Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Aku Adalah Bukti


__ADS_3

"Aku akan mengantarmu pulang," ucap Zhuo Xia. Ia membopong Ling menuju mobil.


Para bawahannya tercengang melihat ini. Jadi ini alasan Zhuo Xia meninggalkan pekerjaannya di Kota Bayangan. Mereka sebelumnya tak pernah melihat komandan mereka dekat dengan seorang pria.


"Apa kalian ingin kehilangan mata?" tanya Yu Bin. Para bawahannya segera mengalihkan pandangan.


Yu Bin dari awal sudah menyadari hubungan Zhuo Xia dan Ling tidak sesederhana itu. Sifat Zhuo Xia saat sedang bersama Ling dan saat bersamanya. Jika bersama Ling, sedikit lebih hangat.


*


Kediaman Chen.


"Kau belum menjawab pertanyaanku," ucap Ling saat mereka masih di dalam mobil. Mereka sudah sampai di kediaman Chen.


"Kau sudah membantu kami menyelesaikan misi untuk mengambil dokumen Pegasus


Wajarkan aku membantumu?," jawab Zhuo Xia. Dia mengetuk-ngetuk setir kemudi.


"Zhao Ran yang mengambil dokumen itu. Bukan aku," jawab Ling menyangkal.


"Tetap saja kau yang memimpin misi itu. Ayo masuk," ucap Zhuo Xia segera. Ia tak ingin berada di mobil lebih lama. Ling akan menanyainya hal yang tak ingin dia jawab.


Saat Ling keluar dari mobil, Zhuo Xia ingin membopongnya. Namun Ling menolak secara halus, "Aku bisa sendiri. Terimakasih untuk hari ini."


"Maaf, aku datang terlambat," ucap Zhuo Xia.


"Kau ingin masuk?" tanya Ling berbasa-basi.


Zhuo Xia melirik ke arah rumah. Banyak mobil terparkir di sana.


"Aku tidak ingin mengganggu acaramu. Mungkin lain waktu. Aku akan membereskan hal ini untukmu," ucap Zhuo Xia. Ia masuk ke dalam mobil dan melesat pergi.


Ling tersenyum tipis melihat kepergiannya. Ia pun masuk ke dalam rumah.


"Ling!" teriak ketiga temannya saat melihat Ling di depan gerbang.


Keluarga Chen dan Keluarga Zhuo yang ada di sana juga menoleh ke arah Ling. Setelah itu mereka menghampiri Ling.


"Mengapa kau membiru?" tanya Chen Lin khawatir. Ia memegang tubuh Ling yang sangat dingin.


"Bibi, Wuzhou menyuruh petugas polisi mengurung Ling di ruangan dingin. Ia masih berpikir Ling mengurungnya di lemari pendingin jadi dia ingin membalas dendam," ucap Liam menjelaskan. Walau dia terlihat tak peduli, ia juga mengerti situasi.


"Cepat masuk! Aku akan memeriksanya dan memberinya ramuan," ucap Tuan Tua Zhuo.


Chen Lin membopong Ling. Mereka menaiki tangga dan masuk ke kamar Ling.

__ADS_1


Saat pintu terbuka, aroma herbal yang menyegarkan langsung menyebar. Kamar Ling sedikit berubah. Ada rak tambahan untuk ramuan yang telah dibuatnya. Bahkan di balkonnya terlihat ia menanam banyak bahan obat. Meski poster game masih ada, ruangan ini tak terlihat ramai. Malah sangat rapi.


Ling tidur di kasurnya. Tuan Tua Zhuo memeriksa nadi Ling.


"Kakek, aku tidak apa-apa," ucap Ling. Namun ia tak menyingkirkan tangan Tuan Tua Zhuo untuk menghargainya.


"Syukurlah kau tidak apa-apa," ucap Tuan Tua Zhuo setelah memeriksa. Semua orang di ruangan bisa bernapas lega.


"Liam, ambilkan ramuan berwarna biru cerah di baris paling bawah di rak kedua," ucap Ling. Perintahnya mutlak. Liam langsung bergerak.


Zhuo Fan dan Nyonya Zhuo yang melihat ini terkejut. Bagaimana bisa Ling mengatur Liam dengan begitu mudah? Ucapan mereka saja belum tentu didengar oleh Liam.


Ling meminum ramuan itu. Bibirnya yang membiru mulai kembali menjadi merah. Wajahnya yang pucat perlahan kembali ke warna aslinya.


Tuan Tua Zhuo sangat takjub. Dia tak pernah melihat ramuan seperti ini. Dan dari aromanya, ini pasti ramuan tingkat tinggi.


"Tuan Yuan, persiapan untuk lelang besok apakah sudah selesai?" tanya Ling pada Yuan Ming.


"Sudah. Besok kita bisa ikut seleksi," jawab Yuan Ming.


Ling hanya mengangguk. Orang-orang disekitarnya satu per satu keluar. Mereka membiarkan Ling istirahat.


*


Saat itu pintu kamarnya diketuk.


"Tuan Muda, Paman Anda dari departemen kepolisian datang dan ingin bertemu," ucap pelayan.


"Baik," wajah Wuzhou kembali sumringah. Ia tadi cukup kesal karena tak bisa menjatuhkan Keluarga Chen. Kali ini ia cukup puas pamannya telah mengurung Ling di ruangan dingin.


Ia membuka pintu masuk. Saat itu ia langsung angkat tangan ketika melihat sepuluh anggota polisi menodongkan senjata padanya. Kemudian satu petugas maju dan memborgol tangannya. Saat itu pula ia baru melihat Liang Cho juga telah diborgol oleh Yu Bin.


Zhuo Xia menghampirinya.


"Begini bukan yang kau lakukan pada Chen Ling?" tanya Zhuo Xia datar.


"Bukan aku. Yang menangkapnya adalah orang dari Kota Bayangan. Aku hanya memasukkannya ke ruangan dingin," ucap Wuzhou panik. Ia mengakui perbuatannya sendiri.


"Oh. Kau begitu tertarik dengan ruangan dingin. Tangkap dia dan masukkan ke ruangan dingin," perintah Zhuo Xia. Para petugas segera menyeretnya.


"Kalian tidak memiliki bukti. Kalian tidak bisa menangkap orang sesuka kalian," Wuzhou memberontak.


"Bukti? Aku bahkan belum mengatakan mengapa kau ditangkap," jawab Zhuo Xia menyeringai.


Wuzhou membeku. Dia tak menyangka Zhuo Xia sangat ingin menangkapnya. Ia bahkan berani membebaskan Ling padahal orang Kota Bayangan yang menargetkan Ling. Sepertinya Zhuo Xia memberontak dari Kota Bayangan.

__ADS_1


"Tangkap dia dan masukkan ke ruangan dingin. Aku adalah bukti jika dia terlibat dalam kasus ledakan," ucap Zhuo Xia menekan semua kalimatnya.


*


Setelah menyelesaikan Wuzhou, Zhuo Xia kembali ke markas Keluarga Yu.


"Nona Zhuo, ini adalah rekaman telepon Wuzhou," ucap Yu Bin memberikan sebuah flashdisk. Ia mulai memutar rekaman suara.


"Guru, aku sudah memasukkan Chen Ling ke ruangan dingin. Kita akan semakin mudah menjatuhkan keluarga Chen. Pelelangan kita akan berjalan dengan lancar," ucap Wuzhou yang ada di rekaman.


"Siapa guru yang dia maksud?" tanya Zhuo Xia.


"Kami tidak bisa melacaknya. Jadi kami tidak tahu siapa dia," jawab Yu Bin takut-takut.


Seorang wanita berseragam hitam masuk terburu-buru.


"Nona Zhuo, departemen kepolisian dari Kota Bayangan melakukan panggilan video. Mereka sudah menunggu Nona selama dua jam," ucap wanita itu.


"Antar aku ke sana," Zhuo Xia bangkit dan mengikuti wanita itu ke sebuah ruangan.


Wanita di depannya tak terlalu mengenal Zhuo Xia. Ia adalah bawahan baru Yu Bin. Yang ia dengar dari teman-temannya bahwa Yu Bin sangat menghormati Zhuo Xia. Itu artinya status Zhuo Xia lebih tinggi daripada Yu Bin. Dan dia membuktikannya sendiri. Orang-orang dari departemen kepolisian itu tetap menunggu Zhuo Xia selama dua jam. Itu semakin menunjukkan bahwa Zhuo Xia orang yang sangat penting.


Zhuo Xia duduk di depan komputer. Ada tiga pria yang duduk berbaris. Dua orang memiliki ekspresi marah, sedangkan satu orang lainnya tetap tenang.


"Nona Zhuo, apakah Anda melepaskan tahanan dari Kota Bayangan?" tanya satu pria paruh baya.


"Benar. Apakah ada masalah?" tanya Zhuo Xia tenang.


"Tentu saja ada masalah! Itu adalah tugas kami untuk menangkapnya. Anda malah seenak hati melepaskannya. Apa tidak takut Kota Bayangan menjadi murka dan menangkapmu?" tanya seorang pria paruh baya sebelah kanan.


"Sepertinya Anda terlalu percaya diri. Apakah Anda belum tahu kekuatan Kota Bayangan?" seorang pria paruh baya sebelah kiri menambahkan.


"Tentu saja aku percaya diri dan tahu kekuatan Kota Bayangan. Jika mereka ingin menangkapku, maka mereka harus berperang denganku terlebih dahulu," jawab Zhuo Xia tertawa kecil.


"Nona Zhuo, apa Anda yakin ingin melawan Kota Bayangan?" tanya pria yang di tengah memastikan.


"Tentu saja aku yakin. Apakah tidak cukup jelas?" tanya Zhuo Xia lagi.


"Baik. Aku mengerti," jawab pria itu. Dia segera mematikan panggilan video.


Dua pria di sebelahnya menatap bingung. Tuan mereka memiliki status tinggi di Kota Bayangan. Mereka juga mendapat perintah langsung untuk menangkap seseorang. Namun saat wanita itu membebaskan tahanan, pemimpin mereka malah membiarkannya.


"Tuan, siapakah wanita tadi? Apakah Anda juga mendukungnya membebaskan tahanan dari Kota Bayangan?" tanya pria di sebelah kiri.


"Apa kau tahu siapa komandan tertinggi di Kota Bayangan? Itu dia," jawab pria di tengah tersenyum. Namun dua orang di sampingnya merinding. Mereka mengira komandan itu adalah seorang pria. Ternyata adalah wanita muda. Mereka bicara begitu kasar padanya tadi. Apakah mereka baru saja menyinggung seorang komandan tertinggi?

__ADS_1


__ADS_2