Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Aku Setuju


__ADS_3

Percakapan Ling dan Zhuo Xia sederhana. Meski begitu ia tahu apa yang dipikirkan Ling.


Ling tidak hanya memprediksi bahwa dia akan menyelamatkannya, ia juga menghitung waktu yang tepat. Ling juga tahu Zhuo Xia dapat menjatuhkan buronan itu dengan satu pukulan. Akhirnya mereka berhasil mengalahkan buronan tangguh itu.


Ini adalah pertama kalinya Zhuo Xia memiliki chemistry seperti itu dengan seseorang.


Ling memberikan senyuman lembut. Kemudian ia mengambil tasnya di tanah. Lalu ia berlalu pergi diikuti oleh Liam dan Yuan. Tanpa sadar, Yu Bin dan kelompoknya membuka jalan.


Mereka telah berperang dan menaklukkan banyak penjahat sebelumnya. Namun baru kali ini mereka dibuat bingung oleh orang lain selain Zhuo Xia.


"Aku dengar ada penyelidikan tentang kematian Raja Legendaris dari Organisasi Tempur. Tanpa orang itu di Kota Bayangan, para buronan ini menjadi gila," ucap salah satu wanita berjas setelah Ling dan teman-temannya menghilang dari pandangan.


"Siapa dia sebenarnya?" tanya wanita itu terkejut karena saat mengangkat tubuh buronan, tulang rusuknya patah.


"Dia bahkan bisa bekerja sama dengan baik dengan Nona Zhuo. Mengapa dia ada di sekitar sini?" tanya wanita itu tambah kebingungan.


Zhuo Xia memutarkan ponselnya. "Dia sangat misterius," gumamnya yang masih terdengar oleh orang yang ada di sana.


"Jangan tanya aku. Dulu ia adalah sampah yang kini menjelma menjadi orang jenius," ucap Yu Bin.


Sangat gila jika dipikirkan bukan?


*


Ling, Liam, dan Yuan sedang berjalan pulang ke rumah. Mereka diikuti oleh dua wanita dengan setelan jas hitam. Bisa dipastikan dua wanita itu adalah orang suruhan Yu Bin untuk melindungi mereka.


Buronan tadi tidak terlalu kuat, tapi dia sangat cepat.


Julukannya adalah Cheetah.


Banyak orang di Organisasi Tempur yang berada di bawah pimpinannya. Mereka telah bersama-sama memberantas kejahatan.


Ia tahu buronan itu. Ling tidak hanya mengenal buronan itu. Ia bahkan pernah memasukkan buronan itu ke penjara di Kota Bayangan. Karena dia berada di luar jangkauan sekarang, Ling hanya bisa membantu sedikit untuk menangkapnya.


Namanya sederhana, Ling. Ia juga menambahkan 'X' di nama belakangnya. Padahal hanya dua suku kata, tapi saat mendengar nama itu, orang di Kota Bayangan akan berpikir dua kali jika ingin mencari masalah dengannya.


Karena itu, saat Ling memberitahu namanya, buronan itu sedikit tertegun. Hal itu pula yang memberi celah pada Zhuo Xia untuk menjatuhkannya.


Tiba-tiba Ling berhenti. Ia menutup matanya sejenak. Liam dan Yuan bingung melihat ini, termasuk dua wanita yang mengikuti mereka.

__ADS_1


"Aku pikir kalian lapar. Ayo pulang," ucapnya setelah membuka mata.


*


Kediaman Chen.


Ling sudah sampai di rumah. Begitu ia ingin melangkahkan kaki, ia berhenti. Ia menunduk dan terlihat senyuman sedingin es.


"Ada apa?" tanya Yuan mencoba mengintip.


"Tidak apa. Paman tolong antar mereka pulang dengan selamat," ucap Ling pada penjaga yang ada di sana.


Saat Ling memasuki rumah, ada orang lain di sofa. Suasana di sini cukup tidak menyenangkan.


Seorang pria paruh baya sedang duduk dengan cangkir teh di tangannya. Dia berkata dengan nada sombong, "Tuan Tua Chen, Anda harus mengerti bagaimana citra cucu Anda untuk anakku. Dari ujung kepala sampai ujung kaki tidak ada bagusnya sama sekali. Aku tidak ingin anakku menderita. Dengan anakku yang berbakat dan cantik, dia harusnya mendapat yang lebih baik."


Brak!


Tiba-tiba suara keras terdengar. Mereka melihat ke arah sumber suara. Di sana Ling membanting tasnya ke meja. Kemudian ia menatap dingin orang yang ada di sofa.


Ada tiga orang yang duduk di sofa. Chen Qi, Lu Bufan, dan Lu Yan. Ketika mereka melihat siapa yang datang, mereka membeku, terutama Lu Bufan.


Namun ketika Lu Bufan melihatnya lagi, tatapan matanya sudah berubah menjadi santai. Apakah itu Chen Ling?


Lu Bufan menjadi agak ragu. Namun ia segera mengingat tujuannya datang ke sini. Ia berkata, "Bagus sekali kau datang. Tuan Tua Chen, kita dapat membicarakan tentang pemutusan tunangan ini."


"Tuan Tuamu dan aku menyetujui pernikahan itu. Bahkan seluruh orang di Kota Urban mengetahui hal itu. Sadarkah kau konsekuensi apa yang akan kau dapat jika memutuskan pertunangan?" wajah Chen Qi menjadi sangat dingin. Tidak ada lagi tatapan hangat seperti yang biasa dilihat Ling.


"Keluarga Lu akan memberikan kompensasi pada Ling," jawab Lu Bufan sombong.


Ia melanjutkan, "Untuk proyek barumu, aku akan meningkatkan dana investasi. Jika menurutmu masih tidak cukup, aku akan memberikan 10.000.000 lagi. Jika kau masih tidak setuju, maka Lu Company akan menarik semua dana investasi kami."


Untuk proyek baru yang dikembangkan Chen Company, mereka sudah mengerahkan seluruh dana dan properti mereka. Jika Lu Company menarik investasi mereka, maka Chen Company akan mengalami kerugian besar.


Lu Bufan sangat kejam!


"Kau!" wajah Chen Qi memerah marah. Ia menepuk dadanya untuk meredakan batuk. Dia tidak percaya bahwa pria yang dia lihat adalah Lu Bufan.


"Kakek!" suara Ling menggema di rumah itu. Suara itu tenang bercampur dingin. Sikap Ling yang seperti ini biasanya akan membuat Chen Qi marah, tapi saat ini ia malah merasa terhibur dengan hal itu.

__ADS_1


"Chen Ling!" Lu Yan yang sejak tadi diam, dia mulai berdiri.


"Kapan kau akan memutuskan pertunangan? Kau tahu aku tidak pernah menyukaimu. Aku selalu jijik saat melihatmu. Kita berbeda jauh satu sama lain. Jika kau memutuskannya, aku tidak akan mempersulit jalanmu," ucapnya begitu sombong. Mungkin dia sudah lupa dengan apa yang terjadi di arena pelatihan.


"Bukankah hanya memutuskan pertunangan?" tanya Ling santai. Ia menuangkan air untuk Chen Qi.


"Kalau begitu aku setuju," lanjutnya berbicara. Ia mengangkat kepala dan melihat Lu Yan.


Saat itu keadaan menjadi hening. Mereka tidak lagi dapat melihat ekspresi Ling karena ia menunduk.


"Ling," ucap Chen Qi. Ia mencengkram tangan Ling dengan bergetar. "Apa yang kau katakan?"


Chen Qi tahu, Ling sangat menyukai Lu Yan.


"Baiklah kalauu Ling setuju," ucap Lu Bufan segera bangkit. Ia takut Ling akan menyesali keputusannya di detik berikutnya.


"Aku akan mengadakan konferensi pers dan memberi kompensasi," setelah itu Lu Bufan dan Lu Yan segera meninggalkan kediaman Keluarga Chen. Mereka yakin jika mereka semakin lama di sana, mereka akan ditahan.


"Lu Bufan!" panggil Chen Qi dengan marah.


"Kakek, biarkan mereka pergi," ucap Ling tak peduli.


Chen Qi berbalik untuk melihat Ling. Di matanya sekarang, seolah-olah Ling terlihat seperti berusia sepuluh tahun.


"Ling, Kakek gagal melindungimu," ucapnya dengan nada bersalah.


Mendengar hal ini, hati Ling sedikit menghangat. Baru kali ini ia merasa ada orang yang melindunginya dengan tulus.


"Kakek, sejak kepergian mereka, Chen Company akan semakin berkembang pesat. Adapun Lu Yan, semua orang bisa melihat bahwa sikapnya tidak baik. Yakinlah aku tidak akan menyesal dan tidak akan mengejarnya," ucap Ling.


"Apa kau tahu kau akan kesulitan menikah jika sudah memutuskan pertunangan?" tanya Chen Qi.


"Kakek tenang saja. Orang yang menyukaiku sudah cukup untuk mengelilingi bumi," jawab Ling.


"Kau jangan bercanda," ucap Chen Qi. Ia tertawa kecil.


Setelah Chen Qi tenang, Ling segera naik ke kamar.


Paman Qian yang melihat kejadian ini menghela napas pelan. Walaupun Ling berkata ia tidak peduli dengan pertunangan itu, itu mungkin akan tetap membuatnya sedih.

__ADS_1


Namun apakah mereka tahu jika Ling sama sekali tidak sedih? Ia malah bahagia telah terlepas dari jeratan hubungan yang tidak dia inginkan.


__ADS_2