
Ling menghindari jebakan-jebakan yang disiapkan oleh pembunuh bayaran. Selain itu, ia juga berjalan jauh dari jalur yang ada di peta. Ia membawa mereka semakin masuk ke dalam hutan.
"Ini bukan jalan yang benar," ucap Wei Zeyun protes. Walau tidak hapal peta, tapi ia tahu suasana di sini berbeda.
Ling tak menjawab. Meski begitu, mereka tetap berjalan mengikuti Ling.
Hutan ini semakin gelap. Pohonnya semakin tinggi dan besar. Jika tidak punya keberanian, maka kalian akan pingsan saat merasakan aura mematikan hutan ini.
Ling berjalan sambil bermain ponsel. Ia mengirim pesan ke Chen Lin untuk memastikan dia aman atau tidak.
[Aku baik-baik saja.]
Setelah mendapat balasan seperti itu, Ling memasukkan ponselnya. Ia mengambil ramuan di kantung dimensinya. Kemudian ia memberikan itu pada enak orang lainnya.
"Kakak Chen, kita mau kemana?" tanya Zhao Ran berbisik pada Ling. Ia sangat mempercayai Ling. Apa yang Ling katakan pasti bukan suatu kebohongan. Saat fisik Ling berubah saja, dia masih sangat percaya.
"Membunuh pembunuh," ucap Ling santai sambil menyeringai. Zhao Ran menatapnya ngeri. Ia tahu Ling sering berada di medan perang. Namun saat mendengar Ling berkata langsung seperti ini, benar-benar terasa merinding.
Pantas saja banyak musuhnya yang kabur lebih dulu.
Setelah perjalanan yang cukup jauh, mereka akhirnya keluar hutan. Di sana, ada sebuah gua besar dengan beberapa penjaga berseragam hitam di depan mulut gua. Mereka juga memakai topeng kain hitam.
"Ramuan itu membuat gerakan kalian semakin cepat," ucap Ling. Mereka sedang bersembunyi di balik pohon sekarang.
"Zhao Ran, kau bisa menjatuhkan dua penjaga di depan?" tanya Ling.
"Aku akan mencobanya," jawab Zhao Ran. Ia langsung melesat pergi. Gerakannya sangat cepat hingga hanya bayangan hitamnya saja yang terlihat.
Sap!
Zhao Ran sudah berdiri di sebelah mereka lagi. Lima orang lainnya sangat takjub. Mereka melihat penjaga itu sudah tergeletak di tanah dengan bersimbah darah.
"Zhao Ran kau sangat keren," puji Yuan.
Zhao Ran hanya tersenyum tipis. Ia juga merasa dirinya keren karena meminum ramuan dari Ling. Jika tidak, kecepatannya akan sangat lambat. Selain itu, ia juga merasa kekuatannya bertambah.
__ADS_1
"Ayo, masuk dan bebaskan semua orang," ucap Ling yang membuat bingung mereka semua.
"Siapa yang harus kita bebaskan?" tanya Yuan tak mengerti.
"Mereka mengurung mahasiswa. Ayo cepat," ucap Ling lagi. Kini ia berjalan ke depan dan memimpin mereka.
Enam orang itu pun mengikuti. Sekarang mereka sangat patuh jika Ling memberi perintah. Mereka merasa sekarang Ling seperti komandan mereka.
Setelah sampai di mulut gua, Ling memegang batu itu. Ia akan merasakan apa yang ada di dalam. Ia juga akan menebak di mana para mahasiswa disembunyikan.
"Ada 20 pembunuh yang menjaga mereka. Kita bisa menyelamatkan mereka, tapi belum tentu bisa membunuh para pembunuh itu. Karena gua ini dilapisi bahan bakar, maka aku tidak bisa langsung mengebomnya. Jika aku mengebomnya, apinya akan langsung merambat ke hutan dan kita semua akan terjebak," jelas Ling saat selesai memegang batu gua. Ia kini mengerti alasan Zhuo Xia tak membiarkannya memakai bom.
"Ayo kita selamatkan mereka lebih dulu. Urusan pembunuh, aku akan menanganinya," ucap Ling melanjutkan.
Ia melangkah masuk dan diikuti enam orang lainnya. Kini mereka dapat melihat bahwa gua ini sangat bersih. Namun bau bahan bakar sangat menyengat. Semakin ke dalam, baunya semakin menyengat.
Kini mereka melihat mahasiswa yang sedang diikat dan disumpal mulutnya.
"Aku akan menjatuhkan pembunuh. Kalian lepaskan ikatan mereka dan bawa mereka pergi. Kalian haru cepat," ucap Ling. Mereka semua hanya bisa mengangguk.
Ia melesat menuju para pembunuh dan mengeluarkan pisau kecil aslinya. Ia membunuh satu persatu orang dengan akurat. Gerakannya cepat dan lihai.
Bau darah menyengat bercampur dengan bau bahan bakar.
Kasihan sekali para pembunuh itu tidak tahu apa yang menyerang mereka.
"Cepat, keluar," ucap Ling yang melihat mereka sudah di bebaskan.
Para mahasiswa masih linglung. Mereka tidak mengerti apa yang terjadi. Tadi mereka sempat dibius. Namun enam orang itu tetap memaksa mereka keluar walau tubuh masih goyah.
Deru helikopter terdengar di langit. Beberapa orang yang sudah di luar dengan berisik meminta tolong kepada orang yang ada di helikopter. Mereka teriak dengan kencang. Padahal suara mereka tidak terdengar dari atas sana.
"Mereka melukaimu?" tanya Zhuo Xia lewat telepon.
"Siapa yang berani melukaiku?" tanya Ling balik.
__ADS_1
"Keluar dari hutan. Aku akan mengurus mereka," ucap Zhuo Xia. Setelah itu ia mematikan panggilan.
Saat Ling sudah keluar, ia mendongak ke langit. Ia melihat Zhuo Xia berdiri di depan pintu helikopter sambil melihat ke bawah. Walau jauh, Ling dapat melihat ia tersenyum.
"Ayo keluar hutan. Berbaris di satu jalur. Kita akan berlari secara teratur agar tak ada yang tertinggal," ucap Ling memberi perintah. Setelah perintahnya itu, barisan segera terbentuk. Ling memimpin di depan dan mulai berlari.
Wanita di helikopter itu masih menatapnya dari kejauhan.
*
Mahasiswa segera diberi pertolongan pertama. Anggota departemen kesehatan universitas menyiapkan tandu dan beberapa mobil untuk mereka yang alergi terhadap obat bius. Kini mereka semua terlihat sibuk.
Beberapa orang hanya melihat kobaran api di depan mereka. Mata mereka menyala, semerah api di depan mereka. Kompetisi kedua dibatalkan. Universitas akan memberi standar penilaian lain untuk pembagian kelas mereka.
Ternyata Zhuo Xia mengebom gua itu. Benar saja, ledakannya membuat hutan terbakar. Namun Ling merasa ada yang aneh. Bom yang dipakai Zhuo Xia mirip dengan bom-bom buatannya. Kini ia semakin mengerti jika Zhuo Xia memang memiliki hubungan dengannya di masa lalu.
Zhuo Xia yang sudah turun dari helikopter segera menghampiri Ling.
"Kau menyinggung Keluarga Bo bagaimana?" tanya Zhuo Xia tanpa berbasa-basi.
"Mereka ingin merebut wilayah perusahaan Ibuku. Bukankah berarti mereka yang menyinggungku?" Ling bertanya balik.
Zhuo Xia hanya menatap Ling lekat. Dulu, ia tak akan pernah membiarkan orang yang dia sayang disentuh. Dia juga tak akan memberi kesempatan pada orang itu untuk membalas dendam.
Namun sekarang Ling lebih dewasa. Ia semakin mengontrol dirinya. Ia tak bertindak gegabah dan hanya melakukan hal yang diperlukan.
Sejak ia terlahir kembali, ini perubahannya.
"Mau kuberitahu satu informasi?" tanya Zhuo Xia.
"Apa?" tanya Ling singkat.
"Tuan Besar Bo mencaritahu tentang Nyonya Chen. Aku tidak tahu niatnya baik atau buruk. Namun aku tahu ia berbeda dari keluarganya yang lain," jelas Zhuo Xia.
Ling hanya menatap ke depan. Ia mengingat kejadian di departemen perusahaan. Saat mendengar nama Keluarga Bo, ketakutan Chen Lin terlihat jelas di matanya.
__ADS_1