Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Keajaiban Obat


__ADS_3

Zhuo Xia yang sejak tadi diam, kini berbicara. Ia melepaskan tangan Su Wen Ai yang sudah banyak mengeluarkan darah. Zhuo Xia berkata, "Tidak perlu ditangkap. Lepaskan dia."


Sedangkan Su Wen Ai segera menutup lukanya. Ling yang ada di sana berjalan ke arahnya dan memberi satu botol obat. Su Wen Ai segera mengoleskan obat itu. Seketika, pendarahannya berhenti.


Namun tak ada yang memerhatikan keajaiban obat itu.


Mata semua orang tertuju ke arah pintu. Setelah bertahun-tahun, akhirnya pintu itu terbuka. Ayah Su Hua yang melihat adegan ini sangat terkejut. Ia menatap Su Wen Ai dengan tidak percaya.


"Kau ...," gumam ayah Su Hua.


Tidak hanya ayah Su Hua, bahkan kepala suku dan yang lainnya juga memandang Su Wen Ai dengan tidak percaya.


"Pintu ini hanya bisa dibuka dengan darah seseorang yang diakui sebagai pemimpin suku selanjutnya. Tuan Agung bilang ayahkulah pemimpin suku selanjutnya. Namun ternyata bukan dia. Tapi mengapa seseorang yang bukan dari suku ini?" tanya Su Hua bingung.


"Tuan Agung! Dua puluh tahun lalu kau memberitahuku jika Weiqin mengorbankan dirinya dan hanya satu orang yang tersisa. Dia ... adalah putri Weiqin, kan?" tanya kepala suku saat sadar dengan sesuatu.


Tuan Agung tak menjawab. Lagipula, kepala suku juga tak mendesaknya untuk menjawab. Kebenaran ini sudah jelas. Pantas saja dari awal Tuan Agung menargetkan Ling dan gengnya. Ia bahkan mengabaikan kekuatan Zhuo Xia dan malah ingin mereka mati.


Kepala suku menatap Su Wen Ai dan bergetar.


"Kau ... adalah putri Weiqin, kan? Aku kakekmu. Lihat! Darahmu bisa membuka pintu sakral leluhur. Kau diakui oleh leluhur. Di masa depan, kau adalah pemimpin suku ini," ucap kepala suku dengan suara bergetar.


"Apa?! Kepala suku! Ayahnya adalah orang biasa. Dia adalah aib bagi suku kita. Kesalahanku yang paling fatal adalah tidak membunuh ayahnya sehingga Weiqin tak menikah dengannya," jawab Tuan Agung dengan nada tinggi.


"Aku sedikit lelah. Aku ingin istirahat," ucap Su Wen Ai sambil menatap Ling.


Ling mengangkat kepalanya, "Ayo pergi bersama."


Liam dan Yuan juga tak pernah menduga jika Su Wen Ai bagian dari suku ini. Namun Yuan ingat dengan apa yang dikatakan Ling saat ia ingin belajar kultivasi. Sepertinya Ling sudah tahu tentang Su Wen Ai. Jika ia tak bekerja keras, jaraknya dengan Su Wen Ai akan semakin jauh.


Yuan menarik napas dalam dan mengikuti Su Wen Ai.


"Tak banyak yang bisa didapat di wilayah ini. Jika aku ingin lebih kuat, aku harus bekerja keras, bukan hanya mendapat warisan leluhur. Ayo kembali bersama," ucap Liam.

__ADS_1


Su Wen Ai menatap tiga orang di sampingnya. Hatinya yang awalnya marah menjadi tenang. Kini ia menatap kepala suku.


"Membuka pintu leluhur adalah hal terakhir yang bisa kulakukan. Anggap saja ini pembayaran hutang atas nama ayah dan ibuku. Sekarang, aku tak memiliki hubungan lagi dengan Keluarga Su," ucap Su Wen Ai.


"Su Wen Ai ...," panggil kepala suku. Pintu itu sudah terbuka sedikit. Ia tak berharap Su Wen Ai benar-benar pergi tanpa ragu.


"Kakek, Su Wen Ai akan pergi. Aku akan menghentikannya," ucap Su Hua.


"Tidak perlu," ucap kepala suku sambil menahan Su Hua.


"Su Wen Ai pergi bersama Tuan Muda Chen. Bahkan Tuan Besar Su saja sangat menghormatinya. Jika dia tinggal bersama Tian Muda Chen, masa depannya pasti akan lebih terjamin. Keluarga Su kita tak ada apa-apanya jika dibandingkan Tuan Muda Chen," jelas kepala suku.


Saat ini, Han Shuangfu menatap Zhuo Xia dan bertanya, "Siapa sebenarnya kakak ipar?"


Awalnya Han Shuangfu memang merasa ada yang salah saat Zhuo Xia bersikeras membawa empat orang biasa. Bahkan Zhuo Xia membiarkan mereka berjalan sendiri ke gunung yang berbahaya. Namun nyatanya mereka sama sekali tak terkena bahaya.


"Apa ada masalah?" Zhuo Xia bertanya balik.


"Tuan Besar Su, apa Anda mengenal Ling?" tanya Bai Xiaoqi. Ia lebih pintar dari Han Shuangfu, jadi ia bertanya pada Tuan Besar Su.


Mendengar pertanyaan Bai Xiaoqi, Tuan Besar Su terdiam sejenak. Ia sebenarnya ingin mempromosikan Ling di depan mereka.


Namun saat itu ia menerima panggilan. Ia diberitahu bahwa kapten dari Kota Bayangan akan segera datang. Seseorang yang berniat menyakiti Ling tak akan dilepaskan begitu saja. Setelah menerima kabar ini, Tuan Besar Su membungkuk hormat pada Zhuo Xia dan memberitahu apa yang baru saja dia dengar.


Setelah itu, ia menjawab pertanyaan Bai Xiaoqi.


"Tuan Muda adalah orang dari Kota Urban. Saat dia datang ke Kota Bayangan untuk kuliah, dia diketahui sebagai keturunan dari Keluarga Bo. Saat itu, orang-orang berpikir jika Tuan Muda memiliki darah campuran. Namun ternyata ...," ucapan Tuan Besar Su terhenti.


"Mereka sudah masuk," ucap Zhuo Xia dingin.


Setelah itu, Han Shuangfu dan Bai Xiaoqi mengikuti Zhuo Xia untuk masuk ke wilayah itu. Sebelum pergi, ia menepuk pelan pundak Tuan Besar Su dan berkata, "Terimakasih. Aku mengerti."


Tuan Besar Su diam. Padahal ia belum mengatakan hal yang luar biasa.

__ADS_1


Di perjalanan, Han Shuangfu berdecak.


"Untuk dipanggil Tuan Muda oleh Tuan Besar Su saja adalah hal yang luar biasa. Namun ternyata dia juga keturunan Keluarga Bo. Lihatlah dia diakui oleh Keluarga Bo. Dalam keluarga itu ada Bo Shin yang berbakat. Belum lagi Bo Minghao yang jenius. Sudah jelas kakak ipar tidak sesederhana itu. Ia bukan orang biasa," ucap Han Shuangfu.


Karena disela oleh Zhuo Xia, Tuan Besar Su tak memberitahu tentang warna darah Ling. Jadi, mereka berdua berpikir jika Ling berdarah campuran.


"Namun jika dia memang keturunan campuran, Tuan Besar Su pasti tak akan sehormat itu," ucap Bai Xiaoqi berpikir lebih jauh.


"Jadi apa yang kau pikirkan? Bai Xiaoqi, menurut cerita Tuan Besar Su, Ling berasal dari Kota Urban. Itu artinya ibunya hanya orang biasa. Sangat jelas dia keturunan campuran. Bahkan jika Tuan Bo adalah orang yang jenius, garis keturunannya tetap saja tak akan sebaik itu karena bercampur dengan keturunan orang biasa. Kecuali jika ibunya memiliki darah murni juga. Namun itu tidak mungkin, kan?" jelas Han Shuangfu sambil tertawa kecil.


Bai Xiaoqi juga memikirkan hal ini. Namun saat ia berjalan, ia tiba-tiba teringat sesuatu. Ia berkata, "Apa kau ingat bahwa Zhuo Shiaonian berkata jika Tuan Su hanya bisa disembuhkan oleh ahli ramuan senior? Tuan Su disembuhkan oleh kakak ipar! Apa mungkin kakak ipar adalah ahli ramuan?"


"Ahli ramuan?" Han Shuangfu terdiam.


"Bai Xiaoqi, pemikiranmu selalu lebih baik dariku. Jangan katakan lagi hal itu padaku lain kali. Apa kau tahu bagaimana kualifikasi untuk menjadi ahli ramuan? Itu sangat berat. Bahkan ahli ramuan di luar negeri sangat sedikit. Lagipula lihatlah umur kakak ipar. Memang benar aku yakin jika Kakak Xia tak mungkin bersanding dengan orang biasa. Namun pikirkanlah hal ini lagi. Ahli ramuan adalah hal yang paling tak masuk akal. Namun jangan katakan ini di depan Kakak Xia. Jika tidak, kau akan mati dalam satu kedipan mata," ucap Han Shuangfu membantah Bai Xiaoqi.


Bai Xiaoqi diam. Baginya ini masuk akal. Di luar negeri saja memang hanya ada sedikit ahli ramuan. Sedangkan di Kota Bayangan, Keluarga Zhao lah yang mendominasi ramuan. Bahkan kehadiran Zhuo Shiaonian adalah keajaiban. Meski ia tak sekuat Zhuo Xia, tapi ia diperlakukan setara dengan Zhuo Xia. Semua orang menghormati ahli ramuan. Tak ada yang berani melawan mereka.


Bai Xiaoqi menghela napas.


"Aku pikir kakak ipar adalah ahli ramuan. Namun setelah dipikirkan lagi, itu tak mungkin. Mungkin memang ada yang salah dengan garis keturunannya. Baiklah, ayo kita pergi," ucap Bai Xiaoqi.


Su Hua dan Su Hao yang ada di belakang mereka menggelengkan kepala. Saat mendengar ini, terlintas di benak mereka tiga botol ramuan besar yang dibawa Ling dan gengnya. Jika Ling benar-benar bukan pembuat ramuan, darimana Liam mendapat semua ramuan itu? Bahkan ramuan itu hanya diletakkan di dalam botol.


Jika mereka disebut sebagai orang biasa, lalu mereka ini apa?


"Mengapa? Apa kalian ingin mengatakan sesuatu?" tanya Han Shuangfu melihat dua orang itu berekspresi aneh.


Su Hua dan Su Hao hanya diam. Setelah beberapa hari bersama, mereka tahu jika Bai Xiaoqi dan Han Shuangfu tak tahu jika botol itu berisi ramuan. Sepertinya Ling juga tak ingin memberitahu mereka. Jadi, mereka berdua pun tak akan mengatakan apa pun.


"Tidak, kami hanya memikirkan akan makan apa besok," jawab Su Hao dengan tenang. Matanya menatap Han Shuangfu tulus.


"Sial," jawab Han Shuangfu kesal.

__ADS_1


__ADS_2