
Cukup lama Ling mendengar mereka bergosip. Awalnya, ia hanya ingin mendengar tentang perkembangan wilayah ini. Walaupun A Shui selalu melapor padanya, ia merasa itu berbeda jika mendengarnya langsung dari orang yang tinggal di sini. Namun, ia tak menyangka akan mendengar kata-kata seperti itu.
Setelah berbicara cukup lama, ternyata orang-orang ini membicarakannya.
Ia juga tidak menduga jika ada aturan seperti itu di dunia ramuan. Ia tidak terlalu memperhatikan dunia ramuan. Jadi, ia tidak tahu jika membangun laboratorium di sini ternyata membutuhkan izin dari dunia ramuan.
Sambil mendengarkan, Ling mengikuti kerumunan menuju laboratorium. Laboratorium memiliki arti penting bagi setiap wilayah. Mereka yang bisa melamar pekerjaan di sini, semuanya harus menjalankan seleksi ketat. Sejumlah orang tidak diperbolehkan masuk. Hanya sebagian kecil orang yang boleh masuk.
Itu adalah penjaga baru dan ia tidak mengenali Ling. Karena Ling tidak memiliki plakat identitas, jadi ia menghentikannya.
Ling tidak langsung panik. Ia mengeluarkan balok kayu dari sakunya dan menunjukkan bagian sudut kayu itu padanya.
Penjaga yang tadinya ingin Ling segera pergi, ia sangat tercengang saat melihat balok kayu di tangannya. Mungkin tidak semua orang tahu wajah Ling, tetapi semua orang tahu balok kayu ini.
Tidak banyak orang di kota yang memiliki balok kayu seperti ini. Ia hanya melihatnya berada di tangan A Shui, Liam, dan orang-orang penting lainnya. Untuk bisa mendapatkan plakat itu, mereka harus menjalankan suatu misi.
Penjaga itu langsung ingin membungkuk. Namun, Ling diam-diam mencegahnya.
Penjaga itu mematuhi Ling. Ia segera memberitahu orang-orang lainnya di laboratorium ketika ia sudah selesai memeriksa orang berikutnya.
Ling dipersilahkan masuk.
Ia bertemu dengan pria muda yang tadi dia temui di jalan. Pria itu menyapanya, "Bagaimana kau bisa masuk? Apa kau memiliki plakat identitas?"
"Ya, sepertinya begitu," jawab Ling tersenyum. Ia tidak mengatakan apa-apa lagi.
Pemuda itu melirik Ling dan ingin mengatakan sesuatu. Namun, gilirannya sudah dekat. Ia tak banyak berpikir lagi dan mengikuti kerumunan untuk seleksi kedua.
Ling tetap mengikuti di belakang mereka. Orang-orang ini melewati seleksi demi seleksi dan akhirnya hanya tersisa tiga orang.
"Tuan Muda Zhuo," seorang peneliti di laboratorium menunjuk seorang pemuda yang tidak jauh dari sana.
"Awalnya, kami hanya akan merekrut dua orang, tetapi bakat Han Yu ini agak menakutkan. Ia hanya menghabiskan waktu satu tahun dari ahli ramuan baru menjadi ahli ramuan junior. Kali ini, kami membuat pengecualian untuknya," ucap peneliti itu.
Liam melirik Han Yu yang tidak jauh darinya. Han Yu adalah pemuda yang tadi berbicara dengan Ling. Liam mengangguk dan menyetujui keputusan peneliti itu. Ia tahu Han Yu. Ia bahkan telah memberi beberapa petunjuk pada pemuda ini di pelelangan tahun lalu.
Tepat saat dia akan menarik kembali pandangannya, ia berhenti ketika melihat orang yang berdiri di samping Han Yu. Su Yuri juga langsung melepas jas putihnya dan bergegas. Ia ingin bertanya apa yang terjadi pada Liam. Saat ini, Liam merupakan seorang guru dan juga seorang teman.
Detik berikutnya, Su Yuri juga melihat sosok itu.
"Tuan Zhuo," Han Yu merasa gugup karena dia tahu bahwa kekuatan dia tidak bisa dibandingkan dengan dua kandidat lainnya. Ia masih bertanya-tanya apakah laboratorium benar-benar akan menerimanya.
Namun, ia tidak pernah berharap Liam ada di depannya sekarang. Apalagi, kelihatannya dia ingin berbicara dengan mereka. Orang bisa melihat betapa bersemangatnya Han Yu. Sudah lama sejak Liam dan Su Yuri muncul di depan publik.
Bukan hanya dia, tetapi semua orang di sekitarnya juga terlalu bersemangat untuk berbicara.
Liam tidak langsung berbicara. Ia mengepalkan tangannya dan berusaha mengendalikan dirinya. Barulah saat itu Han Yu dan yang lainnya menyadari jika Liam sedang melihat orang di belakang mereka.
Su Yuri berjalan menghampiri Ling, "Tuan Muda Chen!"
Saat Ling tiba, ia sudah mendengar orang-orang di sekitarnya mendiskusikan tentang Liam dan Su Yuri. Tidak perlu dikonfirmasi lagi, ia tahu jika mereka telah mengalami kemajuan pesat selama setahun terakhir. Mereka sangat populer sehingga mereka bisa berdiri sendiri.
__ADS_1
"Kau tidak buruk," Ling melirik Su Yuri. Ia agak terkejut dengan peningkatannya.
Ia tahu jika Su Yuri bukan seperti Liam. Saat itu, ia sedang terburu-buru untuk pergi dan tidak punya waktu untuk mengajarinya lebih banyak hal. Ia hanya menyuruh Liam untuk memberinya semua catatan yang telah diselesaikan sebelumnya. Ini tidak lagi hanya masalah bakat, tetapi Su Yuri benar-benar pekerja keras.
Liam akhirnya pulih dari keterkejutannya. Ia berkata dengan nada sedikit tidak puas, "Benar-benar! Mengapa kau tidak memberitahuku kalau kau akan kembali?"
Orang-orang dapat melihat dengan jelas ekspresinya yang sangat bersemangat.
Para peneliti di belakang mereka, semuanya mengenal Ling. Mata mereka langsung berapi-api.
Kejadian yang begitu mendadak ini mengejutkan Han Yu dan yang lainnya. Padahal, tadi mereka kebingungan harus berbuat apa dengan Liam. Ternyata, orang yang ingin ditemui Liam adalah Ling.
Ling menepuk bahu Liam dan tersenyum, "Tiga orang yang kalian rekrut kali ini tidak buruk. Ayo, cari A Shui."
Liam kembali mengontrol kegembiraannya dan memberitahu Su Wen Ai dan yang lainnya jika Ling sudah kembali. Kemudian, ia mengikuti di belakang Ling.
Orang-orang di kerumunan itu hanya melihat mereka pergi dan mematung untuk waktu yang lama.
Han Yu menepuk wajahnya. Ia masih merasa bingung, "Tunggu! Apa ini? Apa yang baru saja aku lihat?"
Pemuda yang ikut datang melamar pekerjaan bersama mereka, ternyata mengenal Liam dan yang lainnya. Bahkan Su Yuri manggilnya Tuan Muda Chen?
Dua orang yang terpilih lainnya juga mulai pulih dari keterkejutan mereka. Mereka berdua berdiri di samping Han Yu. Salah satu dari mereka menarik napas dalam-dalam, "Aku juga merasakannya. Pemuda tadi itu berbeda dengan kita. Ia datang ke sini bukan untuk melamar pekerjaan. Menurutku ... sepertinya dia adalah Tuan Muda itu."
"Itu adalah dia? Dia masih sangat muda?" Han Yu merasa semakin linglung. Wajah Ling masih terukir jelas di dalam pikirannya.
Orang-orang yang tersisa di laboratorium tidak pergi bersama Ling, tetapi senyum terus merekah di wajah mereka. Salah satunya berkata, "Tuan Muda sudah kembali. Kali ini, Nona Su Wen Ai tidak akan menghentikan kita untuk melawan tetua dari Keluarga Bo itu, kan?"
Bo Yushen telah berkali-kali mengirim orang untuk memprovokasi mereka. Karena Ling tidak ada, Su Wen Ai dan yang lainnya hanya mengabaikan mereka. Namun, para bawahan ini merasa tidak terima dengan perlakuan provokator itu.
Sekarang, Tuan Muda Chen mereka telah kembali.
*
Ling mengikuti Liam dan yang lainnya ke laboratorium. Ia sudah sedikit paham tentang perkembangan laboratorium. Sekarang, ia pergi ke gedung di mana Su Wen Ai, A Shui dan yang lainnya harusnya berada.
"Kau kembali tepat waktu," sepanjang jalan, Liam terus mengeluh tentang hal-hal yang mengganggu pikirannya sejak kepergian Ling. Ia baru berhenti mengeluh ketika Ling meminta maaf padanya.
Setelah itu, ia mulai memberitahu informasi serius, "Kepala pelayan dari Keluarga Bo baru saja pergi."
"Kepala pelayan Bo?" Ling mengerutkan keningnya. Menurut pendapatnya, kepala pelayan itu seharusnya tidak berani memprovokasi mereka lagi. Bagaimanapun, saat itu ia telah melihat sedikit kekuatan Ling.
Liam menggelengkan kepalanya dan berkata, "Ini tidak ada hubungannya dengan kepala pelayan Bo. Selama setahun terakhir, ia selalu merawat kami. Namun, baru saja ia mengirim seseorang dan aku tidak terlalu yakin apa yang dia lakukan. Aku membicarakan tetua Keluarga Bo. Berapa banyak yang kau ingat tentang para tetua itu?"
"Ada cukup banyak tetua di Keluarga Bo, tapi aku tidak terlalu tahu tentang mereka. Sepertinya, ada cukup banyak tetua yang menentangku," jawab Ling menghela napas.
Mendengar kata-katanya, Liam langsung terdiam. Bagaimana orang di depannya bisa begitu bangga dengan hal ini? Bagaimanapun, ia adalah salah satu anggota Keluarga Bo. Begitu banyak tetua yang menentangnya, tetapi ia terlihat bahagia-bahagia saja?
Namun, Liam tidak berani mengatakan itu secara langsung. Ia memilih mengatakan hal lain, "Aku dengar itu adalah seorang tetua yang bertanggung jawab untuk acara pertemuan tahunan. Mereka datang untuk mengundangmu ke acara pertemuan tahunan itu."
"Hanya itu?" Ling mengangkat alisnya. Jika hanya masalah ini, tidak mungkin ekspresi Liam seperti itu.
__ADS_1
"Tentu saja tidak," Liam menggelengkan kepalanya.
Ia melanjutkan, "Setelah kau pergi, Keluarga Cheng memberi kita batu mulia. Letaknya di dekat Utara. Ngomong-ngomong, Nona Cheng itu sangat murah hati. Ia memberi kita batu mulia tingkat keempat."
Ling mengangguk. Cheng Rui memang sudah seharusnya murah hati. Bagaimanapun, ia telah menjual sejumlah senjata nuklir biasa kepadanya.
"Namun ... hal ini dianggap sebagai transaksi rahasia. Namun, orang-orang Bo Yushen secara tidak sengaja mengetahui hal ini. Menurut penyelidikan Nona A Shui, seharusnya ada berita dari Keluarga Cheng yang bocor secara tidak sengaja. Kau tahu jika tempat ini adalah wilayah gersang di mata Keluarga Bo. Karena itu, ia sudah memperhatikan tempat ini untuk waktu yang lama. Kali ini, dia berusaha dengan sangat keras untuk mengundangmu kembali. Aku pikir, ia sudah memiliki rencana ketika kau datang ke Keluarga Bo nanti. Setelah Su Wen Ai menolak undangan mereka atas namamu, aku dengar bahwa mereka akan mengundangmu lagi secara langsung," wajah Liam agak muram.
Ling masih tersenyum tipis ketika mendengar ini, tetapi matanya berubah dingin. Ia menarik kursi dan duduk, "Mereka cukup berani."
Namun, Ling tidak terlalu memikirkannya. Dengan kekuatannya saat ini, kemampuan semua orang di sini, dan pertahanan di perbatasan, tidak hanya Bo Yushen, bahkan seluruh Keluarga Bo tidak akan mampu menembus tempat ini. Secara keseluruhan, kedua belah pihak tidak lagi berada di level yang sama.
Tahun lalu, Bo Yushen berada di level kelima. Paling tinggi, setidaknya ia akan berada di level keenam setelah setahun. Ling tahu betul jika dia hanya perlu satu jari untuk menjatuhkan Bo Yushen.
Adapun guru ramuan Bo Yushen, cih, jika Bo Yushen berani melibatkan guru ramuannya lagi, itu akan lebih baik. Ling mengetuk meja dengan santai.
Ia akan membiarkan Bo Yushen ini merasakan apa itu keputusasaan.
"Dia memang sangat berani. Namun, ia tidak tahu, jika kita tidak keluar bukan karena kita takut padanya. Sebaliknya, kita terlalu malas untuk berurusan dengannya. Bahkan, dia tidak akan bisa menembus garis pertahanan kita, tapi dia ingin mengambil batu mulia itu. Tadinya, Nona A Shui ingin mengirim sekelompok pasukan ke sana. Namun, karena kau telah kembali, itu tidak perlu lagi," jawab Liam. Ia juga tersenyum.
Ling menyeringai dan tetap diam.
Jika si bodoh itu menginginkan sesuatu darinya, si bodoh itu harus tetap hidup agar bisa mengambilnya.
*
Pada saat yang sama, jet pribadi Keluarga Bo perlahan terbang menuju hutan belantara di utara. Di dalamnya ada anak buah Bo Yushen. Tetua Keluarga Bo itu juga diperintahkan untuk meyakinkan Ling agar kembali.
"Kau datang ke wilayah gersang di utara ini tahun lalu. Apakah kau menemukan sesuatu?" tanya tetua. Ia berdiri di dekat jendela dan melihat keluar.
Di sampingnya adalah orang yang datang ke wilayah utara beberapa kali tahun lalu. Mendengar pertanyaan tetua, ia menggelengkan kepalanya, "Di sana masih sama saja. Orang-orang Tuan Muda Chen tidak pernah mengizinkanku masuk."
"Beraninya mereka melarangmu masuk. Padahal, itu hanya wilayah gersang. Ia bertindak seolah-olah dia telah mendapatkan harta karun di sana. Ia seharusnya tahu rasanya menderita kemanapun dia pergi. Berani sekali mereka hanya menjadikan kita tontonan dan lelucon," ucap tetua tersenyum, tapi ia tersenyum dingin.
Dia mengerti hal-hal seperti ini dengan sangat baik. Ia sudah hidup lebih lama. Orang di sampingnya juga sedikit mengangguk.
"Lihat, kita sudah sampai di wilayah utara. Ayo, turun," ucap tetua Bo. Ia melihat wilayah di perbatasan.
*
Seperti yang diharapkan, saat sekelompok orang ini mencapai perbatasan wilayah utara, mereka dihentikan oleh sebuah tim kecil.
"Kami di sini untuk menemui Tuan Muda Chen. Tolong bantu kami memberitahunya bahwa pertemuan tahunan Keluarga Bo akan diadakan lusa. Tolong jangan biarkan Tuan Muda Chen tidak datang lagi tahun ini," orang yang berbicara adalah tetua. Ekspresi sombongnya saat di jet tempur, luntur begitu saja. Ketika ia berhadapan dengan penjaga itu, ia sedikit bersikap sopan.
"Tuan Muda Chen?" penjaga itu sudah mendapat perintah dari Su Wen Ai dan yang lainnya. Ia sudah sering berurusan dengan orang-orang ini secara langsung. Namun, sekarang berbeda dengan dulu. Kali ini, ia mendapat perintah baru.
Ia menjawab, "Anda tetua Bo, kan? Bos kami baru saja mengatakan bahwa Tuan Muda Chen akan pergi ke pertemuan tahunan."
Awalnya, tetua ini berpikir bahwa dia harus menyiapkan beberapa ucapan manis agar dia bisa membujuk orang-orang ini. Namun, ia tak menyangka ternyata pihak lain langsung setuju tanpa harus dibujuk. Hal ini benar-benar berbeda dengan tahun lalu. Ia sedikit tertegun.
Setelah cukup lama, ia baru bereaksi, "Kalau begitu, kami akan menunggu Tuan Muda Chen di Keluarga Bo."
__ADS_1