Istri Kontrak Ayah Sahabatku

Istri Kontrak Ayah Sahabatku
Move on


__ADS_3

Tangan Hadi mulai aktif bergerilya ke mana-mana dan mulai mendaki perbukitan yang indah.


Alisa yang merasakan pergerakan Hadi di tubuhnya membuat dia terbangun dan terkejut dengan adanya Hadi di sana.


"Yank, kapan pulang?" gumamnya Alisa dengan suara yang parau khas bangun tidur dan dia setengah tidak percaya, sehingga dia menepuk pipinya sendiri.


Tatapannya mengarah pada wajah Hadi, setengah belum percaya ini suaminya atau bukan? apa mungkin makhluk halus yang menyerupai suami, atau beneran orangnya.


Hadi menempelkannya bibirnya di kening Alisa lalu berkata dengan lembut. "Aku pulang dari 30 menit yang lalu, tapi sayang tidurnya begitu nyenyak sehingga tidak tahu dengan kedatangan ku!"


"Emangnya semua urusan sudah selesai, sehingga bisa cepat pulang?" suara Alisa yang parau kembali terdengar.


"Sudah nih sayang ... makanya aku pulang, lagian kalau belum selesai pun aku pasti pulang cepat. Habis aku nggak dikasih bekal dulu sih," bibir Hadi menyeringai seolah memberi kode tentang sesuatu.


Alisa mengedarkan pandangannya ke arah sekitar. Dimana dia bisa melihat ada kopernya Hadi berada di atas meja, setelah jiwanya terkumpul dan percaya kepada suaminya Alisa merangkul kan kedua tangannya di pundak sang suami yang masih di posisi yang sama! yaitu berada di atas tubuhnya yang masih berbaring.


"Hem ... itu mulu yang ada di pikirannya!" gumamnya Alisa dengan nada manja.


"Iya dong sayang, apa lagi? uang gak harus aku pikirkan dan yang lainpun tidak perlu ku pikirkan, itu saja yang aku mau saat ini." Hadi melepas kecupan yang beruntun di wajah dan leher Alisa dan turun lagi ke bawah yang sudah berantakan penutupnya tak beraturan.


"Ach ... aku kangen kamu." Alisa memeluk pundak Hadi dengan sangat erat.


"Aku juga sangat merindukan mu makanya ingin segera pulang dan tidak tahan lagi untuk menahannya." Suara Hadi bergetar dan nafas yang tidak beraturan.


Selanjutnya mereka melaksanakan ritual yang menjadi favorit nya Hadi. keduanya saling memuaskan satu sama lain dengan segenap kelembutan Hadi yang lebih berhati-hati agar Alisa tetap merasakan nyaman.


...---------...


Setelah resmi bercerai, Liana liburan ke Bali sendirian selama seminggu. Namun pulangnya dia bersama Zidan yang Hadi utus untuk menjemput putrinya tersebut.


"Hi ... gimana liburannya nih tuan putri? happy?" tanya Alisa sambil memeluk Liana dan cepaka-cepiki.


"Happy dong ... gak lihat apa wajah ku merona begini?" balas Liana dalam rangkulan Alisa.


"Terima kasih kau sudah sudi menjemput Liana ke Bali. Terima kasih ya sekali lagi." Hadi menepuk-nepuk bahu Zidan.


"Sama-sama." Zidan mengangguk dan tersipu malu.


Kemudian mereka pun meninggalkan Bandara untuk langsung pulang ke mansion gitu Zidan dan ikut ke sana.

__ADS_1


Tidak selang lama di perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di mansion tempat mereka tinggal. Disambut oleh sang ibunda Hadi dan Dirga.


"Sebaiknya kita makan malam dulu, sudah siap kan makanannya?" Hadi melirik ke arah sang ibu.


"Makan malam sudah siap! tinggal kita makan saja, ayo kita makan dulu? ajak sang ibunda Hadi kepada yang lain.


Kemudian mereka semuanya pun mendatangi meja makan yang sudah tersedia beberapa menu makanan untuk makan malam.


Alisa yang dengan kehamilannya yang sudah menginjak 4 bulan, jelas ketara bulatnya. Mengambilkan makanan untuk sang suami.


"Pah, jadi 4 bulanannya. Lusa kan?" selidiknya Liana sembari melihat Hadi dan Alisa pergantian.


"Insya Allah jadi, kenapa emang saya balik bertanya. Nggak! kan aku selama seminggu gak ada di rumah nih ... nggak tahu obrolan tentang rencana 4 bulanannya! jadi wajar dong, kalau aku nanya." jawabnya Liana sambil mengambil beberapa menu ke piringnya.


"Yank, lihat nggak? kalau Liana sekarang tampak lebih happy, dia sudah move on dari masa lalunya." Kata Alisa yang ditujukan kepada Hadi.


Dan semua pasang mata melihat ke arah Liana yang tampak bajagia. Matanya pun berbinar beda dari kemarin-kemarin.


"Iih ... apaan sih? lu iri ya sama gue, yang sudah tampak happy dan melupakan masa lalu! gue kan nggak mau terpuruk dan gue harus menyongsong masa depan gue yang penuh ceria dan bahagia. Serta dipenuhi Cinta dari keluarga gue!" ungkap Liana sambil menggerakan tangannya.


Zidan pun ikut tersenyum ke arah gadis itu. Kemudian dia menyantap makannya.


"Aamiin. Ya Allah ... itu juga yang Oma harapkan, sekalipun tidak secepat ini. Setidaknya satu saat nanti menemukan cinta sejatinya!" timpalnya sang oma.


Tidak terasa karena sambil ngobrol, makan pun selesai dan Zidan juga berpamitan.


"Saya pamit dulu, terima kasih atas makan malamnya. Assalamualaikum." Pamitnya Zidan kepada semua yang ada di sana.


"Ya sama-sama, Wa'alaikumus salam ..." Hadi dan Zidan berjabat tangan begitupun dengan yang lain, setelah itu barulah Zidan pergi.


Alisa menyenggol bahu Liana yang tengah berdiri di teras, menatap kepergian Zidan yang diantarkan oleh sopirnya Hadi. "Jangan terlalu anteng. Nanti terlalu dalam, kalau terlalu dalam nanti jadi cinta! kalau sudah terlalu cinta, nanti apapun akan dilakukan dan pada akhirnya--"


"Cukup-cukup! Tuan ratu ... jangan terusin lagi, karena aku tahu itu dan aku tidak akan mengulangi hal yang sama lagi. Oke! jadi cukup jangan ceramah aku lagi ya?" Liana memotong perkataan dari Alisa.


"Oke, kalau begitu!" Alisa menunjukkan gigi putih yang berbaris.


"Tau nggak--"


"Nggak!" sambarnya Alisa sembari menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Lisa ... gue belum selesai ngomong, main sambar aja deh." Liana menyeringai.


"Ya, gimana aku bisa tahu! kalau kamu cerita aja belum," ucapnya Lisa kembali sembari berjalan dengan Liana memasuk pintu utama.


"Dia sering nge-chat gue loh ... kadang gue nggak bales! tapi dia selalu saja dan dia nggak marah. Aku mau pulang saja gue bikin drama! tapi dengan sabar dia ngadepin gue, dan pada akhirnya kita pulang deh!" sambungnya Liana sambil menarik kedua sudut bibirnya.


"Kenapa begitu?" Alisa menghentikan langkah kaki sembari mengerutkan keningnya.


"Gue masih ingat kata-kata lu, lu kan bilang lebih baik di kejar ketimbang mengejar, jadi gue ingin tahu seberapa sabar dia dan ngejar gue. Gue ingin menjadi seorang yang berharga di mata dia!" Ujarnya Liana sembari mendudukan dirinya di atas sofa yang ada di ruang tamu.


"Hem ... ya, aku ngerti semoga saja kalian berjodoh dan dia menjadi cinta sejati mu ataupun sebaliknya! ya sudah. Sekarang kamu masuk kamar dan istirahat." Alisa menyuruh Liana untuk beristirahat segera.


Sementara dia menghampiri suaminya yang masih berada di meja makan, tengah berbincang dengan sang Bunda.


Hadi dan Sang Bunda masih memperbincangkan tentang masalah acara 4 bulanan yang akan diadakan di mension tersebut.


"Semuanya sudah siap, dan tinggal menunggu hari H nya saja. Pengajian dan pembagian sembako pun sudah dipersiapkan beserta undangan, tetangga dan juga para staf." Hadi sambil meneguk minumnya.


"Syukurlah kalau semuanya sudah siap dan tinggal menunggu hari H nya saja. Dan Besok abang mu Dedi akan datang untuk membantu persiapan di sini!" tutur sang ibu.


Bisanya diam sambil duduk menikmati susu bumil nya, serta tangan yang mengusap-ngusap perutnya yang bulat.


Hadi menolehkan kepalanya ke arah sang istri pantas mengarahkan tangan, ikut mengusap perut sang istri dengan lembut membuat Alisa semakin merasa nyaman bila tangan Hadi berada di atas perutnya.


"Istirahat yo?" ajaknya Hadi dengan suara lembut kepada Alisa yang merespon dengan anggukan.


"Ibu, aku duluan ya? dan Ibu juga jangan lupa segera istirahat." Hadi beranjak dengan Alisa dan di tuntunnya mendekati anak tangga.


"Iya, Ibu juga akan segera tidur." Sang bunda mengangguk.


Hadi menggandeng tangan Alisa berjalan menaiki anak tangga dengan hati-hati.


"Hati-hati sayang?" kata Hadi dengan lirih.


Alisa yang mengenakan daster dengan motif bunga-bunga selutut dan tangan pendek, menampakan kehamilannya.


Setelah penampakan kaki di lantai atas, tadi langsung mengangkat tubuh Alisa di pangkunya dibawa ke dalam kamar. Dan dengan refleks Alisa merangkul leher Hadi, merasa was-was bila terjatuh ....


...🌼---🌼...

__ADS_1


Terima kasih banyak ya reader ku Semua. Yang sampai saat ini masih bisa semangat untuk menulis dan berkarya semoga dapat menghibur atau mengisi waktu luang kalian semua.


__ADS_2