
"Tuan Cai ... mengapa kau mengemudi ke sini? Cepat pergi! Cepat!" ucap orang yang duduk di sebelahnya dengan gemetar.
Hanya beberapa orang yang tahu keberadaan Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Orang biasa tak tahu tentang hal ini. Jadi, yang lainnya bertanya, "Mengapa? Apa ada yang salah?"
"Kalian tidak tahu? Ini adalah Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Orang-orang di sini sangat hebat dan menakutkan. Semua orang menghormati mereka, bahkan orang besar di Kota Bayangan membungkuk pada mereka. Tuan Cai, lupakan saja! Aku akan menyetir!" ucap orang di sebelah Cai Hao dengan panik.
"Benarkah? Jika orang besar di Kota Bayangan saja takut kepada mereka, apalagi kita yang hanya dari perusahaan kecil. Tuan Cai, cepat kembali," orang-orang lainnya ikut panik setelah mendengar jawaban orang di depan.
Cai Hao tersadar dari lamunannya. Ia menjawab, "Tuan Muda Chen berasal dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya."
"Dia berasal dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya? Tuan Cai, jelas-jelas dia berasal dari Kota Urban. Bagaimana bisa dia berasal dari pulau itu? Jika dia memang berasal dari pulau itu, mengapa orang-orang berani meledakkan gedungnya?" tanya orang di sebelah Cai Hao.
Cai Hao tidak menjawab. Ia turun dari mobil dan berjalan menuju gerbang.
"Tuan Cai! Jangan gegabah!" teriak orang-orang di dalam mobil. Mereka semakin panik saat melihat beberapa orang menghampiri mereka.
"Tuan Muda Chen," ucap Cai Hao dengan hormat.
"Kau datang tepat waktu. Ahli Bom Mei akan bekerjasama denganmu. Aku akan menyuruhnya untuk menemui dan Paman Qian," ucap Ling santai.
"Tuan Muda, jet Ahli Bom Mei dan Wei Lang telah menunggumu," ucap Ketua Dai dengan hormat.
"Baik, aku akan pergi dulu," ucap Ling kepada Cai Hao. Ia melangkah pergi dengan diikuti pasukan di belakangnya.
Orang-orang dari Bronze Company sudah keluar mobil. Namun, mereka malah membeku di tempat. Salah satu dari mereka bertanya dengan terbata, "Apa ... itu ... benar ... Tuan Muda Chen?"
"Sepertinya ... itu benar," jawab salah satu orang yang ikut linglung.
"Katakan padaku. Apa jadinya jika orang yang bertahan di Bronze Company tahu jika Tuan Muda Chen berasal dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya?" tanya salah satu orang.
"Mereka pasti akan terkejut sampai mati," jawab orang lainnya yang merasa ngeri dengan jawabannya sendiri.
*
Di sebuah ruangan di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya.
__ADS_1
Ada tiga orang yang duduk di sana. Salah satunya adalah Tuan Besar Wei yang terlihat gelisah. Ia memegang tangannya dengan gemetar. Ia seperti ketakutan saat berada di sini. Ia pun menarik napas dalam mencoba meredakan kegugupannya.
Sejak ia tahu jika Ling adalah Raja Legendaris, ia masih belum percaya. Namun saat melihat Keluarga Lu dan orang dari Pegasus dihancurkan dalam satu malam, ia tak bisa memikirkan orang lain lagi.
Saat Ling berjalan ke arah mereka, ia terlihat bersemangat.
"Aku telah menangkap Lu Zhong dan Chen Namgung. Aku baru saja keluar dari ruangan Ibuku. Sejak aku pergi, kekuatan apa saja yang datang ke Kota Bayangan?" tanya Ling sambil duduk santai.
"Aku juga tidak yakin. Namun beberapa hari lalu banyak jet yang datang ke keluarga kami dan meminta kami menandatangani kontrak. Meski mereka tidak langsung mengambil alih wilayah seperti Keluarga Bo, tetap saja kami harus menyerahkan seperempat wilayah kami," jawab Tuan Besar Wei sambil tersenyum pahit.
"Namun keadaan kami tidak separah Keluarga Bo dan Keluarga Zhuo. Ngomong-ngomong di mana Nona Zhuo? Bukankah dia sudah kembali? Mengapa aku tidak ada mendengar kabar darinya?" tanya Tuan Besar Wei.
"Tidak ada kabar?" Ling sebenarnya cukup tercengang. Ia terlalu fokus dengan Chen Lin, Keluarga Bo, dan akademi ramuannya hingga ia tidak memperhatikan hal lain.
"Apa yang mereka lakukan pada Keluarga Zhuo?" tanya Ling.
"Aku tidak tahu," jawab Tuan Besar Wei sambil menggeleng.
"Saat itu kami mengirim orang untuk memeriksa mereka. Namun, kami sendiri ternyata kewalahan. Jadi, kami hanya tahu jika Tuan Besar Zhuo terluka. Kau tahu pasti bagaimana hal itu. Jika dia sudah terluka, kami menolong pun sia-sia. Karena itu kami juga dengan pasrah memberi mereka wilayah kami," lanjut Tuan Besar Wei menjawab.
Ling merasa jika mereka menyentuh sesuatu yang seharusnya tidak mereka sentuh di Keluarga Zhuo.
"Jadi, Keluarga Wei masih bertahan?" tanya Ling setelah itu.
"Benar," jawab Tuan Besar Wei sambil mengangguk.
"Ayo kita pergi untuk menangkap seseorang," ucap Ling.
"Apa?" tanya Tuan Besar Wei tercengang.
"Aku terburu-buru melihat kondisi Ibuku. Artinya aku sudah memberikan waktu satu hari agar mereka pergi. Namun ternyata mereka tidak pergi juga. Apa mereka pikir aku begitu baik hati akan tetap membiarkan mereka pergi setelah ini?" ucap Ling sambil menyeringai.
*
Keluarga Wei.
__ADS_1
Keluarga Jun dari luar negeri adalah keluarga yang memerangi Keluarga Wei. Saat ini, mereka sedang berdiskusi.
"Kepala Keluarga Jun, saat ini Keluarga Lu di luar negeri datang ke Kota Bayangan," lapor bawahan Tuan Besar Jun.
"Mengapa?" tanya Tuan Besar Jun yang merasa ada yang tidak beres.
"Ini adalah panggilan video dari mereka," jawab bawahannya sambil menyerahkan laptop.
Di sana, terlihat Tuan Besar Lu yang berada di jet pribadi. Wajahnya terlihat sangat panik.
"Tuan Besar Lu, apakah benar Anda akan ke Kota Bayangan?" tanya Tuan Besar Jun.
"Tentu saja," jawab Tuan Besar Lu dengan tegas.
"Untuk apa Anda ke sini?" tanya Tuan Besar Jun masih tidak mengerti.
"Tentu saja aku ingin minta maaf pada Tuan Muda Chen karena perbuatan anakku. Aku khawatir jika kami terlambat, dia akan mengebom seluruh Keluarga Lu," jawab Tuan Besar Lu.
"Mengebom? Bom apa yang dia gunakan?" tanya Tuan Besar Jun.
"Tentu saja Bom Besar 1. Apa jadinya jika dia ternyata juga memiliki Bom Besar 2? Kita semua akan mati," jawab Tuan Besar Lu.
"Bom Besar? Bom legendaris itu?" tanya Tuan Besar Jun yang merasa sangat syok.
"Bukankah itu adalah buatan Ahli Bom Mei?" tanya Tuan Besar Jun lagi.
"Tidak! Itu adalah buatannya," jawab Tuan Besar Lu sambil menggelengkan kepala.
Kemudian, seorang bawahannya yang lain masuk. Ia berkata, "Tuan, pasukan Keluarga Wei datang ke sini. Apa yang harus kita lakukan? Menangkap atau membunuh mereka?"
"Menangkap? Membunuh? Cepat berkemas dan tinggalkan tempat ini," ucap Tuan Besar Jun yang panik.
"Tinggalkan tempat ini? Tuan, Anda benar-benar ingin pergi? Kita telah berhasil menduduki tempat ini. Para tetua dari luar negeri juga akan datang sebentar lagi," ucap penjaga itu yang tercengang dengan perintah Tuan Besar Jun.
"Terserah kalian jika ingin tetap tinggal di sini. Namun jangan pernah katakan jika kalian berasal dari Keluarga Jun," ucap Tuan Besar Jun yang langsung pergi ke luar.
__ADS_1
Sedangkan penjaga yang kebingungan itu dihampiri oleh kepala pelayan. Kepala pelayan berkata, "Aku dengar dari Tuan Besar Lu, Tuan Muda Chen memiliki Bom Besar 1. Jadi tidak mustahil jika dia memiliki Bom Besar 2. Jika kalian ingin mati konyol, maka tetaplah di sini."