
[Asosiasi Ramuan mengalami perang keluarga. Setiap orang yang mengetahuinya berusaha merebut Asosiasi Ramuan. Selain itu, kualitas ramuan juga menurun, karena kualitas murid menurun. Karena perang keluarga, jadi Keluarga Zhuo sebagai pemilik Asosiasi Ramuan terbagi menjadi dua kubu. Kubu baik kalah dan harus meninggalkan Asosiasi Ramuan. Mereka yang tak pernah keluar akademi ataupun melakukan beladiri, pasti akan menjadi babu dari keluarga yang menerimanya.]
Ling berhenti sejenak. Ia tak menyangka ternyata segalanya menjadi lebih rumit ketika dia meninggal.
Semua orang menjadi bebas.
Padahal Asosiasi Ramuan juga ditakuti di Kota Bayangan. Namun mereka malah perang keluarga. Pasti ada seorang provokator atau seorang oknum sehingga mereka menjadi seperti ini.
Ling lanjut membaca.
*
Hari kompetisi pertama tiba. Setelah berpidato singkat, Rektor Xiang di depan podium memberikan pengumuman.
"Peraturannya sangat mudah. Kalian tidak boleh saling membunuh. Barangsiapa yang memegang satu benda lebih dulu, maka itu akan menjadi miliknya. Namun jika ada yang merebut, benda tersebut tidak akan bisa menjadi poin. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan," ucap Rektor Xiang menjelaskan salah satu peraturan.
Rektor Xiang juga menjelaskan peraturan-peraturan lain yang penting. Namun pria di baris paling belakang hanya memainkan ponsel dan memakai earphone.
"Setiap siswa akan memiliki peringkat di papan peringkat yang telah kami siapkan. Ketika mulai masuk ke ruang rahasia, maka poin kalian mulai berjalan. Perlu kalian ingat bahwa semua yang ada di sana bisa dijadikan poin, termasuk rumput," ucap Rektor Xiang.
Kemudian para mahasiswa baru dituntun oleh senior mereka ke sebuah pintu yang sangat besar. Ada ukiran dua sayap besar di pintu itu.
Lalu para senior membuka pintu. Sepertinya pintu itu sangat berat hingga perlu beberapa orang untuk membukanya.
Selagi membuka pintu, para mahasiswa baru diberi sebuah jam. Jam itu adalah alat scan penghitung poin. Jadi tidak akan ada kesalahan dalam penghitungan. Selain itu, bisa langsung di scan di tempat. Jam itu juga bisa menunjukkan peringkat mereka.
Saat pintu terbuka, terlihat pemandangan hijau yang sangat asri. Itu seperti dunia lain yang diciptakan sendiri. Sepertinya ini hutan liar, tapi terlihat terawat.
"Baiklah, kalian bisa masuk," ucap Rektor Xiang.
Ribuan mahasiswa baru masuk secara bergerombol. Mereka bahkan saling dorong untuk sampai lebih dulu. Namun Ling, Yuan, dan si kembar hanya berjalan santai.
"Kita mulai darimana Ling?" tanya Yuan yang sejak tadi melihat Ling hanya bermain ponsel. Barulah saat ia mendengar Yuan bicara, Ling melepas earphone nya.
"Di sini ada danau?" tanya Ling yang mendengar seperti suara air.
"Ya, ada. Kami pernah diberitahu oleh senior," jawab Weiheng.
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Wenhua.
"Aku mendengarnya," jawab Ling santai. Ia menuju ke arah danau yang ia temukan.
__ADS_1
"Dengar? Jaraknya 1 kilometer dari tempat kita berdiri sekarang. Pendengaranmu hebat sekali," ucap Weiheng.
Ling mengabaikannya. Dia terus berjalan tanpa mempedulikan yang lain. Kemudian dia berhenti sejenak.
"Lebih baik kalian ke hutan. Danau itu berbahaya," ucap Ling tanpa melihat ke arah mereka.
Si kembar langsung berhenti. Mereka hampir lupa dengan perkataan senior mereka. Sedangkan Yuan tak mengerti apapun. Namun dia mempercayai Ling.
Ling melanjutkan perjalanannya. Setelah beberapa saat, ia tiba di danau berwarna biru yang sangat indah. Banyak mengapung tanaman air di sana. Walau terlihat indah, sebenarnya air danau ini beracun.
Ling mengambil beberapa ramuan penawar dari saku dimensinya. Ia meminum sepuluh botol sekaligus.
Setelah itu, ia membungkus semua barang-barangnya dengan kantung plastik yang dia dapat di saku dimensi. Tanpa berpikir lama, Ling segera masuk ke dalam.
Ternyata ada satu hal yang tak diketahui oleh para mahasiswa baru. Mereka diawasi oleh universitas lewat drone yang menunjukkan siaran langsung segala kegiatan mereka.
Saat para pengawas melihat ini, mereka menghina dan mengasihani Ling. Ia begitu bodoh meminum sepuluh ramuan sekaligus. Itu bisa menyebabkan keracunan. Apalagi air danau itu memang beracun. Ia seperti bunuh diri.
Walau berpikir seperti ini, mereka tidak ada yang berniat menolong Ling.
Zhuo Xia ada di ruang pengawasan. Ia melihat Ling melompat ke danau. Ia tahu Ling tak mungkin melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri. Namun ia tetap saja kesal pada pihak universitas yang tidak bergerak cepat.
Zhuo Xia mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu.
"Tenang saja. Percaya saja padanya," jawab Zhuo Xia.
Pengawal itu hanya mengangguk. Selama ini ia telah melihat hal hebat dari Ling saat ia mengawal Zhuo Xia. Ling tak mungkin melakukan hal yang membahayakan dirinya.
*
Sedangkan keadaan Yuan dan si kembar tidak terlaku baik. Setiap benda yang akan mereka ambil, sudah direbut oleh Wei Yun. Sebenarnya Yuan bisa mengalahkan Wei Yun, tapi Wei Yun mengandalkan Zhao Ran.
"Teman sekamar, kita harus berbagi," ucap Wei Yun santai saat lagi-lagi mengambil benda yang belum sempat mereka sentuh.
Saat ini, Yuan sudah sangat geram.
Bruk!
Bruk!
Yuan meninju kedua pipi Wei Yun saat Zhao Ran sedang memasukkan poin. Awalnya ia takut. Namun ia pikir ia akan terus-terusan diinjak jika begini. Ia kini sadar, ia selama ini selalu dilindungi oleh Ling. Saat Ling tidak ada, ia merasakan kelemahannya.
__ADS_1
"Beraninya kau memukulku!" teriak Wei Yun yang menyeka darah dari bibirnya.
"Kau berani melawan keturunan Keluarga Wei! Tunggu saja kematianmu," ucap Wei Yun.
"Zhao Ran! Balaskan dendamku!" perintah Wei Yun pada Zhao Ran.
Zhao Ran yang baru saja selesai memasukkan poin hanya mengangkat alis saat mendengar perintah Wei Yun. Ia tak mempedulikannya dan hanya kembali memasukkan poin lainnya.
"Hei! Zhao Ran! Nyawa Ibumu ada di tanganku!" ucap Wei Yun mengancam.
Kini Zhao Ran benar-benar berhenti. Ia menatap dingin ke arah Wei Yun. Rasanya ia ingin membunuh Wei Yun sekarang. Namun ia bukan orang yang tak tahu berterimakasih.
"Aku ditugaskan untuk menjagamu jika ada yang menyakitimu. Bukan membalaskan dendam atas apa yang kau dapat dari perbuatanmu sendiri. Jika Kakak Wei Lang melihat ini, ia pasti akan tahu siapa yang harus dibela," jawab Zhao Ran dengan sangat dingin.
Wei Yun hanya bisa menahan emosinya. Ia memang tak bisa mengalahkan Yuan dan Zhao Ran. Dan perkataan Zhao Ran benar adanya.
Kini dia hanya bisa menahan sakit dan menahan malu.
"Ayo pergi!" perintah Wei Yun pada Zhao Ran. Kali ini Zhao Ran mematuhinya. Mereka berjalan pergi meninggalkan Yuan dan si kembar.
"Ini untuk kalian," ucap Yuan memberikan dua buah batu yang sangat indah. Ini adalah batu yang tidak jadi direbut oleh Wei Yun tadi.
"Kau yang mendapatkan ini," ucap Weiheng.
"Jadi harus kau yang memasukkan poin," ucap Wenhua.
"Jika kalian tidak mau aku akan membuang ini saja," ucap Yuan. Dari nada bicaranya, dia tak bercanda.
"Baiklah," ucap si kembar bersamaan. Mereka mengambil batu yang diberikan oleh Yuan.
Ting!
Ting!
"Wow! Batu ini senilai 500 poin," ucap Weiheng.
"Peringkat kita sama, Kak," ucap Wenhua. Weiheng memang lahir lebih dulu daripada Wenhua.
"Ayo, Kak masukkan rumput agar peringkat Kakak lebih tinggi dariku," ucap Wenhua yang bahagia atas saudara laki-lakinya.
"Baiklah," ucap Weiheng sambil mengambil rumput. Ia memasukkan poin.
__ADS_1
Kini mereka berada di peringkat 30 dan 31.
Sedangkan poin Yuan masih 0.