
Chen Qi menatap heran kepergian Tuan Tua Zhuo. Ia masih belum percaya bahwa Ling bersikap tenang setelah mendapat perlakuan hormat seperti itu.
Setelah ia tidak melihat mereka lagi, ia bertanya pada Ling, "Bagaimana kau bisa menaklukkannya?"
"Kakek, kejadian ini akan terus terjadi. Aku harap Kakek tidak akan terkejut," ucap Ling menatapnya.
Ia melanjutkan, "Tentu Kakek sudah mendengar cerita dari Ibu. Sekarang Kakek bisa bersantai. Berjemur pagi, berjalan-jalan sore, bermain catur, menyiram tanaman, dan melakukan hal yang Kakek inginkan di masa tua. Sedangkan masalah lain, Kakek tidak perlu memikirkannya."
Ling memasukkan tangan ke saku. Ekspresinya sedikit muram saat itu. Saat ia mengangkat kepalanya, cahaya seolah menyinari lagi wajah tampan itu.
Chen Qi ingin terus bertanya, tapi ia mengurungkannya. Ia memilih berkata, "Aku senang Cucuku sudah dewasa. Kalau begitu aku tidak akan bertanya tentang rahasiamu."
"Terimakasih, Kakek," jawab Ling sambil menghela napas lega.
"Kalau begitu aku akan ke kamar dulu. Selamat malam Kakek dan Ibu," ucapnya segera naik ke atas.
Dia tidak ingin Chen Qi menanyakan perubahannya. Ia belum memiliki jawaban untuk itu. Tidak mungkin ia menjawab bahwa ia adalah orang dari Kota Bayangan yang sudah mati dan bereinkarnasi ke tubuh cucunya. Lebih tidak mungkin dia menjawab bahwa dia adalah Ling X dari Organisasi Tempur, kan?
"Bocah itu menjadi lebih membingungkan," ucap Chen Qi menatap kepergian Ling.
"Terlalu banyak masalah akhir-akhir ini. Mungkin aku telah mengabaikannya. Dia sangat membuat kita terkejut hari ini," ucap Chen Lin sambil memijat pelipisnya.
"Lin, Chen Sin menghubungiku dan mengatakan bahwa kau sangat stres. Jika memang bebanmu sangat berat, aku bisa kembali ke perusahaan untuk sementara waktu untuk membantumu," ujar Chen Qi.
Chen Lin pun segera mengubah ekspresinya. Dia memaksakan senyum.
"Ayah, dengarkanlah Ling. Beristirahatlah di rumah. Berikan aku waktu untuk menyelesaikan beberapa masalah ini," jawab Chen Lin menatap Chen Qi.
"Baiklah. Hidup tidak selamanya seperti ini. Kau akan segera menemukan cahaya terang," ucap Chen Qi sambil memeluk putrinya.
Sedangkan Ling di lantai atas sedang duduk di depan komputer. Saat komputer dihidupkan, cahaya menyinari wajah tampannya di bawah lampu remang-remang.
__ADS_1
Aplikasi Perdagangan Internasional telah terbuka. Ia melihat saldo saham yang awalnya adalah 401.300 menjadi 1.778.919.
Dia pernah bersumpah setelah kejatuhan pasar saham saat itu, bahwa dia tidak akan menghancurkan saham lagi. Dia menyisir rambutnya dan berkata, "Semoga hal itu tidak akan terjadi lagi."
*
Di sebuah rumah di Kota Urban.
"Tuan Yuan, menurutmu apakah Nona Zhuo akan menemukan A Shui? Ini sudah berhari-hari sejak kepergiannya," tanya Yu Bin yang duduk di meja kerjanya.
Yuan Ming membuka internet dan mencari berita terbaru. Ia berkata, "Aku tidak tahu. Saat itu seseorang mencuri data di Kota Bayangan dan membuat keributan. Orang itu meminta bantuan A Shui. Dan kau sudah tahu, dia menemukan informasi tentang pencuri itu. Kemudian A Shui memasukkannya ke penjara."
"Sangat sulit bagi Nona Zhuo untuk membujuk A Shui. Apalagi jika seorang hacker sepertinya tak ingin menunjukkan dirinya, maka Nona Zhuo tak akan menemukannya," ucap Yu Bin menghela napas.
Yuan Ming tertawa kecil. Ia berkata, "Mungkin memang sulit memenangkan hati A Shui. Namun kau perlu tahu, tidak ada yang tidak bisa ditemukan oleh Nona Zhuo, bahkan jika itu adalah ibu dari para hacker."
*
Kota Bayangan, di sebuah jalanan sepi.
Tiba-tiba seorang wanita menabraknya hingga semua dokumennya jatuh. Ia pun segera membereskannya. Namun saat ia membungkuk, ia melihat bayangan hitam menutupi dirinya.
Wanita itu berdiri dan sedikit membeku. Lima pria kekar sudah mengelilinginya. Wanita yang ada di tengah adalah pemimpinnya. Ia hanya dapat melihat punggungnya karena wanita itu membelakanginya.
"Nona, apa yang ingin kau lakukan?" tanya wanita muda itu.
"Nona A Shui," jawab wanita di depannya sambil berbalik badan. Ia tak bisa melihat jelas wajahnya karena ia berdiri melawan matahari, tapi yang pasti wajah itu sangat halus dan terlihat anggun.
Setelah mendengar nama itu, wanita itu membenarkan kacamatanya. Ia tersenyum dan berkata, "Aku tidak mengerti maksud Nona."
Zhuo Xia hanya tersenyum kecil.
__ADS_1
"Ledakan yang terjadi di pulau tersembunyi, apa kau tidak ingin tahu bagaimana ia mati?" tanya Zhuo Xia sambil mengangkat dagunya.
A Shui segera mengangkat kepalanya. Namun saat dia melakukannya, pistol hitam yang baru dia keluarkan langsung jatuh.
Dia menatap orang dengan seragam hitam di depannya. Wanita itu terlihat santai, tapi A Shui dapat merasakan aura bahaya dari dirinya.
"Apa maksudmu? Apakah ada rahasia dalam ledakan itu?" tanya A Shui lebih jauh. Ia sudah menggenggam erat dokumen di tangannya.
"Jika kau ingin tahu, ikuti aku," jawab Zhuo Xia. Ia sedikit menunduk dan menatap pita putih di pergelangan tangan A Shui. Setelah itu ia mengeluarkan sebuah kartu nama. Ia berjalan dengan langkah besar dan mendekati A Shui.
"Hubungi nomor di sana. Datanglah ke bandara Kota Urban tiga jam lagi," ucap Zhuo Xia kemudian pergi tanpa menunggu jawaban A Shui.
Di belakangnya, A Shui menggertakkan gigi. Dokumen di tangannya sudah kusut akibat genggaman eratnya. Setelah Zhuo Xia menghilang dari pandangan, ia mulai berjalan dan mengikutinya.
*
Di sebuah rumah di Kota Urban.
"Nona Zhuo akan segera tiba," ucap Yu Bin sambil bangkit dari kursinya. Ia sedikit meregangkan tubuhnya.
"Aku tidak tahu dia menemukan A Shui atau tidak. Dia mematikan telepon saat aku menanyakan tentang itu," ucap Yu Bin yang kini melihat Yuan Ming.
Ia membungkuk untuk melihat lebih jelas apa yang ada di komputer Yuan Ming.
"Legenda Hidup? Itu adalah akun saham seorang pemula. Mengapa kau memantaunya?" tanya Yu Bin heran.
Yuan Ming adalah ekonom terkenal dengan akun saham terverifikasi. Ia juga memiliki pengikut ribuan orang. Jadi mengapa ia mengamati akun pemula dengan begitu teliti?
"Biar aku tunjukkan padamu," ucap Yuan Ming.
"Dia telah melakukan transaksi lima kali pagi ini. Semua transaksinya adalah perdagangan jangka pendek. Transaksi terakhirnya ada di Jun Company di Kota Bayangan. Ia berinvestasi sebanyak delapan juta, kemudian menjual sahamnya dalam sepuluh menit. Lalu ia mendapat keuntungan lima juta. Ia menjual saham di sela-sela penutupan, sehingga Bank Bursa tidak mencurigainya. Apakah taktik seperti ini cocok disebut sebagai pemula?" tanya Yuan Ming yang membuat Yu Bin berpikir.
__ADS_1
Yuan Ming menghela napas. Keningnya berkerut saat ia menatap lama komputernya. Taktik dan metode ini seperti familiar. Ia pun mengetikkan sesuatu di komputernya.
[Bisakah kita bertemu?]