
"Tuan Muda!" pimpinan tetua dan yang lainnya juga berseru.
Ling memasukkan satu tangannya ke saku. Sedangkan tangan lainnya bersinar seperti cahaya. Ia melesat lebih cepat dari cahaya. Semua orang merasa takjub dengan hal ini.
"Apa kau tahu siapa yang membunuh pemimpin binatang mutasi itu?" tanya Ling. Kini pisaunya sudah menggores leher pemuda itu.
"Bukan senjata nuklir ataupun bom besar 1?" tanya pemuda itu yang mulai ketakutan.
Ling semakin kuat mencengkram leher pemuda itu. Ia menekan pisaunya. Kemudian ia berkata, "Bodoh! Bukan senjata nuklir ataupun bom besar 1 yang membunuhnya, tapi aku."
Tidak hanya pemuda itu, bahkan Tuan Chu juga terkejut. Ia tidak berharap akan mengetahui fakta ini. Bisa saja semua yang dikatakan Ling adalah kebohongan. Namun aura yang dikeluarkan Ling tidak mungkin palsu.
"Memangnya kenapa jika kau yang membunuh ahli itu? Kau hanya ahli level 7. Kau juga sendirian. Kau bahkan tidak tahu darimana kami berasal. Kau pikir kau sehebat itu? Kau hanyalah orang biasa di pulau kami," ucap Tuan Chu yang tidak bisa melihat level Ling sebenarnya.
Ling hanya tertawa.
"Apa yang kau tertawakan?" tanya Tuan Chu.
"Aku tertawa karena kau terlalu bodoh! Apa kau tidak tahu jika Kota Bayangan memiliki Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya?" ucap Ling meremehkan.
Kini semua orang terkejut.
"A Shui, keluar!" ucap Ling.
A Shui keluar dari persembunyiannya. Ini pertama kalinya ia kembali muncul di publik sejak kematian Raja Legendaris.
Ling melempar pemuda itu. Ia lanjut bicara, "Kalian takut dengan senjata nuklir dan bom besar 1 dari Kota Bayangan. Apa kalian tidak berpikir jika kami punya bom besar 2?"
"Bom besar 2? Apa kau pikir aku adalah anak kecil?" tanya Tuan Chu. Ia tahu jika itu adalah buatan Mei Mengyi.
Selain itu, Tuan Chu juga tahu bagaimana kekuatan bom besar 1 yang menghancurkan binatang mutasi. Ia telah melihat siaran ulang yang dikirim padanya. Dia juga tahu untuk membuat bom besar 1 memerlukan biaya yang sangat besar.
Kali ini ada bom besar 2? Apa ia bercanda? Apa ia anggap bom besar 2 hanya bakpau yang bisa dibuat dengan murah?
__ADS_1
Tuan Besar Wei dan kepala keluarga lainnya juga tahu berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk membuat bom besar 1. Karena ia tahu Wei Lang sedikit dekat dengan Mei Mengyi, Tuan Besar Wei meliriknya.
Namun ternyata Wei Lang yang biasanya tanpa ekspresi malah tertegun. Kini Tuan Besar Wei tahu jika bom besar 2 tidak mustahil untuk diciptakan.
Tuan Chu tidak bisa sabar lagi. Ia ingin segera menangkap Ling dengan tangannya sendiri. Namun saat tangannya hampir menyentuh Ling, ia merasa tekanan yang sangat kuat dari arah belakang.
A Shui mengarahkan mulut meriam yang berisi bom besar 2 ke arah Tuan Chu. Ia berkata, "Maaf Tuan Muda, aku tidak menggunakan bom besar 2 dengan baik. Namun aku sudah berusaha semaksimal mungkin dan aku tidak akan mengecewakanmu."
"Gila! Tuan Muda benar-benar memiliki bom besar 2 di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya," ucap salah satu bawahan di sebelah Wei Lang.
"Bagaimana Tuan Muda dan orang dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya memiliki bom besar 2? Pimpinan tetua ...," ucap tetua lainnya kepada pimpinan tetua Keluarga Bo.
Melihat ekspresi Tuan Chu, Ling tersenyum dan menyingkirkan tangan Tuan Chu. Ia berkata, "Jika kau masih ingin hidup, beritahu aku dari pulau mana kau berasal."
"Hal ini memang di luar ekspektasiku. Aku akui aku tidak dapat menyentuhmu. Namun, Tuan Muda Chen, apa kau yakin aku tidak bisa menyakiti orang-orang yang ada di Kota Bayangan? Aku akan memberimu pilihan. Kau ikut dengan kami atau kita berperang. Aku yakin tidak ada orang biasa yang bisa menahan serangan dari bom besar 2 ini," ucap Tuan Chu sambil tersenyum licik.
"Apakah begitu?" sebuah suara dingin langsung menusuk hati mereka. Semua orang melihat ke arah sumber suara. Sosok wanita berjalan dan memberikan tatapan dingin kepada mereka semua.
Ling juga melihat ke arahnya.
"Kau siapa?" ucap Tuan Chu melihat Zhuo Xia.
Zhuo Xia mengabaikannya. Sebenarnya tidak hanya dia, tapi orang lainnya juga diabaikan. Tatapan Zhuo Xia hanya mengarah ke Ling. Ia berjalan ke depan hanya dengan melihat Ling. Tidak ada yang tahu apa yang ada dalam pikirannya.
"Kau siapa? Tuan Chu sedang mengurus suatu hal. Kau ...," ucap orang dari pulau golongan 2. Padahal ia sangat gemetar saat melihat Zhuo Xia walau ia tidak tahu siapa Zhuo Xia sebenarnya.
Zhuo Xia tidak meliriknya. Sedangkan Yu Bin di sampingnya menendang orang yang bicara tadi.
"Sial! Dua orang di sebelahnya itu .... Awalnya mereka hanya orang biasa saat pertama kali datang bersama Zhuo Xia," ucap Tuan Besar Zhuo melihat Yu Bin dan Ketua Dai.
"Baru beberapa hari sejak kita bertemu dengan mereka berdua. Namun, mengapa sekarang mereka sama menakutkannya?" ucap Tuan Besar Wei.
"Tidak. Itu bukan menakutkan, melainkan memukau. Zhuo Xia adalah pilihan dari plakat phoenix," ucap Tuan Besar Zhuo yang kini melihat ke arah Zhuo Xia.
__ADS_1
"Jangan lupakan Tuan Muda yang merupakan keturunan murni yang memiliki darah berwarna ungu," ucap pimpinan tetua.
"Mereka benar-benar mengerikan. Jika mereka berdua bergabung, itu cukup untuk membuat Kota Bayangan menjadi yang paling ditakuti," ucap Tuan Besar Zhuo.
Kini mereka semua saling berdiskusi satu sama lain.
Namun, Zhuo Xia mengabaikan itu semua. Ia berjalan ke arah Ling dan menatap matanya. Ling juga menatap matanya. Mata mereka sama-sama hitam tapi cerah.
"Kau siapa?" tanya Tuan Chu lagi.
Kali ini Zhuo Xia sedikit bereaksi. Ia menatap Ling dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kemudian, ia menatap Tuan Besar Zhuo dan seluruh kepala keluarga yang ada di sana. Lalu, pandangan terakhirnya jatuh pada bom besar 2 yang dibawa oleh A Shui.
Jika orang lain menatap matanya lebih dekat, mereka akan melihat jika Zhuo Xia sangat haus darah. Ia seperti akan meledak sebentar lagi.
"Kau menyentuhnya?" tanya Zhuo Xia pada Tuan Chu.
"Kau ...," Tuan Chu tak mampu lagi menjawab.
"Kau ingin dia pergi bersamamu, ya?" tanya Zhuo Xia lagi. Kali ini ia mengulurkan tangan dan mencengkram leher Tuan Chu.
Semua orang tercengang saat melihat ini. Zhuo Xia mencengkram lehernya seperti memegang ayam mati. Awalnya orang-orang di sana berpikir jika Tuan Chu sangat kuat. Namun saat ini dapat dilihat jika Zhuo Xia yang mendominasi. Bahkan Taun Chu tak memiliki kesempatan untuk melawan.
"Jika kau marah, kau tetap tidak pantas menyentuh Tuan Chu. Apa kau ingin membuat Tuan dari pulau golongan 2 marah? Kau kuat. Jangan sia-siakan kekuatanmu hanya untuk melindungi Kota Bayangan," ucap salah satu bawahan Tuan Chu yang memakai jubah hitam.
Mendengar ini, Tuan Chu berbinar. Mereka tidak percaya jika orang hebat akan muncul di Kota Bayangan. Kini ia berpikir jika Zhuo Xia kebetulan datang ke Kota Bayangan dan tidak tahu identitasnya.
"Aku tidak tahu kau berasal dari pulau mana. Namun Tuan di pulau kami akan marah jika kau menyentuh orangnya," ucap Tuan Chu yang kini merasakan cengkraman Zhuo Xia melonggar.
Zhuo Xia menatap Tuan Chu. Ia berkata, "Apa kau sedang mencari mati? Apa kau ingin tahu bagaimana rasanya mati? Kau didukung oleh orang dari pulau golongan 2. Siapa Tuanmu?"
"Komandan dari seluruh pulau di pulau golongan 2 adalah Lin Tian, kan? Dia adalah orang hebat. Kehebatannya tak terbantahkan di pulau golongan 2. Ayo kita tanya dia apa dia keberatan jika aku membunuhmu hari ini," ucap Zhuo Xia lagi. Kemudian ia melepaskan Tuan Chu.
"Aku lupa. Sepertinya kau tidak punya nomor telepon Lin Tian, kan?" tanya Zhuo Xia.
__ADS_1
Tuan Chu yang terbanting ke lantai sekarang berwajah pucat.