Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Blacklist


__ADS_3

Si kembar sibuk memutari Ling. Mereka berjalan sambil bertopang dagu. Sedangkan Ling hanya menghela napas. Mereka sangat merepotkan.


"Apa kalian berdua ingin kupukul juga?" tanya Ling sinis. Mendengar hal itu si kembar langsung diam di tempat.


"Ling bagaimana kau bisa menjatuhkan banyak orang dalam beberapa menit?" tanya Weiheng.


"Apa kau memiliki teknik tertentu?" tanya Wenhua menambahkan.


"Lebih baik jangan kalian ganggu Ling. Jika tidak, aku yang akan memukul kalian lebih dulu," ucap Yuan yang menjawab pertanyaan si kembar.


Si kembar pun pasrah. Mereka memilih duduk terpisah dari Ling dan Yuan. Poin si kembar masuk ke urutan sepuluh besar. Ini karena Yuan memiliki kepekaan tinggi.


Ling mengeluarkan beberapa barang yang ada di kantung dimensinya. Itu semua dia dapatkan dari dalam danau. Sebenarnya barang di dalam danau lebih berharga daripada yang ada di daratan.


"Cepat Ling. Waktu tersisa lima menit lagi," ucap Weiheng.


"Jika tidak, poinmu akan tetap 0," lanjut Wenhua.


Ling mengacuhkan mereka. Ia hanya memilih-milih barang mana yang memiliki nilai paling tinggi. Ia ingin segera menyelesaikan kompetisi ini. Ia juga tak ingin menyembunyikan kekuatannya lagi. Ia akan menjadi orang kuat yang terhormat seperti dulu.


Untuk barang pertama, Ling mengambil batu karang yang entah bagaimana bisa tumbuh di danau. Kemudian ia meletakkannya di atas jam.


Ting!


Terumbu karang 5 juta poin.


Ling berada di urutan ke-30.


Ling kembali memilih barang. Kali ini pilihannya jatuh ke sebuah mutiara berwarna putih cerah. Ia segera memasukkan nilai.


Ting!


Mutiara 10 juta poin.


Ling berada di urutan ke-15.


Yuan dan si kembar tentu sangat terkejut melihat ini. Mereka tidak menyangka Ling memiliki barang-barang yang sangat berharga sebanyak itu. Bahkan ia memiliki banyak lagi mutiara.


Orang di ruangan pengawas tak kalah terkejutnya. Bukan hanya Ling selamat dari danau beracun, ia juga berhasil membawa benda berharga.

__ADS_1


Kini mereka mulai ragu jika Ling adalah kuda hitam. Awalnya mereka mengira Ling adalah orang bodoh yang putus asa. Siapa yang menyangka ia akan melesat melampaui banyak orang.


Ling kembali memilih barang. Kali ini pilihannya jatuh pada sebuah bunga air yang sangat cantik. Meski begitu, bunga itu tak layu meski tak hidup lagi di dalam air. Ling mulai memasukkan poin.


Ting!


Bunga bernilai 50 juta poin.


Ling berada di urutan ke-6.


"Apa? Bunga 50 juta poin? Bukankah bunga itu sangat berharga?" tanya Yuan tak percaya. Memang bunga itu sangat cantik dan tak layu saat di daratan. Namun apakah benar seberharga itu?


"Wah! Ling membuat mataku terbuka," ucap Weiheng.


"Kau tak berhenti memberi kami kejutan," ucap Wenhua.


Liam dan Su Wen Ai hanya tersenyum tipis di tempatnya. Siapa lagi yang bisa memberi 50 juta poin dalam satu barang jika bukan Ling. Jika itu orang lain tentu mereka akan heran.


Posisi pertama diduduki Liam dengan nilai 250 juta poin.


Posisi kedua diduduki Su Wen Ai dengan nilai 230 juta poin.


Posisi keempat memiliki nilai 150 juta poin. Sedangkan posisi kelima memiliki nilai 100 juta poin. Kali ini Ling akan mudah mendapat posisi keempat.


Ling lanjut mencari barang lagi. Sebenarnya bukan mencari, lebih tepatnya ia memilih. Kini pilihannya jatuh pada sebuah buah air. Buah itu sangat kecil. Warnanya merah pekat dengan satu tangkai hijau masih ada di buahnya. Ling segera memasukkan poin.


Ting!


Buah bernilai 100 juta poin.


Ling berada di urutan ke-4.


"Apa?" teriak Yuan dan si kembar secara bersamaan. Seratus juta poin bukan nilai kecil? Selain itu, itu berasal dari buah yang sangat kecil. Bagaimana bisa bernilai begitu besar?


"Saatnya mengakhiri ini," ucap Ling santai. Ia kembali memilih barang terakhir untuk dimasukkan menjadi poin. Semua barang yang ada di depannya sudah di sentuh. Jadi tidak ada yang bisa mencurinya.


Pilihan Ling jatuh pada sebuah batu delima kecil.


Ting!

__ADS_1


Batu delima bernilai 135 poin.


Ling berada di urutan pertama dengan nilai 300 juta poin.


"Hah?" ucap Yuan dan si kembar yang sangat terkejut.


"Ling kau sangat gila!" seru mereka yang melihat ngeri ke arah Ling. Ini tidak mungkin hanya keberuntungan. Dia memang memiliki kemampuan.


Wei Yun yang sejak tadi hanya mengawasi ini menjadi tidak sabar. Karena tadi ia dan Zhao Ran lah yang berada di urutan ke-4 dan ke-5. Walau ia masih takut dengan Ling, ia tetap mendatangi Ling.


"Hey! Kau pasti melakukan kecurangan!" ucap Wei Yun berteriak. Ling mengabaikannya.


"Itu adalah danau beracun. Kau tak mungkin bisa mendapatkan barang yang begitu berharga. Jangankan barang berharga, kau bisa selamat saja itu suatu keberuntungan," ucap Wei Yun melanjutkan yang masih diabaikan oleh Ling.


"Selain curang kau juga tuli. Lihat saja. Aku akan melaporkannya pada rektor dan dosen," ucap Wei Yun mengancam.


Mendengar perkataan Wei Yun, para pengawas dan dosen mulai goyah lagi. Mereka juga berpikiran hal yang sama. Mereka saja melihat sejak tadi barang yang dimasukkan Ling ukurannya kecil. Lagipula semua barang itu ia dapatkan di danau. Selain beracun, harusnya barang kecil tersebut tak berharga dan tak memiliki nilai.


"Apakah menurut kalian dia melakukan kecurangan? Atau jamnya yang rusak?" tanya salah satu dosen.


"Lagipula ia sudah masuk ke dalam air. Pasti jamnya rusak. Jika rusak harusnya tak bisa dipakai. Namun mengapa ia malah bisa mendapat jam lain?" tanya dosen lainnya.


"Sepertinya ia membawa jam yang sudah dia siapkan. Ia pasti sengaja lompat ke danau agar orang-orang berpikir bahwa jamnya rusak dan tak ada curiga bahwa dia berbuat curang," ucap salah satu operator.


"Dia terlalu bodoh. Apa dia pikir universitas ini berpikiran sempit? Segera blacklist dia dan berikan pelanggaran pertama," ucap salah satu dosen yang terlihat paling berkuasa.


Operator yang satu pikiran dengannya, segera menghapus nama Ling dari papan peringkat. Sekarang nama Ling berada di urutan paling bawah dengan tanda blacklist.


Semua murid yang mendapat pemberitahuan ini sangat terkejut.


Namun Wei Yun bahagia melihat ini.


"Lihat! Kau tidak dapat membodohi universitas ini. Ini bukan universitas terbaik tanpa alasan," ucap Wei Yun tertawa sendiri. Sejak ia dijatuhkan oleh Ling dan plakatnya dihancurkan, mereka tak mau lagi ikut dengan Ling.


"Mengapa bisa begini? Bukankah mereka sangat tidak adil? Bahkan mereka tidak melakukan pemeriksaan," ucap Yuan yang langsung emosi.


Ling hanya duduk santai. Ia menyeringai tajam dan menatap ke arah drone yang sejak tadi sudah di sadarinya. Ia pun mengeluarkan satu barang lagi dari tasnya.


Itu adalah bom mini yang selalu ia siapkan.

__ADS_1


__ADS_2