
"Kau dan Ibuku belum menikah," jawab Ling malas.
"Bukan itu. Kau putra kandungku," jawab Bo Minghao dengan wajah berbinar. Ia menatap Chen Lin seolah meminta penjelasan.
"Baiklah. Kalian bicara saja berdua dulu. Jika sudah mendapat titik terang beritahu aku. Aku akan pulang dulu," ucap Ling. Ia pergi meninggalkan mereka bersama Lingxi.
"Apa kau sudah benar-benar sembuh?" tanya Chen Lin memastikan.
"Benar Ibu. Jaga dirimu baik-baik," ucap Ling. Ia berjalan menjauh dari mereka.
Bo Minghao adalah ayah kandungnya? Sungguh tak terduga.
Liam, Yuan, dan Su Wen Ai mengekorinya. Mereka melihat satu lagi orang hebat yang menjadi teman Ling. Ling memang benar memiliki banyak rahasia dalam hidupnya.
"Kalian tidak berlatih?" tanya Ling pada mereka. Saat ini, Liam mengemudi mobil ke rumah Keluarga Chen.
"Kami sudah berlatih. Bagaimana keadaanmu?" tanya Su Wen Ai. Tidak biasanya dia yang bertanya.
"Aku baik-baik saja," jawab Ling. Ia memainkan ponselnya. Ia mengecek video yang dikirim oleh A Shui.
"Mereka ingin bermain-main," gumam Ling.
"Nanti malam kita akan melakukan misi," ucap Ling santai. Ia mematikan ponsel dan menatap ke depan. Sedangkan tiga temannya sudah mengerti apa maksudnya. Jadi mereka hanya diam sebagai tanggapan.
"Raja, kau ingin membalas dendam dengan Pegasus?" tanya Lingxi berbisik. Ia tak mau membuka identitas Ling di depan teman-temannya.
"Tidak hanya Pegasus yang terlibat. Keluarga Zhao juga," jawab Ling. Ia memikirkan tentang Zhao Ran sekarang. Sepertinya Keluarga Zhao masih belum pulih.
"Bukankah kau berasal dari Asosiasi Ramuan?" tanya Lingxi lagi. Meski ia baru pertama kali bertemu dengan Ling, tapi ia pernah mendengar tentang hal ini. Ia juga tahu Ling adalah seorang Dewa Tabib.
"Kau tidak berada di Kota Bayangan selama beberapa tahun. Sejak aku menghilang, Pegasus menargetkan Asosiasi Ramuan. Jadi sekarang mereka terbagi menjadi dua kubu," jawab Ling. Ia mengirim pesan pada A Shui untuk melacak keberadaan Zhao Ran di Kota Bayangan.
__ADS_1
"Apa temanmu bisa diandalkan?" tanya Lingxi lagi masih berbisik.
"Kau meragukan kepemimpinanku?" tanya Ling menatap tajam ke arah Lingxi. Lingxi langsung bergetar karena takut.
"Tidak berani Ra ...," hampir saja dia mengucapkannya.
*
Bo Minghao telah berbicara dengan Chen Lin. Sebelumnya ia pernah berhubungan dengan Chen Lin. Maka dari itu ia selalu mencari informasi tentang Chen Lin. Namun ia tak menyangka Chen Lin memiliki seorang putra. Jika ia tak tes DNA sekalipun, ia tahu itu adalah putra kandungnya. Bagaimanapun Ling memiliki sedikit kemiripan fisik dengannya. Namun sifatnya malah sangat mirip dengannya.
Saat ini, Bo Minghao akan menemui para tetua. Tadi ia sudah mengabarkan jika ia memiliki seorang putra. Kali ini ia akan membawa Ling masuk ke dalam Keluarga Bo.
Meski ia tahu banyak yang akan menentangnya, ia akan tetap melawan mereka. Lagipula ia harus membalas kesalahannya dengan Chen Lin dan Ling karena bertahun-tahun meninggalkan mereka.
Bo Minghao sampai di aula keluarga. Di sana, para tetua dan anggota keluarga lain berkumpul. Wajah mereka terlihat sangat suram
"Kau ingin membawa putra harammu masuk ke dalam keluarga ini?" tanya salah pimpinan tetua. Ia menatap Bo Minghao dengan sinis.
"Benar. Selain itu aku juga ingin memberinya fasilitas untuk kultivasi," ucap Bo Minghao lagi. Ia sama sekali tidak takut dengan tatapan orang-orang yang ada di sana.
Saat mendengar hal ini, para pelayan yang ada di depan pintu sedikit merinding. Mereka mengingat bagaimana pertama kali Ling datang ke rumah ini. Apakah itu pantas disebut sebagai orang biasa?
"Memangnya kenapa? Bukankah selama ini aku tidak pernah memakai fasilitas itu? Apa aku salah mengambil hakku yang selama ini sudah aku serahkan pada kalian?" tanya Bo Minghao telak.
Para tetua kini terdiam. Mereka merasa sedikit malu. Memang benar selama ini mereka selalu mengembangkan anak-anak jenius dengan fasilitas dari Bo Minghao. Bahkan Bo Minghao tak pernah ikut campur dengan urusan mereka.
"Aku sudah diam selama ini. Kalian suka atau tidak, aku akan tetap memasukkan putraku ke dalam keluarga ini. Siapkan upacaranya dalam satu minggu," ucap Bo Minghao melanjutkan perkataannya. Ia mengeluarkan aura dominasinya. Kini semua orang yang ada di sana tak bisa berkutik, termasuk pimpinan tetua. Mereka benar-benar tak dapat melawan Bo Minghao.
"Upacara tidak bisa dilakukan begitu saja. Jika dia ingin masuk ke dalam keluarga ini, dia harus membuktikan bahwa dia mampu," ucap pimpinan tetua yang masih tidak setuju dengan keputusan Bo Minghao.
"Apa kau meremehkan darah dagingku?" tanya Bo Minghao ketus. Ia menatap tajam ke arah pimpinan tetua.
__ADS_1
"Aku hanya ingin sebuah bukti. Aku tidak ingin kualitas keturunan Keluarga Bo menurun," ucap pimpinan tetua.
"Baik. Aku percaya pada kemampuan putraku," jawab Bo Minghao penuh tekad.
"Jika begitu, dia akan mengikuti semua alur dan persyaratan untuk masuk sebagai kultivator," ucap pimpinan tetua.
Mata Bo Minghao membelalak. Ia paling mengerti alur dan persyaratan itu. Jika ingin menjadi kultivator juga harus memiliki sedikit dukungan. Namun Ling belum memiliki dukungan sama sekali.
"Kalian harus bertindak adil. Dia belum pernah berlatih bertahun-tahun," jawab Bo Minghao. Wajahnya memerah karena marah.
"Kami sangat adil. Jika dia mampu, dia akan masuk ke dalam Keluarga Bo," jawab pimpinan tetua. Ia sekarang sedikit menyombongkan diri.
Bo Minghao mengepalkan tangannya erat. Urat tangannya sampai terekspos. Jika dia tak menahan diri, ia bisa menghancurkan Keluarga Bo sekarang. Namun sekarang ia sadar, ia memiliki Ling dan Chen Lin.
"Oke sepakat. Aku harap kalian bertindak adil dan transparan," ucap Bo Minghao. Ia segera keluar dari aula. Jika tidak, kemarahannya akan semakin bertambah.
"Lihatlah betapa sombongnya dia," ucap pimpinan tetua tersenyum meremehkan saat melihat Bo Minghao semakin menjauh.
*
Ling dan ketiga temannya sudah berada di luar sekarang. Malam ini, mereka akan menjalankan misi. Ia tadi sudah menghubungi Zhao Ran untuk menanyakan lokasi mereka. Namun Zhao Ran harus menjadi umpan karena ia ketahuan mendatangi markas Pegasus.
"Bunuh mereka tanpa bersuara," ucap Ling. Ia memakai topengnya dan menyeringai. Jika seseorang melihat seringaiannya, mereka akan takut hingga mati.
"Baik," jawab tiga orang itu kompak. Mereka sudah terlatih bersama Ling selama ini. Mereka sudah biasa menerima perintah.
Sekarang mereka memasuki markas dari atas atap.
***
Jika kesibukan sudah berkurang, update akan kembali rutin. Author mohon maaf jika ada kesalahan kata atau perbuatan🤗
__ADS_1
Stay safe my readers😍
Semoga kalian sehat selalu🥰😇