
Mendengar analisis Cheng Rui, Cheng Lan merasa ada yang tidak beres.
"Kepercayaan diri Gao Feng pasti ada hubungannya dengan Chen Ling. Selain itu, awalnya ia hanya orang biasa, tapi bagaimana dia bisa tiba-tiba berada di level 5? Aneh, kan? Chen Ling tidak sesederhana itu. Dia pasti telah bekerjasama dengan Gao Feng, serta Keluarga Chen ikut campur juga," Cheng Rui mengungkap kegelisahannya.
Bahkan jika Ling mendengar ucapannya, ia pasti akan terkejut karena Cheng Rui bisa menebak hubungannya dengan Gao Feng melalui analisisnya.
Meski ia bukan menebak poin paling penting.
Cheng Rui tak melanjutkan. Ia tahu pemikiran Cheng Lan tak akan sampai. Jadi, ia mengalihkan percakapan.
"Apa kau sudah menyelidiki batu level tujuh itu?" tanya Cheng Rui.
"Sudah sekian lama aku mencari, tapi aku tetap tidak tahu siapa orang itu. Pemilik toko hanya mengatakan dia adalah seorang pemuda dengan nama keluarga Chen. Kupikir itu Chen Kai, tapi saat itu Chen Kai sedang bersama Nona. Jadi, itu tidak mungkin dia. Pasti pemilik toko memanfaatkan nama Chen Kai. Sayangnya aku tak mudah dibodohi," jelas Cheng Lan.
Cheng Rui mengabaikan hal ini. Ia bertanya hal lain, "Keluarga Bai ingin menjadikan Chen Kai ahli batu mereka?"
Cheng Lan mengangguk, "Aku tak tahu apa yang terjadi padanya. Bukankah dia sudah setuju dengan ajakan Nona? Untungnya Nona adalah ahli batu. Anda pasti menang kali ini."
"Belum tentu. Aku dengar dari tetua akan ada orang lain lagi yang berpartisipasi," ucap Cheng Rui.
"Siapa?" Cheng Lan tahu Cheng Rui sangat sombong. Ini pertama kalinya ia melihat Cheng Rui agak ketakutan.
Namun, Cheng Rui tak menjawab dan membiarkan Cheng Lan penasaran. Ia berkata, "Baiklah, kau sudah bisa keluar."
__ADS_1
Cheng Lan turun.
Namun, tidak sampai satu menit, ia kembali lagi.
"Ada apa?" tanya Cheng Rui.
"Nona, seseorang melapor jika jalan menuju bandara ditutup," ucap Cheng Lan.
"Ditutup?" belum sempat Cheng Rui berpikir, ponselnya berdering. Setelah ia menerima panggilan itu, ekspresinya berubah.
"Keluarga Bai dan Asosiasi Dewa Ramuan mencariku untuk pertemuan darurat. Aku akan pergi," ucap Cheng Rui pada Cheng Lan.
Cheng Lan berpikir sendirian. Tiga keluarga besar sedang berkumpul. Sebenarnya apa yang sedang terjadi?
*
"Tetua, bawa senjata nuklir itu ke Keluarga Gao," ucap Chen Zhi. Ia tak bisa duduk diam saja. Jika Keluarga Gao tak mampu melawan mereka, maka Ling juga akan dalam bahaya.
"Seharusnya aku tak mempercayai kata-katanya sejak awal. Aku terlalu naif," ucap tetua. Ia buru-buru pergi dan membawa senjata nuklir.
Sedangkan Chen Zhi berpikir sejenak sebelum memutuskan untuk menemui Chen Kai. Karena keadaan seperti ini, ia harus memohon pada Chen Kai untuk Ling.
*
__ADS_1
Saat Chen Zhi sudah bertemu dengan Chen Kai, ia segera menjelaskan semuanya. Mendengar ini, Chen Kai mencibir, "Ayah, apa maksudnya?"
"Ini pertama kalinya aku memohon padamu. Chen Ling adalah bagian dari Keluarga Chen. Ia juga pernah memberi kita senjata tingkat tinggi dan membuat para tetua merebut kembali dua perusahaan. Ia berjasa pada Keluarga Chen. Hanya kau yang bisa membantunya," jawab Chen Zhi menjelaskan dengan lembut.
"Kenapa harus aku? Dia juga hanya dari keluarga cabang. Ayah, aku tak mengatakan jika aku membencinya, tapi aku tetap tak setuju dengan ini," jawab Chen Kai.
Chen Zhi menggertakkan giginya. Rasanya ia ingin sekali mengungkap identitas asli Ling. Bukankah selama ini mereka sudah cukup mencuri identitasnya?
Sebelum ia sempat bicara, Chen Kai kembali berkata, "Ayah, bersyukurlah dia belum mati di tanganku sekarang. Aku memang tak membunuhnya secara langsung, tapi aku tak akan membantunya juga."
"Tunggu ... sebelumnya saat aku memintamu untuk mengumumkan jika Chen Ling berasal dari Keluarga Chen, kau tidak mengumumkannya?" ucap Chen Zhi teringat sesuatu.
Chen Kai hanya memandangnya datar.
"Jadi, sekarang Chen Ling tidak punya siapa-siapa di sekolah? Dan ... kau terlibat dalam masalah ini?" Chen Zhi terus menebak.
Chen Kai tetap tidak menjawab. Memang dialah yang melakukan ini.
"Kapan kau bertengkar dengannya?" tanya Chen Zhi lagi.
"Aku tidak bertengkar dengannya. Hanya saja Tuan Muda Zhuo menyuruhku seperti itu. Tentu aku tak bisa menolaknya. Memiliki relasi dengan Asosiasi Dewa Ramuan bukan hal yang buruk. Ayah, apa Anda lupa bagaimana hebatnya Asosiasi Dewa Ramuan? Sepertinya Ayah terlalu sering di rumah dan lupa kejamnya luar negeri," jawab Chen Kai sambil menyeringai.
"Bagaimana kau tega membiarkannya seperti ini?" tanya Chen Zhi. Ia tak menyangka anak yang selalu dia ajarkan kebenaran, malah beralih ke jalan yang buruk karena berteman dengan Asosiasi Dewa Ramuan.
__ADS_1
"Hidupnya tak ada hubungannya denganku," jawab Chen Kai acuh. Karena merasa kesal, ia pun segera pergi ke akademi.
Chen Zhi menghela napas. Sekarang ia hanya perlu menunggu kabar dari tetua. Jika ia tetap tak memiliki dukungan, ia akan langsung mengumumkan identitas Ling.