
"Dia adalah kakekku," jawab Ling dengan sangat sopan.
Terlepas dari alasan ataupun motif lainnya, yang pasti Tabib Agung telah membawa Chen Qi kembali. Melihat hal ini, Ling tidak akan melakukan sesuatu yang berlebihan. Dendam harus selalu dibalaskan dengan jelas. Dendam antara dia dan Zhuo Shiaonian adalah hal lain.
Setelah mendengar kata-kata Ling, penjaga itu berpikir sejenak. Kemudian, setelah dia mengingat Chen Qi, dia pun membawa Ling menemui Chen Qi dengan santai.
Setelah Ling memasuki Asosiasi Dewa Ramuan, Zhuo Xia meneleponnya.
Saat penjaga itu melihat Ling menerima telepon, ia berhenti. Ia menatap Ling dengan tidak sabaran, "Kau masih mau pergi atau tidak?"
Ling hanya meliriknya dan mengangkat telepon. Kemudian, ia menunduk dan menjawab dengan lembut, "Di Asosiasi Dewa Ramuan. Membawa pulang kakekku."
Setelah itu, ia pun menutup telepon.
*
Di kediaman Tabib Agung.
Saat ini, ia sedang berbicara dengan Wu Shao.
"Apakah ada penjelasan dari Chen Qi?" tanya Wu Shao. Ia meletakkan gelas tehnya dan merenung.
Tabib Agung sedikit menggelengkan kepalanya, "Mereka adalah orang yang sangat pendiam di Asosiasi Dewa Ramuan. Mereka tidak pernah melakukan sesuatu yang berlebihan."
Kemudian, ia bertanya hal lain, "Tuan Muda Wu, apakah mereka benar-benar memiliki hubungan dengan Tuan Muda Chen?"
Walaupun ia selalu memperlakukan mereka berdua dengan sangat baik, ia sendiri masih ragu jika membandingkan dua orang biasa dengan Ling yang sangat berbakat. Apalagi jika Ling tahu Chen Qi bersamanya, mengapa dia tidak muncul selama setahun?
Hal ini yang membuat dia semakin ragu.
"Masalah itu tidak perlu dipikirkan. Anda jangan menghawatirkan Chen Qi, Chen Ling, dan yang lainnya untuk saat ini. Tabib Agung, apakah Ketua Aula mempunyai berita tentang peta itu?" tanya Wu Shao. Matanya meredup.
Tindakan Ling X setahun yang lalu benar-benar mengejutkannya. Awalnya, ia tidak ingin peduli dengan orang-orang dari Asosiasi Dewa Ramuan. Namun, Ling X benar-benar bisa pergi tanpa seorang pun yang mengetahuinya setelah membunuh Zhuo Chun.
Namun, hanya sedikit orang yang tahu tentang masalah ini. Ini membuat orang-orang yang bekerja dalam hal gelap ketakutan.
"Hm, dia tidak sengaja menemukan peta itu. Namun, aku belum tahu di mana dia menyembunyikannya. Ia menyembunyikannya dengan sangat baik, karena di sana dipenuhi dengan tumbuhan kuno," jawab Tabib Agung.
Ia ingin memberitahu Wu Shao jika Ling sudah kembali. Namun, karena ia kelihatan tidak peduli, Tabib Agung membahas hal lain, "Ada masalah lain. Orang yang dikenal Zhuo Shiaonian setahun yang lalu adalah anggota Organisasi Tempur."
"Organisasi Tempur? Suruh Zhuo Shiaonian menghubungiku secepat mungkin. Dan untuk masalah Ketua Aula, lihat apa kelemahannya dan kirim seseorang ke sana," jawab Wu Shao. Ia masih memikirkan tentang Organisasi Tempur. Jelas dia pernah mendengar tentang mereka yang tidak ada di luar negeri.
Sedangkan tentang Chen Qi dan Chen Lin, Wu Shao sudah melupakan mereka.
*
Di sisi lain, Ling masih berjalan di belakang penjaga itu. Semakin ia dekat ke kediaman Chen Qi, semakin ia merasa gelisah.
Sejak kelahirannya kembali ke tubuh ini, ia hanya berinteraksi dengan Chen Qi selama beberapa bulan. Namun, ia ingat betapa baiknya Chen Qi dan Chen Lin memperlakukannya. Meski Ling tidak ingin mengatakannya, ia juga sangat senang karena dia telah dilahirkan kembali. Ia tidak hanya bertemu dengan rekan-rekannya, tetapi ia juga bertemu dengan teman-teman yang telah melalui suka dan duka bersamanya. Itu adalah pengalaman yang belum pernah ia alami sebelumnya.
Ketika mereka sampai di depan pintu, penjaga itu berhenti dan berkata, "Dia di sini. Masuklah."
__ADS_1
Ling menarik napas dalam-dalam dan mendorong pintu hingga terbuka. Ia ingin segera membawa Chen Qi dam Chen Lin kembali.
Namun, saat ia masuk, Chen Qi dan Chen Lin tidak ada.
Hanya ada satu penjaga yang duduk di dekat pintu. Ada bekas darah di dahinya dan dia tampak menyeka air matanya.
Ling mengepalkan tangannya. Ia mengenali penjaga itu, karena ia sendirilah yang telah memilihnya sebagai penjaga Keluarga Chen. Ia bertanya, "Apa yang terjadi denganmu? Di mana kakekku? Di mana ibuku?"
Penjaga itu mengenali Ling, tetapi saat melihatnya, ia tidak langsung menjawab.
Setelah beberapa saat, ia baru melebarkan matanya, "Tuan Muda? Anda ... Anda kembali?"
Botol obat di tangannya langsung berguling. Sekarang ia terlihat sangat bersemangat.
"Ya, ini aku. Jangan khawatir. Bicaralah pelan-pelan. Apa yang terjadi?" Ling mengangguk padanya dan menatapnya.
Walau wajahnya agak dingin, tetapi suaranya sangat tenang. Itu membuat suasana hati penjaga itu mulai pulih.
Namun, ia sama sekali tidak berkedip saat menyadari itu adalah Ling. Itu adalah Tuan Muda mereka, Chen Ling!
Keluarga Chen yang berasal dari Kota Urban berhasil masuk ke Kota Bayangan. Bahkan, penjaga itu mendengar bahwa sebagian orang memiliki koneksi dengan orang-orang di luar negeri. Mereka adalah legenda di Kota Bayangan. Mereka adalah panutan di sana. Selain itu, salah satu kekuatan telah diambil alih oleh Keluarga Chen.
Orang yang mengembangkan Keluarga Chen hingga sedemikian mengerikan adalah orang di depannya ini, Tuan Muda Keluarga Chen.
Penjaga itu hanya pernah melihat Ling sekali dari jauh. Namun, ia telah mendengar beberapa hal tentang Ling. Semuanya adalah pertempuran tingkat tinggi, bukan pertempuran biasa.
Tidak ada satupun anggota Keluarga Chen yang akan menyangkal jika Ling adalah panutan mereka.
Sekarang, Chen Ling, Tuan Muda mereka, sudah kembali!
Penjaga itu segera berdiri dan tidak peduli dengan luka di kepalanya. Ia hanya menatap Ling dan berkata, "Tuan Muda, cepat selamatkan Nyonya! Tuan Tua baru saja pergi dengan penjaga lainnya. Tuan Ketua Aula itu ...."
Ketika penjaga itu menyebut tentang ketua aula, rasa jijik melintas di matanya. Ia tak mengatakannya secara langsung, tapi Ling bisa memahami kata-katanya.
"Jadi, kakek dan yang lainnya pergi mencari Nyonya?" tanya Ling dengan tenang. Namun, tatapannya terasa semakin dingin.
"Tidak semua," penjaga itu menggelengkan kepalanya.
"Kapten Chen adalah penjaga rahasia yang Anda kirim ke Nyonya Chen. Saat ia menyadari hal ini, ia segera pergi mencari Keluarga Bo. Kami tidak dapat menghubungi Kapten Chen, tetapi Kepala Keluarga Bo meninggalkan jejak. Jika terjadi sesuatu, pergilah ke Pulau Bo untuk menemuinya," lanjut penjaga itu menjawab.
Setelah mendengar ini, Ling mengangguk, tetapi ekspresinya tidak berubah dan tangannya masih terkepal erat.
Saat itu, ketika ia mendengar bahwa Chen Qi berada di Asosiasi Dewa Ramuan, ia sudah berharap banyak. Karena orang-orang itu ingin mencari informasi dari Chen Qi, mereka pasti akan menghormatinya. Ling tidak ingin memperingatkan musuh, jadi ia melarang A Shui dan yang lainnya mengawasi mereka berdua. Jika ia benar-benar membiarkan A Shui dan bawahannya membawa Chen Qi kembali, dan orang-orang itu tidak ingin melepaskan Chen Qi, ia takut akan terjadi pertempuran. Saat itu, ia jauh dari mereka. Jadi, ia tidak bisa memastikan keselamatan mereka.
Tanpa diduga, harapannya salah. Benar-benar fatal.
Ini salahnya. Ia jelas tahu tempat seperti apa di luar negeri itu. Chen Qi hanyalah orang biasa. Bagaimana mungkin ia bisa berharap orang-orang kultivator yang kuat dan angkuh itu untuk menghormati orang biasa?
Tuan Tua Chen adalah orang yang sangat tahu batas. Dalam ingatan Ling, dia adalah seseorang yang terkadang sombong, tetapi tetap tahu batasannya. Jika tidak, ia tidak akan bisa mengembangkan Keluarga Chen.
Hal ini membuatnya tidak menyangka jika orang seperti itu akan berlutut mengemis kepada seseorang suatu hari nanti. Ling tidak bisa membayangkannya sama sekali.
__ADS_1
Matanya berubah menjadi merah darah.
"Aku benar-benar tidak mengharapkan hal ini. Aku memperbaiki diri di tempat Tuan Shangxuan selama setahun. Sekarang, sepertinya aku harus menyia-nyiakan kebaikan orang tua itu," ucap Ling. Ia menarik napas dalam-dalam.
"Ketua Aula, kan?" Ling meraih leher penjaga Asosiasi Dewa Ramuan yang berada di sampingnya.
Ia menurunkan pandangannya dan bertanya dengan suara sedingin es, "Di mana dia tinggal?"
"Itu ... itu ...." penjaga itu tidak bisa menahan aura Ling. Ia hanya mampu menunjuk ke satu arah dengan gemetaran.
Ling berjalan ke arah itu.
Ponselnya berdering, tetapi ia mengabaikannya.
*
Itu adalah pesan dari A Shui. Ia ingin bertanya kapan Ling akan kembali. Namun, saat ditelepon, ia tidak mengangkatnya. Itu membuatnya merasa sedikit aneh, tetapi A Shui tidak terlalu memikirkannya.
Ia mengalihkan pandangannya dan berkata, "Kirim pesan ke Keluarga Bo. Katakan bahwa kita akan berpartisipasi dalam pertemuan tahunan tahun ini."
Kembalinya Ling juga merupakan waktu bagi mereka untuk dilahirkan kembali. Karena orang-orang dari Keluarga Bo itu ingin melihat mereka mempermalukan diri mereka sendiri, maka mereka akan membiarkan orang-orang itu menikmatinya.
*
Saat Ketua Aula Keluarga Bo menerima pesan A Shui yang dibawakan oleh seorang utusan, Ketua Aula yang bertanggung jawab untuk pertemuan tahun ini merasa sedikit aneh.
"Ini aneh. Tuan Muda Chen ingin berpartisipasi dalam pertemuan tahunan tahun ini. Apa ia tidak tahu bahwa Tuan Muda Yushen telah bekerja sama dengan Asosiasi Dewa Ramuan? Sekarang pulaunya sudah memiliki 100.000 koin," ucap Ketua Aula Keluarga Bo.
Ketua Aula di sampingnya juga merasa simpati, "Ya, itu sangat disayangkan. Jika mereka tidak memilih wilayah gersang, mungkin mereka bisa bersaing dengan Tuan Muda Yushen."
Kepala pelayan hanya memandang mereka dengan penuh arti, tetapi tidak mengatakan apapun.
Saat itu, seseorang masuk, "Ketua Aula, seseorang baru saja menelepon telepon rumah Keluarga Bo dan berkata jika dia ingin seseorang menyelamatkan Nyonya Chen. Orang itu memiliki lencana Tuan Muda Minghao. Apakah kita akan ikut campur?"
"Ada masalah di sana?" tanya Ketua Aula agak terkejut.
"Benar. Apalagi, aku dengar orang itu adalah ibu Tuan Muda Chen. Saat ini, ia berada di Asosiasi Dewa Ramuan. Tampaknya ia sedikit menyinggung Ketua Aula dari Asosiasi Dewa Ramuan," jawab orang itu mengangguk.
"Ketua Aula? Jangan pedulikan masalah ini. Ketua Aula itu adalah rekan bisnis Tuan Muda Yushen baru-baru ini. Berpura-puralah seolah kau tidak pernah menerima panggilan itu," jawab Ketua Aula melambaikan tangannya dengan santai.
Jika ini terjadi setahun yang lalu, mungkin ia akan mempertimbangkannya. Namun, sekarang berbeda. Memangnya mengapa jika Nyonya Chen itu benar-benar memiliki hubungan dengan Ling? Sudah setahun. Wilayah gersang Ling tidak memiliki sumber daya. Semua penjaganya pasti hanya penjaga biasa.
Banyak yang bisa berubah dalam setahun. Dapat dilihat dari Bo Yushen yang pulaunya memiliki banyak sumber daya dan dia adalah seorang ahli ramuan. Hampir semua orang di pulau itu adalah seorang kultivator yang berbakat di Keluarga Bo.
Adapun Ling, ia tidak datang ke pertemuan tahunan tahun lalu. Selain itu, mereka tidak pernah mendengar berita tentangnya tahun ini. Seharusnya ia tahu tempatnya.
Walau mereka tidak tahu mengapa Ling ingin berpartisipasi tahun ini, tetapi perbandingan mereka berdua sangat mencolok. Yang satu memiliki masa depan yang cerah, sementara yang satu lagi masa depannya tidak jelas.
"Baik," utusan yang menyampaikan pesan tidak terkejut dengan hal ini. Sekarang Bo Minghao sedang bertugas ke pangkalan pelatihan.
Siapa yang akan menganggap serius masalah ini?
__ADS_1