Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Dalam Bahaya


__ADS_3

Saat Ling dan Zhuo Xia akan pergi, tetua turun. Ia berkata, "Nona Muda, Nyonya Tua ingin Anda menjawab panggilannya."


Namun, Zhuo Xia terus berjalan.


Tetua tahu sifat Zhuo Xia. Ia pun tak bisa menghentikannya.


"Hey, angkatlah panggilannya," ucap Ling menarik tangan Zhuo Xia. Ia tersenyum.


Zhuo Xia meliriknya. Ia tak pernah menang jika berhadapan dengan Ling. Ia pun menghela napas dan naik lagi ke atas.


Adegan ini membuat tetua semakin penasaran. Ia menghampiri Ling dan bertanya, "Apa Anda benar-benar dari seberang pulau?"


Ling mengangguk dan tersenyum.


"Aku tidak tahu bagaimana Anda bisa datang ke sini, tapi karena Anda di sini, Anda tak bisa pergi jika terjadi sesuatu dengan Nona Muda. Anda tak perlu menjaganya, cukup lihat saja dia dan buat bahagia. Tempat ini sangat berbeda dengan asalmu. Jika Anda berani berbuat masalah untuk Nona, ke ujung dunia sekalipun, aku akan mencari dan membunuhmu," ucap tetua. Saat itu ia melihat pelayan mengantarkan segelas susu untuk Ling.


Ling menyeringai. Apa tetua ini mencoba menggertaknya? Jika dia benar-benar orang biasa, mungkin ia akan ketakutan mendengar perkataan tetua.


Sayangnya tidak.


Dia menghabiskan susunya dan meletakkan gelas di atas meja kaca. Ia duduk dan menatap tetua, "Menurutku tak ada yang buruk karena berasal dari Kota Urban. Lagipula itu kampung halamanku. Apa yang kulakukan di sana, tak bisa Anda lakukan di luar negeri. Jadi jangan khawatir."


Suaranya tenang.


Namun, sekilas tetua melihat kilatan tajam di mata Ling, tapi ia menepis pikiran itu. Orang biasa tak akan memiliki tatapan seperti itu.


Kucing di bahu Ling menatap tetua dengan mata berapi-api. Saat tetua melihatnya, ia mundur selangkah, "Itu adalah ...."


"Ada apa?" tanya Zhuo Xia. Ia sudah selesai dengan panggilannya.


"Tidak ada, Xia. Ayo cari Mei Mengyi," ucap Ling.


"Tentu saja," jawab Zhuo Xia.


"Ayo, Chester. Namun itu tak akan menyenangkan untukmu," ucap Ling membelai lembut Chester yang ada di bahunya.


Zhuo Xia meliriknya. Ia mencibir, "Kau punya kaki, kan? Kau tak bisa jalan sendiri?"


Chester : #&/(#&_@$$)#/)#+#&?


Terjemahan bahasa Chester : Kau pikir aku takut padamu?

__ADS_1


Penjaga yang ada di sana awalnya kagum melihat Chester. Ia berpikir jika dia adalah kucing yang kuat karena berani melawan Zhuo Xia.


Namun, ternyata Chester lompat dari bahu Ling ke kepala penjaga itu.


Tetua tetap berdiri di sana. Ia baru bisa menghela napas lega setelah Ling dan Zhuo Xia pergi.


Saat ini, pelayan datang dan membereskan gelas susu Ling. Saat pelayan itu melihat meja, jari-jarinya gemetar. Matanya membelalak.


Tetua yang penasaran juga melihat ke arah meja.


Ada bekas telapak tangan sedalam 2cm di tempat Ling menekan tangannya. Namun, itu adalah meja kaca. Jika ditekan seharusnya itu hancur.


Tetua tahu jika ini hanya bisa dilakukan oleh kultivator setidaknya tingkat kelima.


Namun, baginya itu tak ada bedanya dengan tingkat pertama dan kedua.


*


Saat Ling dan Zhuo Xia tiba di ruang tunggu Mei Mengyi, sudah ada tetua Zhuo yang menunggu Zhuo Xia.


Tetua menyipitkan mata untuk melihat pemuda di samping Zhuo Xia. Setelah ingat sesuatu, ia bergumam, "Itu pasti pria yang disukai Nona. Aku pikir Nyonya Tua berbohong. Ternyata pria itu memang orang biasa. Aku tak tahu apa yang dipikirkan Nona."


Ketika Ling dan Zhuo Xia tiba di depannya, tetua membungkuk hormat, tapi ia mengabaikan Ling. Ia berkata, "Pasti Nyonya Tua telah menghubungi Anda. Namun, sepertinya Nona Mei ini tak tertarik untuk menemui orang-orang. Aku dengar, Kepala Keluarga Song saja tidak diterimanya. Sepertinya kedatangan kita kali ini sia-sia."


Zhuo Xia tak menjawab. Ia menatap Ling.


Ling mengangkat alisnya. Kemudian ia dengan sengaja berkata, "Apanya yang Nona Mei? Ia berani tak menemuimu? Aku akan masuk dan melihatnya."


Zhuo Xia tersenyum. Ia berkata, "Ya, tanyakan mengapa dia tak ingin menemui kita."


Ling masuk ke dalam.


"Nona, mengapa Anda membiarkan Tuan Muda Chen masuk? Nona Mei memiliki senjata nuklir. Tuan Muda Chen dalam bahaya," ucap penjaga. Chester masih ada di kepalanya.


"Dia bisa membuat kita masuk ke dalam," jawab Zhuo Xia.


Penjaga itu tak mengatakan apa pun lagi.


Sedangkan tetua juga bergumam, "Orang bilang cinta itu membuat kita bodoh. Ternyata itu benar. Lihatlah Nona Muda. Dulunya ia sangat pintar. Namun, ia sangat yakin dengan pemuda biasa itu bisa membuat kita menemui Nona Mei."


Saat ia mengatakan itu, pintu terbuka. Penjaga di sana berkata, "Nona Zhuo, Nona Mei meminta Anda untuk masuk."

__ADS_1


Zhuo Xia mengangguk. Ia melirik tetua dan penjaga yang menganga. Ia berkata, "Kenapa kalian masih berdiri di sana? Masuk."


"Ah, iya!" mereka tersadar dan ikut masuk.


Saat mereka masuk, ada banyak orang di dalam. Dua diantaranya adalah penjaga Mei Mengyi, dan satu lagi adalah Ketua Dai.


Sementara Ling sedang duduk di sofa sambil makan jeruk. Kakinya di atas meja. Ia seperti berada di rumah sendiri.


"Nona Zhuo," sapa Mei Mengyi saat melihat Zhuo Xia masuk.


Zhuo Xia menatapnya dan akan mengatakan sesuatu. Namun, Ling mengetuk meja dan berbisik, "Jangan mengintimidasinya."


"Huh, baiklah," Zhuo Xia menghela napas.


Ia segera berdiskusi dengan Mei Mengyi untuk menyelesaikan masalah mereka.


Tetua dan penjaga terkejut saat melihat ekspresi hormat Mei Mengyi pada Zhuo Xia. Apakah mereka saling kenal?


Kemudian, orang-orang di sana mulai mengganggu Ling.


"Tuan Muda, aku dengar Anda jago main kartu."


"Tuan Muda, kapan Anda akan memberi peta lagi?"


"Tuan Muda ...."


"Tuan Muda ...."


Ketenangan Ling terganggu. Ia melambaikan tangan untuk menyuruh mereka diam. Dalam sekejap, tak ada yang bicara. Keadaan hening seolah seseorang menekan tombol jeda.


"Ayo pergi," ucap Zhuo Xia memecah keheningan.


"Ya," jawab Ling. Ia memasukkan ponsel ke sakunya.


Mendengar mereka akan pergi, Mei Mengyi dan yang lainnya segera berdiri untuk mengantar mereka.


"Tidak pergi?" tanya Zhuo Xia pada tetua dan penjaga.


"Ya, ya. Kami akan pergi," jawab tetua. Ia mengikuti di belakang Ling dan Zhuo Xia. Ia merasa linglung. Awalnya ia terkejut karena Zhuo Xia dan Mei Mengyi saling kenal. Namun, ia lebih terkejut lagi saat melihat Mei Mengyi dan yang lainnya sangat menghormati Ling.


Bukankah Nyonya Tua mengatakan dia hanya orang biasa? Namun, apakah Mei Mengyi takut pada orang biasa?

__ADS_1


__ADS_2