
Kediaman Zhuo.
Seorang pria tua terlihat terbaring lemah di atas kasur. Wajahnya bertambah keriput, kantung matanya tambah hitam, dan ekspresi wajahnya seperti menahan kesakitan.
Saat itu, tiga pemuda masuk.
"Kakek, apa masih merasa sakit?" tanya Liam dengan suara lirih. Ia merasa sangat sedih saat kakeknya hanya bisa terbaring lemah seperti ini.
Ling langsung duduk di samping Tuan Tua Zhuo. Ia memeriksakan nadinya. Kemudian sejenak memejamkan mata.
Setelah beberapa saat, ia mengeluarkan beberapa ramuan dan selembar kertas. Ia menulis sesuatu di kertas itu.
"Kakek, aku hanya bisa membantumu sampai segini," ucap Ling memberi ramuan dan kertas.
Saat menerima kertas itu, Tuan Tua Zhuo menjadi sangat syok. Ia mencoba mengumpulkan tenaga dan berkata, "Kau memberikanku resep ramuan? Walau aku tidak tahu bagaimana kau mendapatkannya, tapi ini sangat penting bagi ahli ramuan. Tak boleh diberikan sembarangan."
Ling menatap Liam yang masih bersedih. Sejak pertama kali bertemu dengan Liam, ia sudah bisa mendeteksi penyakitnya. Penyakit itu adalah penyakit langka yang berasal dari keturunan keluarga. Penyakit itu bisa saja sembuh, tapi butuh waktu lama dan cara yang tepat.
Penyakit Tuan Tua Zhuo sudah sangat lama. Dia juga tidak mendapat pengobatan yang tepat. Karena itu akan sulit untuk menanganinya sekarang. Namun bukan tidak mungkin, hanya saja kemungkinannya kecil.
"Jangan khawatir, Kakek. Plakat Dewa Tabib bukan hanya pajangan," ucap Ling tersenyum. Ia mencoba memberikan ramuan pada Tuan Tua Zhuo.
"Aku ingin bicara dengan Ling," ucap Tuan Tua Zhuo setelah mendapat sedikit tenaga. Ia menatap Liam dan Yuan.
Yuan pun merangkul Liam dan menuntunnya keluar. Ling melihat mereka berjalan dengan putus asa.
Tuan Tua Zhuo memegang erat tangan Ling. Ia berkata dengan nada memohon, "Tolong jaga cucuku. Selama ini aku tak dapat mengobatinya dengan benar. Sudah tujuh keturunan tapi kami belum bisa mendapatkan obat untuk penyakit ini. Jika bukan karena aku selalu bertahan, aku sudah tidak ada di dunia ini."
"Jangan katakan itu, Kakek. Sebagai dokter dan temannya, tentu saja aku akan menyembuhkan Liam. Aku juga akan mencari tahu obat penyakit ini dengan segera," ucap Ling. Ia mencoba menenangkan Tuan Tua Zhuo.
Tuan Tua Zhuo mengambil sepotong kertas dari nakas di sebelahnya. Itu berwarna cokelat kusam dan berbentuk persegi. Ling sedikit terkejut melihat ini. Itu sama dengan miliknya yang dia dapat di perpustakaan.
__ADS_1
"Ini harta karun yang diwariskan oleh leluhur. Aku merasa ini sangat penting hingga kami dikeluarkan oleh Kota Bayangan. Aku harap kau dapat menjaganya dengan baik. Aku hanya percaya padamu," ucap Tuan Tua Zhuo. Matanya terpancar harapan yang jelas.
Ling mengambilnya. Lagi lagi ia bertanggungjawab atas sesuatu. Ia tak bisa melepas rasa tanggungjawab ini begitu saja.
"Baik, Kakek. Aku akan menjaganya," jawab Ling. Tuan Tua Zhuo terlihat lebih tenang daripada tadi.
Ling tahu Keluarga Zhuo tak mungkin dikeluarkan tanpa alasan. Pasti mereka memiliki sesuatu yang membuat Kota Bayangan ketakutan. Namun mengapa itu hanya sepotong kertas yang bahkan tidak lengkap?
Ling keluar kamar setelah memastikan Tuan Tua Zhuo tertidur.
*
Pintu ruangan dingin terbuka. Uap dingin langsung mengepul keluar. Ada sesosok pria yang sudah meringkuk kedinginan. Sepertinya ia akan membeku jika ruangan ini tak dibuka.
Itu adalah Wuzhou. Setelah beberapa hari berada di sini, ia merasa sangat tertekan. Mungkin saja organ tubuhnya juga ada yang rusak.
Beberapa hari ini ia berharap dalam tidurnya bahwa Tuan Han ataupun Lu Yan akan membebaskannya. Mereka pasti sudah memenangkan posisi di Kota Bayangan. Jadi apakah mereka melupakannya? Tak mungkin.
Saat pintu terbuka, ia bangkit dari tidurnya. Ekspresi suramnya berubah menjadi bahagia. Ia tahu sebentar lagi ia akan bebas.
Ekspresi Wuzhou kembali suram.
"Kau sangat kejam. Kau menindasku sampai sejauh ini. Aku ingin menelepon pengacara," ucap Wuzhou. Ia benar-benar sudah tidak tahan berada di sini.
"Tentu saja," Ling melemparkan ponselnya.
Tanpa berlama-lama lagi, Wuzhou langsung menelepon Tuan Han. Ia yakin gurunya tak akan kabur begitu saja. Bagaimanapun ia adalah orang hebat dari Kota Bayangan.
Namun setelah beberapa deringan, panggilan itu tak terjawab.
Kini ia menelepon Lu Yan. Dia adalah wanita yang baik. Ia tak mungkin membiarkan Wuzhou lebih lama berada di sini. Awalnya ia tak mengapa menunggu berhari-hari, tapi sekarang dia benar-benar tak sanggup lagi.
__ADS_1
Setelah tiga deringan, panggilan itu ditolak.
Wuzhou semakin geram. Ternyata orang-orang ini benar-benar meninggalkannya saat mereka sudah berada di atas.
Kini ia menelepon ayahnya, harapan terakhirnya.
Setelah tiga deringan, telepon itu di angkat. Wajah Wuzhou sumringah. Ia tersenyum sinis saat melihat Ling.
"Ayah, tolong carikan pengacara untukku. Aku ingin mendapat keadilan," ucap Wuzhou.
"Apa katamu? Pengacara? Kejahatanmu telah terbongkar ke publik. Saat ini Luo Company akan segera disita. Apa kau tidak tahu gurumu itu adalah penjahat besar? Dia dan Lu Yan juga tertangkap. Bahkan Lu Company juga sudah disita. Apa kau masih berani minta keadilan setelah ini?" teriak Luo Feng marah di telepon. Setelah mengatakan itu, dia mematikan telepon.
Wuzhou menatap tak percaya. Kejahatan apa yang dia lakukan selama ini? Ia hanya membuat proposal dan menarik beberapa perusahaan untuk bergabung. Ia tak merasa pernah melakukan kejahatan.
Ling mengambil kembali ponselnya.
"Bawa dia untuk diinterogasi," ucap Ling pada petugas di sebelahnya.
Wuzhou segera ditarik paksa. Suara borgol beradu saat tangannya mencoba memberontak. Walau begitu, ia tetap tak bisa lepas.
Saat sampai di ruang interogasi, Wuzhou melihat Lu Yan di sana.
"Pak polisi! Dia adalah dalang semua ini! Aku tidak ikut campur!" ucap Wuzhou marah sambil menunjuk Lu Yan.
"Apa-apaan kau!" teriak Lu Yan tak terima.
Selama ini dia selalu melawan pertunangannya dengan Ling demi Wuzhou. Dia juga selalu melakukan yang terbaik untuk Wuzhou. Namun saat mereka terlibat dalam masalah mengapa Wuzhou malah menyalahkannya?
Mereka sama-sama dimanfaatkan oleh Han. Mereka adalah bocah yang tak mengerti apapun. Mereka hanya tahu orang dari Kota Bayangan itu hebat semua. Yang mereka tidak tahu, dunia ini penuh tipu muslihat. Mereka terlalu polos atau dunia yang terlalu kejam.
Lu Yan melihat Ling sedang berbicara dengan petugas polisi lain di luar.
__ADS_1
Ia kembali memikirkan kenangan mereka bersama dulu. Saat Lu Yan sedang dalam keadaan kacau, keluarganya tak mempunyai uang untuk makan, dan keluarganya menuju kebangkrutan. Hanya Ling yang membantunya. Ia tetap berada di sisi Lu Yan saat ia sakit. Walau ia sedikit bodoh setelah remaja, tapi dia tetap membantu Lu Yan apapun yang terjadi. Ia tak pernah mengeluh walau Lu Yan tak membalas cintanya.
Namun apa yang dia lakukan sekarang? Ia membuang Ling dan menyukai adiknya. Ia bahkan berniat menghancurkan keluarganya. Apakah dia boleh untuk menyesal sekarang?