
Sudah hampir satu tahun.
Di bawah sebuah pohon tidak jauh dari halaman, dua orang wanita saling mengobrol. Yang satu menggunakan gaun biru dan satu lagi menggunakan gaun putih. Saat mereka asyik mengobrol, tiba-tiba buah-buahan busuk jatuh dari pohon.
Dua wanita itu sontak mendongakkan kepala mereka dan melihat seorang pemuda berbaring di cabang pohon. Pemuda itu memakai celana panjang dan jaket, tapi jaketnya tidak dikancingkan.
Dengan sebuah buku tebal yang menutupi wajahnya, tidak ada yang bisa melihat dengan jelas siapa pemuda itu.
Ekspresi wanita itu berubah, "Siapa kau? Bagaimana kau bisa berada di gunung? Apa kau benar-benar menguping percakapan kami ...."
Sebelum wanita itu menyelesaikan kalimatnya, wanita di sampingnya yang menggunakan gaun biru menyelanya, "Itu adalah tamu guru."
Kemudian ia berbicara dengan pemuda di cabang pohon itu, "Tuan Muda Chen ... ini bukan tindakan yang baik, kan?"
Wanita itu adalah satu-satunya murid Tuan Shangxuan sejak setahun yang lalu. Namun, dia selalu sibuk menangani masalah Keluarga Shangxuan dan jarang naik gunung. Dia hanya pernah bertemu dengan Ling beberapa kali. Bahkan saat mereka bertemu, itu hanya berpapasan.
Karena ada orang lain di atas mereka, mereka berpikir dia menguping. Jika mereka tidak membicarakan hal penting, mereka tidak akan mempermasalahkan ini. Namun, tadi mereka membicarakan tentang masalah keluarga mereka.
"Aku tidak menyalahkan kalian karena sudah mengganggu tidurku," akhirnya Ling bicara dengan suara malas.
"Kau ...," wanita bergaun putih itu dihentikan oleh wanita di sampingnya.
"Baiklah, Chen Yuai, ayo kita cari tempat lain," ucap wanita itu. Bagaimana pun, Ling adalah tamu gurunya dan telah tinggal di sini selama setahun. Ia sedikit khawatir jika menyinggungnya.
Dia menarik wanita bergaun putih yang bernama Chen Yuai.
"Kakak Shi, siapa pemuda itu?" tanya Chen Yuai merasa sedikit heran.
Shi Jiu menggelengkan kepalanya dan menjawab, "Aku tidak tahu. Aku hanya tahu nama keluarganya adalah Chen. Aku juga baru beberapa kali bertemu dengannya dan aku tidak pernah mendengar guru menyebut tentangnya. Namun, dia tetaplah tamu guru. Jangan sampai menyinggungnya."
Mendengar jawaban Shi Jiu, Chen Yuai langsung merasa lega, "Ayo, kita cari guru. Aku tidak tahu sudah seberapa banyak yang dia dengar."
Sebelum pergi, dia melirik kearah pohon itu dengan tatapan ragu. Padahal, cabang pohon di mana Ling berbaring terlalu kecil. Bagaimana dia bisa tetap berbaring di sana dengan santai? Apa dia seringan itu sehingga tidak jatuh?
Namun, dia tak punya banyak waktu untuk memikirkannya. Saat ini, mereka sudah tiba di kediaman Tuan Shangxuan.
Sementara Ling masih berbaring di atas pohon.
Monyet yang berada di atas kepalanya mengamatinya untuk waktu yang lama. Akhirnya monyet itu memiliki kesempatan untuk mencuri buku dari wajah Ling.
__ADS_1
Namun, saat ia sudah dekat, tubuhnya di tangkap.
Ling mengangkat buku di wajahnya dan duduk dengan santai. Ia meletakkan monyet di depannya dan tersenyum, "Ada apa? Kau mencoba untuk mencuri bukuku?"
Monyet itu terus-terusan mencicit, tapi ia tak bisa bicara. Jika ia bisa bicara, pasti Ling akan dimarahi habis-habisan olehnya.
Namun, ia tidak bisa dan hanya bisa menatap Ling.
Dari halaman, Tuan Shangxuan memanggil Ling. Ling menepuk kepala monyet itu dengan buku, "Jangan pura-pura mati. Aku sudah hampir selesai dan tak perlu melakukan eksperimen lagi."
Ia pun melepaskan monyet itu kemudian turun dari pohon dan berjalan ke halaman. Chen Yuai dan Shi Jiu berada di halaman juga.
"Apa? Tuan Shangxuan, Anda ingin dia turun gunung bersama kami?" tanya Chen Yuai melebarkan matanya.
Namun, Tuan Shangxuan tak jawab pertanyaannya dan menatap Ling, "Sudah hampir setahun?"
Ling mengangguk, "Ya, sepuluh hari lagi."
"Baik, kau sudah bisa turun gunung. Katakan saja padaku jika kau sudah ingin meninggalkan pulau ini," ucap Tuan Shangxuan.
"Tuan Muda Chen belum pernah turun gunung sebelumnya. Bantu aku mengantarnya," ucap Tuan Shangxuan menatap Chen Yuai dan Shi Jiu.
Ling masih harus menyelesaikan tugasnya membaca tiga buku lagi. Sebelum pergi, ia membawa tiga buku itu dan beberapa pakaian.
Mereka bertiga pun turun gunung.
*
Sekelompok penjaga sudah menunggu Chen Yuai dan Shi Jiu di kaki gunung. Melihat mereka berdua sudah turun, sekelompok penjaga itu segera maju. Namun, ekspresi mereka tak terlihat bagus. Saat mereka ingin mengatakan sesuatu kepada Chen Yuai, ia menghentikannya.
Chen Yuai melirik Ling dengan ekspresi waspada. Ia berjalan beberapa langkah sebelum membiarkan para penjaga itu berbicara.
Di kejauhan, Ling hanya bersandar di pohon dan menunduk. Matanya terlihat agak serius. Tak heran Tuan Shangxuan memintanya untuk mengikuti mereka.
Setelah mendengar ucapan para penjaga itu, ekspresi Chen Yuai menjadi lebih muram, begitu juga Shi Jiu.
"Ayo pergi," ucap Chen Yuai.
Penjaga itu tak mengenal Ling. Jadi, ia menyuruh Ling duduk di mobil bagian belakang.
__ADS_1
Ling menatap keluar jendela dan mengepalkan tangannya. Matanya terlihat sedikit tajam. Sepuluh hari. Sepuluh hari lagi dia bisa kembali.
Saat ini, penjaga yang berada di mobil yang sama dengan Ling, menatapnya dengan tatapan menyelidik. Ia bertanya pada Ling mengapa ia bisa ikut bersama Nona Muda mereka. Ia juga bertanya apakah mereka berteman.
Mendengar pertanyaannya, Ling hanya tersenyum sedikit, "Kami bukan teman. Aku hanya pergi untuk berjalan-jalan. Siapa kalian?"
"Keluarga Shi," jawab penjaga itu.
"Shi?" Ling belum pernah mendengar nama keluarga ini di luar negeri. Shi Jiu ini kelihatannya juga bukan kakak-adik dengan Chen Yuai.
"Apakah Anda tahu Keluarga Cheng? Kami sangat akrab dengan mereka. Nona Muda kami adalah murid Tuan Shangxuan. Berapa banyak orang yang bisa datang ke pulau ini? Masih bisa dihitung. Pemilik pulau ini adalah Keluarga Xiao, pernah dengar tentang mereka, kan? Bahkan mereka juga pernah mengirim seseorang untuk meminta bantuan pada Nona Muda kami untuk membuatkan ramuan untuk mereka. Nona Cheng Rui juga sangat kuat. Ibunya berasal dari Keluarga Cheng di luar negeri, tapi Anda mungkin tidak tahu siapa itu Keluarga Cheng," jawab penjaga itu. Ia berpikir Ling tidak pernah mendengar tentang mereka. Jadi, ia tidak melanjutkan.
Ling menopang dagunya, "Memang, sangat kuat."
"Benar sekali!" jawab penjaga itu. Mereka sangat menyukai Shi Jiu sebagai keturunan Keluarga Shi. Melihat sikap Ling seperti ini, mereka merasa sangat puas. Sikap mereka langsung berubah menjadi lebih baik pada Ling.
Mobil terus melaju sampai ke kediaman Keluarga Shi.
Barulah saat itu Ling sadar jika dia telah tiba di tempat persembunyian Keluarga Xiao. Ia merenung sejenak dan turun dari mobil.
Di pintu masuk Keluarga Shi, Nyonya Shi dan yang lainnya sudah menunggu untuk menyambut Shi Jiu. Berdasarkan percakapan mereka yang didengar Ling, ia tahu jika Shi Jiu belum pulang ke rumah selama sebulan. Ia pasti sangat menghormati gurunya.
"Pemuda ini ...," setelah mengobrol beberapa saat, Nyonya Shi baru memperhatikan Ling yang berada di belakang Shi Jiu. Ia mengernyit.
"Gurulah yang menyuruhku untuk membawa Tuan Muda Chen. Pulau itu tidak terlalu damai selama dua hari terakhir. Dia akan pergi setelah sepuluh hari," jawab Shi Jiu.
Mendengar penjelasan putrinya, Nyonya Shi tak terlalu memperhatikan Ling lagi. Lagipula, ia bahkan tak memiliki penjaga yang bisa melindunginya.
Nyonya Shi berkata, "Aku sudah menyuruh seseorang agar mengatur kamar untukmu. Jangan berkeliaran dulu dua hari ini ...."
Tepat saat mereka berjalan, tidak jauh dari aula utama, mereka mendengar suara tangisan yang sangat pilu, "Ya, ini salahku karena aku tidak berguna! Sekarang, orang-orang tak berperasaan dari keluarga itu masih ingin mengurungmu. Nak, buka matamu dan lihat orang-orang tak berperasaan itu! Aku akan membawamu untuk memohon pada Dokter Zhuo. Bahkan, jika aku harus mempertaruhkan nyawaku, aku akan berusaha agar ia mau menemuimu."
Chen Yuai dan yang lainnya langsung muram.
Nyonya Shi juga menghela napas, "Kakak ipar, kau pikir siapa itu Dokter Zhuo? Bagaimana kita bisa menemuinya sesuka hati?"
Ekspresi Ling berubah. Ia menepuk bahu Chen Yuai, "Dokter Zhuo?"
Chen Yuai menoleh ke arah Ling sambil memikirkan jika Tuan Shangxuan memerintahkannya untuk menjaga Ling. Jadi, ia masih mau menjawab, "Dokter Zhuo tiba-tiba muncul tahun ini. Ia bepergian ke seluruh negeri dan mengobati banyak penyakit aneh dan langka. Keahlian medisnya diibaratkan seolah bisa menghidupkan orang mati. Jarum peraknya sangat menakutkan. Beberapa hari lalu, seseorang dari Keluarga Xiao terkena penyakit aneh. Karena mereka sangat kaya, mereka bisa mengundang Dokter Zhuo. Aku dengar tak hanya keahlian medisnya sangat luar biasa, tapi Dokter Zhuo juga bisa membuat dan memurnikan ramuan tingkat tinggi. Ia adalah Dewa."
__ADS_1
Chen Yuai menghela napas setelah mengatakan itu.