
Ling membaca semua dokumen yang diserahkan oleh Zhuo Yang. Saat ini ada 15 murid dan 5 guru. Para murid masih berada di level satu. Sedangkan para guru berada di level 5. Para murid hanya mampu membuat ramuan tingkat rendah. Sedangkan para guru masih belajar untuk membuat ramuan tingkat tinggi.
"Apakah semua fasilitas baru sudah masuk?" tanya Ling pada Zhuo Yang yang ada di depannya.
"Sudah, Tuan Muda. Seluruh bahan obat juga sudah disimpan digudang sesuai kriteria. Aku menyuruh para murid menyusunnya sehingga mereka tahu bagaimana cara menyimpan bahan obat yang baik," jelas Zhuo Yang. Ia membungkuk hormat pada Ling.
Ia adalah orang kepercayaan Kakek Liam. Ia sudah diberitahu jika Ling adalah pemilik akademi. Awalnya ia mengira bukan Ling yang ada di depannya sekarang. Namun ternyata memang dia.
Zhuo Yang tidak menyangka jika pemilik akademi masih sangat muda. Tidak hanya satu akademi, tapi dua akademi.
Dia sangat hebat.
"Bagus sekali. Data ini juga sangat detail. Terimakasih karena sudah mengurus akademi ini dengan baik," ucap Ling. Ia mengeluarkan satu botol ramuan dari saku dimensinya.
"Ini untuk kerja keras Anda," ucap Ling sambil memberikan botol ramuan itu.
Dengan senang hati, Zhuo Yang menerimanya. Sejak awal akademi ini dibuka, ialah yang mengatur semuanya. Ia menyiapkan tempat untuk guru dan murid. Ia yang mencatat semua pemasukan dan data lainnya. Menurutnya ia pantas menerima ini.
Meski ia mengerjakannya dengan sepenuh hati, tetap saja ia senang jika diberi hadiah.
"Terimakasih Tuan Muda," ucap Zhuo Yang yang belum melihat jelas isi botol ramuan itu.
"Baik. Pastikan besok kertas perekrutan sudah tersebar di Kota Bayangan di distrik A-1," ucap Ling. Ia kemudian meninggalkan ruangan.
Zhuo Yang membungkuk hormat saat Ling pergi. Ia mengambil kembali dokumen ke tempat asalnya. Kemudian, ia membuka ramuan yang diberikan oleh Ling.
"Sebenarnya ramuan tingkat apa ini? Aku ingin tahu bagaimana kemampuan pemilik dua akademi," ucap Zhuo Yang. Ia membuka tutup botol ramuan itu.
Saat ia melihat warnanya, merasakan aromanya, jantungnya hampir berhenti. Sekarang tubuhnya bergetar hebat. Hampir saja botol ramuan itu jatuh.
"Ini ... i-ini ...," Zhuo Yang tak bisa melanjutkan kata-katanya. Ia sesak napas. Darahnya serasa membeku.
__ADS_1
Ketika dia dalam keadaan ini, ada satu murid yang lewat. Ia melihat Zhuo Yang karena pintu ruangan itu tidak ditutup.
"Guru, guru!" seru murid itu khawatir. Ia melihat keadaan Zhuo Yang seperti kemasukan.
"Guru!" teriak murid itu lebih keras.
"Hah ...," Zhuo Yang tersadar. Ia menarik napas dalam. Ia meletakkan botol ramuan itu lebih dulu. Ia mencoba mengembalikan ketenangannya.
"Hah ...," Zhuo Yang kembali menarik napas. Ia menatap murid laki-laki yang ada di depannya.
"Mengapa kau di sini? Mengapa kau tidak masuk kelas?" tanya Zhuo Yang setelah sepenuhnya tersadar.
"Aku ingin ke toilet. Namun saat melewati ruangan guru, aku melihat guru kejang-kejang. Jadi aku masuk ke sini. Maaf lancang, Guru," ucap murid itu. Ia membungkuk hormat pada Zhuo Yang.
"Baiklah terimakasih. Kembali ke kelas," ucap Zhuo Yang pada murid itu.
"Baik, Guru," ucap murid itu. Ia keluar rumah dengan membungkuk.
Zhuo Yang kembali melihat ramuan itu. Di dalamnya adalah ramuan tingkat tinggi. Namun itu bukan ramuan tingkat tinggi biasa. Ini adalah ramuan tingkat tinggi terbaik.
"Dia memberikan ini padaku tanpa memberitahu isinya adalah ramuan tingkat tinggi. Ia sangat rendah hati," gumam Zhuo Yang. Sekarang dalam hatinya, ia berjanji akan selalu bekerja untuk Ling. Ia berjanji akan melakukan yang terbaik untuk Ling dan akademi.
Sekarang ia terharu. Air matanya sampai menetes.
"Aku akan membagikan ini pada guru lainnya," ucap Zhuo Yang. Ia membereskan semua pekerjaannya sebelum membagikan ramuan. Ia tak ingin hanya menikmati ramuan ini sendiri.
*
Ling ada di Chen Company saat ini. Ia akan mendaftarkan Chen Company ke distrik A-1. Ia berharap Chen Company dapat bersaing dengan perusahaan yang lebih besar lagi.
Ia sudah lama tidak ke Chen Company. Meski begitu, semua orang masih mengingatnya. Baik orang lama atau baru, semua tahu Ling. Apalagi orang baru, mereka diberikan foto Ling agar mereka tidak salah orang.
__ADS_1
"Selamat datang Tuan Muda," sapa mereka pada Ling. Sepanjang perjalanannya, ia selalu disapa begitu.
Ling menuju ruangan presdir. Presdir saat ini adalah Chen Lin, bukan Chen Qi lagi. Saat ini Chen Qi sudah sepenuhnya melepas Chen Company. Ia tinggal dengan tenang di rumah.
Namun Ling tidak menemui Chen Lin. Ia menemui Yuan Ming.
"Tuan Yuan, bagaimana keadaan Chen Company saat ini?" tanya Ling pada Yuan Ming.
"Mengalami peningkatan pesat. Sejak pelelangan itu, tidak hanya rumah lelang yang bekerjasama dengan Chen Company. Banyak perusahaan yang mengikuti jejak Jun Company untuk bekerjasama dengan Chen Company. Sepertinya mereka sadar, karena Jun Company tak mungkin bekerjasama dengan perusahaan secara sembarangan," Yuan Ming menjelaskan keadaan Chen Company saat ini.
"Bagus kalau begitu. Aku akan memindahkan Chen Company ke distrik A-1," ucap Ling menyebutkan tujuannya.
"Distrik A-1?" Yuan Ming sedikit terkejut. Walau ia tahu Ling mampu melakukan itu, tapi distrik A-1 adalah tempat yang sangat sulit dimasuki. Tidak hanya itu, di sana persaingan lebih kejam.
"Benar. Aku akan mengerjakan proposalnya sekarang," ucap Ling. Ia duduk di kursi kerja dan mulai mengetik di komputer.
Selain untuk akademi, uang hasil lelang ia pakai untuk membeli senjata baru untuk penjaga Keluarga Chen. Ia menyuruh Paman Qian melakukan itu semua.
Ia yakin Paman Qian dapat menyelesaikan itu semua.
Ling juga mentransfer beberapa untuk Chen Company. Ia butuh biaya untuk pindah. Ia juga mencairkan beberapa uang dari sahamnya di akun Legenda Hidup.
Chen Company sangat mengalami peningkatan sekarang.
"Tuan Yuan, ini adalah proposalnya. Aku akan menunggu kabarnya besok," ucap Ling. Ia meninggalkan Chen Company dan kembali ke kediaman Keluarga Bo.
Saat ia sampai, ia langsung membuat ramuan untuk akademi. Ia harus membuat ratusan botol ramuan. Daripada membuat satu persatu, ia membuat ramuan dalam satu wadah besar.
Ling menyelesaikan semuanya hari ini. Karena besok ia akan ke acara kultivasi tahunan. Ia bertekad untuk meningkatkan kekuatan dan mendapatkan potongan kertas coklat kusam.
Saat ia sedang serius, Mei Mengyi mengirimnya pesan.
__ADS_1
[Raja, senjata telah siap. Anda bisa mengambilnya sekarang.]
Ling membaca pesan itu. Kemudian ia teringat sesuatu. Ia tak langsung membalasnya dan menyelesaikan ramuan lebih dulu.