
Hadi langsung memapah sang istri duduk di atas sofa dan dengan kaki selonjoran.
"Aduh, duh ... aku gak kuat nih," tangan Alisa memegangi tangan Hadi yang sedikit mencengkram.
Lalu Alisa duduk menurunkan kedua kakinya. Dan apa yang sang ibu mertua lihat, dimana ada air bening yang mengalir dari kaki Alisa.
"Lisa ... sudah keluaran. Segera bawa ke rumah sakit," suara ibunya Hadi dengan nada cemas dan panik.
Kemudian, Hadi menyuruh sopir untuk menyiapkan mobil dengan cepat. Menyuruh asisten menyiapkan semua barang yang sudah di siapkan sebelum nya untuk keperluan selama di rumah sakit.
Hadi langsung memangku tubuh Alisa yang lantas dibawanya ke dalam mobil dan Hadi berusaha setenang mungkin, tidak panik ataupun cemas seperti sang ibunda yang tidak tahu yang harus di lakukan, lalu kini sudah mendahului duduk di kursi belakang bersama Dirga yang malah riweh minta ikut.
"Yang kuat sayang, tahan ya? sakitnya tahan dulu. Kita akan ke rumah sakit sekarang juga!" ucapnya Hadi sembari mengecup kening sang istri yang sangat kesakitan, meringis dan keluaran keringat dingin.
"Sakit Yank sakit ..." Alisa menyelusup kan wajahnya di dada Hadi.
"Iya aku tahu sakit, tapi gimana lagi, kan aku nggak bisa gantikan!" suara hati dengan sangat lembut kepada sang istri dan mobil pun langsung melaju dengan kecepatan yang sedang.
"Mobilnya lebih cepat! aku nggak kuat ..." suara Alisa dengan masih di posisi yang sama.
"Sabar sayang, nggak baik juga cepat-cepat yang penting kita selamat sampai tujuan, coba sayang menghela nafas dalam-dalam lalu hembuskan. Begitu seterusnya dan berdoa sama yang maha kuasa, semoga semuanya lancar yang diberi kemudahan! aku akan melakukan yang terbaik untukmu!" ujar Hadi sembari berapa kali menghujani kepala sang istri dengan kecupan.
"Yang kuat ya Lisa ... sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit, yang tenang!" ucapkan ibu mertua padahal dia pun panik cemas khawatir. Apalagi mendengar sang mantu terus melenguh kesakitan.
"Oma, Mommy kenapa Oma? mommy kasihan," suara Dirga yang bergetar, anak itu tampak khawatir sekali dengan kondisi mommy nya.
"Doakan mommy nya ya? semoga mommy nggak kenapa-napa mudah-mudahan doa Dirga didengar sama Allah. Dan bila harus lahiran sekarang ... semoga semuanya lancar dan selamat!" sang omah merangkul bahu Dirga serta membelai kepalanya.
"Tapi kasihan, mommy. Oma!" gumamnya Dirga kembali.
"Iya, makanya Dirga doain biar mommy nggak kesakitan!" balas kembali sang Oma.
__ADS_1
Semakin lama, mobil semakin melaju dengan sangat cepat hingga akhirnya tiba juga di depan hospital yang sudah direkomendasikan, kursi roda pasien pun sudah berada di sana. Siap menyambut pasien.
Tubuhnya Alisa segera Hadi pindahkan dari mobil ke kursi roda dan dia sendiri yang mendorongnya. Menuju ke ruangan UGD ataupun tempat persalinan jika memang mau lahiran hari ini juga.
Alisa pun langsung ditangani oleh dokter terkait dokter ahli kandungan dan dokter menyatakan kalau kemungkinan besar hari ini juga Alisa akan melahirkan.
Hadi dan sang ibu harap-harap cemas menanti kelahiran kembar twins yang dinanti-nantikan.
"Gimana dok, apa lahirannya bisa secara normal? apa harus sesar?" tanya Hadi kepada dokter kandungan yang menangani Alisa.
"Soal itu ... kita lihat kondisinya nanti ya? sebab Kalau maunya nyonya Alisa dia pengen lahirannya dengan normal tidak ingin melalui secara sesar! tapi jika nanti saatnya ada sedikit kendala dan kemungkinan harus dicesar berarti apa boleh buat, kita harus gerak cepat dan mengambil jalan yang terbaik untuk pasien!" jelasnya dokter pada Hadi.
"Iya, semoga saja bisa dengan cara normal, tapi ... bila seperti kata dokter tadi. Saya harap dokter bisa mengambil keputusan yang terbaik untuk istri saya secepatnya." Harap Hadi.
"Bauk, akan saya tangani dan saya berusaha yang terbaik dan ... berdoa saja pada yang maha kuasa agar semuanya berjalan dengan baik juga dimudahkan lahirannya. Aamiin." Ungkap dokter sambil mengusap wajahnya.
"Aamiin ya Allah ..." Hadi pun mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Ibunya Hadi yang duduk di ruang tunggu langsung melihat kedatangan ibu juli yaitu ibunda nya Alisa yang di telepon sedari tadi.
"Gimana cara gimana bisanya di mana?" ibunya Alisa tampak cemas dan dia langsung menanyakan keberadaan putrinya.
"Alisa sudah berada di UGD dan sudah ditangani oleh dokter kandungan dan katanya kemungkinan besar hari ini dia akan melahirkan!" kata pesannya.
"Masya Allah ... semoga engkau baik lancaran pada putriku yang kan lahiran!" wajahnya bu Juli mendongak dan menatap langit-langit.
"Aamiin ... kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Alisa dan kedua bayinya semoga semuanya lah sama ibu maupun bayinya." Timpal ibunya Hadi.
Hadi yang terus menemani Alisa di dalam ruangan dan sekali mengajukannya memberi ketenangan dan kekuatan. Kini Hadi mengajak Anisa berjalan pelan mondar-mandir atas sarannya dokter.
"Yank, sakit!" keluh nya Alisa pada sang suami yang terus mendampinginya.
__ADS_1
"Iya sayang, yang sabar semoga ini tidak lama lagi dan baby twins kita segera keluar dengan lancar dan semuanya selamat! Maafkan aku yang sudah membuatmu tersiksa, kesakitan seperti ini. Maafkan aku ya!" lagi-lagi Hadi mengecup kening dan pipi Alisa.
"Auw ...."
"Yang kuat sayang!" Hadi memeluk kepala sang istri yang mendongak memejamkan kedua manik matanya.
"Kontraksi nya semakin berat atau cepat. Punggung ku sakit." desisnya Alisa lalu dia dibaringkan di brangker pasien.
Bu Juli masuk dan menghampiri Alisa lantas memeluknya sangat erat. Bu Juli menangis karena gak tega melihat putri sulungnya kesakitan dan terus meraung pelan.
Namun lama-lama Alisa lebih mencoba menahan rasa sakit itu. Dia menggeliat bibir bawahnya dan terus memegangi tangan Hadi yang tampak cemas.
Bagaimana tidak. Hadi merasa khawatir akan keselamatan sang istri juga kedai baby nya. Terutama istri kecilnya ini, dia tidak mau kehilangan yang kedua kalinya.
"Sayang, aku mau salat dulu ya, kamu tunggu sama ibu dan juga dokter di sini ada suster. Aku nggak akan lama! ya?" Cuph! Hadi mengecup kening sang istri pamitan untuk melaksanakan salat di mushola yang ada di rumah sakit tersebut.
Alisa mengangguk dan mengizinkan suaminya untuk pergi. "Jangan lama-lama ya? cepat kembali?"
"Iya sayang, aku nggak akan lama! selesai sholat. Aku pasti Kembali lagi karena kata dokter juga pembukaan empat." Hadi mengusap kepala istri kecilnya yang tampak sangat pucat.
Setelah menitipkan Alisa kepada ibu Juli, Hadi bergegas keluar dari ruangan tersebut untuk melaksanakan salat ashar dan juga mengajak Dirga untuk salat bersama. Sementara ibunya biar masuk saja menunggui Lisa dulu selama dia tidak ada.
"Pah mommy belum lahiran ya? kapan Pay lahirannya?" Dirga mendongak sembari berjalan mengikuti langkah sang ayah menuju mushola.
"Belum, makanya kita doain! biar mommy segera lahiran dengan lancar agar ibu dan baby-nya selamat!" jawabnya Hadi sambil terus berjalan.
Seiring langkahnya ke musholla, hatinya Hadi tidak tenang mengingat sang istri. Jantungnya terus berdegup kencang, penuh harap yang terbaik untuk ibu maupun baby-nya.
Bibir Hadi komat-kamit memanjatkan doa untuk keselamatan sang istri dan baby nya ....
...🌼---🌼...
__ADS_1
Hi ... jangan lupa ya dukungannya. Makasih.
Revisi.