Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tidak Ada Jejak Kaki


__ADS_3

Ling tidak tahu apa yang terjadi di Dewan Tetua. Jika dia tahu pun, dia tidak akan peduli. Saat ini ia sedang berjalan dengan Luo Qianzhou dan penjaganya yang bernama Zhan Yu. Kebetulan, mereka bertemu Bo Yushen yang bergegas ke kantor Dewan Tetua.


Saat Bo Yushen melihat penjaga di belakang Ling, ia mengerutkan kening, "Siapa namamu?"


"Zhan Yu," jawabnya hormat.


"Kelihatannya kau level tiga, kan? Apa kau mau menjadi penjagaku?" tanya Bo Yushen.


Banyak penjaga di sana memandang Zhan Yu iri.


Namun, Zhan Yu menolak dengan halus, "Maaf, Tuan Muda Bo Yushen, saya diperintahkan untuk mengikuti Tuan Muda Chen. Jadi, tuanku adalah Tuan Muda Chen."


"Kau benar-benar tidak mau?" tanya Bo Yushen dengan ekspresi suram.


Tak disangka, Zhan Yu malah bertanya balik, "Apa saya kelihatan bercanda?"


"Oke, bagus," jawab Bo Yushen dingin. Ia berlalu pergi.


Ling melirik Zhan Yu dan mengangkat alis, "Aku tidak menyangka kau begitu keukeh."


"Tentu saja," wajah Zhan Yu serius.


Tiba-tiba, teriakan kencang terdengar dari halaman depan. Dengan segera, penjaga berhamburan dan menimbulkan kekacauan.


Zhan Yu yang sudah hapal wilayah di sini, ia berkata, "Tuan Muda, itu adalah halaman Nyonya Bo."


Ling berhenti dan menyeringai.


Melihat Ling tertarik, Zhan Yu bertanya pada penjaga lain apa yang sedang terjadi.


"Nyonya Bo pingsan dan seluruh tubuhnya menghitam. Setiap orang yang melayaninya dikurung," jawab penjaga itu.


Zhan Yu memperhatikan ekspresi tenang Ling. Apakah ... dia tahu hal ini akan terjadi?


"Ayo kita lihat," ucap Ling berjalan ke halaman Nyonya Bo.


*


Bo Yushen yang tadinya bergegas ke kantor Dewan Tetua, ia kembali. Ia mengamuk dan menarik kerah seorang penjaga, "Dimana tabib?"


"Maaf, Tuan Muda. Saya tidak tahu tentang penyakit Nyonya. Jika Anda mencari tabib lain di pulau ini, jawaban mereka juga akan sama. Sepertinya Nyonya hanya bisa diselamatkan oleh tabib dari Asosiasi Dewa Ramuan," jawab tabib segera keluar dari ruangan.


Bo Angling berdiri di samping Ling. Ia memegang tangannya, "Kakak Chen bisa menyembuhkannya, kan?"


Ling diam. Padahal dia hanya ingin menikmati pertunjukan.


Tetua pertama menjawab, "Angling, jangan permalukan Tuan Muda Chen."


"Kakak Chen memang bisa menyembuhkan penyakit apa pun!" jawab Angling meninggikan suaranya.


Tetua pertama mengabaikan Bo Angling.


Bo Angling hanya menghela napas.


Bo Yushen segera teringat sesuatu. Gurunya adalah seorang ahli ramuan. Ia berkata, "Ambil kartu namaku dan undang guruku. Dia di luar negeri."


"Ah, benar. Dengan adanya guru Bo Yushen, seharusnya keadaan akan membaik," ucap tetua pertama. Yang lain juga merasa lega.


*


Ling, Luo Qianzhou, dan Zhan Yu sudah keluar dari ruangan Nyonya Bo.


"Tuan Muda Chen, apa Anda benar-benar bisa menyembuhkannya?" tanya Luo Qianzhou.


"Apa kau tahu siapa Dewa Tabib itu?" tanya Ling.


Luo Qianzhou menggeleng.


"Itu aku," jawab Ling santai.


"Jadi, kau benar-benar bisa menyelamatkannya?" Luo Qianzhou bertanya lagi.


Ling hanya menyeringai dan tidak menjawab.


Di belakang, tetua pertama mendengar pembicaraan mereka. Ia tenggelam dalam pikirannya.


"Saat aku menyelidikinya, dia memang memiliki hubungan dengan Asosiasi Dewa Ramuan, tapi mereka tak mengakuinya. Wajar saja anak muda sepertinya sombong. Padahal Tabib Agung saja tak berani mengaku-ngaku begitu," ucap tetua pertama.

__ADS_1


Setelah itu, tetua pertama berjalan ke ruangan Nyonya Bo.


Saat Ling keluar dari halaman Nyonya Bo, senyum santainya pudar. Ia menunduk dan tatapannya menajam.


"Ah, Tuan Muda, ini bukan jalan pulang," ucap Zhan Yu menyadari ada yang salah.


"Aku memang sengaja," Ling mengangguk.


Luo Qianzhou melirik Ling yang auranya terasa sedikit menakutkan, "Tuan Muda, ke ... ke mana kau akan pergi?"


"Mencari tempat kosong untuk membungkam mereka," jawab Ling.


Melihat Luo Qianzhou dan Zhan Yu berhenti, Ling memasukkan tangannya ke saku, "Jangan takut. Aku hanya bercanda."


Wajah Zhan Yu pucat, "Bercandaan Anda agak menakutkan."


Ling tersenyum dan membawa mereka ke tepi pantai. Ia bertanya pada Luo Qianzhou, "Rumahmu di seberang sana, kan? Apa kau punya perahu?"


*


Setengah jam kemudian, perahu kecil Keluarga Bo berlayar menuju pulau kecil tak jauh dari sana.


Ling memakai topi jerami sederhana yang dia beli saat di Pulau Bo. Topi itu hanya topi biasa, tapi anehnya aura Ling bertambah agung. Saat ini ia duduk di perahu dan memancing. Sedangkan Luo Qianzhou bermain game di ponsel dan Zhan Yu yang mendayung perahu.


Pada saat yang sama, kapal besar berada tak jauh dari mereka.


"Nona Ming, ada perahu tak dikenal di depan," ucap penjaga kepada wanita di depannya.


"Perhatikan gerakan mereka," jawab wanita itu.


Tak lama, penjaganya kembali melapor, "Orang-orang itu sepertinya memancing. Dari logo perahunya, sepertinya mereka berasal dari keluarga bangsawan di pulau di sana."


"Kalau begitu abaikan saja. Apa kau sudah menghubungi tim?" tanya wanita itu.


"Nona Zhuo berkata, Ketua Dai akan segera tiba," jawab penjaganya.


Ming mengangguk dan hendak memasuki kapal.


Namun, ombak besar tiba-tiba datang. Perahu kecil di depan mereka sepertinya akan jatuh. Ming membeku, "Sial! Selamatkan orang-orang itu!"


"Terimakasih. Jika bukan karena Anda, kami pasti sudah basah kuyup," ucap Zhan Yu dan Luo Qianzhou saat melihat kapal besar menyelamatkan mereka. Mereka naik ke kapal dan perahu itu ditarik oleh kapal.


Penjaga itu melapor kepada Ming, "Nona, tiga orang ini agak mencurigakan. Mereka bukan mementingkan nyawa, tapi malah pakaian."


Kapal besar ini adalah brigade Angkatan Laut yang sedang menjalankan misi. Jadi, mereka tak terlalu mempedulikan Ling dan yang lainnya.


Akhirnya kapal besar itu berhenti di pulau.


Saat mereka tiba, bau darah menguar. Banyak warga berlarian ke sana kemari. Luo Qianzhou membelalak saat melihat orang-orang itu, "Ayah! Kepala desa!"


"Jangan bergerak. Ada sesuatu yang mengejar mereka. Bahkan jika itu ayahmu, kau tidak bisa membantu. Setidaknya sudah ada 20 orang tingkat kelima di pulau ini. Ayo mundur dulu!" ucap Ming meraih lengan Luo Qianzhou.


Walau Ling telah mengajari Luo Qianzhou cara bertarung dan menggunakan belati, tapi tetap saja kekuatannya masih kalah dengan Ming.


Tiba-tiba, sesuatu yang mengejar warga datang ke arah mereka. Penjaga Ming juga panik karena kapal mereka menghilang dan Ketua Dai belum tiba.


Ling meletakkan peralatan pancingnya, "Jaga itu. Aku akan segera kembali."


Zhan Yu mengangguk patuh.


Ming dan para penjaga melihat ke arah Ling yang ekspresinya sangat tenang. Bahkan tidak ada jejak kaki di pasir yang dia injak.


"Seberapa kuat tuanmu?" tanya Ming pada Zhan Yu.


"Katanya ia berada di tahap akhir level 6, tapi menurut kemampuan bertarungnya, sepertinya dia sudah level 7 menengah," jawab Zhan Yu berdasarkan yang dia tahu.


Ming dan para penjaganya sangat terkejut. Level 7 menengah? Ia bercanda?


Namun, mereka segera menyadari faktanya.


Ling berjalan santai dan tiba di antara kelompok mutan. Ling tidak ingin mengotori tangannya memegang hal-hal seperti itu. Ia mengeluarkan belati dan rantai yang melilit tangannya.


Dengan gerakan tangannya yang terampil, belati yang ada di rantai itu dilempar dan menusuk leher si mutan. Sedangkan rantainya melilit leher si mutan dan kemudian Ling membantingnya hingga mati.


Mutan itu dilempar begitu saja seperti sampah.


Kini kelompok Ming tahu perbedaan mereka dengan Ling.

__ADS_1


"Apa aku sedang bermimpi?" ucap penjaga Ming.


"Padahal sebelumnya ia hanya memancing. Apa ini nyata?" ucap penjaga lainnya.


Zhan Yu juga membelalakkan mata, "Sial! Tuan Muda berbohong padaku. Jelas-jelas ia berada di level 8!"


"Tidak lucu! Kau punya air?" tanya Ling melepas rantai itu dan memasukkan kembali ke sakunya.


Zhan Yu segera mengeluarkan botol air dan menuangkannya untuk cuci tangan Ling.


Setelah Luo Qianzhou berpamitan pada Ling, ia bergegas menemui ayahnya dan kepala desa.


Ming juga tersadar. Ia menarik napas dalam-dalam, "Tuan Muda, Anda berasal dari Keluarga Bo, kan? Apa Anda Tuan Muda Bo Yushen?"


Ling tak menjawab.


Saat ini, terdengar suara gemuruh di langit. Sosok-sosok melompat turun dari jet tempur. Kelompok itu dipimpin oleh Ketua Dai.


Melihat Ketua Dai, Ming langsung membungkuk dan menyapa, "Ketua Dai."


Ketua Dai mengangguk. Lalu ia terkejut ketika melihat Ling.


Ia mengeluarkan walkie-talkie dan memanggil A Shui, "Apa aku ada menyinggungmu? Mengapa Tuan Muda Chen ada di sini? Kau membuatku datang untuk tidak melakukan apa-apa? Apa kau masih ragu karena aku mengalahkanmu terakhir kali?"


A Shui menjawab, "Kau lebih pintar dari yang ku pikirkan."


Ketua Dai tidak marah.


Ia benar-benar tidak marah.


Setelah itu ia menghampiri Ling dan membungkuk, "Tuan Muda Chen. Jika aku tahu Anda akan datang, seharusnya aku tidak melakukan apa pun."


Ling menyeka jari-jarinya dengan tisu dan menjawab, "Tidak apa-apa. Aku masih punya urusan lain jadi aku akan pergi dulu. Oh, benar, bawa bawahanku saat kau kembali."


Ling menunjuk Luo Qianzhou.


Setelah itu, ia memakai topi jeraminya lagi dan mengambil peralatan pancingnya. Kemudian ia berjalan menuju perahu.


Ketua Dai berdiri dengan hormat menunggu Ling pergi.


Sedangkan Ming dan para penjaganya terkejut melihat kemunculan perahu misterius itu. Bukankah tadi perahunya menghilang? Awalnya mereka mengira ia hanya anak bangsawan manja. Namun sekarang yang ada dipikiran mereka, siapa sebenarnya dia?


Tiba-tiba, sesuatu aneh muncul dari pantai. Mereka berseru, "Hati-hati!"


Luo Qianzhou yang ada di sana segera mengeluarkan belatinya. Dengan mudah ia menebas kepala hewan itu.


Bukankah ia hanya kultivator level tiga? Mengapa tebasannya sangat kuat? Apa yang salah?


Ming dan para penjaganya merasa malu.


"Ketua Dai, siapa sebenarnya Tuan Muda Chen itu?" Ming menarik napas.


"Sepertinya kalian tidak mengikuti berita luar negeri?" Ketua Dai heran.


"Kami sibuk menjalankan misi dan berkultivasi setiap hari. Kami tidak punya waktu untuk melihat berita-berita seperti itu," jawab penjaga Ming.


"Anak muda, lain kali kalian harus menonton berita. Nanti kalian juga tahu kejutan apa yang akan muncul," ucap Ketua Dai menasehati.


Setelah itu, ia menyuruh bawahannya membersihkan kekacauan yang dibuat Ling. Ia melihat banyak anggota tubuh tercerai-berai.


Sedangkan Ming diam-diam mencari berita di ponselnya.


Ia langsung membeku.


"Ada apa Nona?" tanya penjaganya.


Berita tentang Ling di luar negeri banyak tercetak di koran, majalah, dan sebagainya. A Shui tak bisa menghilangkan sepenuhnya bahkan jika dia ingin. Jadi ia membiarkan beritanya begitu saja.


Oleh karena itu, Ming dapat mengetahui berita tentang Ling.


"Nona ... ini ...," penjaga yang melihat berita itu menelan ludah.


'Jenius Langka dari Akademi Bintang'


[Menyinggung tiga keluarga besar di luar negeri dan dia masih baik-baik saja. Bahkan keluarga itu hancur dan terpaksa mengganti kepala keluarga. Jenderal Qiu juga tidak berani menyinggungnya. Jika ada yang berani menyinggung perasaannya, maka mereka akan berhadapan dengan Keluarga Bai.]


Ming dan para bawahannya merasa tercekat.

__ADS_1


Ia tiba-tiba ingat saat ia bertanya apakah Ling adalah Bo Yushen. Bo Yushen menang jenius, tapi tentu saja mereka tak bisa dibandingkan.


Pantas saja dia tak menjawab!


__ADS_2