Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Aku Jamin Mereka Berbakat


__ADS_3

Yu Bin, Ketua Dai, dan polisi lainnya hanya diam melihat Zhuo Xia. Mereka tahu Zhuo Xia dan Ling sedang berdebat tentang suatu masalah. Zhuo Xia tak pernah seperti ini sebelumnya. Ia wanita kejam yang tak peduli dengan siapapun.


"Nona Zhuo, sepertinya Tuan Muda Chen tak tahu tentang hal ini. Anggota Pegasus menyerang tiba-tiba," ucap Yu Bin dengan hati-hati.


Saat menyadari itu, Zhuo Xia mengangkat kepalanya. Ia melihat sosok Ling yang sudah menjauh. Sedetik kemudian dia berlari mengejar Ling.


Dia menggeser Mo Xiayi dan menahan Ling dengan tangannya yang tidak terluka.


Saat Ling membalikkan badan, hanya ada pantulan dirinya di mata Zhuo Xia. Wajah dingin itu takluk hanya dalam beberapa kata. Zhuo Xia berkata dengan sedikit lirih, "Maaf."


Ling dapat melihat ketulusan Zhuo Xia. Namun ia tak dapat melihat perasaan tersembunyi itu. Ling merasakan kemarahannya juga sedikit mereda. Dadanya menghangat karena aliran listrik dari genggaman Zhuo Xia.


"Tidak apa," jawab Ling. Ia segera mengubah ekspresi wajahnya menjadi biasa saja.


Zhuo Xia merasa lega. Ia kembali menarik tangannya. Ling melempar sebuah ramuan. Dengan akurat, Zhuo Xia menangkapnya.


Liam, Yuan, dan Su Wen Ai turun dari kapal dan menghampiri mereka. Saat mereka mendengar suara tembakan, mereka sedikit ragu. Jadi mereka terlambat datang.


"Ling ada apa?" tanya Liam bingung. Ia melihat Zhuo Xia yang sedang mengobati tangannya yang berdarah. Ia juga melihat Mo Xiayi berdiri ketakutan. Tidak seperti yang mereka temui di awal.


"Beberapa tikus kecil," jawab Ling santai. Ia mengangkat bahu tak peduli.


Dari kejauhan, Chen Liu melihat semua kejadian ini. Ia tahu itu adalah Ling. Saat Chen Qi menyuruhnya, ia memberinya foto Ling lebih dulu. Ia tak pernah bertemu Ling saat remaja. Mereka hanya pernah bertemu saat Ling masih kecil.


Chen Liu sempat ragu untuk mengirim anak asuhnya. Ia mendengar rumor yang beredar jika Ling hanya sampah tak berguna. Ia juga tahu Ling selalu dimanja dan tak pernah mau belajar. Jadi ia takut anak asuhnya malah menjadi orang bodoh.


Namun saat ia melihat Ling hari ini, ia salah perkiraan. Ling sangat kejam. Bahkan ia terlihat santai setelah membunuh. Seolah dia sudah biasa melakukannya. Lagipula ia tak menutup mata saat melihat video wawancara Ling yang sudah tersebar luas. Kharisma anak itu benar-benar luar biasa.


"Keponakan," ucap Chen Liu menghampiri Ling. Dia diikuti 20 pemuda tampan.


"Paman, apa sudah siap untuk berangkat?" tanya Ling. Ia melihat mereka semua membawa koper yang cukup banyak.

__ADS_1


"Ayah, jika dia ingin membawa kami, dia harus lebih kuat dari kami. Kami tidak ingin mengabdi pada orang lemah," ucap salah satu pemuda yang lebih tua dari yang lain. Ia masih menyilangkan tangan santai.


Walau mereka sudah melihat Ling membunuh, para pemuda itu tetap meremehkan Ling yang terlihat lebih muda dari mereka.


Pemuda itu merasakan hembusan angin dari belakang. Belum sempat ia bergerak, punggungnya telah dipukul dan ia jatuh tersungkur menghadap pasir.


Semua membeku. Mereka tidak ada yang melihat kapan Ling berdiri di belakang pemuda itu. Mereka juga tidak menyangka Ling akan memberikan pukulan secara tiba-tiba.


Belum hilang keterkejutan mereka, Ling kembali menyerang dari arah depan.


Bruk! Bruk! Bruk!


Sembilan belas pemuda jatuh dalam satu menit. Dia menendang mereka semua tanpa ampun hingga terseret pasir cukup jauh. Ling tak melepaskan mereka begitu saja. Ia kembali memukul siapapun yang mencoba bangkit.


Dia baru berhenti saat Chen Liu memohon.


"Keponakan, cukup sudah. Mereka akan ikut denganmu," ucap Chen Liu begitu putus asa saat melihat semua anaknya terluka. Padahal kekuatan mereka tak lemah. Namun mereka dijatuhkan begitu saja oleh Ling. Sekarang tak ada keraguan lagi di hatinya saat dia akan menyerahkan anak-anaknya pada Ling.


"Tuan Muda, kami akan mengabdi padamu," ucap pemuda yang berbicara di awal.


"Terlalu lemah. Tidak akan cocok dengan pelatihan militer dari Keluarga Yu," ucap Ling.


Chen Liu dan semua anaknya terkesiap. Mereka tidak salah dengar, kan? Apakah Ling bilang Keluarga Yu? Keluarga Yu yang memiliki kendali militer di Kota Urban? Mereka akan menjadi sangat hebat jika mereka dilatih oleh orang dari Keluarga Yu.


"Tidak, keponakan. Mereka akan berlatih dengan giat. Mereka semua adalah pilihanku. Aku jamin mereka berbakat. Pasti mereka akan cepat berkembang," ucap Chen Liu merendahkan suaranya. Tanpa sadar, ia berbicara hormat dengan Ling.


Kini rumor yang ia dengar dipatahkan dalam beberapa menit. Chen Liu tak pernah tinggal dengan Ling, jadi dia hanya menyangka Ling selama ini difitnah.


Pandangan Ling menuju ke bawah. Ia melihat mereka semua masih begitu kesakitan. Ia pikir saat Chen Qi mengatakan mereka berbakat, mereka sekuat yang dia bayangkan. Ternyata ia berharap terlalu banyak.


Ling mengeluarkan 20 botol kecil ramuan dari dalam tasnya. Ia melemparkan satu persatu pada para pemuda. Untungnya mereka semua bisa menangkapnya. Jika tidak, Ling akan memukul mereka lagi karena terlalu lemah.

__ADS_1


Para pemuda ini adalah yang terbaik dalam asuhan Chen Liu. Mereka belajar segalanya. Mulai dari beladiri, sains, seni, bahasa, dan ramuan. Jadi saat melihat ini mereka tahu ini adalah ramuan tingkat rendah. Walau ini hanya tingkat rendah, tapi mengeluarkan 20 botol bukan hal yang bisa dianggap sepele.


"Keponakan, apa kau ahli ramuan?" tanya Chen Liu menatapnya tak percaya.


"Aku mengambilnya dari Tuan Muda Zhuo," ucap Ling melirik ke arah Liam.


Chen Liu semakin terkejut. Tidak hanya dekat dengan Keluarga Yu, tapi dia juga dekat dengan Keluarga Zhuo. Ia pikir dua keluarga itu bekerjasama dengan Chen Company karena Yuan Ming, ternyata karena pria muda di depannya.


"Cepat naik ke kapal jika kalian memang ingin ikut," Ling berkata dengan cuek. Ia berjalan ke kapal dengan memasukkan dua tangan di saku.


Dua puluh pemuda itu segera meminum ramuan. Dengan ajaib, rasa sakit mereka segera menghilang. Mereka langsung berdiri dengan bersemangat dan mengejar Ling ke kapal. Tak lupa, mereka berpamitan lebih dulu pada Chen Liu.


Mo Xiayi juga pergi ke kapal. Ling menyuruhnya datang ke sini untuk menitipkan hadiah untuk dokter. Ia tak menyangka kejadian seperti ini akan terjadi. Ia tak menyangka Pegasus akan menyamar sebagai dirinya. Lagipula, penembak jitu sebenarnya bukan pria, tapi wanita.


Saat ia memikirkan hal ini, tangannya ditahan seseorang. Saat berbalik, ia melihat Zhuo Xia menatapnya dengan tatapan tidak bersahabat.


Ia memaksa lepas dari Zhuo Xia, tapi tenaganya kalah jauh.


"Kau hanya benalu jika terus di sini. Aku memberimu waktu untuk kembali ke Kota Bayangan," ucap Zhuo Xia dingin. Dia menghempaskan tangan Mo Xiayi dengan kasar.


"Mengapa aku harus mendengarkanmu?" tanya Mo Xiayi ketus.


"Kau yang menyebabkan dia menjadi seperti ini. Jangan harap aku membiarkanmu melakukannya lagi," ucap Zhuo Xia yang tak dimengerti Mo Xiayi.


Apa maksudnya dia menyebabkan Ling menjadi seperti ini.


"Apa maksudmu? Siapa kau?" tanya Mo Xiayi lagi.


Zhuo Xia menatapnya dalam sebelum menjawab. Kemudian ia berkata, "Aku adalah orang yang pernah mempertaruhkan seluruh hidupku untuk seseorang."


Namun, ia kalah taruhan.

__ADS_1


Segalanya hancur dan ia kembali memulai dari awal.


__ADS_2