
Di sisi lain, Luo Qianzhou masih memandang Ling tanpa berkata-kata. Ling menghela napas dan mendorong Luo Qianzhou menjauh darinya.
Saat itu, Bo Shin dan tetua ketujuh menghampirinya.
"Ini adalah tetua ketujuh," ucap Bo Shin memperkenalkannya pada Ling.
Ling juga memperkenalkan diri sambil tersenyum. Tetua ketujuh menyapa dengan hormat. Ia awalnya tak memperhitungkan Ling, sampai ia melihat Ling di arena pertempuran tadi.
"Tuan Muda, aku akan membawamu ke tempat tinggal yang sudah diatur Tuan Bo. Mulai sekarang tak ada yang berani menyinggungmu," ucap Bo Shin yang juga tahu hasil kompetisi itu.
"Kita bisa pergi sekarang?" Ling mengangkat alisnya.
Saat ini, tetua ketujuh angkat bicara, "Kalau itu Tuan Muda, tentu saja bisa."
Ling adalah putra Bo Minghao. Bahkan jika ia tak ikut kompetisi hari ini, tak akan ada yang berani mempersulitnya. Orang-orang mengatakan Keluarga Bo gila, tapi tetap tak ada yang bisa dibandingkan dengan Bo Minghao.
"Kalau begitu, kau ikut aku," ucap Ling pada Luo Qianzhou.
Tetua ketujuh melirik Luo Qianzhou. Ternyata ia adalah keluarga biasa. Namun, ia tahu tetua pertama tak ingin berdebat dengan Ling. Jadi, dia hanya menjawab, "Kalau begitu, aku akan melapor pada tetua pertama nanti."
Bo Shin memimpin jalan menuju kediaman Ling. Jelas sekali kedudukan Bo Shin dan Bo Minghao tidak rendah. Setiap Bo Shin lewat, selalu ada yang menyapanya dengan hormat.
Mereka tiba di kediaman yang sudah disiapkan untuk Ling. Mereka bertiga duduk di taman. Bo Shin juga menjelaskan tentang orang-orang di Keluarga Bo.
Saat itu, seorang penjaga melapor jika Nyonya Bo ingin menemui Ling.
Ling mengetuk meja. Ia menjawab, "Bilang saja aku tidak ada."
Itu adalah penjaga yang dipercaya Bo Minghao. Mendengar perintah Ling, ia tak mengatakan apa pun. Ia segera menemui Nyonya Bo.
"Apa akhir-akhir ini Nyonya Bo mencarimu?" tanya Bo Shin dengan ekspresi agak muram.
Ling memeriksa ponselnya dan berjalan ke pintu, "Aku bisa menolak menemuinya, tapi aku juga harus mengingatkan orang-orang di sekitarku agar tak terlalu dekat dengan Nyonya Bo."
Meski ia tidak tahu alasannya, Bo Shin tak keberatan.
"Luo Qianzhou, kan? Kenapa kau tak mengikuti Tuan Muda?" Bo Shin melirik Luo Qianzhou yang masih berdiri di depannya.
Luo Qianzhou segera mengejar Ling.
Bo Shin kemudian memandang penjaga di sampingnya, "Dan kau? Kau buta?"
Penjaga itu juga segera mengejar Ling.
__ADS_1
*
"Tuan Muda Chen, apa yang akan Anda lakukan di sini?" tanya Luo Qianzhou yang mengikuti Ling. Ia mengubah panggilannya pada Ling setelah kompetisi berakhir.
Penjaga yang mengikuti Ling juga bingung. Padahal banyak yang iri padanya karena ia yang diperintahkan untuk mengawal Ling. Mereka semua mengatakan jika Ling memiliki masa depan cerah. Namun, setelah sekian lama mereka mengelilingi pulau, akhirnya mereka hanya berhenti di sebuah desa kecil di dekat pantai.
"Apa kau warga di desa ini?" tanya Ling. Ia berjongkok dan bicara pada seorang anak kecil.
Awalnya anak itu tak ingin berinteraksi dengan orang asing, tapi saat melihat pakaian penjaga di belakang Ling, ekspresinya langsung menjadi hormat, "Ya, Tuan Muda."
Ling tersenyum hangat dan menepuk kepala anak itu, "Ingat ini. Katakan pada keluargamu agar pergi jalan-jalan dua hari lagi."
"Hah?" anak itu tidak mengerti, tapi orang-orang dari Keluarga Bo adalah dewa di mata mereka. Jadi, anak itu mengangguk patuh.
Ling berdiri. Ia memberikan permen kepada anak itu dan tersenyum, "Anak pintar. Ayo pergi."
"Luo Qianzhou, kau bilang di mana rumahmu?" tanya Ling tiba-tiba.
"Di daerah selatan pulau," jawab Luo Qianzhou. Ia menunggu Ling bertanya lagi, tapi Ling tak mengatakan apa pun.
Kemudian, mereka lanjut berjalan-jalan mengelilingi pulau. Bahkan Ling membeli beberapa aksesoris unik dari Pulau Bo.
Ini membuat orang yang mengawasinya tenang.
*
Penjaga yang mengawasi Ling segera melapor pada tetua ketujuh.
"Ia hanya bicara dengan beberapa orang?" tetua ketujuh merenung sejenak.
"Cari beberapa orang lagi dan awasi orang yang pernah bicara padanya," ucap tetua ketujuh melirik penjaganya.
"Tetua ketujuh, mengapa kau harus melakukan ini? Ini adalah Pulau Bo. Memangnya apa yang akan terjadi?" tanya tetua kedua yang tak terlalu memikirkan Ling.
Tetua ketujuh mengabaikannya. Ia kembali memberi perintah, "Gambarkan semua tempat yang pernah dilihat Tuan Muda. Laporkan juga siapa saja yang bicara padanya."
Tetua ketujuh merasa Ling tak mungkin melakukan hal membosankan. Pasti ada alasan dia melakukan itu.
Penjaga itu patuh dan segera pergi.
Tetua kedua tak berkomentar lagi tentang hal itu. Ia berkata, "Tuan Tua akan segera kembali. Dengan adanya Chen Ling, sepertinya ia akan menemuinya. Persiapkan diri."
Tetua ketujuh hanya mengangguk.
__ADS_1
*
Keesokan harinya.
Dewan Tetua tiba-tiba mengadakan pertemuan darurat.
"Tuan Muda Chen, apa ada masalah besar?" tanya Luo Qianzhou cemas saat melihat kapten penjaga berjalan tergesa-gesa menuju kantor Dewan Tetua dengan ekspresi muram.
Ling memasukkan tangannya ke saku. Ia melambai pada adik Bo Shin yang baru saja dia kenal kemarin, yaitu Bo Angling, "Mungkin saja. Angling, ayo bermain bersama."
Saat itu, ia memberikan permen pada Bo Angling.
Penjaga di belakangnya tertegun melihat permen itu. Ia bukan iri karena sebuau permen, tapi karena energi kultivasi di dalam permen itu. Saat itu ia memakan permen pemberian Ling, dan hari itu juga, ia yang macet di level dua akhirnya berhasil menembus level tiga.
Hal ini yang membuatnya semakin menghormati Ling.
*
Di kantor Dewan Tetua.
Tetua pertama memandang semua orang di sana dengan serius, "Aku yakin semua orang sudah tahu apa yang terjadi akhir-akhir ini. Kelompok tak dikenal ini terlalu sombong. Tadi malam, hampir 50 orang dari tiga desa berbeda di Pulau Bo menghilang secara misterius. Keluarga Bo tak bisa membiarkan ini terus terjadi."
Tetua ketujuh melihat kertas di tangannya yang berisi daftar orang hilang.
Melihat nama-nama itu, tangannya bergetar.
"Tetua ketujuh, ada apa?" tetua ketiga khawatir melihat keadaannya.
Tetua ketujuh tak bisa menjawab. Ia tetap bergetar membaca isi kertas itu. Nama desa ... dan nama orang-orang yang menghilang hampir sama seperti yang dilaporkan penjaga tentang pergerakan Ling.
Tetua pertama telah bekerja keras mencari 50 orang ini, tapi tak bisa ditemukan sampai sekarang. Masalah ini juga ditutup rapat. Selain Dewan Tetua, hampir tidak ada lagi yang tahu.
"Tetua pertama, sepertinya Tuan Muda Chen dapat membantu masalah ini. Kirim orang untuk mencarinya," ucap tetua ketujuh.
"Tuan Muda Chen? Memangnya apa yang dia ketahui?" tetua pertama mengangkat alisnya.
Tetua ketujuh menjawab, "Sebagian besar nama-nama orang di daftar ini telah diingatkan oleh Tuan Muda untuk membawa keluarganya menjauh dari desa."
"Apa kau yakin? Jika dia memang sudah tahu hal ini akan terjadi, mengapa dia tidak memberitahumu?" tetua pertama menatap tetua ketujuh curiga.
"Tapi, tetua pertama ...," tetua ketujuh melihat semua orang jelas tidak percaya padanya. Ia tak bisa melanjutkan ucapannya. Ia juga masih waspada dengan Ling. Ling pasti memiliki beberapa rahasia. Bahkan Bo Shin menghormati Ling lebih dari dia menghormati tetua.
"Baiklah, tetua ketujuh, sepertinya kau lelah. Istirahatlah dan kirim lebih banyak orang untuk melindungi Tuan Muda Chen. Sepertinya kelompok ini juga mengincar jenius dari Keluarga Bo," ucap tetua pertama.
__ADS_1
Setelah itu ia melirik penjaga di belakangnya, "Pergilah dan panggil Tuan Muda Bo Yushen ke sini."