Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Menjadi Orang Biasa Seumur Hidup


__ADS_3

Bai Chengsi memandang Ling dan teringat ucapan Bai Xiaoqi. Jika sesuatu terjadi pada Ling, dia pasti akan dibunuh. Walau Bai Chengsi tidak menyukai Ling, tapi dia pasti menepati janji untuk menjaganya. Selain itu, meski tindakan Ling bodoh, ia tetap kagum karena Ling mau mengorbankan diri untuk teman-temannya.


Jadi, dia mengejar Ling.


Setelah Bai Chengsi pergi, Chen Kai masih berdiri di sana. Orang di sebelahnya merasa aneh. Padahal di mana ada Chen Kai, disitu ada Bai Chengsi. Lalu mengapa Bai Chengsi mengejar pria lain?


"Ada apa dengan Nona Bai?" tanya orang itu.


Ekspresi Chen Kai juga berubah. Ia tak mengerti apa yang dilakukan Bai Chengsi. Namun, perhatiannya teralihkan saat seseorang mengatakan jika Zhuo Shiaonian mencarinya.


*


Bai Chengsi akhirnya bisa menghentikan Ling. Ia sampai terengah-engah karena Ling jalan begitu cepat.


"Ada apa?" tanya Ling datar.


Bai Chengsi lagi-lagi merasakan perasaan aneh. Namun, ia segera menekan perasaan itu. Ia berkata, "Jangan mencari petugas hukum. Jika kau pergi, mereka juga tidak akan mempedulikanmu. Orang di belakang mereka juga tidak akan melepaskanmu. Kembali dulu. Chen Kai ada benarnya. Kau tak bisa menyinggung mereka berkali-kali."


Ling tahu Bai Chengsi tak akan mendengarkan apa pun yang akan dia katakan. Jadi, ia menjawab, "Aku dengar Keluarga Bai sangat kuat, kan? Dan, Bai Xiaoqi ... aku dengar dia juga kuat. Apa menurutmu dia bisa melakukan sesuatu. Oh! Aku tidak akan mencari petugas hukum. Bagaimana kalau aku mencari Bai Xiaoqi saja? Dia pasti bisa menyelesaikan ini, kan?"


Mendengar ini, Bai Chengsi meledak, "Beraninya kau ingin kakakku ikut campur? Walau kakakku kuat, dia bukan yang paling kuat! Banyak orang yang ingin dia jatuh! Dan kau ingin dia membantumu menyinggung seseorang? Kau masih punya otak, kan? Aku memang gila karena mengejar dan menasehatimu!"


Bai Chengsi pun pergi dengan emosi. Namun, ia akan tetap menemui Bai Xiaoqi untuk membicarakan hal ini. Tapi, ia tak ingin bicara dengan Ling lagi. Menurutnya, Ling hanya bajingan yang berlindung di balik kakaknya.


Ling berdiri di sana melihat Bai Chengsi pergi. Kemudian, senyum di wajahnya menghilang. Saat ini, ia akan menjemput Walikota Jun lebih dulu. Saat berjalan, ia mengirim pesan pada A Shui untuk memintanya mengirim informasi tentang Keluarga Zhuo.


Tak lama setelah Ling pergi, sebuah mobil hitam berhenti. Jendela mobil perlahan terbuka.


"Pria ini menarik. Bahkan Bai Chengsi membelanya. Selidiki dia," ucap Cheng Rui mengetuk jendela mobil.


"Siap," jawab seseorang dari dalam mobil.


*


Liam dan yang lainnya tak menyembunyikan hal ini.


Walikota Jun bergegas setelah mendengar cerita mereka. Ia pergi ke akademi dengan jet tempur yang tak tahu bagaimana bisa sampai di kediamannya. Perjalanan juga menjadi cepat. Ia merasa sangat beruntung.


"Terimakasih," ucap Walikota Jun membungkuk hormat pada pemilik jet tempur. Memiliki jet tempur di luar negeri adalah hal yang luar biasa.


"Jangan sungkan," ucap pemilik jet mundur selangkah.


Walikota Jun merasa pemilik jet tempur itu terlalu sopan padanya. Namun, saat itu ia melihat Ling datang menjemputnya. Dia merasa agak curiga.


Namun, ia tak bertanya lebih jauh dan mengikuti Ling ke akademi.


Jun Ye Li sudah sadar. Meski tubuhnya masih lemah, ia terlihat lebih baik. Saat ia melihat Ling dan Walikota Jun, air matanya jatuh, "Ling, batu giok yang kau berikan padaku diambil mereka."

__ADS_1


Ling menghela napas, "Tidak apa. Pasti akan ada yang lebih baik lagi."


Setelah itu, ia memberi isyarat agar semua orang meninggalkan ruangan.


"Putraku, aku dengar orang di balik ini tidak sederhana. Aku pikir Tuan Muda Chen tak akan tinggal diam dengan masalah ini. Bagaimana menurutmu?" tanya Walikota Jun sambil menghela napas dalam.


"Teman sekamarku berkata, jika kami mungkin telah menyinggung orang besar. Aku tak akan membiarkan Ling membelaku. Dia lah yang membuatku bisa bersekolah di sini," ucap Jun Ye Li. Ia juga menyayangkan hilangnya batu giok itu. Bukan karena itu level tujuh, tapi karena itu pemberian Ling.


"Kau benar. Dia telah membantu kita, jadi tak mungkin kita membuat masalah untuknya," jawab Walikota Jun.


Bahkan, mereka belum membalas kebaikan Ling. Karena itu, saat mengetahui hal ini, ia bergegas untuk menjenguk dan mengingatkan Jun Ye Li.


Namun saat datang, ternyata Jun Ye Li telah mengerti ini semua. Hatinya pun menjadi sakit melihat putranya harus menanggung ini sendiri.


Mendengar ini, Ling hanya tersenyum, "Gao Yu Xi, siapkan tempat tinggal untuk Paman Jun."


Gao Yu Xi segera melakukan perintah Ling.


Setelah itu, Ling kembali ke kamarnya. Ia mengunci pintu dan membuka laptopnya. A Shui telah mengumpulkan beberapa informasi dari Bo Xue Ning dan mengirimkannya.


Ling melihatnya dengan dingin.


Meski ia tinggal di wilayah yang mengandalkan kekuatan untuk mengancam seseorang, ia tak merasa dirugikan. Bahkan saat ia terlahir kembali di Kota Urban ataupun tinggal di Kota Bayangan, Ling selalu bisa melakukan apa yang dia inginkan.


Saat ia melihat-lihat dokumen, ia menelepon Mei Mengyi untuk menanyakan perkembangan pembuatan senjata nuklir terbaru. Biasanya, ia tak peduli dengan hal itu karena ia sendiri sudah tahu bagaimana hasilnya.


Jadi, Mei Mengyi bingung dan bertanya.


Mei Mengyi bergumam, "Siapa yang berani mengganggu raja iblis ini?"


Setelah itu, Mei Mengyi mendesak semua pekerja untuk segera menyelesaikan pembuatan senjata itu.


*


Kantor penegakan hukum.


Ling segera mengutarakan maksud kedatangannya.


Saat petugas mendengar keluhannya, ia menjawab, "Kau ingin bertemu kapten? Apa kau pikir bisa bertemu kapten sesuka hati? Pergi sana!"


Petugas itu telah mendapat peringatan dari Keluarga Zhuo. Jadi, ia tak berani ikut campur dalam hal ini.


"Jadi, kalian akan mengabaikan masalah ini?" tanya Ling tenang.


"Apa kau tuli?" ucap petugas itu.


"Baiklah," Ling tersenyum miring.

__ADS_1


Tepat saat ia akan pergi, seseorang bertanya dari belakang, "Apa yang terjadi?"


Ekspresi petugas itu langsung berubah, "Kapten Cheng!"


Cheng Lan mengangguk dan melihat ke arah Ling. Ia merasa tidak asing, "Kenapa kau di sini? Orang biasa tak diizinkan masuk."


Ling menatap balik orang itu. Ia menjawab, "Aku dengar ini adalah tempat untuk mencari keadilan bagi orang biasa. Saudaraku terluka tadi malam. Ia adalah murid di Akademi Bintang dan memiliki masa depan cerah. Namun, orang yang menyerangnya menghancurkan semua kerja kerasnya selama ini dan ia menjadi orang biasa seumur hidup."


Ling tak berbohong. Jika bukan karena dia, maka Jun Ye Li tak akan mengalami hal ini. Keluarga Zhuo tahu jika lukanya hanya dapat diobati dengan ramuan level tinggi. Karena mereka mengetahui jika Jun Ye Li berasal dari kota biasa, mereka memperkirakan ia tak akan mendapat ramuan seperti itu. Jadi, Jun Ye Li akan tetap menjadi orang biasa.


"Menjadi orang biasa seumur hidup?" Cheng Lan berhenti. Ia merasa kejadian ini sangat tragis. Ia pun merasa kasihan.


Dia berkata pada orang di sebelahnya, "Cheng San, bawa dia masuk dan proses kasus ini."


Cheng San mengangguk.


Dia adalah jenius yang ditemukan Cheng Lan. Ia juga sudah menyelidiki banyak kasus bersama Cheng Lan. Jadi, saat mendengar cerita Ling, dia agak marah. Cheng San membenci orang-orang yang mengandalkan kekuatan untuk terbebas dari hukum. Saat mendengar cerita Ling, ia semakin membenci orang-orang seperti itu.


"Tuan Chen, jangan khawatir. Aku pasti akan membantumu menyelidiki masalah ini sampai akhir," ucap Cheng San bertekad.


Ia pun segera mengetik semua kesaksian Ling. Setelah itu, ia akan pergi ke tempat kejadian untuk mencari bukti dan saksi yang ada.


Namun, sebelum dia pergi, perwira tertinggi, Yiqin Zhao, datang.


"Cheng San, apa yang akan kau lakukan?" tanya Yiqin Zhao.


"Aku akan mencari saksi," ucap Cheng San sambil mengangkat dokumen kasus itu.


Yiqin Zhao tahu jika dia adalah bawahan Cheng Lan. Walau dia hanya seorang kapten, tapi orang di belakangnya sangat kuat. Jadi, ia tak berani bicara kasar. Ia berkata dengan lembut, "Cheng San, aku yang akan mengambil alih kasus ini. Kau tidak perlu repot."


"Anda?" tanya Cheng San. Meski dia ragu, dia tetap tak berani menolak karena Yiqin Zhao adalah atasannya.


Cheng San pun memandang Ling, "Tuan, kasus ini akan ditangani oleh atasan saya. Jika Anda butuh sesuatu, panggil saya saja."


Ling tersenyum pada Cheng San. Ia tahu Cheng San berniat baik.


Setelah Cheng San pergi, ia menatap Ling sinis, "Kau ... Chen, kan? Katakan, siapa yang akan kau tuntut? Apa kau punya bukti?"


Sebelum menemui Ling, ia sudah berdiskusi dengan Tuan Muda Zhuo. Jadi, saat ini, ia hanya berusaha memberi tekanan pada Ling. Ling adalah orang luar. Tentunya ia tak memiliki dukungan apa pun. Apalagi Jun Ye Li, jika dia pun dibunuh, maka tidak ada yang akan buka mulut.


Saat itu, Pulau Bintang ingin menghancurkan sebuah kota, tapi tak ada yang berani melawan mereka. Jadi, ini alasan Tuan Muda Zhuo dan Yiqin Zhao menganggap Ling mudah diintimidasi.


Namun, mereka tidak tahu siapa Ling.


Jika saja mereka tahu jika orang-orang Pulau Bintang pergi ke Kota Bayangan dan akhirnya mereka dimusnahkan oleh pemuda di depan mereka yang tampak tidak mengancam, mereka pasti akan lari ketakutan.


"Kau ingin kami menyelidiki itu? Atas dasar apa?!" Yiqin Zhao melempar dokumen kasus itu dan memecahkan pulpennya. Biasanya, orang-orang akan gemetar ketakutan saat ia melakukan ini.

__ADS_1


Namun, tanpa diduga, Ling tidak hanya berani, tapi dia juga masih bisa tersenyum, "Tuan Yiqin, mereka melukai saudaraku dan aku ingin menuntut Keluarga Zhuo. Apa kalian akan ikut campur?"


Melihat Ling tak takut sama sekali, ia mengerutkan keningnya. Kemudian ia bertanya, "Apa kau dari luar negeri?"


__ADS_2