Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tak Bisa Lagi Menahan Air Mata


__ADS_3

Ling menatap sosok yang berjalan ke arahnya. Sosok itu tinggi, cantik, dan wajahnya sangat tegas. Rambutnya hitam panjang dikucir kuda.


Mata dinginnya sangat dalam seperti tak berdasar.


Ling memejamkan mata sejenak. Saat melihat mata Zhuo Xia, ia merasa akrab. Ia merasa ia pernah menatap mata itu. Seseorang juga pernah menunggunya seperti ini.


Namun, Ling tidak ingat apa pun.


Sejak ia bangun kembali, ia semakin jelas dengan ingatan masa lalunya. Ia sangat jelas dengan semua hal yang terjadi baik di depan atau di belakangnya.


Dari ingatan itu semua, tidak ada Zhuo Xia di dalamnya. Namun, ia sangat yakin jika Zhuo Xia mengenalnya.


"Ada apa? Mengapa kau terlihat linglung?" tanya Zhuo Xia sambil menghampiri Ling.


"Sepertinya aku menyerap semua energi yang ada di sini. Aku harus minta maaf pada penerus selanjutnya," ucap Ling yang merasa tubuhnya semakin kuat.


"Tidak apa-apa," jawab Zhuo Xia lembut.


"Ayo cepat keluar," ucap Ling. Ia segera bangkit dan membersihkan kotoran di pakaiannya.


"Mengapa terburu-buru? Ingin cepat bertemu dengan Mo Xiayi?" tanya Zhuo Xia. Ia menatap Ling dengan tatapan aneh.


"Bertemu Mo Xiayi apanya? Apa yang kau pikirkan? Bukankah kita harus keluar setelah tujuh hari? Aku khawatir tidak bisa keluar lagi jika terlalu lama di sini," ucap Ling yang tidak tahu sudah berapa lama ia berada di sini.


"Maaf. Ayo kita keluar," ucap Zhuo Xia. Ia memang tak memberitahu Ling jika mereka sudah berada di sini selama sebulan.


Sepertinya, berita tentang kematian mereka sudah menyebar dan ada banyak masalah di luar sana.


Ling sedikit bingung dengan ekspresi Zhuo Xia yang tiba-tiba serius.


Di luar wilayah kultivasi.


Liam, Yuan, dan Su Wen Ai menutup pintu gerbang. Hingga saat ini, mereka merasa harapan mereka pupus. Ekspresi mereka sangat suram.


Namun, saat mereka akan berbalik, sebuah suara yang tidak asing menghentikan mereka.


"Mengapa kalian bertiga ada di sini?" tanya Ling yang baru saja keluar dari wilayah kultivasi.

__ADS_1


Mereka bertiga tak percaya saat mendengar suara ini. Mereka membalikkan badan untuk memastikan. Saat mereka benar-benar melihat dua sosok di depan mereka, mereka membeku.


Mereka bertiga tak bisa lagi menahan air mata.


"Ling!" seru mereka bertiga. Liam dan Yuan langsung berlari dan memeluk Ling.


Baru saja kemarin mereka mendiskusikan untuk menggunakan ramuan pemberian Ling untuk meningkatkan kekuatan mereka dan membalas orang-orang yang datang ke Kota Bayangan.


Tidak diduga, Ling muncul hari ini.


Mereka tidak menyangka jika Ling yang terlihat sangat santai, ternyata dapat menyebabkan guncangan hebat saat dia menghilang.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Ling yang masih belum mengerti keadaan.


"Selama kau pergi, banyak kekuatan dari luar negeri yang datang ke Kota Bayangan. Mereka berpikir kau mati," jelas Liam.


"Jadi desas-desus mengatakan aku sudah mati," gumam Ling. Kini ekspresinya menjadi sangat serius. Ternyata orang-orang itu tak cukup diberi pelajaran.


"Lalu apalagi yang terjadi setelah itu?" tanya Ling lagi.


"Di mana Keluarga Chen dan Keluarga Bo?" tanya Ling lagi saat menyadari sesuatu.


Mereka sampai dibawa ke Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya? Ia tak bisa membayangkan sebanyak apa ancaman yang mereka hadapi saat kepergian Ling.


"Aku akan ke pulau dulu," ucap Ling. Ia berjalan menjauhi pintu. Saat ia melihat Zhuo Xia, ia berhenti sebentar.


"Aku juga akan ke Keluarga Zhuo," ucap Zhuo Xia.


Setelah mendengar ini, Ling menaiki jet tempur dan menuju Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya.


*


Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya.


A Shui sedang duduk di depan komputernya. Botol anggur kosong berserakan di sekitarnya. Saat ini, di tangannya juga ada satu botol anggur lagi.


"A Shui," ucap seseorang langsung masuk ke ruangannya.

__ADS_1


A Shui awalnya ingin menghentikan orang itu masuk. Namun kemudian ia sadar suara ini sangat familiar.


Ia membalikkan badan. Kemudian ia melihat sosok yang sudah tidak asing lagi.


Kini, ia bergetar.


"Raja!" ucap A Shui. Ia menjatuhkan botol anggurnya.


"Kau benar-benar kembali," ucap A Shui masih tidak mempercayai matanya.


"Benar. Aku sudah kembali," jawab Ling sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.


Saat ia melihat satu titik, ia sungguh terkejut.


"Apakah itu Ibuku? Apa yang terjadi?" tanya Ling langsung menghampiri Chen Lin. Meski keadaan Chen Lin tidak separah sebelumnya, tapi dia belum sadarkan diri.


"Bibi terkena virus. Namun Lingxi sudah berusaha menanganinya, tapi sampai sekarang Bibi belum bangun," jelas A Shui. Kini wajahnya murung.


"Beberapa hari lalu, Bibi dan Tuan Besar Bo menghilang. Kata pimpinan tetua, ia hanya menemukan Bibi di alamat yang tertera di surat. Tidak ada Tuan Besar Bo di sana," jelas A Shui melanjutkan.


"Virus ini ...," gumam Ling.


"Baik. Biarkan Lingxi merawat Ibuku. Aku akan memberinya sesuatu untuk diteliti," ucap Ling. Ia menatap tajam ke arah luar.


"Lalu, di mana yang lain? Apa yang terjadi" tanya Ling dengan nada dingin. A Shui yang mendengar ini merinding.


"Raja, sejak berita kematianmu, banyak kekuatan dari luar negeri datang ke Kota Bayangan dan mengacaukannya. Awalnya, mereka masih takut dengan Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya dan Raja Legendaris. Namun saat mereka sadar jika Raja Legendaris tak kunjung muncul, mereka menjadi berani. Tidak ada yang bisa mengendalikan mereka," jelas A Shui panjang lebar.


"Di mana Paman Qian? Di mana Yuan Ming? Di mana pimpinan tetua? Di mana Zhuo Yang? Di mana Mei Mengyi?" tanya Ling berturut-turut.


"Paman Qian dan Yuan Ming ditangkap oleh Chen Namgung karena mereka melindungi Chen Company. Pimpinan tetua ditangkap oleh Lu Zhong karena menjaga Keluarga Bo. Zhuo Yang juga ditangkap oleh Lu Zhong karena menjaga akademi ramuan. Lu Zhong merampas semua ramuan dan barang berharga yang ada di akademi. Chen Company dan akademi ramuan diledakkan oleh mereka. Sedangkan Mei Mengyi ...," jelas A Shui. Ia menjeda sebentar.


"Mei Mengyi ditangkap oleh kultivator level 9. Ia meminta Mei Mengyi untuk menyerahkan bom baru yang dibuatnya. Mei Mengyi mengatakan jika bom itu harus dibuat saat Raja kembali. Namun karena Raja tak kunjung kembali, ia membuat bom itu sendirian. Jadi, orang-orang itu meminta bom baru yang mereka anggap sangat kuat," jelas A Shui melanjutkan.


Semakin banyak yang didengar oleh Ling, ia semakin erat mengepalkan tangan. Urat di telapak tangannya hampir semua keluar.


"Mereka sangat berani. Jika mereka berani merebut milikku, maka mereka harus membayarnya berkali-kali lipat!" ucap Ling sambil menyeringai.

__ADS_1


"Tentu saja mereka sangat berani. Mereka menganggap Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya adalah pulau kosong. Raja Legendaris sudah lama tidak muncul. Sedangkan Raja dan Zhuo Xia menghilang. Jadi, mereka dengan sesuka hati menghancurkan yang mereka inginkan. Namun mereka tidak akan menyangka jika kalian akan kembali," ucap A Shui dengan nada mengejek.


__ADS_2