Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Kebetulan Kau Bertanya Padaku


__ADS_3

Ling agak merasa tidak asing, "Tunggu, apa kau tahu namanya?"


Mendengar pertanyaan Ling, Chen Yuai sedikit mendongakkan dagunya, "Jika kau menanyakan pertanyaan ini pada orang lain, mungkin mereka tidak ada yang tahu. Tapi kebetulan kau bertanya padaku dan aku tahu. Kau tahu Nona Zhuo Shiaonian yang berasal dari Asosiasi Dewa Ramuan di luar negeri, kan? Dokter Zhuo itu adalah dia. Aku tak pernah menyangka keterampilan medisnya ternyata begitu luar biasa."


Setelah mendengar jawaban Chen Yuai, Ling tahu jika tebakannya benar. Ternyata itu memang Zhuo Shiaonian. Tanpa diduga, Zhuo Shiaonian telah menggemparkan luar negeri selama setahun terakhir.


Namun, sekarang bukan waktunya untuk membicarakan hal ini. Ling melihat kearah pemuda yang tergeletak di tanah dengan ekspresi serius. Dia tahu apa yang Tuan Shangxuan ingin dia lakukan.


"Aku tidak tahu tentang pengobatan meskipun aku sudah bertanya pada guru. Selain itu, guru berkata jika ramuan tidak akan berpengaruh untuk sepupu, kecuali itu ramuan tingkat tinggi," ucap Shi Jiu. Sebenarnya ia tidak tega mengatakan ini saat melihat tatapan penuh harap dari bibinya.


Benar saja, wajah bibinya langsung muram. Matanya kembali meredup.


Memang selalu terjadi hal seperti ini. Ramuan dan keterampilan medis memiliki beberapa perbedaan.


Karena Shi Jiu semakin tidak tega, ia kembali berkata, "Namun, aku memiliki beberapa koneksi dengan Keluarga Xiao. Aku akan bertanya pada mereka apakah mereka bisa meminta Dokter Zhuo untuk menyelamatkan sepupu."


Mendengar ucapannya, mata bibi Shi Jiu berbinar lagi, "Kau adalah murid Tuan Shangxuan! Kau pasti bisa melakukannya!"


Namun, Shi Jiu tidak tahu siapa Dokter Zhuo itu. Jika orang itu sangat hebat seperti gurunya, mungkin mereka akan diabaikan.


Saat mereka sibuk berdiskusi, para pelayan Keluarga Shi, termasuk Nyonya Shi, tidak ada yang berani mendekati pemuda itu. Mereka semua takut terinfeksi.


Dalam keadaan kacau ini, semakin tak ada yang mempedulikan Ling. Ketika mereka tak henti-hentinya berdebat, Ling menerobos kerumunan.


Dengan gerakan yang sangat cepat, ia berjongkok ke sisi pemuda itu dan mengeluarkan jarum perak. Ia memeriksa apakah pemuda itu masih memiliki denyut nadi.


Setelah mencoba memahaminya, ia sangat yakin jika kondisi pemuda itu mirip seperti orang dari suku Keluarga Su. Ling tak bisa mengabaikan ini begitu saja.


Melihat tatapan aneh Nyonya Shi, Ling menjawab dengan lembut, "Aku telah belajar kedokteran selama setahun. Biarkan aku memeriksa dan melihat penyakitnya."


Shi Jiu yang mendengar ucapannya langsung mendongak untuk melihat Ling. Namun, ia tak mengatakan apapun. Bibi Chen yang juga melihat jika seseorang bersedia untuk memeriksa putranya, ia menatap Ling dengan penuh rasa terima kasih.


Sedangkan bawahan Shi Jiu yang dikirim ke Keluarga Xiao akhirnya kembali. Ia terlihat sangat gembira, "Nona, kabar baik! Dokter Zhuo itu setuju untuk membantu memeriksanya, tetapi dia harus dibawa."


Semua orang di Keluarga Shi sangat gembira saat mendengar kabar ini, terutama bibi itu.


"Apa lagi yang kalian tunggu? Cepat siapkan mobil dan antar Tuan Muda ke Keluarga Xiao!" perintah Nyonya Shi.


"Kakak ipar, jangan khawatir. Keluarga Xiao berhasil meyakinkan Dokter Zhuo. Aku percaya Dokter Zhuo memiliki solusi," ucap Nyonya Shi mencoba menghibur.


"Ya! Cepat dan pindahkan anakku ke dalam mobil," ucap Bibi Chen dengan penuh semangat.


Orang-orang sibuk mempersiapkan kepergian ke Keluarga Xiao. Kali ini Ling kembali diabaikan. Bibi Chen yang sedetik lalu masih memandang Ling dengan tatapan penuh rasa terima kasih, sekarang ia menepis tangan Ling yang masih memegang jarum perak. Ia memarahi Ling karena menghambat penyelamatan putranya.


Melihat sifat Bibi Chen yang seperti ini, Ling tidak mengatakan apapun. Ia menyimpan jarum peraknya dan berdiri. Karena orang lain tidak ingin dia menyelamatkan seseorang, mengapa ia harus repot-repot bersikeras?


Sebagian besar orang dari Keluarga Shi pergi bersama Chen Yuai dan yang lainnya.


Ketika mereka hendak pergi, seseorang masuk dengan ekspresi serius. Ling bersandar di pintu merasa bosan.


"Nona ...," penjaga yang masuk itu melirik Ling yang bersandar di pintu. Ekspresinya terlihat sangat khawatir, tapi dia tak langsung mengatakan apa yang ingin dia katakan.


Chen Yuai melirik Ling yang sekarang sedang mengunyah daun obat. Ia terlihat sangat santai. Chen Yuai memperkirakan jarak mereka dan merasa bahwa Ling mungkin tidak akan mendengar percakapan mereka. Ia pun berkata dengan suara pelan, "Bicaralah."


Penjaga itu segera mematuhi perintahnya dan menjawab, "Kami menemukan beberapa orang yang mencurigakan, tapi kami tidak bisa menebak apa niat mereka. Masih ada 3 orang lagi dari keluarga kita yang berada di tangan mereka. Sepertinya mereka sengaja meninggalkan petunjuk."


Atmosfer berubah mencekam.


"Memalukan! Siapa orang-orang itu?" Chen Yuai berteriak dengan marah. Ia memukul meja hingga hampir menghancurkannya.


Namun, orang-orang di sana tak ada yang bisa menjawab pertanyaannya, termasuk para tetua Keluarga Shi.


Sejak virus baru meledak di luar negeri setahun yang lalu, penyakit-penyakit aneh mulai muncul. Penyakit-penyakit itu berasal dari pusat luar negeri. Selain itu, tak ada yang dapat mengidentifikasi virus apakah itu.


Di seluruh dunia, hanya Zhuo Shiaonian lah yang dapat menyembuhkan mereka yang terinfeksi.


Saat itu, ilmuwan dari Keluarga Xiao bertugas meneliti virus itu, tapi secara tidak sengaja mereka terinfeksi oleh ketiga ahli yang membawa virus itu. Situasi di kala itu sangat rumit.


Setelah tiga orang itu keluar selama sebulan, Keluarga Shi diperlakukan sebagai bahan eksperimen. Kekuatan tidak terlihat telah menyebar ke pulau mereka. Mereka secara terbuka mengisolasi Keluarga Shi.


"Nona, jangan pedulikan ketiga orang itu. Kita lebih baik menunggu orang-orang dari luar negeri datang," ucap tetua Keluarga Shi dengan suara yang dalam.


"Tetua, aku tahu apa yang Anda maksud, tapi Anda salah paham tentang mereka. Mereka ingin agar tiga orang itu tidak selamat. Jika kita benar-benar tidak menyelamatkan mereka, anggota keluarga lain di Keluarga Shi pasti akan merasa kecewa. Orang-orang itu ingin memecah-belah kita dan melemahkan kekuatan kita sedikit demi sedikit," ucap Nona lain di Keluarga Shi.


"Jadi, kita tidak hanya harus menyelamatkan tiga orang itu, tapi kita juga harus menangkap orang-orang yang terjerumus," ucap Nona itu memutuskan.

__ADS_1


*


Di luar rumah.


Ling membuang daun di mulutnya dan menutupi sinar matahari dengan tangannya. Ia tersenyum kecil.


"Tuan Muda Chen, apa yang membuat Anda tersenyum?" tanya penjaga yang diutus oleh Chen Yuai. Ia selalu melihat Ling serius. Jadi, ketika melihatnya tersenyum, ia sedikit heran.


"Oh, tidak ada," Ling memasukkan tangannya ke saku. Bibirnya masih terus melengkung membentuk senyuman sempurna, tapi ada sedikit jarak diantara alisnya. Ling terlihat agak misterius.


Namun, penjaga itu tidak berani bertanya lagi. Ia juga merasa jika pemuda yang dibawa oleh Nonanya ini sangat misterius.


*


Beberapa jam kemudian.


Pemuda yang terinfeksi sudah kembali. Katanya dia telah terinfeksi lebih dari sehari semalam dan tidak bisa diselamatkan lagi. Bahkan Dokter Zhuo itu tidak bisa menyelamatkannya.


Seluruh Keluarga Shi merasa sangat terpukul.


Tidak hanya itu, seluruh pulau juga semakin waspada. Hal ini membuat mereka semakin bertekad untuk menyelamatkan tiga orang pembawa virus itu.


Saat mereka akan pergi, mereka melihat Ling di halaman.


Saat ini, Ling sedang duduk di ayunan yang ada di sana. Ia mendesain gambar dengan laptop yang diletakkan di paha. Para penjaga yang ada di sana belum pernah melihat gambar seperti itu sebelumnya. Tak ada juga satu orang pun yang mengerti.


Penjaga yang tidak dapat menahan rasa penasarannya pun bertanya, "Tuan Muda Chen, mengapa Anda di sini?"


Sekarang hampir tengah malam. Kehadiran Ling di sini membuatnya dicurigai.


Jari-jari Ling berhenti di keyboard, tetapi ekspresi wajahnya tidak berubah sama sekali. Dengan wajahnya yang tampan, ia menoleh dan melirik mereka dengan lembut. Ia menutup laptopnya dengan santai, kemudian menjawab, "Aku tidak bisa tidur. Jadi, aku ingin melihat bintang."


"Bintang?" Chen Yuai mendongak ke langit dan hanya melihat satu bulan besar.


Matanya menyipit, "Bintang mana yang Anda lihat?"


Ling mendongak sedikit dan tersenyum. Ia terlihat sangat malas ketika menjawab, "Salah, maksudnya aku ingin melihat bulan."


Jawaban ini semakin membuatnya dicurigai. Tidak hanya Chen Yuai, bahkan Shi Jiu juga khawatir dengan orang yang dititipkan oleh gurunya ini. Ia berkata, "Mari ikut dengan kami."


"Nona ...," penjaga Shi Jiu ingin menahannya. Mereka tahu apa yang dipikirkannya. Namun, dalam keadaan seperti ini, akan lebih berbahaya jika membawa orang lain ikut.


Tapi, Shi Jiu tidak ingin berubah pikiran. Meninggalkan bom waktu seperti Ling di rumah ini, hanya akan membuatnya semakin berbahaya.


"Ini sudah sangat larut dan aku masih ingin di luar. Aku akan tidur dengan sendirinya," Ling langsung menolak mereka seolah-olah dia benar-benar tidak mau.


Mendengar jawabannya, orang-orang di sana menjadi sangat yakin dengan kecurigaan mereka.


*


Pada saat yang sama, di pulau lain, di kediaman yang tenang.


"Pulau Keluarga Xiao mengalami masalah. Apakah aku harus memberitahu Nona Zhuo?" tanya tetua Zhuo kepada Zhuo Nan dengan suara rendah. Ia melirik pintu ruang belajar yang tertutup.


Zhuo Nan menggeleng, "Aku tahu. Aku akan bersiap untuk pergi memeriksa pulau itu bersama Nona Bai. Adapun Nona Muda, akhir-akhir ini dia sangat sibuk dengan masalah Wu Shao. Seharusnya ia tidak akan mau ...."


Belum selesai kalimat Zhuo Nan, pintu ruangan tiba-tiba terbuka dan sosok yang terlihat anggun muncul. Ia menatap tetua Zhuo dengan mata hitamnya. Ia bertanya dengan suara yang dalam, "Ke mana kalian akan pergi?"


Walau tetua Zhuo tidak tahu mengapa Zhuo Xia menanyakan hal ini, ia tetap menjawab, "Kami akan pergi ke pulau Keluarga Xiao."


"Itu ... pulau itu ...," Zhuo Xia menunduk, jadi tidak ada yang bisa melihat ekspresi.


Sedangkan Zhuo Nan dan tetua Zhuo saling pandang. Mereka tidak mengerti apa yang dimaksud Zhuo Xia.


"Persiapkan diri kalian. Kita akan berangkat ke sana besok," ucap Zhuo Xia dengan rambut setelah diam beberapa saat. Kemudian ia turun.


Tetua Zhuo dan Zhuo Nan masih berdiri di sana.


"Semakin hari, Nona Zhuo semakin menakutkan," ucap tetua Zhuo yang akhirnya sadar setelah dua menit.


Zhuo Nan setuju dengannya dan menghela napas pelan, "Aku tidak tahu ke mana Tuan Muda Chen pergi. Tahun ini masih tidak ada kabar."


Mereka berdua terdiam ketika membahas ini. Mereka tahu jika mereka tidak boleh mengatakan ini di depan Zhuo Xia.


"Baiklah. Persiapkan dirimu untuk pergi bersama Nona Zhuo. Misi kali ini akan menjadi pertempuran besar," ucap tetua Zhuo.

__ADS_1


"Siapa lagi yang akan kita bawa?" tanya Zhuo Nan. Zhuo Xia tak pernah peduli dengan hal seperti ini. Biasanya, penjaga yang ikut misi diatur olehnya atau para tetua. Kali ini, penjaga harus dipilih dengan baik.


Tiba-tiba tetua Zhuo teringat sesuatu. Ia menjawab, "Bawa Long Hua."


"Dia? Kita membiarkan dia ikut dengan Nona? Tidak, tidak," ucap Zhuo Nan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa tidak? Long Hua lebih kuat daripada kalian. Saat ini, Nona Zhuo tidak bisa menggunakan kekuatan penuhnya. Lebih aman membawa dia daripada kalian," jawab tetua Zhuo melirik Zhuo Nan.


"Tapi ... Long Hua adalah ...," gumam Zhuo Nan. Ia tidak menyelesaikan kalimatnya.


Setelah memikirkan kembali ucapan tetua Zhuo, itu memang masuk akal.


Long Hua berhasil keluar dari kompetisi sumber kultivasi setengah tahun yang lalu. Selama kompetisi itu, Ling yang ditunggu-tunggu semua orang tidak muncul. Sebaliknya, Long Hua yang sangat luar biasa tiba-tiba muncul entah dari mana.


Mereka memang tidak sekuat Long Hua. Dengan adanya dia di sekitar Zhuo Xia, keamanan Zhuo Xia pasti terjamin.


Zhuo Nan menghela napas, "Tuan Muda Chen, semoga Anda segera kembali."


*


Tuan Muda Chen yang selama ini mereka tunggu-tunggu sedang bersama orang lain sekarang.


Berita-berita yang diterima oleh Keluarga Shi sangat akurat. Seperti yang mereka ketahui, ada banyak pegunungan dan jurang di pulau ini.


"Ini benar di sini. Ayo pergi," ucap salah satu penjaga Keluarga Shi yang memegang peta. Ia menunjuk ke satu jalan gelap.


Kelompok orang itu segera berjalan. Selama perjalanan, hanya Chen Yuai dan penjaga di depan yang membuka jalan. Ling mengikuti di belakang mereka. Di belakang Ling ada 10 penjaga lainnya.


Walau Chen Yuai sedikit meragukan Ling, tapi ia tetaplah tamu Tuan Shangxuan. Mereka akan tetap menjaga apa yang seharusnya mereka jaga.


Selama mereka berjalan, mereka berhasil menemukan tiga orang dari Keluarga Shi. Tiga orang itu terjebak di sebuah gua dan meringkuk bersama. Tak ada masalah besar.


"Ayo pergi," ucap salah satu penjaga.


Namun, ekspresinya tiba-tiba berubah. Tangannya gemetar dan senjatanya langsung terlempar. Bahkan, Chen Yuai juga mengeluarkan senjatanya.


Ling melihat senjata Chen Yuai dan merasa aneh. Bukankah itu senjata nuklir edisi pertama?


Namun, ia tak punya waktu untuk memikirkan itu. Di lembah yang kosong, sekelompok orang berjubah hitam tiba-tiba muncul. Hampir semuanya melayang di udara.


Melihat orang-orang itu, tim Keluarga Shi langsung kacau balau. Mereka belum pernah melihat orang seperti itu sebelumnya. Mereka bahkan tak bisa merasakan aura mereka.


"Nona, cepat pergi. Kami akan menghalangi mereka," ucap tetua yang ada di sana. Ketika melihat orang-orang ini, ia tahu malam ini tidak akan berakhir damai.


Chen Yuai masih mengangkat senjata nuklir di tangannya.


Namun, pemimpin kelompok berjubah hitam itu terlihat tidak peduli. Ia melirik Shi Jiu dan terkekeh, "Aku tidak menyangka Anda begitu setia, Nona Muda. Namun, sayang sekali tidak akan ada yang bisa melarikan diri malam ini. Tapi jangan takut. Dengan bakat Anda, jika dibimbing oleh tuan kami, Anda bisa menjadi kultivator tingkat delapan dalam beberapa hari."


Barulah saat itu para tetua dan yang lainnya menyadari jika tujuan orang-orang itu yang sebenarnya adalah ... Shi Jiu!


Kemudian, aura menakutkan yang sangat kuat menguar dari orang-orang berjubah hitam itu.


"Tingkat ketujuh!" ucap tetua Keluarga Shi.


Wajahnya terlihat sangat ketakutan, "Nona, cepat pergi! Mereka kultivator tingkat ketujuh!"


Mereka tidak akan mampu mengalahkan orang-orang itu. Level tertinggi di tim mereka adalah level 5. Paling kuat lagi, Chen Yuai lah yang memiliki senjata nuklir. Namun, bagi orang-orang itu, senjata itu tidak akan berpengaruh.


"Setelah menunggu begitu lama, ternyata hanya orang-orang seperti itu yang datang," Ling berpura-pura takut dan bersembunyi di belakang, tapi ia menggelengkan kepalanya diam-diam.


Melihat Ling, tetua segera menyerahkan senjatanya dan berkata, "Tetap di belakang Chen Yuai. Jangan mundur dan maju ke depan!"


Tetua mendorong Chen Yuai dan Ling.


Ling mengambil kesempatan ini untuk berguling ke belakang. Sebuah cahaya perak melintas melewati ujung jarinya dan langsung menembus pemimpin kelompok berjubah hitam.


Chen Yuai menggertakkan gigi dan menatap Ling. Ia pikir Ling sangat ketakutan, "Mengapa kau panik? Kita belum mati!"


Pemimpin yang ingin menarik Shi Jiu seketika mematung. Ia jatuh ke tanah dan tidak bisa bangun.


Pria berjubah hitam di belakangnya terkejut dan berteriak, "Lari!"


Sekelompok pria berjubah hitam lainnya segera lari terbirit-birit.


Seluruh orang yang tadinya akan bertarung sampai mati, kini mereka semua bingung. Mengapa musuh tiba-tiba pergi semua?

__ADS_1


__ADS_2