Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Benar-Benar Tertinggal


__ADS_3

Saat Bai Chengsi tiba di kediamannya, ia langsung menceritakan semua kejadian di kediaman Chen Kai.


Ketika tetua Bai mendengar ini, ia hanya menghela napas, "Mendapat pencapaian seperti itu di usia muda memang luar biasa. Namun, sayang sekali ia hanya berasal dari keluarga cabang."


"Benar. Jika bukan karena kakak, mana mungkin dia bisa mengalahkanku," ucap Bai Chengsi.


"Andai saja dia adalah saudara kandung Chen Kai, andai saja darah keturunannya lebih baik, pasti aku akan merestuinya dengan Bai Xiaoqi," ucap tetua sambil menghela napas.


Tetua bukannya meremehkan orang biasa, tapi Keluarga Bai memiliki aturannya sendiri. Karena Bai Xiaoqi adalah penerus, maka ia tak bisa bebas melakukan apa yang dia inginkan. Contohnya, pernikahannya harus dibicarakan lebih dulu dengan anggota keluarga.


Garis keturunan Bai Xiaoqi tidak rendah. Oleh karena itu, calon suaminya setidaknya harus memiliki warna darah hijau menuju biru. Dengan begitu, kualitas keturunan keluarga mereka bisa dipertahankan.


"Untuk apa disayangkan? Seharusnya ia merasa terhormat karena satu keluarga dengan Chen Kai. Tidak ada yang bisa menyinggung Keluarga Chen sekarang," ucap Bai Chengsi yang duduk di kursi.


"Lupakan. Panggil kakakmu. Aku akan mengobrol dengannya," ucap tetua.


*


Pada saat yang sama, Keluarga Chen juga membahas masalah ini. Saat ini, tetua Chen dan Ling sudah sampai di depan pintu. Ling menatap tetua dan tersenyum, "Tetua, ini pertama kalinya aku bertemu denganmu. Aku tidak tahu harus memberi apa, tapi aku hanya punya ini."


Ling mengeluarkan pistol dari sakunya.


Tetua tak terlalu tertarik dengan pistol itu. Ia melihat, pistol itu tak terlalu hebat. Namun, karena ia tak tega menolak Ling, jadi ia hanya menerima dengan senyuman.


Ketika Ling telah pergi, tetua menuju ruang kerja Chen Zhi. Dia berkata, "Tuan, Chen Ling ini benar-benar berbakat. Andai saja dia dibesarkan di keluarga kita sejak muda, pasti bakatnya tak akan kalah dengan Keluarga Bai."


Chen Zhi meletakkan dokumen yang dibacanya, kemudian mengangguk, "Kita bicarakan itu nanti. Sekarang ... lihat dulu ini."


"Ini adalah ... Keluarga Bo? Kepala Keluarga Bo bersedia bertemu denganmu? Bukankah dari keluarga mereka baru-baru ini muncul gelombang kekuatan yang diduga adalah penerus mereka?" tanya tetua bingung.


"Itu tidak penting. Lihat ini," ucap Chen Zhi.


Tetua melihat lagi dan makin terkejut, "Tunggu! Ini ... senjata nuklir? Apa benar ada senjata seperti itu?"


Chen Zhi mengangguk. Kemudian, ia menunjukkan sebuah gambar di komputernya, "Ini senjatanya. Aku dengar bahwa Keluarga Bai dan Lin telah memiliki senjata ini. Keluarga Chen kita ... benar-benar tertinggal."


Chen Zhi menghela napas. Mereka sudah berusaha untuk mendapatkan senjata ini dengan beberapa koneksi, tapi tetap saja hasilnya nihil.


Tetua meneliti senjata itu. Awalnya ia merasa tak asing, tapi setelah ingat, dia sungguh terkejut. Ia ingat bukankah ini adalah senjata yang diberikan Ling tadi?


Tetua mengeluarkan senjata yang diberikan Ling dam membandingkan dengan gambar yang ada di komputer. Setelah diperiksa lebih teliti, masih ada sedikit perbedaan. Ia menjadi lebih tenang.


Baru saja ia merasa hampir gila. Lagipula, senjata nuklir seperti itu tak dapat ditemukan dengan mudah oleh keluarga besar. Bagaimana mungkin itu ditemukan oleh Ling?


"Apa itu?" tanya Chen Zhi.

__ADS_1


Ketika melihat dengan jelas senjata itu, Chen Zhi terkejut, "Tetua! Darimana Anda mendapatkan itu?"


"Chen Ling yang memberikannya padaku. Pasti itu berasal dari wilayahnya. Aku dengar ini disebut dengan pistol," jawab tetua karena tahu apa yang dipikirkan Chen Zhi.


Mendengar ini, rasa gembira Chen Zhi redup. Ia berkata, "Baiklah, biarkan departemen senjata mempelajari itu. Bagaimanapun ... itu sangat mirip."


Wajah Chen Zhi lebih tenang dari sebelumnya. Ia tak banyak berharap dengan senjata dari Ling. Ia hanya berkata, "Aku dengar Zhuo Shiaonian akan kembali. Aku akan menghubunginya. Jaga Keluarga Chen untuk beberapa hari ke depan."


*


Chen Kai kembali ke kamarnya. Ia merasa sedikit tertekan.


"Tidak perlu marah karena orang luar. Sebanyak apa pun sumberdaya yang diberikan padanya, ia tak akan bisa melampauimu. Kau adalah garis keturunan langsung. Ayahmu dan tetua tak akan sebodoh itu," ucap Nyonya Chen dengan tenang.


"Lihatlah mereka begitu baik dengannya. Mungkinkah Ling adalah putra haram Ayah?" ucap Chen Kai dengan ekspresi kesal. Semakin dipikirkan, dia semakin percaya. Jika tidak, mengapa Chen Zhi begitu memperhatikannya?


Nyonya Chen ingin menghibur Chen Kai, tapi ia menjadi ragu karena ucapan anaknya.


"Aku akan menyelidiki masalah ini. Aku dengar dari Bai Chengsi jika ada badan intelijen rahasia di luar negeri. Aku akan mencoba menghubungi mereka," ucap Chen Kai.


Nyonya Chen tidak menolak.


Menurut informasi yang didapat Chen Kai, badan intelijen ini baru saja didirikan. Sebagian orang di dalamnya masih orang biasa, tapi tingkat keamanannya lebih baik berkali-kali lipat daripada keluarga besar. Bahkan, Bai Chengsi tak mengenal orang dibaliknya.


Ia ingin tahu latar belakang Ling. Ia ingin tahu segala informasi tentang Ling. Jadi, ia memberi petunjuk dengan mengirim pesan bahwa Chen Ling berasal dari Kota Bayangan yang bersekolah di Akademi Bintang.


*


Di sisi lain, Ling sudah kembali ke asrama. Jelas sekali jika teman sekamarnya memperlakukannya dengan lebih baik.


"Junior, jika kau membutuhkan sesuatu, cari saja kami. Kami akan melakukan yang terbaik untuk membantumu," ucap Zhuo Yao Shi sambil tersenyum.


Karena Ling di bawah perlindungan Chen Kai, mereka tak berani mengabaikannya. Posisi Chen Kai di akademi tak bisa diremehkan, jadi sikap mereka masih dibilang wajar.


Mendengar ini, Ling berhenti sejenak dan menatap mereka, "Tak perlu membantu. Cukup jangan ganggu aku saat di asrama."


Nadanya dingin. Dua sepupu itu tercengang.


"Junior baru itu begitu sombong?" sepupu Zhuo Yao Shi membelalak.


Zhuo Yao Shi mengangguk, "Tapi ... sebenarnya dia agak keren!


*


Di malam hari, di kantin akademi.

__ADS_1


Ling dan Liam bertemu. Tidak ada lagi meja kosong untuk mereka berlima. Namun, saat mereka akan pergi, sekelompok murid baru tak jauh dari sana langsung memberikan lima tempat duduk pada mereka.


"Bos Chen! Duduklah di sini!" panggil mereka.


Awalnya, Ling tidak tahu jika mereka memanggilnya. Namun, saat Liam memberitahunya, barulah ia sadar, "Mereka ... memanggilku? Sejak kapan aku menjadi bos?"


Jun Ye Li meliriknya dan menjawab, "Itu karena perkelahianmu dengan senior Bai kemarin. Beberapa senior mencarimu untuk membentuk tim. Pergilah ke forum akademi dan lihat sendiri. Bos super telah muncul di kalangan murid baru. Aku dengar, selama ini selalu seniorlah yang menindas murid baru. Ling, kau harapan semua murid baru!"


Ling hanya diam.


*


Pada saat yang sama, tak jauh dari mereka.


Zhuo Yao Shi dan sepupunya sedang berkumpul dengan teman sekelasnya. Saat mereka melihat pemandangan ini, mereka terkejut, "Murid baru itu sangat populer?"


"Mengapa? Kalian berdua tidak tahu? Murid baru itu kemarin menjatuhkan Bai Chengsi. Kau tahu dia, kan? Dan yang lebih penting lagi, Keluarga Bai tak mencarinya karena masalah ini," jawab teman sekelasnya.


"Dia benar-benar bisa menjatuhkan Nona Bai? Sejak kapan Tuan Muda Gao begitu kuat?" Zhuo Yao Shi berseru kaget.


Dia juga telah mendengar dari tetua jika tuan muda dari Keluarga Gao adalah murid baru terkuat tahun ini. Namun, seharusnya ia tak bisa mengalahkan Bai Chengsi, apalagi ada Bai Xiaoqi di belakangnya. Bukankah dia takut?


"Bukan Tuan Muda Gao! Itu adalah murid baru yang di sana!" ucap temannya sambil menunjuk Ling.


"Dia adalah berlian yang muncul tahun ini. Banyak keluarga besar yang ingin merekrutnya," lanjut teman sekelas Zhuo Yao Shi.


"Bagaimana mungkin? Dia adalah teman sekamarku!" ucap Zhuo Yao Shi terkejut.


"Teman sekamar? Murid baru itu bukan orang biasa. Yao Shi, bisakah kau membantuku untuk bicara dengannya? Tetua kami selalu ingin bertemu dengannya, tapi kami tak tahu bagaimana caranya," ucap teman sekelasnya lagi.


Zhuo Yao Shi tak bisa berkata-kata lagi. Pikirannya hanya memutar-mutar pada kalimat ia mengalahkan Bai Chengsi.


Apakah berarti kekuatannya berada di kelas tiga?


Murid baru yang langsung ke kelas tiga?


*


Ling menghabiskan makanannya dengan cepat dan segera meninggalkan kafetaria. Ia membawa sebotol air. Sepanjang ia berjalan, ia ditatap oleh begitu banyak mata. Bagaimanapun ia mencoba tidak peduli, tetap saja ia merasa tidak nyaman.


Saat ia baru beberapa langkah, ia mendengar suara gaduh.


"Apa Anda berani menindas kami? Apa Anda pikir Anda sangat kuat? Jika berani, temui Bos Chen kami!" ucap seorang anak laki-laki.


Suara lainnya juga berkata, "Kalian ingin menindas kami? Saat Bos mami datang, dia pasti akan menghajar kalian!"

__ADS_1


__ADS_2