
Kini Hadi dan Alisa sedang sarapan di waktu sudah menunjukan pukul sepuluh waktu setempat.
"Enak ya sarapannya?" Alisa menikmati sarapannya.
"Hem, apakah sayang menyukainya?" tanya Hadi.
"Ya, aku suka banget, oh ya. Setelah makan ... kita mau ke mana dulu? mau mengunjungi star lagoon atau danau cinta? atau--"
"Sayang maunya ke mana dulu, ke Pasir timbul kah? atau ke mana?" Hadi malah balik bertanya sambil menatap lekat dan mengusap ujung bibir Alisa yang ada sisa makanannya.
"Aduh ... malah bertanya lagi. Aku aja bingung mau ke mana dulu, semuanya yang aku lihat di medsos cantik-cantik, malah ditanya lagi. Terserah kamu saja lah mau mengajak kemana dulu!" Alisa justru kebingungan.
"Baiklah sayangku ... sekarang kita jalan untuk mengunjungi star lagoon dulu ya? kita lihat pemandangan di sana, oke?" Hadi menyingkirkan anak rambut di kening sang istri.
"Oke," wajah Alisa begitu sumringah menunjukan sangat bahagia, menghabiskan waktu bersama suami di saat-saat bulan madu seperti ini.
Tangan Alisa memeluk tangannya Hadi sambil berjalan. Wanita muda itu mengenakan outfit sederhana dengan setelan kaos dan jeans selutut, rambut di ikat di atas. Nampak sangat cantik.
Mereka berdua menikmati perjalanannya menuju star lagoon untuk melihat pemandangan nan indah di sana.
Hari-harinya Alisa dan Hadi melewati waktunya bersama dengan mengunjungi berapa pulau yang berada di raja Ampat tersebut. Siangnya jalan-jalan memanjakan mata walaupun harus berjalan untuk menempuh lokasi, mereka berdua nampak begitu happy.
Dan ketika malam tiba keduanya tidak pernah melewatkan barang sebentar pun untuk travelling di tempat favoritnya. Seperti perbukitan yang indah, lembah kecil bermadu dan ... gua kecil nan rimbun yang menjadi daya tarik untuk seorang Hadi menjelajah daerah-daerah tersebut dengan segala kenakalannya.
Benar-benar bak seperti anak muda yang sedang kasmaran dan menikmati perjalanan bulan madunya yang perta kali makanya sangat semangat.
Hadi benar-benar bersyukur bahwa sang istri almarhum telah menyiapkan istri kecilnya yang kini sangat dicintai dan dia sayangi, yang bisa membahagiakan dirinya dalam segala hal termasuk di ranjang.
Saat ini keduanya sedang berada di danau Cinta dan Alisa merengek agar ditemani berenang di sana. Hadi pun mengindahkan permintaan dari sang istri kecilnya, sehingga mereka sangat menikmati air yang begitu jernih pemandangan yang indah. Alam yang sungguh menyejukkan menik mata setiap yang memandang.
"Sayang, kita kan nggak bawa baju ganti. Lihat tubuhmu begitu seksi, nanti kelihatan orang!" ucapnya Hadi sambil mendekat dan seolah menutupi tubuh bagian depan Alisa yang begitu mencetak karena pakaiannya basah.
"Iya nih ... tadi lupa bawa ganti, kan nggak ada niat berenang. Tetapi cuaca begitu cerah dan baju kita yang basah pun akan lebih cepat untuk kering." Balasnya Alisa sembari merapikan pakaiannya agar tidak terlalu mencetak atau menempel di bagian lekuk tubuhnya.
__ADS_1
"Kemarin juga di pantai timbul basah-basahan," sambungnya Alisa.
"Iya, tapi kan tidak berenang cuman bagian bawah saja yang basah-basahan. Karena duduk-duduk dan bermain air." ungkapnya Hadi sembari menyelipkan rambut ke samping telinga Alisa.
"Ini hari terakhir kita di sini, rasanya baru kemarin kita datang. Tapi ternyata udah beberapa hari!" ucapnya Lisa agak memanyunkan bibirnya.
"Iya sayang ... nggak kerasa banget hari-hari yang kita lalui di sini dan aku sangat bahagia sekali bisa memiliki kamu! yang mampu membuatku bahagia memberikan warna dalam hidupku," akunya Hadi sembari membelai pipi Alisa.
"He he he pelangi kali ah berwarna." Alisa terkikik sendiri mendengar perkataan dari Hadi.
"Aku serius! sayang aku tidak lagi bercanda!" Hadi menatap lekat ke wajah sang istri yang tampak sangat bahagia itu. Dengan rambutnya terbawa angin laut.
"Iya, aku juga tahu kok terus?" selidiknya Lisa sembari menarik-narik ujung kaosnya Hadi yang basah aja agar airnya turun.
"Nggak terus-terus. Yang jelas saat ini aku jadi sangat merindukan buah Cinta kita! kalau perempuan, ya pasti cantik seperti kamu." Hadi menjepit dagu Alisa dengan gemas.
"Kalau seandainya anak laki-laki?" tanya Alisa.
"Wih ... GR banget. Memuji diri sendiri, emangnya situ ganteng? gangguan telinga kali ah, atau genting tetangga yang bocor hahaha ...."
"Tega banget sih sayang ... bukannya memuji suaminya, ini malah mencela!" Hadi menggelengkan kepalanya lantas mencium kening Elisa yang sedang tertawa lepas.
"Emangnya apa yang harus dipuji? kalau aku bilang ganteng, tampan. Em ... apa lagi ya? handsome dan lain-lain, nanti tambah GR ntar hidungnya yang mancung Itu terbang ke angkasa gimana? ntar hilang gantengnya!" Alisa mengetuk-ngetuk jari ke dagunya.
"Sekarang aku mau tanya sama kamu, mau nggak mengandung dari benih ku hem?" Hadi tampak serius bertanya hal itu kepada Alisa.
"Kenapa bertanya seperti itu? Kalau seandainya terlanjur! benih itu ada gimana? kan aku nggak bisa apa-apa!" Alisa sedikit memanyunkan bibirnya.
"Sayang ... jawabnya iya atau tidak? mau apa nggak? Hem ... jawab?" jadi semakin serius.
Alisa menggerakkan kedua manik matanya, menatap kedua netra mata Hadi yang menyorotkan pandangan yang begitu dalam.
"Mau, aku mau. Dan ... kalau seandainya aku hamil, jangan pernah kau tinggalkan ya? Karena aku belum tentu bisa hidup sendirian tanpa kamu! tanpa keluarga kita!"
__ADS_1
Alisa berucap demikian, seiring dengan berubahnya tatapan mata Alisa menjadi nanar.
"lho, kok sayang sedih sih? kan aku cuman bertanya mau apa tidak? kok sayang bisa beranggapan aku akan meninggalkan mu!" Hadi membingkai wajah Alisa dengan kedua tangannya lantas di tatapnya sangat dalam dan penuh kasih sayang.
"Karena aku sayang sama kamu. Aku nggak mau kehilangan kamu, aku cemburu jika kamu dekat-dekat wanita lain, sekalipun itu teman lama kamu!" suara Alisa bergetar.
Hadi menarik bahu Alisa dan membawanya ke dalam pelukan. "Aku juga sangat menyayangi kamu dan mencintai kamu. Justru aku sangat cemburu bila ada laki-laki lain memandangi wajah kamu termasuk Rahman mantan kamu itu! aku nggak rela dia dekat-dekat dengan istri ku ini."
Lalu keduanya saling berpelukan dan tidak peduli dengan suasana sekitar! banyak orang yang memandangi mereka berdua, namun cukup memaklumi.
Setelah beberapa saat kemudian, Hadi pun memudarkan rangkulannya terhadap Alisa. Kebetulan pakaian yang di badan pun sudah sedikit mengering. "Ya sudah ... kita pulang yo? ke Villa. sudah sore nih!"
"Ayo, tapi aku nggak mau jalan!" Alisa menunjuk kedua kakinya.
"Emangnya siapa yang mau jalan kaki? kan pake transportasi! aneh." Hadi menggeleng lalu menarik tangan Alisa yang langsung ditepisnya.
"Maksudnya dari sini, mau digendong?" pinta Alisa dengan sangat manjanya, bak seperti anak-anak yang minta dimanjain pada seorang ayah.
Lagi-lagi Hadi menjepit dagunya Alisa. "Hem ... istriku manja sekali, apalagi di perjalanan bulan madu ini. Padahal di rumah nggak manja, apalagi di kantor cukup berwibawa dan serius!"
"Yank ... di sini kan cuman kita berdua. Ini acara khusus untuk kita berdua saja kan? gitu yang kamu bilang. Emangnya nggak boleh aku manja-manja sama suami! ya sudah kalau nggak boleh!" Alisa pura-pura marah dan berjalan lebih dulu.
Geph.
Hadi menangkap pergelangan tangan Alisa. "Siapa bilang gak boleh? manja sama suaminya? ya boleh dong! kalau manja sama suami orang ... tidak boleh! awas, saja sayang manja sama suami orang. Seperti pada mantannya itu. Akan aku bunuh dia!"
Lisa menarik bibir, menunjukkan senyum yang manis sembari menghentikan langkahnya. Lalu dia dengan cepat bergerak naik ke punggungnya Hadi. "Buruan jalan Pak? istrimu ini lagi manja. Nggak mau jalan!"
Dengan refleks kedua tangan Hadi pun bergerak ke belakang untuk menyangga bokongnya Alisa. Sementara tangan Alisa melingkar ke leher Hadi yang langsung berjalan sedikit lebih cepat, untuk menuju transportasi yang akan membawa mereka ke villa tempat mereka berdua menginap ....
...🌼---🌼...
Aku mengucapkan selamat hari raya idul Fitri 1444 Hijriyah. Minal aidin wal faizin mohon maaf lahir batin🙏
__ADS_1