Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Apa Kau Merampok Bank?


__ADS_3

Ling sedikit frustasi tadi malam. Ia bermain saham hingga pagi. Bahkan ia tidak tidur sama sekali.


Saat melihat jam sudah pagi, ia segera pergi mandi. Ia mengambil ramuan obat dan memasukkannya ke bak. Tak lupa ia juga memasukkan liontin giok kunonya. Ia pun berendam.


Setelah beberapa menit, ia bangkit dari bak. Ia menyeka tubuhnya dengan handuk, kemudian memakai seragam sekolahnya. Ia pun duduk di depan cermin.


Ia mengambil ponselnya dan kembali membuka aplikasi perdagangan internasional. Jarinya mengetuk lembut di bagian hijau merah itu, kemudian ia membuat transaksi 20 juta pada saham.


*


Chen Company.


Yuan Ming sedang mengadakan pertemuan di sini. Ia membuka komputer dan segera menjelaskan strategi.


"Kita akan menurunkan harga saham seperti Bronze Company. Setelah itu, kita bisa mengambil kembali saham Chen Company," ucapnya sambil melihat ke arah para staff.


Secara diam-diam, setiap orang merasa sangat hormat pada Yuan Ming. Mereka juga dengan sengaja menahan senyum yang terus mengembang.


"Wow! Sudah di garis batas!" ucap seorang pria muda bersemangat.


"Hebat! Kita dapat membeli saham di Bronze Company," ucap Chen Wu dengan mata berbinar.


"Tuan Yuan, bagaimana Anda melakukannya?" tanya Chen Wu penasaran.


"Bukan aku yang melakukannya, ini ...," saat ingin menjelaskan, ponselnya berdering.


Chen Wu membelalak saat tak sengaja melihat melihat nomor penelepon. Nomor itu berisi 5 digit angka dengan dimulai angka 21. Itu adalah nomor khusus dari Kota Bayangan.


"Sebentar," ucap Yuan Ming. Ia sedikit menjauhkan diri.


"Apa ada masalah?" tanya Yuan Ming. Ia berdiri di dekat jendela dan mengamati setiap kendaraan yang jalan.


"Hey! Kita sudah berteman lama. Bisakah kau membantuku?" tanya penelepon.


"Katakan masalahnya," jawab Yuan Ming.


"Aku akan mewarisi Bronze Company hari ini. Maka dari itu aku akan mengambil semua sahamnya. Namun saat saham telah berada di batas bawah dan aku ingin mengambilnya, seorang misterius lebih dulu mencuri kesempatanku. Aku akan gagal jika begini. Aku tahu kau mengenalnya karena namamu ada di daftar pantau orang itu. Aku sudah menghubunginya, tapi dia menjawab tidak gratis," ucap orang itu sedih.


"Aku akan mencobanya. Namun aku belum tahu ini berhasil atau tidak," jawab Yuan Ming. Ia mematikan telepon dan kembali ke pertemuan.


"Direktur Chen, apakah Tuan Muda Chen sedang ada masalah beberapa hari ini?" tanya Yuan Ming.


Chen Wu segera mengingat tentang Chen Lin dan Luo Feng. Ia sudah mendengar kabar tentang perceraian mereka.


"Beberapa masalah keluarga," jawab Chen Wu.


Yuan Ming mengangguk. Pantas saja Ling menjadi gila hari ini.


Sementara itu, di Bronze Company.

__ADS_1


"Tuan Cai, ini adalah akun seorang pemula. Lihat, dia masih level satu," ucap seorang pria paruh baya.


"Pemula darimana? Lihat baik-baik bagaimana ia mengambil saham," ucap Cai Hao.


Ia melihat akun 'Legenda Hidup' yang terpampang di layar. Dia belum pernah mendengar nama itu sebelumnya. Bahkan ia juga menyadari bahwa itu hanya level satu. Namun triknya sangat jauh dari kata pemula.


Setelah berpikir lama, ia melakukan panggilan.


"Bantu aku menyelidiki sebuah akun," ucapnya.


Banyak orang bisa tertipu karena triknya. Bahkan Yuan Ming sangat memperhatikannya. Sangat sedikit yang bisa membuat Yuan Ming menjadi seperti ini.


*


Di sekolah.


Ling dan Yuan sedang berada di koridor kelas. Bel saat ini belum berbunyi.


"Aku dengar orangtuamu bercerai. Apakah benar?" tanya Yuan dengan hati-hati.


Ling meletakkan kedua tangan di saku. Ia menatap Yuan dan berkata, "Banyak yang sudah tahu?"


Yuan dapat melihat aura dingin dari tubuh Ling. Matanya yang hitam terasa sangat menakutkan. Yuan hanya bisa mengangguk sebagai jawaban. Ketika ingin bicara, bel berbunyi.


Saat itu juga ponsel Ling berdering.


Ling beranjak ke dinding pembatas di koridor. Ia menatap lapangan dengan lekat.


"Ya?" tanyanya saat mengangkat telepon.


Yuan Ming tahu Ling dalam suasana hati yang buruk. Ia tertawa kecil dan berkata, "Temanku menangis meminta bantuan. Katanya Bronze Company-nya akan bangkrut."


"Baiklah. Akan kutransfer nanti," jawab Ling santai.


Meskipun Yuan Ming jarang berinteraksi dengan Ling, ia sedikit tahu tentangnya. Dia memiliki profil sama persis dengan orang yang dikenalnya. Meskipun dia juga tidak memiliki informasi apapun tentang orang itu.


"Aku masuk kelas dulu," ucap Ling.


Setelah dia mematikan telepon, ia masuk ke kelas. Saat sudah duduk, ia menerima balasan di ponselnya.


[Transaksi selesai.]


Cai Hao yang berada di Kota Bayangan terkejut saat melihat ini. Ia bertanya pada bawahannya, "Apakah kau sudah menemukan orang ini?"


"Maaf, Tuan, bukannya aku tidak profesional. Namun informasi tentang orang ini dilindungi oleh keamanan tingkat tinggi," jawab orang itu.


Cai Hao mengangguk.


"Transfer 30 juta dari departemen keuangan," ucap Cai Hao.

__ADS_1


Sebelum orang itu membuka mulut lagi, ia melanjutkan, "Lakukan saja jika tidak ingin Bronze Company ini hancur."


*


"Dua miliar?" Yuan hampir saja menjatuhkan ponsel Ling saat melihat notifikasi. Tadi ia meminjam ponsel Ling untuk bermain game.


"Apa kau merampok bank?" tanya Yuan membelalak.


"Apakah bank punya uang sebanyak itu?" tanya Ling santai.


Liam yang baru saja tiba juga terkejut saat mendengar kata "Dua miliar". Ia menatap ngeri pada Ling.


"Lihat apa?" tanya Ling dingin.


"Tidak ada. Apa kita akan pulang sekarang?" Liam segera mengalihkan pembicaraan.


"Hari ini dan besok kita akan pergi ke bank dulu," jawab Ling.


Dia mengubah sahamnya menjadi uang hari ini. Dan uang itu baru bisa diambil besok.


Jadi keesokan harinya saat ia di bank, ia harus bolos sekolah.


"Maaf Tuan Muda Chen. Jika Anda ingin mengambil uang, Anda harus memiliki wali," ucap seorang staff.


Ling hanya duduk di sofa yang sudah disiapkan. Dia masih menggunakan seragam sekolah. Tangannya diletakkan di atas meja untuk menopang dagu. Ia menatap dingin ke arah staff.


Staff yang melihat ini segera menghubungi bosnya.


"Sekretaris, transaksi kali ini membutuhkan Presdir untuk turun tangan," ucap staff itu takut-takut.


"Mengapa kalian sangat tidak becus? Berapa transaksi ...," ucapnya terpotong saat melihat angka 2 miliar di layar komputernya. Ia mematikan telepon dan memanggil bosnya.


Setelah beberapa menit menunggu, Ling dipersilahkan masuk ke ruang VIP.


Seorang pria yang sedikit tua memasuki ruangan. Tubuhnya masih tegap dan berwibawa.


"Tuan Muda Chen, apa Anda ingin melihat investasi kami? Kami menjamin jika investasi kami ...," ucapan presdir itu terhenti.


"Presdir, apa Anda tahu darimana aku mendapat uang itu?" tanya Ling santai memotong ucapannya. Dia mengambil kartu bintang dengan warna hitam-emas di kedua sisinya.


"Darimana?" tanya presdir itu penasaran.


Ling mengambil tasnya dan segera berdiri.


"Dari perdagangan saham," jawab Ling. Ia segera meninggalkan ruangan itu.


Senyum di wajah presdir itu menghilang.


Apa dia baru saja mengajak ahli saham untuk berinvestasi di bank? Dia sangat malu sekarang.

__ADS_1


__ADS_2