ini.


__ADS_2