
"Apa hubungannya dengan dia?" Ling terkekeh, tapi matanya terlihat dingin.
Zhuo Nan menjawab, "Tuan Muda Chen, aku tak akan menyembunyikannya. Nona selalu berselisih dengan Nona Zhuo Shiaonian. Kita semua tahu tentang ini. Tuan Shangxuan ingin menerima murid. Kebetulan dia juga ada di sana. Jika Anda pergi sekarang ...."
"Jangan khawatir. Aku hanya ingin menemui Jenderal Qiu," ucap Ling.
Ling tak bisa dibantah. Ia pergi begitu saja. Zhuo Nan dan Zhuo Kira tak bisa menghadapinya.
Saat itu, Tuan Zhuo masuk. Ia bertanya pada Zhuo Nan dan Zhuo Kira, "Kenapa kalian terlihat murung? Dimana Nona Zhuo?"
"Dia telah kembali ke pulau," jawab Zhuo Nan.
"Dia kembali ke pulau? Ia kembali dengan keadaan seperti itu? Kalian hanya bisa diam?" Tuan Zhuo membelalak.
"Kami juga tak berani menghentikannya," jawab Zhuo Kira.
*
Di kediaman Jenderal Qiu.
Tuan Shangxuan mengenakan setelan hitam dan berjalan dengan penuh energik. Jenderal Qiu mengikuti di sebelah kirinya, sementara Zhuo Shiaonian dan Tabib Agung mengikuti di sebelah kanannya. Sedangkan di belakang mereka, banyak orang lain yang mengikuti.
"Aku tidak menyangka Tuan Shangxuan akan memilih tempat ini untuk memilih murid. Tuan Shangxuan, silahkan masuk," ucap Jenderal Qiu. Ia tak bisa menyembunyikan rasa gembiranya.
Tuan Shangxuan mengangguk. Ia menatap Zhuo Shiaonian, "Kapan kau mulai bisa membuat ramuan?"
Zhuo Shiaonian, "Saat umur 3 tahun."
"Tiga tahun? Dasarmu bagus," Tuan Shangxuan terkejut dan mengangguk.
Zhuo Shiaonian hanya tersenyum.
"Kau harus melakukan yang terbaik dalam ujian kali ini. Menjadi ahli ramuan tingkat tinggi seusiamu, bakatmu adalah yang terbaik kedua yang pernah kutemui," ucap Tuan Shangxuan.
"Tuan Shangxuan, bakat Nona Zhuo adalah yang kedua terbaik? Apakah ada yang lebih baik darinya?" Jenderal Qiu terlihat sangat terkejut. Begitupun orang-orang yang mendengarkan.
"Ya, tapi orang itu tidak tertarik berguru," jawab Tuan Shangxuan. Matanya terlihat sendu.
"Baiklah. Apakah semua ahli ramuan sudah di sini? Mari kita mulai ujian pertama," ucap Tuan Shangxuan kembali bersemangat.
Tuan Shangxuan hanya menerima seorang murid, tapi dia bersedia mengajar 10 orang berbakat. Karena ia tak ingin kualitas ahli ramuan menurun, maka ia mengadakan ujian ini.
Ujian pertama adalah resep ramuan. Siapa pun yang bisa menulis resep ramuan paling banyak dengan sepuluh jenis bahan obat yang telah ditentukan, maka akan lolos ujian. Ini adalah pengetahuan dasar untuk para ahli ramuan. Ini juga untuk mencegah orang-orang melakukan kecurangan.
"Sepertinya sudah bisa dimulai. Sudah saatnya," ucap Tuan Shangxuan tersenyum memandangi ahli-ahli ramuan di depannya.
"Tuan Shangxuan, masih ada satu orang lagi yang belum datang," ucap penanggungjawab ujian.
__ADS_1
"Satu orang lagi? Karena dia terlambat, maka tak perlu datang lagi. Ayo mulai," jawab Tabib Agung.
Penanggungjawab itu hanya diam di tempat.
"Mengapa?" Tabib Agung bingung.
"Tidak apa. Hanya saja aku yang mendaftarkan orang ini. Lagipula masih ada 30 detik lagi, kan?" ucap Jenderal Qiu.
Tabib Agung segera menjawab, "Jenderal Qiu, apa Anda pikir orang ini akan datang dalam waktu 30 detik? Tuan Shangxuan, ini ...."
Sebelum ia selesai bicara, terdengar keributan di depan. Tabib Agung bertanya, "Apa yang terjadi?"
Jenderal Qiu tersenyum santai, "Jangan khawatir. Dia sudah datang."
*
Di area depan, tak ada yang tahu bagaimana sebuah mobil hitam bisa masuk ke halaman padahal penjagaan sangat ketat. Penjaga di sana melebarkan matanya dan berkata, "Siapa kau? Berhenti!"
Sebelum mobil itu menabraknya, orang di dalamnya mengerem. Dengan membelokkan mobil 180 derajat, mobil berhenti tepat di depannya.
Mobil terbuka dan seseorang turun. Jari-jarinya memegang pintu mobil dengan malas. Ia berkata, "Chen Ling, nomor 32."
Dia menutup pintu mobil dan maju selangkah. Dia sedikit mendongak. Wajahnya yang luar biasa tampan muncul di depan semua orang.
"Jam 10, kan? Apa aku terlambat?" Ling menyalakan ponsel dan menunjukkannya ke penjaga.
Penjaga itu tertegun sejenak, lalu menjawab, "Tidak ... tidak ...."
Ia memberi jalan pada Ling.
Jenderal Qiu tahu siapa yang menyebabkan keributan itu. Tabib Agung juga melihat Ling. Dia sudah menyelidiki Ling. Jadi ia tahu sekilas tentangnya.
"Kenapa dia di sini?" tanya Tabib Agung.
Tuan Shangxuan membeku melihat Ling. Ia tersadar saat mendengar suara Tabib Agung. Ia bertanya, "Kau mengenalnya?"
Tabib Agung menjawab, "Tuan Shangxuan, nama dia adalah Chen Ling. Anda tidak mengenalnya, tapi aku tahu tentangnya. Ia sedikit berhubungan dengan Asosiasi Dewa Ramuan. Keterampilan medisnya memang bagus, tapi ia tak bisa membuat ramuan. Aku tidak tahu mengapa dia di sini hari ini."
"Bagaimana Anda bisa mengatakan jika Tuan Muda Chen tak bisa membuat ramuan?" tanya Tuan Bai yang datang terlambat. Mungkin orang lain tidak tahu, tapi ia tahu tentang hal itu. Bahkan guru ramuan sangat mengagumi bakat Ling dalam hal medis, maupun membuat ramuan.
Berita tentang perselisihan Keluarga Bai dan Asosiasi Dewa Ramuan sudah tersebar. Jadi, tak ada yang heran lagi jika mereka saling beradu argumen.
"Tuan Bai, sepertinya Anda mengkhawatirkan hal lain," ejek Tabib Agung. Ia berpikir Keluarga Bai tak memiliki stok ramuan tahun ini.
"Anda tak perlu khawatir," jawab Tuan Bai tersenyum dingin.
Tuan Shangxuan tak terlalu menganggap serius masalah mereka. Ia bertanya pada Jenderal Qiu, "Jenderal Qiu, siapa nama orang yang kau daftarkan itu?"
__ADS_1
"Tuan Shangxuan, namanya adalah Chen Ling. Dia salah satu temanku," jawab Jenderal Qiu jujur. Ia menyebutnya teman, bukan junior.
Tuan Shangxuan tahu, jika seseorang diperlakukan sederajat oleh Jenderal Qiu, artinya dia bukan orang biasa.
*
Ling tidak tahu kalau banyak orang sedang membicarakannya. Ia masuk ke ruangan saat para panitia telah membagikan 10 bahan obat.
"Kau tidak buruk. Kau di sini untuk mencoba menjadi murid juga?" ucap seorang ahli ramuan berambut ungu di samping Ling.
Ling mengangguk dan melirik rambut ungunya. Sangat jarang orang di luar negeri mewarnai rambut mereka.
"Kau memperhatikan rambutku? Aku membeli pewarna rambut di toko Chen Company. Apa kau tahu tentang toko itu? Itu adalah toko baru," ucap orang berambut ungu itu.
Ling hanya mengangguk dan tak bersuara.
Bagaimana mungkin ia tidak tahu? Itu adalah Chen Company yang didirikan oleh Bo Xue Ning di luar negeri untuk menggantikan Chen Company yang lama.
"Aku lihat sepertinya kita seumuran. Namun, aku belum pernah melihatmu sebelumnya di acara-acara ahli ramuan. Kau sepertinya sama sepertiku. Kau di sini hanya untuk melihat Tuan Shangxuan dan Nona Zhuo Shiaonian, kan?" ucap orang itu. Melihat Ling tak merasa aneh dengan rambut ungunya, ia jadi lebih banyak bicara.
Namun, Ling tak mengatakan apapun. Orang berambut ungu itu tersenyum canggung, "Sebenarnya, kebanyakan orang disini seperti itu. Tak ada yang bisa dibandingkan dengan ahli ramuan yang berasal dari keluarga besar. Jadi mereka hanya datang dan melihat saja. Siapa yang tidak tahu jika murid Tuan Shangxuan ini telah ditargetkan berasal dari Asosiasi Dewa Ramuan?"
"Asosiasi Dewa Ramuan?" Ling meliriknya.
Melihat Ling akhirnya bicara, wanita berambut ungu itu tersipu, "Semua orang tahu hal ini. Dalam hal bakat, tak ada yang bisa dibandingkan dengan mereka."
Ling tersenyum. Kini ia tahu mengapa para ahli ramuan di sini tidak terlihat gugup sama sekali.
Saat ini, Ling melirik 10 bahan obat yang sudah dibagikan. Dari 10 bahan tersebut, lebih dari setengahnya bertentangan dan tidak boleh dicampur menjadi satu. Orang yang membuat soal ini telah berusaha keras. Ini memang cocok untuk melihat ahli ramuan yang pemalas atau tidak.
Ling sedikit menunduk. Ia mulai mengingat-ingat isi buku kuno yang berasal dari batu giok kuno. Sejak ia mendapatkan potongan-potongan kertas itu, ia menyadari jika lebih banyak informasi tentang batu giok kuno di ingatannya.
Sembilan resep ramuan langsung muncul dipikirannya. Ia segera mengeluarkan selembar kertas dan menuliskan 9 resep ramuan itu.
Ling melihat ke depan. Meja Zhuo Shiaonian ada di paling depan. Karena statusnya yang istimewa, tak ada seorangpun di sampingnya. Namun, Zhuo Shiaonian masih terlihat menunduk dan menulis.
Karena belum ada yang mengumpulkan jawaban, Ling tak ingin terlalu menonjol. Jadi, ia hanya duduk di kursi dan memutar pulpennya. Ia menunggu orang lain mengumpulkan kertas, lalu dia akan mengumpulkannya juga.
Saat ini, ia memikirkan kota yang sedang dibangun di wilayah utara. Begitu kota ini didirikan, pasti akan terjadi banyak masalah.
Pengawas ujian sedang berkeliling untuk mengecek apakah ada yang melakukan kecurangan. Namun, ia merasa tak akan ada yang melakukan itu. Ia juga seorang ahli ramuan. Ia berhenti di samping Zhuo Shiaonian sebentar dan melihat resep-resep ramuan yang ditulis olehnya. Ia mengangguk dan kembali berjalan.
Ia melihat Ling hanya memutar-mutar pulpennya. Ia ingat jika dia adalah orang yang di rekomendasikan oleh Jenderal Qiu. Pengawas ujian itu hanya menggeleng.
Setelah banyak orang yang mengumpulkan kertas mereka, Ling juga mengumpulkan kertasnya.
"Aku menulis beberapa resep ramuan. Aku berhasil mengintip kertas Nona Zhuo Shiaonian. Kau tahu? Ia menulis enam resep ramuan! Aku sendiri hanya menulis empat. Resep terakhir pun aku tak sengaja melihatnya di sebuah buku kuno. Kupikir menulis empat resep sudah terlalu banyak, ternyata dia menulis enam," ucap wanita berambut ungu itu.
__ADS_1
"Enam? Apakah itu banyak?" Ling memasukkan tangannya ke saku. Ia agak terkejut saat mendengar ini. Ia menulis sembilan resep dan tak merasa itu banyak.