
Dengan tatapan nya lekat, tangan Hadi bergerak mengeluarkan punggung jarinya ke pipi Alisa dengan halus.
Rasanya Hadi tidak tega melihat manik matanya yang nanar tersebut, namun dirinya pun rasanya sudah tidak kuasa bila harus lebih lama lagi menahan hasratnya, menekan syahwat nya yang semakin menyiksa diri.
Alisa terdiam dengan posisi yang masih sama, membalas tatapan pria itu, rasanya pertahanannya akan runtuh juga dengan Rajuk dan rayuan Hadi saat ini.
Melihat Alisa terdiam, Hadi menggerakan jarinya mengusap bibir Alisa yang merona natural dan lembut, lalu mendekatkan wajahnya ke titik yang ada di wajah gadis yang berada di hadapannya. Yaitu mendaratkan bibirnya di benda tipis dan bikin dia candu.
Dengan refleks, Alisa memejamkan kedua manik matanya seiring bertemunya benda lembab yang terasa sejuk dan mengangkat.
Hadi menyapu permukaan benda tipis tersebut dengan sangat lembut. Tangan Alisa yang tadi memeluk selimut pun terlepas begitu saja dan perlahan bergerak beralih ke dada Hadi.
Tangan kekar Hadi berpindah memegangi tengkuk Alisa, mengunci agar dia bisa lebih leluasa dan memperdalam ci***n nya sehingga menimbulkan sensasi yang sangat luar biasa.
Jemari Alisa menari-nari di dada bidang nya Hadi yang sedikit berbulu halus. Pertemuan bibir itu berdurasi begitu lama dan bukan cuma dipermukaan saja, tetapi juga Hadi mengeksplor ke dalam mulutnya sehingga alisa kehabisan nafas. Dan sedikit mendorong dada bidang itu agar mundur dan memberinya ruang untuk bernafas.
Sadar dengan yang Alisa butuhkan, Hadi pun sejenak memberi Alisa ruang untuk menghirup oksigen yang sebanyak-banyaknya dari sekitaran.
Dada Alisa naik turun serta menghirup udara sebanyak-banyaknya. Hadi menatap nya penuh hasrat.
Lalu Hadi mendekatkan mulutnya pada telinga Alisa dan berbisik dengan lembut dan sedikit mengembuskan nafas dari mulut yang menyapu sala satu titik lemah dari seorang wanita.
"Bolehkah aku memintanya saat ini?" suaranya sangat pelan dan bergetar, tubuhnya pun tampak menahan sesuatu yang hampir menuju puncaknya.
"Jawab Lisa ... iya, jangan kecewakan lagi suami mu. Lagian apa sih yang kurang dari pria ini? tampan, kaya. Baik juga, biarpun usianya seusia ayah mu, tapi lihat lah dia masih tampak gagah. Ganteng, manis dan tampan! apa lagi yang kau cari? serahkan saja dirimu buat dia klepek-klepek padamu biar lebih di sayang lagi!" monolog Alisa dalan hati sambil menatap ke arah Hadi.
Yang juga menatap ke arah Alisa dengan pandangan yang dipenuhi kabut, dia menunggu jawaban iya. Lalu netra nya bergerak turun ke bawah dada tidak tertutup selimut dan penutup lainnya memang sudah berantakan bekas dia unboxing tadi.
Entah sadar, entah tidak. Kepalanya Alisa mengangguk pelan lalu menunduk malu dan menarik selimut untuk menyembunyikan balon nya yang menyembul.
__ADS_1
Namun tangan Hadi menarik kembali selimut dari tangan Alisa dan membiarkan semuanya puas di pandangi. Malah semuanya pun dia singkirkan penghalangnya, sehingga terekspos dengan sangat sempurna nyata di depan mata.
Alisa benar-benar merasa malu, hingga akhirnya Hadi kembali me****t bibir Alisa habis dia nikmati. Tangannya pun yang menjadi penutup bukit indah, dada keduanya berdenyut merdu. Tubuh keduanya menghangatkan satu sama lain. Bibir Hadi beralih menyusuri setiap inci area leher Alisa dan membuat beberapa tanda kepemilikan di sana.
Masa bodo di lihat orang tanda itu, yang jelas Alisa hanya miliknya. Itu pikir Hadi saat ini dan terpenting Alisa bisa merasakan yang seperti dia inginkan saat ini apalagi Alisa yang masih virgin. Jadi Hadi harus lebih pandai untuk memanjakannya dan hati-hati.
Di dalam lubuk hati Alisa yang paling dalam, merasa was-was, takut dan cemas. Dia takut sakit, takut tidak bisa menahan, kalau menjerit gimana? kata orang, kalau melakukan hubungan intim yang pertama kali itu sangat sakit. Dan sakitnya bisa sampai ke ulu hati.
Begitu yang dia dengar dari orang lain. Karena yang pertama itu akan merobek milik nya, pikir Alisa.
Apalagi keringat melihat singa punya Hadi ketika dikeluarkan dari kandangnya yang begitu besar dan tampak begitu buas. Alisa begitu shock.
Rasanya ingin pingsan. Namun entah kenapa ada dorongan yang kuat untuk bermain-main dengannya. Tidak terasa air mata Alisa mengalir menahan sakit yang menyerang nya di awal.
Hadi pun sejenak berhenti dan membiarkan Alisa lebih rileks atau santai. Sesekali memberi kecupan di kening dan pipi.
"Santai sayang, rileks dan jangan tegang, aku sayang sama kamu," Hadi pun membelai rambut gadis itu yang kini sudah dia dapatkan semuanya.
Setelah cukup memberikan Alisa ruang untuk menangkan diri, barulah Hadi meneruskan permainan yang mengasyikan itu. dengan pelan namun pasti dia membawa bola ke gawang yang harus melewati halangan demi halangan. Hingga akhirnya.
Gool, gool. Gool-gooooool ....!!
Setelah Bertahun-tahun singa nya Hadi bertapa tanpa makan dan minum tanpa belaian dan kasih sayang. Kini merasakan jua belaian dan kasih sayang.
Sungai yang sekian lama kering, kini berisi air, sehingga tidak mampu menampung lagi dan menjadikannya banjir yang tak terkendalikan lagi.
Bibir Hadi menyungging penuh kebahagiaan seiring tumbang nya di samping Alisa, pria itu sangat kelelahan setelah bertanding selama dua jam lamanya.
Alisa terdiam tak bergeming dan sesekali memejamkan manik matanya. Masih mengingat benarkah barusan dia melepas sesuatu yang dia jaga sebelumnya.
__ADS_1
Hadi mendekat dan memeluk Alisa dengan sangat erat seraya berkata dengan lembut. "Makasih sayang? kau sudah membuat ku pagi ini!"
Alisa mengangguk pelan, namun tiba-tiba dia melonjak bangun. "Pagi, pukul 05.30."
Namun tangan Hadi menarik kembali. Tubuh itu ke dalam pelukannya. "Iya sayang," mengeratkan pelukannya itu.
"Pagi, belum menunaikan subuh, belum mandi." Alisa kembali melonjak naik sambil memeluk selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Ha?" Hadi pun tak kalah terkejutnya.
Segera dia bangun turun menapakkan kaki ke lantai, tanpa menggunakan apa-apa dia menarik selimut Alisa dan menggendongnya ala bridal style.
"Kita mandi bersama!" di bawanya tubuh Alisa ke kamar mandi. Tanpa menghiraukan singa nya yang berjalan duluan.
Tubuh Alisa melayang. Dalam gendongan sang suami. "A-aku bisa jalan sendiri dan mandi sendiri, kau duluan saja!" ucap Alisa namun tak ayal mengalungkan tangannya ke pundak nya Hadi.
"Waktunya mepet sayang, dah siang. Kita ketinggalan subuh." Timpal Hadi.
"Ta-tapi, aku malu." Tambah Alisa kembali.
"Ngapain malu? kita sama-sama sudah tahu dan merasakan." akunya Hadi sambil mesem.
"Apaan sih ..." Alisa tersipu malu.
Setelah berada di dalam kamar mandi! mereka pun segera membersihkan dirinya bersama di bawah shower dengan air hangat ....
...🌼----🌼...
Akhirnya, aku bisa menunaikan juga permintaan kalian semua. Mana yang ingin isi bab unboxing? angkat tangan dan komen ya?
__ADS_1
Makasih