
Kini Hadi dan Alisa sudah berada di kantor dan menikmati rutinitasnya seperti biasa.
Alisa tampak sibuk dengan tugasnya, pandangan fokus ke laptop dan tangan pun sibuk di keyboard.
Hadi yang juga tidak jauh beda dengan Alisa menyempatkan diri untuk menoleh. "Sayang bisa nggak? bikinkan aku kopi yang pahit ya! mataku ngantuk banget. Suruh aja office untuk membuatnya dan mengantarkan ke sini, sayang nggak usah ke sana."
Alisa menggerakkan matanya ke arah Hadi seraya berkata. "Iya sebentar. Aku suruh office untuk membuatkan nya!"
Lalu kemudian Alisa menelepon bagian office dan meminta kopi pahit untuk sang suami dan air jus untuk dirinya.
Setelah berapa jam kemudian, mereka pun mengadakan pertemuan. Di sebuah restoran dengan rekan bisnisnya Hadi dari luar Negeri.
Dan pertemuan pun berjalan dengan sangat lancar. Rekan bisnis Hadi yang dari luar Negeri tersebut dia tidak mengetahui kalau Alisa itu bukan sekedar asisten nya Hadi, melainkan juga merangkap istri.
Sehingga dia memuji akan kecantikan Alisa dan melontarkan candaan ke Hadi, mereka siap menerima Alisa bekerja sama dengannya. Bahkan siap untuk menjadikan Alisa sebagai istri karena kebetulan rekan Hadi dari luar Negeri tersebut masih lajang.
"Your assistant is so beautiful and brilliant I dare to buy her to work with us to even make her a wife," ungkap rekannya Hadi yang orang asing tersebut.
"Sorry she's not already an assistant but she's my wife!" jelas Hadi yang tidak suka dengan candaan mereka.
"A what? She's your wife and not just your assistant? I'm sorry I didn't know!" ucapnya orang tersebut dan minta maaf kepada Hadi yang sedikit telah lancang padanya.
"It's fine, it's nice working with you," Mereka pun saling berjabat tangan setelah makan siang pun selesai.
Alisa berjalan dengan gontai menuju ruang kerjanya. Dan Hadi meraih tangan Alisa lalu menuntun nya.
"Capek kah sayang?" tanya Hadi sambil terus menuntun Alisa dengan jalan yang santai.
"Kelihatannya capek gak?" Alisa malah balik bertanya.
"Capek, ya sudah. Pegang tas ku!" Hadi menyerahkan tas nya pada Alisa yang bengong, kemudian dia menggendong tubuhnya Alisa di bawanya ke ruangan kerja.
Dengan refleks Alisa merangkul pundak sang suami. Sembari celingukan melihat sekitar. "Iih. Malu di lihat orang!"
Karyawan memang mesem-mesem melihat Hadi menggendong istri muda nya sembari berkata. "So sweet."
"Biar saja. Biar mereka iri sama kita," Hadi mengulum senyumnya.
__ADS_1
Alisa, Hadi dudukan di atas sofa. Lantas dia pun duduk di sampingnya setelah menyimpan tas nya di atas meja.
"Kan belum salat. Salat dulu sana?" Alisa mendorong dada Hadi yang mendekat.
"Sebentar lagi sayang ..." Hadi malah memeluk pinggang sang istri.
Tangan Alisa membuka rangkulan tangan Hadi. "Buruan ... sana ih. Jangan menunda-nunda waktu!"
"Iya, iya ..." Hadi berdiri dan dengan singkat mencuri kecupan bibir Alisa yang lembut dan hangat.
"Iddih ... ini orang ya?" Alisa mesem sambil melihat punggung Hadi yang berjalan masuk ke kamar mandi.
Alisa beranjak berpindah duduk ke kursi kerjanya. Sejenak melihat ponsel dan ada postingan Liana yang sedang belanja dengan calon ibu mertuanya.
Eeh tidak lama kemudian Liana chat Alisa dan meminta di transfer uang, karena dia kekurangan uang buat belanja katanya.
"Lho, kan belanja seharusnya mereka yang ngeluarin dong! masa Liana yang harus ngeluarin duit? aneh deh!" gumamnya Alisa.
Datang lagi chat dari Liana yang katanya dia mau belikan ibu mertua hadiah dan uangnya kurang.
"Gila, dasar matre." Alisa kemudian mentransfer uang pribadinya pada Liana.
"Em," Alisa kaget dengan kedatangan Hadi yang secara tiba-tiba.
"Eh ... ini Liana minta transfer uang, katanya mau ngasih hadiah untuk ibu mertuanya kurang uang!" Alisa menunjukan chat dari Liana.
"Sudah sayang kirim?" Hadi melihat chat tersebut.
"Sudah aku kirim dengan waktu pribadi jawabnya Alisa.
"Oh, ya sudah. Nanti aku ganti, lagian buat apa sih beli hadiah mahal banget. Yang biasa saja kenapa! bukannya di kasih juga," gerutu Hadi.
Alisa menunjukan senyumnya dan menyentuh rahangnya Hadi yang berbulu itu. "Jangan menggerutu ke aku dong!"
"Bukan sama kamu sayang. Cuman aneh saja. Lain kali kalau begitu lagi kasih tahu sahabat mu itu. Jangan sering-sering seperti itu, bukannya terima dari mertua." Hadi merangkul bahunya Alisa.
"Em ... sudah pesan tiket. Ke Bali bukan?" Alisa melirik ke arah Hadi.
__ADS_1
"Iya, kenapa? kan sayang gak bilang maunya kemana! jadi aku bingung. Mau pesan bulan madunya kemana sayang?" Balasnya Hadi yang merasa bingung mau pergi bulan kemana.
"Ke ... ya sudah, terserah lah!" Alisa menggeleng.
"Tapi karena masih ada waktu, silakan sayang pikirkan maunya kemana? biar nanti di ubah perjalanannya." Hadi mengusap kepala Alisa sebelum dia ke meja kerja nya.
"Iya. Nanti aku pikirkan." Alisa menganggukkan kepalanya.
Kemudian mereka melanjutkan pekerjaannya. Adan Alisa membuat laporan yang selama dia tidak masuk di tangani oleh orang lain.
Sekitar pukul empat Alisa bersiap untuk pulang dan dia ke kamar terlebih dahulu dan sejenak membaringkan dirinya di tempat tidur. Lalu berniat mau membersihkan diri di sana dan kebetulan ada pakaian nya di sana.
Hadi masuk ke dalam kamar dan dia tidak mendapatkan sang istri di sana. Hadi mengunci pintu dan berjalan mendekati kamar mandi yang terdengar suara air yang sepertinya di dalam sana sedang mandi.
Tangan Hadi mengarah ke handle pintu dan mendorong nya. Kebetulan pintu tersebut tidak di kunci sehingga Hadi bisa membuka serta melihat sang istri yang sedang mandi keramas.
"Aish ... ngapain masuk?" Alisa kaget melihat Hadi berjalan dan menutup rapat pintunya.
Kedua kaki Hadi terus melangkah mendekati tempat shower dimana sang istri sedang berdiri di bawah air shower. Menatap langkah Hadi yang semakin mendekat.
Alisa merasa malu dan lantas memunggungi Hadi. Menghadap ke arah tembok, dimana saat ini dia sedang benar-benar polos.
"Sayang?" suara Hadi berdiri di belakang Alisa. Melihat pemandangan yang eksotik di hadapannya itu.
Jari Alisa memutar dan mengecilkan aliran air. Menolehkan kepalanya ke samping. "Ngapain sih ke sini? sana pergi! nanti baju mu basah."
"Biar saja, aku ingin tetap di sini menikmati pemandangan yang cukup memanjakan mata." Hadi tidak mau beranjak dari tempatnya.
Dan terus memandangi ke arah Alisa yang tidak bergeming, menjadi salah tingkah mandi di lihatin. Mana benar-benar polos lagi. Tidak memakai apapun.
"Sana ... aku belum selesai." Pinta Alisa tanpa menoleh lagi.
Hadi semakin mendekat dan merangkul dari belakang. Serta tangannya meraba dan menyentuh bagian-bagian tertentu, tidak perduli dengan dengan pakaian nya yang ikut basah.
Dasar Hadi yang sedang nakal. Sudah tahu istrinya sedang mandi, di gangguin juga tidak berdaya.
Hadi jadi main basah-basahan di bawah shower, semua pakaiannya basah kuyup ....
__ADS_1
...🌼---🌼...
tolong koreksinya bila ada typo🙏