
Ling menghapus air mata yang keluar saat ia membuka mata. Ia benar-benar sudah tertidur nyenyak tadi. Ia tak menyangka akan ada keributan lain. Ia pikir keributan ini hanya ada di barisan.
Saat ia bangkit, ia melihat Yuan bertarung dengan seseorang. Namun pertarungan itu seimbang. Atau lebih tepatnya pertarungan satu arah. Karena sejak tadi hanya Yuan yang menyerang.
Ling mendatangi mereka dan mencengkram kedua tangan mereka. Kemudian ia sedikit terkejut saat melihat Zhao Ran. Bukankah seharusnya Zhao Ran berada di Asosiasi Ramuan? Apakah ia tak bersekolah di akademi ramuan sekarang? Mengapa ia berada di sekolah reguler?
Berhenti memikirkan itu, lalu matanya jatuh pada Wei Yun yang tadi pagi mengganggunya. Sedikit lebih banyak ia tahu bahwa orang ini mencari masalah lagi.
"Ada apa?" tanya Ling yang ditujukan pada Yuan.
"Mereka ingin tidur di tempat tidur kita. Padahal masih ada satu tempat tidur kosong di sana," ucap Yuan sambil melihat ke arah tempat tidur kosong. Ia masih sangat marah. Namun dengan kehadiran Ling, pasti semua akan selesai.
"Kau mau menempati tempat tidurku?" tanya Ling pada Wei Yun. Tatapannya sangat tajam hingga tubuh Wei Yun bergetar. Sedangkan Zhao Ran sudah terpaku di tempatnya. Ia tak asing dengan gaya bicara seperti ini. Ia menatap lekat ke arah Ling.
"Be-benar," ucap Wei Yun terbata.
"Kau pergilah dari sana!" Wei Yun berkata dengan keras setelah mengumpulkan keberaniannya.
"Kau berani mengaturku? Apa kau tidak tahu kau bicara dengan siapa?" tanya Ling semakin mempertajam pandangannya.
Dia adalah Raja Legendaris. Aturan ada di bawah tangannya. Siapapun tak pernah berani mengaturnya. Namun kemudian ia tertawa kecil saat mengingat identitasnya.
Meski begitu, ia sudah berjanji akan kembali mengambil semua identitas yang dulu ia miliki. Ia tak ingin itu jatuh ke tangan orang lain atau diduplikasi oleh orang lain.
Weiheng yang melihat hal ini, ia berjalan ke arah Ling. Kemudian ia berbisik pelan.
"Kawan, dia adalah adik ketua polisi terhebat di Kota Bayangan. Lebih baik jangan ganggu dia," ucap Weiheng memperingatkan Ling.
Ling hanya tertawa kecil mendengar pernyataan ini. Di masa lalu, dia dan saudara laki-laki Wei Yun adalah partner. Ia cukup dekat dengannya. Jika ia melihat Ling sekarang, walau fisiknya berubah, ia pasti akan mengenal Ling. Karena ada satu hal yang tidak berubah darinya.
Gaya bicaranya.
Tidak salah Weiheng berkata seperti ini. Kota Bayangan selalu menjadi yang terhebat jika di mata orang biasa. Padahal di dalamnya penuh kelicikan dan tipu muslihat. Mereka yang hanya mengandalkan nama keluarga saja bisa membuat orang ketakutan. Padahal orang itu tidak memiliki kemampuan.
Namun Ling tidak peduli dengan hal itu. Ia masih menatap tajam Wei Yun yang ketakutan.
__ADS_1
"Kau bersikeras, kan?" tanya Ling. Ia sudah melepaskan tangan Yuan dan Zhao Ran. Kemudian kakinya menendang satu kaki Wei Yun hingga ia berlutut.
Gerakannya begitu cepat. Namun Yuan dan Zhao Ran bisa melihatnya. Sedangkan Wei Yun tak menyadarinya.
Brak!
Ling menekan punggung Wei Yun dengan satu kaki.
"Jika kau masih ingin hidup tenang, jangan pernah ganggu aku," ucap Ling. Wei Yun masih diam. Yuan dan Zhao Ran juga hanya diam merasakan aura dominasi dari Ling. Sedangkan si kembar sejak tadi hanya bisa membeku.
Ling kembali ke tempat tidurnya. Wei Yun tersungkur ke lantai saat Ling berhenti menekan punggungnya.
Saat itu ponselnya berbunyi karena ada satu pesan masuk.
[Aku sudah sampai.]
Ling segera membalas.
[Baik.]
"Aku akan keluar sebentar. Jika mereka berani macam-macam padamu, bunuh saja. Aku yang akan tangguh jawab," ucap Ling santai. Seolah kata membunuh adalah hal biasa baginya.
Kemudian Ling meninggalkan mereka yang masih terdiam. Kata membunuh benar-benar menggentarkan mereka. Apalagi dengan wajah santai Ling, mereka sadar Ling mengatakan hal itu dengan serius.
Zhao Ran lebih dulu tersadar. Ia membantu Wei Yun yang masih di lantai. Setelah Wei Yun bangkit, ia membereskan koper-koper Wei Yun di tempat tidur kosong sebelumnya. Ia tahu Ling sangat kuat. Mereka tak akan bisa mengalahkannya. Ia bahkan tak takut dengan ancaman Keluarga Wei. Jika bukan dia sangat kuat, dia pasti memiliki dukungan besar di belakangnya.
Zhao Ran selalu bisa mempertimbangkan situasi.
Saat membereskan pakaian-pakaiannya, ia berpikir. Mengapa Ling terlihat tidak asing?
*
Ling berjalan ke gerbang universitas. Ia menunjukkan kartu identitasnya. Setelah itu ia berjalan ke cafetaria yang disebutkan Zhuo Xia.
Dalam perjalanannya, ia memikirkan tentang Zhao Ran. Mengapa lagi-lagi Zhao Ran menjadi pengikut seseorang. Dulu Pegasus, sekarang Keluarga Wei. Apa sebenarnya yang terjadi padanya?
__ADS_1
Apakah Asosiasi Ramuan mengalami masalah?
Ling mengambil ponselnya. Ia membuka forum pasar gelap. Kemudian ia mengetik pesan.
Raja : [Informasi tentang Asosiasi Ramuan. Imbalan tanaman obat langka.]
Ahli Bom : [Raja, aku akan memberi informasi. Namun aku ingin desain bom terbaru, bukan tanaman obat.]
Raja : [Baik. Akan kupersiapkan dalam beberapa hari.]
Ling kembali keluar dari akunnya. Ia sering bolak-balik ke situs web khusus ini hanya sekedar melihat pesan-pesan anggotanya. Kebanyakan dari mereka sudah berharap Ling kembali.
Ling masuk ke cafetaria. Ia tersenyum tipis saat melihat cafetaria penuh kenangan ini. Ia ingat saat dirinya dulu sering ke sini sekedar membahas masalah tidak penting.
Ia memasuki ruangan VIP 03. Ketika masuk, ia sudah menemukan Zhuo Xia yang duduk manis di depan meja. Ruangan ini cukup luas. Walau ada meja dan kursi, Zhuo Xia memilih duduk di lesehan.
Ia masih sama seperti dulu.
Ling duduk bersila di hadapannya. Lagi-lagi makanan di depannya adalah semua makanan favoritnya. Karena sejak sampai di universitas dia belum makan, ia langsung makan tanpa disuruh.
Ling tersenyum. Ini pasti masakan Zhuo Xia.
"Kau memasak lagi?" tanya Ling.
"Kau masih ingat rasanya?" tanya Zhuo Xia balik.
Ling tak menjawab. Ia kembali makan dengan lahap. Semua masakan Zhuo Xia sangat enak. Ia tak mampu mengatakannya jadi ia hanya makan. Walau ia sangat takjub, ia tetap mempertahankan wajah tenangnya.
Melihat Ling yang suka masakannya, Zhuo Xia ikut makan. Ia mengambil satu hidangan yang ada di atas meja makan. Kemudian membawanya ke lesehan. Ia memakan satu hidangan berbeda. Ia hanya memakan salad buah.
"Kelihatannya enak. Mengapa kau memakan buah persik? Bukankah kau tidak suka?" tanya Ling melihat Zhuo Xia makan dengan lambat.
"Darimana kau tahu?" tanya Zhuo Xia heran. Ia meletakkan sumpit dan menatap Ling dengan lekat.
"Kau ... ingat aku?" tanya Zhuo Xia dengan wajah penuh harapan.
__ADS_1