Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Memiliki Senjata yang Tergantung di Pinggang Mereka


__ADS_3

Ling akhirnya berbalik. Ia mengangkat matanya dan menatap Cheng Lan. Ekspresinya tidak terlalu berubah, tetapi suaranya sangat dingin, "Kau ingin membantu dia?"


Ling menunjuk Ketua Aula.


Cheng Lan tidak bodoh. Ia bisa melihat niat membunuh di mata Ling dan tertegun sejenak. Kemudian, ia menjawab, "Tuan Muda Chen, saya tidak tahu bagaimana Ketua Aula ini bisa membuat Anda marah."


Jika itu bukan masalah besar, ia bisa meminta Kepala Keluarga Cheng untuk bergerak. Bagaimana pun, Ketua Aula juga merupakan orang penting.


"Bagaimana dia bisa menyinggungku? Bukankah dia baru saja memintamu untuk membunuh dua orang ini?" Ling tersenyum dan berjalan ke sisi Chen Qi untuk membantunya berdiri.


Melihat Ling membantu Chen Qi berdiri, Cheng Lan tahu jika ini tidak sesederhana itu.


Seperti yang diharapkan, Ling masih berbicara dengan suara tenang, "Dua orang ini ... yang satu adalah ibuku dan yang satu lagi adalah kakekku. Kapten Cheng, apakah menurutmu aku harus ikut campur atau tidak?"


Ketua Aula yang masih tersenyum, ia bingung mengapa Cheng Lan tiba-tiba menatapnya dengan kasihan. Ia menyadari jika ada yang salah, "Kapten Cheng, Anda tidak akan membiarkan masalah ini, kan? Bukankah mereka hanya ...."


Dia ingin mengatakan jika mereka hanyalah dua orang biasa.


Namun, Cheng Lan menyela ucapannya, "Tuan Ketua Aula, apakah Anda tidak pernah bertanya siapa Tuan Muda Chen? Jika yang datang hari ini adalah Nona Muda kami dan bukan saya, Anda pasti tidak akan memiliki kesempatan untuk berbicara."


*


Saat ini, Tabib Agung juga sudah menerima kabar bahwa Keluarga Cheng ada di sini. Ia juga sudah mendengar apa yang dilakukan Ketua Aula.

__ADS_1


Ekspresi Tabib Agung berubah, "Ketua Aula ini gila? Apa dia tidak melihat jika Tuan Muda Wu saja tidak berani menyentuh mereka berdua? Ia telah mendengar tentang Chen Ling sebelumnya. Apa ia tidak pernah mendengar tentang Chen Ling yang menghancurkan pasukan Pulau Bintang?"


Tabib Agung segera bergegas ke kediaman Ketua Aula.


Dia adalah Chen Ling! Menurut berita yang beredar di laboratorium, iblis itu mungkin memiliki terobosan baru lagi dalam ramuan.


Walau Tabib Agung belum mendengar berita tentangnya lagi selama setahun, tapi ia diam-diam juga memikirkan apakah ada pergerakan dari Ling selama setahun ini atau tidak. Bagaimanapun, Ling tetaplah Ling. Bahkan jika dia tidak muncul, ia tetap bisa membuat Tabib Agung ketakutan. Bahkan, ia bisa menyembuhkan orang yang tidak bisa disembuhkan oleh Zhuo Shiaonian.


Kali ini, Tabib Agung tak bisa mengatakan apa-apa lagi. Ia sudah sangat yakin.


*


Di luar pintu kediaman Ketua Aula, ada sekelompok orang berkerumun.


Saat Jenderal Qiu tiba, ia melihat Keluarga Cheng. Ekspresinya langsung berubah. Ia bertanya, "Apa yang terjadi?"


Jenderal Qiu tercengang ketika mendengar cerita itu. Sedetik kemudian, ia tersenyum, "Asosiasi Dewa Ramuan benar-benar berani melakukan ini."


Awalnya, ia khawatir jika Ling memang memiliki hubungan dengan Asosiasi Dewa Ramuan. Namun, hanya berdasarkan cerita itu, ia tidak perlu khawatir lagi.


Sebelum Ketua Aula bisa bereaksi terhadap kata-kata Cheng Lan, sekelompok orang lain masuk melalui pintu. Mereka dipimpin oleh Jenderal Qiu, orang yang sekarang melindungi ketertiban di seluruh luar negeri.


Chen Lin pernah bertemu dengannya sekali di Asosiasi Dewa Ramuan. Ekspresinya langsung berubah, "Ling, dia adalah Jenderal Qiu. Aku tahu dia."

__ADS_1


Chen Qi juga merasa khawatir. Ini adalah pertama kalinya ia melihat begitu banyak orang-orang besar. Tumpuan kakinya langsung melemah, "Chen Lin, siapa Jenderal Qiu ini?"


"Begini sederhananya. Statusnya seperti Keluarga Yu di Kota Urban. Mereka mengendalikan sepertiga tentara di luar negeri," jawab Chen Lin serius.


"Sekuat itu?" Chen Qi terkejut.


Jenderal Qiu dan bawahannya sudah masuk semua. Para penjaga berdiri dengan barisan panjang. Setiap orang memiliki senjata yang tergantung di pinggang mereka. Mereka yang mengetahui senjata-senjata itu, itu adalah senjata nuklir.


Saat ini, Ling mengeluarkan ponselnya dan melihat pesan A Shui. Ia membalasnya sebentar, kemudian memandang Chen Qi dan Chen Lin, "Bu, Kakek, Chen Tian dan yang lainnya akan segera datang. Kalian kembalilah dan istirahat. Jangan kawatirkan masalah ini. Aku akan menanganinya."


Lalu, ia memandang Jenderal Qiu dan berjalan ke arahnya sambil tersenyum, "Jenderal Qiu."


"Tuan Muda Chen, kapan Anda kembali? Mengapa Anda tidak memberitahuku sehingga aku bisa menjemput Anda?" mata Jenderal Qiu berbinar ketika dia melihat Ling tepat berada di depannya.


"Aku baru saja kembali dan kebetulan ada sesuatu yang harus diselesaikan. Aku tidak sempat memberitahumu," jawab Ling tersenyum.


Jenderal Qiu melirik Ketua Aula, "Baiklah, aku akan menunggu Anda menyelesaikan masalah di sini."


Tak ada seorangpun di sana yang berani berbicara. Bahkan Cheng Lan juga hanya diam. Sedangkan Chen Qi dan Chen Lin terpaku di tanah.


Ketua Aula yang belum hilang rasa terkejutnya saat mendengar kata-kata Cheng Lan, sekarang ia semakin terkejut saat mendengar kata-kata Jenderal Qiu. Ia ingin mengatakan sesuatu, tapi ia melihat Tabib Agung mendekat.


"Tuan Muda Chen," saat Tabib Agung melihat Jenderal Qiu, ia tahu bahwa masalah ini akan sulit untuk diselesaikan. Namun, Ketua Aula tetap saja memiliki banyak sumber daya di tangannya.

__ADS_1


"Aku ingin tahu, apakah Tuan Muda Chen akan melepaskannya karena aku menyelamatkan Tuan Tua Chen?" tanya Tabib Agung.


"Tabib Agung, jika Anda tidak menyelamatkan kakekku, apa Anda pikir tempat ini akan tetap utuh?" Ling balik bertanya padanya.


__ADS_2