
Setelah beberapa saat Hadi pergi, untuk melaksanakan salat bersama Dirga. Alisa semakin meringis.
"Aku sudah nggak kuat nih, Bu ... sakit ..." Alisa mengalami kontraksi yang lebih pendek jaraknya.
Dan dokter sudah sudah siap siaga bersama suster di sana! kanan dan kiri Alisa ibu mertua dan ibunya sendiri, yang terus memegang! tangan Alisa dan memberi dukungan kepada Alisa yang terus meringis.
"Gimana dok, sudah pembukaan berapa?" tanya ibu Juli kepada dokter yang tengah memeriksakan Alisa.
"Baru pembukaan tujuh, Bu. Harus nunggu beberapa jam lagi!" jawabnya dokter sembari menatap ke arah Alisa yang terus keluaran keringat dingin.
"Yang kuatnya Lisa ... yang sabar, ini salah satu kodratnya wanita! semoga semuanya lancar. Atur nafasnya dengan teratur ya." Ibu mertua mengusap-usap perut Alisa dan sang ibu mengusap punggungnya dengan lembut.
"Huuh ... huuh ..." Alisa menarik nafas dalam-dalam dan mengaturnya dengan sangat teratur, dia sekarang lebih menahan rasa sakitnya! menikmati setiap prosesnya. Dia harus kuat demi sebuah pengorbanan seorang ibu untuk anak-anaknya dan pengorbanan istri untuk memberikan keturunan kepada suaminya.
"Ibu ... maafkan segala kesalahan Lisa ya? yang sengaja maupun tidak disengaja! yang kurasa maupun tidak. Dan aku harap kalian berdua sama-sama mau memaafkan ku!" ucapnya Alisa pada ibu mertua dan ibu Juli yang di tatapnya bergantian.
"Tentu Ibu memaafkan mu dan rasanya nggak ada kesalahan Lisa buat, terus berdoa ya semoga si kembar segera keluar! dengan mudahnya jangan selamat dan lahiran normal!" jawabnya sang ibu mertua sembari mengusap Terus perut Alisa.
Begitupun dengan ibu Juli, walau dengan deraian Air mata. Tidak tega melihat putrinya di saat-saat seperti ini, pengalaman pertama melahirkan. "Ibu juga justru yang harus minta maaf, karena Ibu banyak kesalahan. Bahkan yang kemarin itu ... Ibu sempat tidak mempercayaimu! maafkan Ibu ya?" Bu Juli memeluk kepala Alisa lalu menciumnya.
Belum juga 15 menit dari perkiraan dokter! Alisa sudah merasakan kontraksi yang lebih hebat dari sebelum-sebelumnya dan tiba-tiba dia ingin ngedden sekuatnya, walaupun belum dikasih instruksi dari dokter dia punya inisiatif sendiri.
Karena Alisa sudah merasa tidak tahan, langsung menarik nafas dan memberi ancang-ancang dan tiba-tiba ... keluarlah si jabang bayi dari pintu keluarnya.
Dan langsung mengeluarkan suaranya. Oe ... Oe ... Oe ... Membuat orang-orang yang ada di sana termasuk dokter merasa kaget karena begitu cepat dari perkiraan bayinya keluar dan selang 1 menit keluar lagi bayi yang kedua dan suaranya lebih nyaring dari yang sebelumnya.
Setelah semuanya keluar begitu mudah, Alisa mengucap syukur yang tiada terhingga karena dia bisa melahirkan secara normal. Bahkan bisa dibilang tak ada kendala yang bikin spot jantung, Alisa memejamkan kedua menik matanya yang indah dan memanjatkan doa juga untuk kebaikan kedepannya kedua bayi yang sudah mulai melihat indahnya dunia.
"Masya Allah ... Alhamdulillah! ya Allah ... bayi nya sudah keluar dengan selamat dan mudah juga, terima kasih ya Allah ... sudah melancarkan lahiran Alisa!" gumamnya ibu mertua sambil mendongak ke langit-langit, lalu mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Begitu pun dengan, Bu Juli. Dia sangat-sangat bersyukur atas kelahirannya baby twins Alisa dengan selamat.
Kini baby twins sedang proses mencari sumber asinya di dada Alisa, keduanya di letakkan di atas dada Alisa kanan dan kiri.
Sementara Hadi yang baru saja nyampe di depan pintu ruangan tersebut. Sangat terkejut dengan adanya baby yang berada di atas dada sang istri.
__ADS_1
Mulut Hadi menganga tak bersuara, namun berkata dalam hati. "Masya Allah ... ya Allah ... istri ku sudah lahiran. Semuanya selamat. Terima kasih ya Allah ... terima kasih!"
Dengan refleks, Hadi menurunkan tubuhnya bersujud syukur atas lahirnya baby twins tanpa harus melalui sesar alias telah lahir dengan normal.
Sungguh ini suasana yang cukup mengharukan dan membahagiakan buat Hadi dan keluarga. Dimana kehadiran baby twins yang akan lebih melengkapi kebahagiaan keluarganya Hadi.
Di saat ini baby twins sudah dibersihkan dan wangi khas baby. Sementara sang Ibu sudah dipindahkan ke ruang inap.
Ruang VIP yang sangat mewah dan mahal yang fasilitasnya pun sangat bagus dan luas.
"Alhamdulillah sayang. Lahirannya dengan normal dan itu yang kita harapkan dari awal. Maaf aku sedang tidak mendampingi mu?" ucap Hadi sambil duduk di sampingnya sang istri dan memegangi tangan Alisa serta menciumi nya.
"He'em. Alhamdulillah ... akhirnya aku tidak harus menjalani sesar dan itu yang sangat aku takutkan, tidak pa-pa karena kamu sedang berdoa untuk ku!" balas istri kecilnya itu sembari mengulas senyumnya.
Cuph ... Hadi mengecup kening sang istri, lalu kedua pipinya tidak luput dari kecupannya yang sangat mesra. "Terima kasih sayang, sudah memberikan baby twins untuk ku yang cantik dan ganteng. Terima kasih sudah berjuang!"
"Sama-sama! aku juga ucapkan terima kasih, karena kau sudah menjadi suami yang selalu siaga. Menjaga ku juga memanjakan ku!" kebahagiaan mereka semua tiada dapat digambarkan dengan kata-kata.
Bu Juli dan besannya juga Dirga sangat antusias melihat baby twins yang lucu-lucu, benar saja mereka pada gemuk dan menggemaskan biarpun baru saja terlahir ke dunia ini.
"Terima kasih ya Allah, engkau sudah mengabulkan doa ku yang mau mempunyai twins yang lucu dan menggemaskan." Dirga mendongak dan mengucap syukur kalau doa nya sudah Allah kabulkan.
"Masya allah ... lucunya cucu Oma!" gumamnya ibu Juli sambil menatapi kedua cucunya yang begitu menggemaskan itu.
"Hooh nih, yang satu cantik dan yang satu ganteng! mirip siapa ini? baby cantik mirip siapa ya ... mirip mommy nya. Lho-lho. Lho-lho ... ini si ganteng mirip siapa kok mirip Abang!" sang oma melirik ke arah Dirga yang tampak girang.
Dirga yang tidak pernah berhenti tersenyum. Sambil memandangi kedua adiknya dan tangannya sudah gatal pengen menyentuh, pengen cubit pipinya namun nggak berani.
Lantas kemudian Dirga beranjak dari tempat kedua bayi twins tersebut, dan dia menghampiri Papa dan Mommy nya.
"Papa, Mommy. Sekarang kan Dede bayinya sudah keluar! nah sekarang mau dikasih nama siapa?" tanya anak itu semakin menatap lekat ke arah Papa dan Mommy nya.
Hadi dan Alisa saling tatap dengan bibir yang terus tersenyum bahagia.
"Ayo dong Pah ... Mommy, namanya siapa? masa Dede bayinya nggak dikasih nama. Terus Abang harus panggil dia siapa dong!" ulangnya Dirga yang tampak lesu karena belum juga mendapatkan jawaban dari sang ayah dan ibunya.
__ADS_1
"Namanya sudah disiapkan papa kok!" kata Alisa sambil meraih tangan Dirga. "Dirga akan sayang, kan sama Dede bayinya? abang sayang kan?"
"Iya dong Mommy ... masa Abang nggak sayang! kan Abang yang maunya juga, ah Mommy mah ada-ada saja pertanyaan nya."
Alisa semakin mengembangkan senyumnya. Lalu melirik ke arah sang suami yang juga sedang tersenyum.
"Nama Dede bayinya ... Papa kasih nama, yang cewek namanya adalah ... Aracelia Dirgantara dan yang cowok namanya Arfi Regar
Dirgantara. Aracelia berarti golongan orang yang percaya diri dan berjiwa pemimpin! sementara Regar artinya penyayang dan setia." Ungkapnya Hadi.
"Jadi panggilannya ... masing-masing adik bayi cewek namanya Ara dan adik cowok panggilannya Regar, iya kan Pah?" selidik Dirga pada sang ayah.
Lalu Hadi mengangguk begitu pun dengan Alisa.
"Yey ... berarti Ara sama Regar! Aku mau main sama Ara dan Regar biar nggak ganggu Mommy." Anak itu kembali ke posisinya yang semula, yaitu mendatangi box bayi.
"Yank, biar ini menjadi kejutan buat Liana ya? jangan dikasih tahu dulu kalau aku udah lahiran, biar nanti aja dia tahunya kalau sudah pulang dari perjalanan bulan madunya!" Alisa menatap ke arah sang suami.
"Memang belum aku kasih tahu kok, tapi nggak tahu kalau yang lain!" jawabnya Hadi.
"Bilang sama yang lain pun, jangan ada yang mengekspos bayi kita ke medsos, ataupun ig pribadinya, jadi ... dilarang aja nggak boleh ada yang mengambil foto bayi kita dan juga jangan ada yang bikin status! pokoknya anggap aja belum lahiran gitu, ngerti nggak?"
"Iya sayang ... ngerti-ngerti ..." lalu Hadi mencium punggung tangan Alisa.
"Yah ... berarti aku harus puasa dong, gumamnya Hadi pada sang istri sambil celingukan.
"Ya iyalah, puasa. Lagian nggak lama kok paling 40 hari!" timpalnya Alisa sambil mesem.
"Tapi itu berasa lama sekali sayang ... berapa hari saja aku nggak mampu--"
"Iddih ... gitu aja nyerah, masa dulu mampu bertahun-tahun, jangan-jangan suka jajan di luar ya?" Alisa menatap curiga. "Sebentar ... cuma 40 hari aja! belum apa-apa udah merengek." Alisa langsung memotong perkataan suaminya yang langsung nyengir.
Tiba-tiba ... di saat sedang mereka mengobrol dan penuh kebahagiaan dengan sang istri ....
...🌼---🌼...
__ADS_1
Apa kabar reader ku semua? semoga kabar baik ya mana suaranya yang nungguin alisa dan Hadi.