
Melihat Ling hanya tersenyum dan Zhuo Xia hanya menatap Su Wen Ai seolah ia tak peduli dengan hal ini, Tuan Agung itu tersenyum licik.
"Kau masih bisa tersenyum? Apa kau tidak tahu jika kau sedang berada di ambang kematian?" tanya Tuan Agung. Ia merasa lebih tenang sekarang.
"Apa kau tahu siapa yang kau bunuh? Dia berasal dari Keluarga Su yang ada di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Apa kau tahu tempat seperti apa pulau itu? Aku akan memberitahumu. Tuan Besar Su dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya akan datang hari ini. Jika ia tahu kau membunuh salah satu penjaganya, maka jangan harap kalian semua bisa melarikan diri," ucap Tuan Agung dengan senyum percaya diri.
"Keluarga Su dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya?" tanya Ling masih tetap tersenyum.
"Benar sekali," jawab Tuan Agung itu tersenyum puas.
Kemudian, seseorang tiba-tiba datang dan melaporkan sesuatu.
"Tuan Agung, Tuan Besar dan para tetua dari Keluarga Su telah tiba," lapor penjaga itu.
"Mereka telah tiba? Aku akan menyambut mereka. Kalian tetaplah di sini dan jaga mereka. Aku akan melaporkannya pada Tuan Besar. Jangan biarkan salah satu dari mereka kabur," ucap Tuan Agung. Wajahnya terlihat sangat bersemangat.
Kedatangan seseorang dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya membuat Tuan Agung semakin percaya diri. Sekarang ia tak perlu takut lagi dengan Zhuo Xia.
Han Shuangfu yang mendengar nama Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya, ia sangat terkejut. Ia segera berkata pada Zhuo Xia, "Kakak Xia, orang-orang dari pulau itu sudah berada di sini. Apa kau yakin tetap tak akan peduli dengan kakak ipar?"
Tanpa diduga, Zhuo Xia hanya menjawab dengan tenang, "Aku tidak peduli."
"Sial! Kau benar-benar gila!" ucap Han Shuangfu kesal.
Ia pun segera menghampiri Ling dan yang lainnya.
"Kakak Ipar, orang dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya sudah datang. Kau harus segera pergi. Aku akan melindungimu," ucap Han Shuangfu yang sudah sangat panik.
Ling hanya tersenyum
"Kakak Ipar, mengapa kau masih bisa tersenyum? Ini bukan lelucon. Cepat pergi! Mereka sudah di sini," ucap Han Shuangfu semakin panik.
"Jangan khawatir," jawab Ling santai.
*
Tidak jauh dari desa, sebuah jet kecil mendarat. Di dalam jet itu, Tuan Besar Su dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya berdiri di depan sebuah layar.
"Tuan Besar, kita sudah sampai di Keluarga Su di Kota Urban," ucap seorang pemuda lembut kepada Tuan Besar Su.
Tuan Besar Su mengangguk. Kemudian, ia teringat sesuatu.
"Apa kau sudah meminta izin sebelum datang ke Kota Urban?" tanya Tuan Besar Su.
"Saya sudah menghubungi mereka. Mereka mengizinkan kita tinggal selama 3 hari," jawab pemuda itu dengan hormat.
"Tiga hari?" Tuan Besar Su menghela napas lega.
__ADS_1
"Ini bukan hanya wilayah Nona Zhuo, tapi juga tempat kelahiran Tuan Muda Chen. Dua orang itu adalah penjaga Kota Bayangan sekarang. Jika bukan karena hal penting, aku tidak akan datang ke sini secara pribadi," ucap Tuan Besar Su.
Di luar jet, Tuan Agung telah menunggu dengan hormat. Saat melihat Tuan Besar Su turun, wajahnya menjadi bersemangat. Ia menyapa dengan penuh hormat, "Tuan Besar, akhirnya Anda datang."
"Ya, bagaimana persiapanmu?" tanya Tuan Besar Su sambil berjalan keluar. Ia melihat sekeliling dan memperhatikan penjaga yang mengelilingi Ling.
Melihat Tuan Besar Su mengetahui hal ini, Tuan Agung segera berkata, "Tuan Besar Su, aku telah mengecewakan Anda. Penjaga yang Anda kirim telah dibunuh oleh sekelompok orang ...."
"Apa?!" Tuan Besar Su sangat terkejut bahkan sebelum Tuan Agung menyelesaikan kalimatnya.
"Hanya sekelompok orang biasa yang sangat ingin masuk ke suku kita. Tuan Besar Su, mohon balaskan dendam ini," ucap Tuan Agung sambil membungkuk hormat.
"Dibunuh? Oleh orang biasa? Apa yang terjadi? Mengapa ia bisa dibunuh?" rentetan pertanyaan dilontarkan Tuan Besar Su.
"Apa lagi yang bisa terjadi? Tuan Besar Su, Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya memiliki aturan tak boleh menggertak orang biasa. Jadi, orang biasa itu menjadi sangat sombong. Sepupuku sangat luar biasa, oleh karena itu ia dikirim ke sini. Namun lihatlah apa yang dia lakukan. Ayo kita masuk," jawab Tuan Agung.
*
Di luar wilayah sakral.
Ling dan gengnya masih berdiri di sana. Han Shuangfu masih berdiri di depan mereka. Ia bertanya, "Siapa sebenarnya Tuan Besar Su ini?"
"Aku tidak tahu. Namun sepertinya masalah ini akan menjadi besar. Melihat keberanian Tuan Agung yang menyentuh Ling dan teman-temannya di depan Kakak Xia, Keluarga Su dari pulau itu pasti memiliki latar belakang yang tidak biasa," jawab Bai Xiaoqi sambil memperhatikan penjaga yang lalu lalang.
"Aku tahu. Kakak Xia tak peduli dengan mereka. Jadi, aku yang akan mengurus masalah ini. Aku tidak percaya mereka masih berani menyentuh kakak ipar dan yang lainnya di depanku," ucap Han Shuangfu. Ia menatap Ling, Liam, Yuan, dan Su Wen Ai yang terlihat santai.
Tak lama setelah itu, Tuan Agung membawa Tuan Besar Su masuk.
Su Hua dan Su Hao juga bereaksi. Mereka menghentikan Tuan Agung dan berkata dengan nada tidak bersahabat, "Tuan Agung, apa yang Anda lakukan? Anda berani menyentuh Tuan Muda Chen dan yang lainnya?"
"Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak tahu siapa di sebelahku ini? Dia adalah Tuan Besar Su dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Tidak hanya Tuan Muda Chen, bahkan Nona Zhuo, Nona Han, dan Nona Bai tidak dapat ikut campur dalam masalah ini," ucap Tuan Agung angkuh.
Mereka berdua saling bertukar pandang. Mereka tahu jika orang di depan ini adalah orang dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya.
"Tuan Agung, aku mohon pada Anda untuk melupakan masalah ini. Ingatlah bantuan besar dari Nona Zhuo. Tidak hanya itu, bahkan Tuan Muda Chen dan yang lainnya juga banyak memberi bantuan besar," ucap Su Hua dengan berani.
"Tuan Agung, tidak ada gunanya lagi bicara dengan mereka," ucap Su Qiu mengejek.
"Apa maksudmu Su Qiu?" tanya Su Hua.
"Apa maksudnya? Su Hua, aku pikir kau memang tak mengerti apa yang dia maksud. Apa kau tak tahu apa artinya Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya? Mereka mungkin sudah banyak memberi bantuan besar, tapi mereka juga membunuh seseorang dari pulau itu," kali ini Tuan Agung yang menjawab.
"Apa Anda tahu siapa Tuan Muda Chen? Dan untukmu, Su Qiu, aku harap kau tak menyesal," ucap Su Hua.
"Aku pikir kau yang akan menyesal. Su Hua, kau membela orang biasa itu dan menghancurkan reputasimu? Kau tak sebodoh itu, kan?" tanya Su Qiu sambil tersenyum mengejek.
Su Hua tak mengatakan apa pun. Ia sudah tahu jika Ling dan gengnya bukan orang biasa. Itu bisa dilihat dari ramuan mereka.
__ADS_1
Namun saat Su Hua ingin bicara lagi, Tuan Agung sudah membawa Tuan Besar Su ke dalam.
"Tuan Besar Su, itu pembunuhnya," ucap Tuan Agung.
Han Shuangfu melindungi Ling dan gengnya. Ia merentangkan tangan hingga tidak ada yang bisa melihat Ling. Namun ternyata Ling tak ingin bersembunyi di belakang Han Shuangfu. Ia mengulurkan tangan dan menggeser Han Shuangfu.
"Jadi ini orang dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya?" ucap Ling dengan percaya diri.
Suaranya sangat jelas. Saat mendengar ini, Tuan Besar Su merasakan perasaan familiar darinya. Saat ia mengangkat kepala, ia melihat Ling. Matanya yang hitam pekat dan sedingin salju membuat orang-orang tak berani menatapnya langsung.
Bagaimana mungkin Tuan Besar Su tak mengenali Ling?
Ketika berita kematian Zhuo Xia dan Ling menyebar, banyak orang luar negeri yang menargetkan mereka. Namun saat itu, Ling lah yang menyelamatkan mereka di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya.
Saat ia melihat wajah Ling, ia membeku ditempat. Ia tak sempat beraksi apa pun.
Tuan Agung tak melihat wajah Tuan Besar Su. Dia terus saja mengoceh, "Tuan Besar Su, dia adalah orang yang membunuh penjaga. Dia juga menempatkan mayat penjaga di ruangan terbuka. Tidak hanya itu, ia secara terang-terangan mengatakan jika dia tak takut dengan Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya."
"Diam!" Tuan Besar Su akhirnya sadar.
"Kau bilang dia tak takut dengan Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya? Apa kau tak tahu siapa dia?" tanya Tuan Besar Su dengan nada tinggi.
"Siapa dia? Bukankah dia hanya orang biasa?" tanya Tuan Agung. Ia ketakutan melihat tatapan dingin Tuan Besar Su.
Sebelumnya ia sudah memastikan identitas Ling. Ia tahu jika Ling hanya orang biasa yang berasal dari Kota Urban. Meski ia memiliki hubungan yang dekat dengan Zhuo Xia, tapi Zhuo Xia sudah mengatakan ia tak akan peduli. Oleh karena itu ia sangat berani untuk berurusan dengan mereka. Apalagi saat ia mendapat dukungan dari Tuan Besar Su di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya.
Namun ia tak menyangka jika Tuan Besar Su akan mengatakan itu.
Tuan Besar Su mengabaikan Tuan Agung dan berjalan ke arah Ling.
Kepala suku yang melihat Tuan Besar Su jalan, ia menjadi tak tenang. Apalagi melihat Zhuo Xia masih santai mengambil darah dari Su Wen Ai. Ia pikir Zhuo Xia akan bergerak, ternyata tidak.
"Tuan Muda Chen, cepat pergi dari sini. Itu benar-benar orang dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Nona Han, Nona Bai, apa kalian tidak akan melakukan apa pun?" kepala suku sudah sangat cemas melihat Ling, Liam, dan Yuan masih santai.
"Kepala suku, jangan khawatir," ucap Yuan sambil menepuk pelan bahu kepala suku.
"Apa kau tahu siapa yang ada di sini?" tanya kepala suku. Ia benar-benar sudah panik sekarang. Ia pikir Yuan sedang bercanda padanya saat ini.
Saat ini, Tuan Besar Su sudah berjalan melewati mereka semua. Ling masih berdiri dengan santai.
"Kita sudah berakhir," ucap kepala suku pasrah.
Tuan Agung dan Su Qiu tersenyum puas.
Namun pada saat ini, semuanya tak terjadi sesuai harapan mereka.
"Tuan Muda, aku tak menyangka Anda ada di sini saat ini," ucap Tuan Besar Su dengan sopan. Ia tersenyum tulus.
__ADS_1
Semua tempat menjadi senyap melihat tindakan Tuan Besar Su.