Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Pergi dengan Jet Tempur Kapanpun Dia Mau


__ADS_3

Keluarga Bai tidak ikut dalam acara jamuan. Kebetulan, Bai Xiaoqi pulang hari ini. Jadi, mereka memilih makan malam bersamanya.


"Kepala akademi, mengapa Anda kembali bersama kakakku?" tanya Bai Chengsi bingung.


Ekspresi kepala akademi terlihat lesu. Ia menjawab, "Yah, itu karena guru ramuan. Aku dengar ada master ramuan misterius di akademi, jadi aku sedikit takut. Namun, kebetulan sekali aku bertemu dengan kakakmu. Kakakmu ini sangat kaya. Bahkan dia bisa pergi dengan jet tempur kapanpun dia mau."


Kepala akademi memandang Bai Xiaoqi dengan tatapan cemburu.


Bai Xiaoqi tersenyum lembut. Ia tahu jika kepala akademi hanya bercanda. Jadi, ia tak menjawab apa pun.


Bai Chengsi kembali bertanya, "Apa Anda sudah memeriksa 'bos' itu?"


Kepala akademi menggeleng, "Aku tidak bisa melakukan apa pun lagi."


Saat mereka berbicara, Nyonya Bai menghela napas, "Murid baru tahun ini pasti luar biasa semua. Tak hanya bos, tapi muncul juga master ramuan misterius."


Mendengar ini, tangan Bai Xiaoqi yang memegang makanan berhenti, tapi tak ada yang melihat ini.


Bai Chengsi langsung sadar setelah mendengar ucapan Nyonya Bai. Memang benar, hal-hal luar biasa terjadi saat murid baru masuk ke akademi.


"Bu, aku dengar dari Na Ri Ibu pingsan lagi. Apa Ibu tidak mendengarkanku dan sering keluar rumah?" tanya Bai Xiaoqi saat mengingat masalah ini.


Nyonya Bai merasa tidak enak hati. Ia menjawab, "Na Ri hanya tahu mengadu. Namun, aku mendapat hikmah dari masalah itu. Aku bertemu Tuan Muda Wei yang menyelamatkanku. Jadi, aku tak perlu khawatir lagi dengan penyakitku 3 tahun mendatang."


"Tuan Muda Wei?" tanya Bai Xiaoqi bingung.


"Yap. Namun, sayang sekali, kami tak bisa menemukannya. Padahal kami sudah menyelidiki dengan detail," jawab Nyonya Bai. Ia merasa sedikit menyesal.


Bai Xiaoqi tak bertanya lagi. Ia mengangguk dan berkata, "Aku akan membawa Ibu ke Asosiasi Dewa Ramuan beberapa hari lagi. Ibu harus tetap diperiksa."


"Jangan buang-buang waktu. Aku baik-baik saja," jawab Nyonya Bai meletakkan sumpitnya.


Bai Xiaoqi tak bicara lagi.

__ADS_1


Di sisi lain, kepala akademi juga penasaran, "Nyonya, Anda bilang penyakit itu tidak akan kambuh dalam 3 tahun?"


Ia cukup terkejut mendengar ini. Ia sedikit tahu kondisi Nyonya Bai. Orang dari Asosiasi Dewa Ramuan saja hanya bisa meredakan penyakitnya untuk beberapa hari, tapi orang yang tak sengaja lewat bisa membantunya untuk 3 tahun ke depan.


"Benar sekali. Dokter dari Asosiasi Dewa Ramuan telah memeriksaku tadi malam. Ia mengatakan jika itu benar. Ah, sayang sekali aku tak dapat menemukan pemuda itu," jawab Nyonya Bai.


"Bagaimana bisa, Bu? Ibu tidak ditipu, kan?" tanya Bai Chengsi yang juga penasaran.


"Chengsi, jangan bicara begitu lagi. Tuan Muda Wei adalah penyelamatku. Jika bukan karena dia, mungkin kau sedang memeluk guci abuku sekarang," jawab Nyonya Bai dingin.


"Benar, tapi ini memang aneh. Orang dari Asosiasi Dewa Ramuan tak bisa melakukan itu, tapi pejalan kaki yang tak sengaja lewat bisa melakukannya," jawab kepala akademi melirik Bai Chengsi.


Sedangkan Bai Chengsi tak berani bicara lagi setelah mendengar kata 'abu'. Jika ayahnya tahu dia membuat ibunya mengatakan ini, ia pasti akan dibakar hidup-hidup.


Bai Xiaoqi yang sejak tadi diam, ia meletakkan tisu bekas menyeka mulutnya, dan berkata, "Aku kenal dengan satu orang yang lebih hebat dari Asosiasi Dewa Ramuan."


"Oh, siapa itu?" tanya Nyonya Bai dan kepala akademi.


Bai Xiaoqi tersenyum misterius, "Nanti kalian akan mengenalnya."


Keluarga Bai hanya memiliki dua jet. Satu untuk kepentingan umum dan satu lagi untuk Nyonya Bai. Namun, Bai Xiaoqi selalu menggunakan jet tempur kemana pun ia pergi. Dia terlalu kaya dan lebih menonjol daripada Asosiasi Dewa Ramuan.


"Kebetulan aku kenal seseorang yang ahli dalam bidang ini," jawab Bai Xiaoqi memikirkan Ling. Namun, ia tak menyebutnya.


Setelah selesai makan, semua orang kembali beraktivitas sesuai jadwal mereka. Sedangkan Bai Xiaoqi mencari Bai Chengsi untuk bertanya tentang Ling.


Bai Chengsi kaget saat Bai Xiaoqi menyebut nama Ling. Ia berkata, "Kakak, apa maksudmu? Bukankah kau tak peduli padanya?"


"Kapan aku mengatakannya? Jadi, apa kau melakukan sesuatu padanya?" tanya Bai Xiaoqi lagi.


"Ini," ucap Bai Chengsi menunjukkan ponselnya.


"Kau berkata jangan khawatirkan dia. Artinya kau tak peduli dengannya, kan?" ucap Bai Chengsi.

__ADS_1


Bai Xiaoqi tak ingin menjelaskan. Ia berkata, "Jawab dengan jujur. Apa yang kau lakukan padanya?"


Bai Chengsi menghela napas berat, "Aku tak melakukan apa pun. Aku menasehatinya tapi dia tak mendengarkanku. Untuk apa aku peduli dengannya lagi? Aku hanya membiarkannya melakukan apa yang dia mau."


"Kau tak membantunya? Apa kau benar tak melakukan apa pun?" tanya Bai Xiaoqi untuk memastikan.


Walau keluarganya tidak tahu siapa Ling, tapi dia tahu betul identitas Ling. Jika saja Bai Chengsi tahu jika Ling yang memberikan ramuan tingkat tinggi pada keluarga mereka, apa dia masih berani bicara seperti itu? Selain itu, ia juga menduga, jet tempur yang selama ini ia gunakan ada hubungannya dengan Ling. Tidak hanya itu, Ling juga kakak iparnya. Jika Bai Chengsi menyinggung Ling, Bai Xiaoqi akan lebih dulu menyiksanya bahkan tanpa disuruh Zhuo Xia.


"Kak, aku memang tak melakukan apa pun. Kau bilang jangan ikut campur, jadi aku diam saja. Kalau aku tahu ternyata kau masih peduli padanya, aku pasti membantunya. Jika sudah begini, aku tak tahu bagaimana keadaannya," jelas Bai Chengsi cemberut.


Dia juga agak menyesal karena marah dengan Ling. Dia memikirkan bagaimana nasib Ling di tangan Keluarga Zhuo. Lagipula, kelihatannya kakaknya tertarik dengan Ling. Sebagai adik, ia pasti akan mendukung.


Ia lanjut berkata, "Kak, aku bersumpah tak melakukan hal buruk padanya. Lain kali, aku akan memperlakukannya seperti kakak iparku. Aku pasti akan mengawasinya di akademi."


"Nona Muda, kepala keluarga sudah kembali. Dia ingin Anda menemuinya di ruang belajar," ucap pelayan dari luar.


"Baiklah. Oke, kau bisa pergi," ucap Bai Xiaoqi menatap Bai Chengsi. Ia tahu bagaimana pun Bai Chengsi, ia pasti tak akan mengingkari ucapannya sendiri.


Bai Chengsi kembali ke kamarnya.


Biasanya ia akan menonton video favoritnya dan tahan berjam-jam di kamar. Namun sekarang ia tak tenang. Ia memikirkan nasib Ling. Pasti sulit bertahan di luar negeri karena ia berasal dari kota kecil. Apalagi lawannya kali ini adalah Asosiasi Dewa Ramuan. Mereka sama sekali tak seimbang.


Setelah berpikir cukup lama, ia menemui kepala pelayan, "Kepala pelayan, tolong hubungi Asosiasi Dewa Ramuan."


Kepala pelayan segera bergerak. Ia menghubungi Asosiasi Dewa Ramuan dan memberikan ponsel pada Bai Chengsi.


Bai Chengsi segera menjelaskan tujuannya. Ia juga membawa nama Bai Xiaoqi agar mereka mau membantunya.


Namun, orang di Asosiasi Dewa Ramuan terdiam saat Bai Chengsi menyebutkan masalah Ling.


"Kalian tak bisa lagi memberi wajah untuk kakakku?" tanya Bai Chengsi bingung. Padahal Bai Xiaoqi sangat berpengaruh di luar negeri.


Pihak lain segera bicara, "Bukan begitu, Nona Kedua. Apakah ... Anda tidak melihat berita baru-baru ini? Nona, carilah di internet. Nanti Anda akan tahu jawabannya."

__ADS_1


Orang dari Asosiasi Dewa Ramuan memutus panggilan.


__ADS_2