
Keesokan harinya.
Kompetisi kedua sudah dibatalkan. Setiap anak yang terkena bius, keluarganya diberi kompensasi oleh universitas. Para pembunuh tak ada yang hidup. Jadi universitas tidak tahu siapa yang mengirim mereka.
Namun dari beberapa pembunuh yang masih memiliki tubuh utuh, di lengan mereka terdapat tato kuda bersayap. Hanya beberapa orang yang tahu apa maksud tato ini. Jadi Rektor Xiang mengasumsikan bahwa yang mengirim mereka adalah Pegasus.
Kini Ling dan teman sekamarnya sedang membuat proposal. Mereka akan langsung mengajukan proposal ke kelas yang sesuai dengan poin mereka pada kompetisi pertama.
Yuan terlihat sangat lancar dalam mengerjakan proposal. Jarinya dengan gesit mengetik di keyboard. Walau dulu ia tak pernah memiliki komputer, Liam selalu meminjamkannya. Ia juga sudah sering membuat proposal saat belajar dengan Su Wen Ai. Jadi hal begini mudah saja baginya.
Ling tak mengerjakan proposal. Ia melihat kembali desain bom yang sudah ia selesaikan semalaman. Hari ini ia akan bertemu dengan ahli bom.
[Raja, di mana kita akan bertemu?]
Ling segera membalas pesan itu.
[Di tempat paling aman.]
Ahli bom segera membalas lagi.
[Baik. Aku akan mengirimkan lokasinya.]
Ling membereskan komputernya. Ia memindahkan file ke flashdisk. Lalu ia membawa beberapa bom mini untuk persiapan.
"Aku akan keluar. Jaga kamar ini jangan sampai masuk orang-orang tidak penting," ucap Ling. Setelah itu ia meninggalkan kamar dan pergi ke alamat yang telah dikirimkan oleh ahli bom.
*
Kediaman Keluarga Bo.
Tuan Besar Bo, Bo Minghao. Ia sedang berada di ruang kerjanya. Matanya menatap ponsel. Terlihat sedikit murung dan emosi. Tak ada apapun di ponselnya. Hanya ada layar hitam.
"Tuan, Tuan Tua, Nyonya Tua, dan Tuan Muda sudah ada di sini," ucap pelayan dari luar pintu.
"Ayah, Ibu. Apa kalian baru saja menyinggung Universitas Internasional Kota Bayangan? Mengapa kalian sangat berani melakukan hal itu? Mungkin sekarang mereka tidak tahu kebenarannya, tapi jangan harap aku akan tutup mata dengan hal ini," ucap Bo Minghao dingin.
Bo Minghao adalah pemimpin tertinggi di sini. Tidak ada yang bisa melawannya di Keluarga Bo. Bahkan orangtuanya sendiri. Jika ia berkata A maka mereka harus membuat A. Jika tidak, bersiaplah untuk keluar dari Keluarga Bo.
Tuan Tua dan Nyonya Tua sangat sadar dengan situasi mereka. Namun mereka terlalu menyayangi Bo Yunxing. Jadi mereka dengan gelap mata melakukan ini.
__ADS_1
Bo Yunxing hanya mengepalkan tangannya marah. Ia tak bisa menahan emosinya lagi. Selama ini ia hanya bisa diam karena memang ia bukan anak dari Bo Minghao. Bahkan Bo Minghao tak peduli saat ia mengatakan perusahaannya direbut. Ia malah mengancamnya jika berani mengganggu perusahaan itu.
Bo Minghao tak terlalu suka dengannya. Karena itu, banyak pelayan dan anggota keluarga lain yang meremehkannya.
Jika Bo Minghao mengusirnya, bahkan kakek dan neneknya tak bisa menyelamatkannya. Ia harus memiliki kekuatan sendiri. Salah satunya dengan menikah dengan Zhuo Xia.
Keluarga Zhuo Xia sangat kuat. Bahkan Bo Minghao terlihat menghormati mereka. Jika mereka menikah, pasti kekuatan besar akan ada di tangannya. Setelah itu, ia akan membalas semua penghinaan yang selama ini ia terima.
Namun Bo Minghao tak peduli dengan apa yang dipikirkan oleh Bo Yunxing.
Kemudian saat melihat ponselnya, ia tersenyum. Ia memilih meninggalkan mereka dan masuk ke kamarnya.
Nyonya Tua Bo yang melihat ini sedikit heran. Anaknya adalah lelaki yang dingin. Mengapa ia bisa tersenyum karena melihat ponsel?
"Mengapa ia bersikap seperti itu?" tanya Nyonya Tua pada pelayan pribadinya.
"Aku dengar Tuan Besar sedang menyelidiki seorang wanita. Dan ia sudah bertemu dengan wanita itu," jawab pelayan.
"Siapa wanita itu? Dari keluarga besar mana?" tanya Nyonya Tua Bo lagi.
"Dia adalah pemilik perusahaan yang merebut wilayah Tuan Muda. Dia baru beberapa hari berada di sini," jawab pelayan memberi informasi.
*
Ling sampai di sebuah hotel mewah di kawasan distrik A-1. Semua yang ada di distrik ini khusus untuk masyarakat kelas atas. Jika kalian tidak memiliki kekuasaan, kalian akan diinjak-injak di sini.
Ling naik lift dan menuju ke ruangan yang telah ditentukan oleh ahli bom. Ia menuju ke kamar 1001. Hotel ini biasa digunakan untuk pertemuan bisnis. Jadi keamanan hotel ini sangat ketat. Selain itu, privasi di sini juga sangat dijaga.
Ling sampai di depan kamar 1001. Ada dua pengawal yang menjaga di sana.
"Aku ingin bertemu dengan Mei Mengyi," ucap Ling secara langsung. Ia tak menyebutnya sebagai ahli bom. Ia langsung menyebutkan namanya.
"Tidak ada orang seperti itu di sini," jawab pengawal itu. Mereka mencoba menyembunyikan ekspresi terkejutnya.
"Kau ingin mengujiku ternyata," ucap Ling. Ia menyeringai.
Ia mengambil pisau kecil. Kemudian ia menusuk kamera kecil tersembunyi yang ada di pintu. Kamera itu hancur. Pintu itu juga sampai berlubang. Setelah itu, Ling menendang pengawal yang sedang lengah.
Brak!
__ADS_1
Brak!
Dua pengawal itu langsung jatuh.
Brak!
Ling mendobrak pintu. Ia melihat banyak pria berbadan kekar di sana.
Ia kembali menyeringai dan berkata, "Permainan ini cukup seru."
Para pria itu segera menyerbu ke arah Ling. Dengan gerakan cepat, ia menangkap dan menghempaskan setiap pria. Mungkin tubuhnya kalah besar, tapi kekuatan mereka tak bisa dibandingkan dengan Ling.
Ia berputar di udara. Kakinya dengan leluasa menendang semua pria yang menerjang ke arahnya. Saat ia mendarat, tangannya dengan cekatan mencengkram leher mereka dan mengangkatnya. Lalu dengan kejam, Ling menjatuhkannya.
Pria-pria itu kalah telak. Ling sama sekali tak terluka. Ia bahkan tak tersentuh serangan mereka.
Task!
Ling melemparkan pisau kecil ke sebuah meja. Di sana ada seorang wanita yang telah menatap ngeri ke arah Ling.
"Kau ingin bagaimana lagi mengujiku, Ahli Bom Mei?" tanya Ling dingin.
Mei Mengyi memang ingin menguji Ling. Awalnya ia gak pernah bertemu dengan Ling. Ia hanya pernah saling mengirim pesan. Ia juga hanya mendengar tentang kehebatan Ling.
Tadi ia berpikir, ia akan bertemu dengan seorang pria kekar yang menyeramkan. Ternyata Raja Legendaris adalah seorang pemuda tampan. Ia tak memperkirakan hal sejauh ini.
"Tidak, Raja. Aku tidak berani," ucap Mei Mengyi.
Setiap orang memanggilnya Ahli Bom Mei. Hanya beberapa orang tertentu yang tahu bahwa Mei adalah nama keluarganya. Sedangkan Mengyi adalah nama aslinya.
"Aku tidak punya waktu banyak," ucap Ling. Ia langsung mengambil alih komputer yang tadi dipakai Mei Mengyi untuk mengawasinya.
Ia segera menunjukkan desain bomnya. Itu adalah desai 3D. Setiap goresannya sangat detail. Setiap bahan dan material yang dibutuhkan juga dijelaskan dengan detai. Setiap bom yang dibuat Ling memiliki timer sendiri. Jadi hanya timer buatannya yang bisa meledakkan bom. Tidak ada yang bisa menyentuh bomnya jika dia tak ingin.
Ling juga menunjukkan simulasi ledakan bom itu.
Klik!
Duarrr!
__ADS_1
Mei Mengyi tercengang. Hanya desain saja ledakannya begitu hebat. Apalagi jika sudah dibuat. Ia kini semakin yakin dengan kehebatan Ling.