Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tidak Tahu Siapa yang Akan Tertawa Paling Akhir


__ADS_3

"Chen Ling!" teriak Lu Yan sambil berjalan menghampiri mereka.


Suara itu sangat keras sehingga Ling mengernyit. Ia telah menundukkan kepalanya dan mata hitamnya memancarkan kilatan tajam sedingin es. Di saat berikutnya ekspresinya menjadi santai dan malas. Dia berdiri dan menghampiri Lu Yan juga.


Melihat hal itu, Liam bergetar ketakutan. Apakah Ling akan meledak marah? Apakah ia akan menjadi gila lagi?


Pasar terasa hening ketika Ling berjalan. Setiap langkahnya menggetarkan Liam dan Lu Yan. Apalagi pengikut-pengikut Lu Yan, mereka sudah ketakutan luar biasa.


Lu Yan yang sudah tahu bahwa Chen Company menolak proposal Wuzhou karena Ling, ia ingin memarahinya. Ia sudah menyiapkan mental tadi, tapi sekarang ia sedikit membeku.


Sebelumnya, Ling adalah sampah dari keluarga Chen. Penampilan, bakat, kecerdasan, kekuatan, ia tak bisa dibandingkan sedikit pun dengan mereka. Namun, ia belum sadar Ling sudah ada di tingkat kelima, karena tingkatnya lebih rendah jadi ia tak bisa merasakannya. Ia hanya tahu bahwa Ling ada di tingkat kedua.


Sekarang, ekspresi Lu Yan berubah menjadi ejekan. Menurutnya wajah Ling adalah satu-satunya aset yang dapat ia banggakan. Sangat disayangkan bahwa hanya ketampanannya yang dapat menyelamatkan dirinya dan tidak ada aspek lain.


Ia menatap Ling dengan jijik. "Kau telah mengurung Wuzhou di lemari pendingin. Sekarang karena dirimu juga Chen Company menolak proposal Wuzhou. Kau pikir Wuzhou akan jatuh jika tidak bergabung dengan Chen Company?"


Mendengar perkataan Lu Yan, Liam yang sekarang sudah berdiri di samping Ling, menarik napas berat. Dia tahu Lu Yan menyukai Wuzhou. Siapa yang akan menolak pesona orang jenius seperti Wuzhou? Namun, biar bagaimanapun Ling tetaplah tunangannya.


Liam tak mungkin berteriak bahwa dia percaya Ling tak mengurung Wuzhou. Melihat kekuatan Ling, Wuzhou tak akan cedera ringan jika dia benar-benar mengurungnya. Kini dia mengasihani Ling.


"Nona Lu Yan, mungkin ada kesalahpahaman di sini. Mungkin saja Ling tidak mengurungnya," ucap Liam membela Ling.


"Salah paham? Kau percaya begitu saja padanya?" Lu Yan tertawa dingin. Matanya menatap Liam tajam.


Liam sedikit malu. Ia juga tak bisa menunjukkan bukti bahwa Ling tidak bersalah. Namun ia tahu selama ini Ling hanya berakting pura-pura lemah.

__ADS_1


"Kau lihat ini? Ini adalah rumput gruv yang langka. Aku tidak yakin kau memilikinya. Kau menunggu di sini karena mengincar rumput ini juga kan? Lihat! Rumput sebanyak ini akan ku berikan pada Wuzhou. Dia akan menjadi semakin kuat. Sedangkan kau? Kau akan tetap menjadi sampah yang akan diinjak-injak oleh Wuzhou!" ucap Lu Yan sombong.


Kini Liam berbalik mengasihani Lu Yan. Dia tidak tahu bahwa Ling memiliki segudang rumput di rumahnya. Bahkan ramuan itu adalah Ling yang membuat. Dia menghela napas pelan.


Sedangkan Ling tak peduli dengan apa yang mereka berdua pikirkan. Ia menyeringai tipis.


Siapa dia?


Dia adalah Raja Legendaris yang agung. Dia bertempur dimanapun. Meskipun jika kekuatan mereka lebih lemah dia mampu membalikkan keadaan. Dia melampaui batasannya. Bahkan pembunuh nomor 1 dengan hormat memanggilnya Raja. Bukan hanya itu! Karena reputasinya, orang-orang besar juga pucat saat menyebut namanya.


Namun, dia tak menyangka. Saat terbangun kembali, ternyata ia menjadi tuan muda bodoh yang selalu menjadi bahan tertawaan di masyarakat. Setiap mengingat hal itu dia akan tertawa miris. Yang jelas sekarang ia berada di pasar kota Urban, bukan di medan perang.


Ia membuang tempat jusnya dan memainkan sedotan. Jari-jarinya memutarkan sedotan itu dengan cepat hingga menjadi buram. Liam yang sudah pernah melihat hal ini membelalakkan matanya. Ia sudah pasrah dengan nasib Lu Yan yang berani memprovokasi Ling.


Task


Task


Task


Itu tetap terjadi dalam sekejap mata. Kira-kira lima orang yang ada di sana jatuh berlutut semua. Mereka mengangkat alis bingung. Namun sedotan Ling masih berputar di tangannya.


Benar-benar seperti berhalusinasi!


Ling menghentikan gerakan tangannya. Dengan demikian, sedotannya juga berhenti. Ia membuang sedotan itu. Kemudian ia berjalan mendekati Lu Yan dengan senyum iblisnya. "Tunangan Chen Ling memiliki hubungan rahasia dengan adik laki-lakinya. Lu Yan bagaimana pendapatmu tentang berita ini?"

__ADS_1


Wajah Lu Yan suram. Ia tetap berlutut di sana. Bukannya tidak mau bangun, tapi kakinya mati rasa.


Lu Yan awalnya tidak peduli dengan Ling. Mereka hanya kekasih masa kecil. Tidak ada yang mengenal Ling lebih darinya. Ling adalah sampah yang bisa diinjak-injak oleh siapapun. Bahkan ia tak memiliki bakat beladiri dan bisnis.


Maka dari itu, bagaimana sampah seperti dia dapat mengucapkan kata-kata seperti itu?


"Ling kau harus sadar diri. Chen Company tak mungkin jatuh ke tanganmu. Luo Company juga akan menjadi milik Wuzhou. Melihat bagaimana bibi Lin sangat menyayangi Wuzhou, kau akan menyesal telah mengancam Wuzhou kemarin," ucap Lu Yan sambil berusaha bangkit.


Setelah bersusah payah, ia bangkit dan mengamati wajah Ling. Ia mempertahankan ekspresi tenang dan tidak terkejutnya. Tanpa menunggu Ling berbicara lagi, ia pergi bersama teman-temannya.


Melihat Lu Yan pergi, Liam kembali ke keadaan sadarnya. Ia tidak tahan untuk berkata pada Ling, "Nona Yan tak sepenuhnya salah. Dengan bakat dan kecerdasan Wuzhou dia pasti akan mewarisi Luo Company. Selain itu, perlahan dia pasti akan memiliki saham yang besar di Chen Company. Hidup ini selalu berputar. Kau tau, Tuan Tua Chen sangat menghargai bakat. Ia tak mungkin menyia-nyiakan bakat hebat seperti Wuzhou. Dengan kau mengancam Wuzhou kemarin, bukan kah ... itu ide yang buruk? Jika kau kesusahan di masa depan, walaupun kalian bersaudara, mungkin ia tak akan membantumu jika ingat masalah ini. Kau akan sangat menderita karena tidak memiliki siapapun untuk melindungimu."


"Kau tidak akan pernah tahu siapa yang akan tertawa paling akhir. Bagaimana kau begitu yakin Wuzhou akan mewarisi Luo Company dan Chen Company?" Ling berucap sambil menepuk bahu Liam.


Ling masih berdiri di sana. Ia sedikit mengernyit. Bukan hanya Luo Company, tapi Wuzhou juga menginginkan Chen Company? Dia terlalu serakah! Ling akan membuatnya memuntahkan semua ambisinya.


"Beritahu padaku tentang proposal Wuzhou," ucap Ling santai sambil memasukkan tangan ke sakunya.


"Bahkan jika aku menyebutkannya apa kau akan mengerti?" tanya Wuzhou hati-hati.


Semua orang tahu bahwa Ling adalah orang yang bahkan tak bisa memahami bisnis. Ia tidak tahu laporan keuangan dan bagaimana cara mengelolanya.


Dia melirik Liam dengan malas. Ia mulai memainkan ponselnya dengan satu tangan di saku. Bibirnya membentuk senyum tipis, "bicaralah."


Tubuh Liam sedikit goyah. Ia merasa Ling mendominasi nya. Meskipun beberapa hari setelah mengikuti Ling ia sadar akan hal ini, ia tetap belum terbiasa.

__ADS_1


__ADS_2