
Akademi Bintang.
Ling sedang melakukan panggilan video dengan Chen Lin. Ia menopang dagunya dan tersenyum menatap Chen Lin.
Melihat ini, Chen Lin merasa ada yang aneh, "Apa kau membuat masalah lagi di luar negeri?"
Chen Lin sangat mengenal Ling. Dia tahu jika putranya tak akan hidup tenang. Di manapun Ling, Chen Lin belum pernah melihat ia hidup dengan tenang. Chen Lin tak tahu sejak kapan Ling suka keributan.
Ling mengambil air dan meminumnya. Saat mendengar pertanyaan Chen Lin, ia malah kembali bertanya, "Bu, aku sudah bertanya berkali-kali. Mengapa Ibu tidak curiga jika aku bukan putramu?"
Chen Lin memelototinya, "Apa kau pikir aku tak bisa mengenali putraku sendiri? Baiklah, aku masih sibuk. Aku akan mencari kepala keluarga Wei."
"Kepala keluarga Wei? Mengapa Ibu mencarinya?" tanya Ling.
"Itu semua karena kau. Akhir-akhir ini, banyak sekali orang yang mencariku untuk membeli senjata. Ling, mengapa kau ...," ucapan Chen Lin terpotong.
"Bu, aku tiba-tiba teringat jika Guru Sheng mencariku. Aku sudahi dulu panggilannya. Selamat malam, Bu," ucap Ling. Setelah itu, ia menutup laptopnya.
Sedangkan di luar, Zhuo Yao Shi sedang menelepon ayahnya. Ayahnya telah menerima kabar jika Zhuo Yao Shi satu kamar dengan Ling. Ayahnya bertanya dengan gugup, "Aku dengar kau sekamar dengan murid baru itu. Bagaimana? Apa dia memberitahumu keluarga mana yang dia pilih?"
Zhuo Yao Shi mengintip ke kamar. Kemudian, ia menjawab dengan berbisik, "Aku tidak tahu. Aku ... aku tidak terlalu mengenalnya."
Dia tak berani mengatakan jika dia telah menyinggung Ling.
Mendengar ini, ayahnya tak merasa aneh. Ia hanya memberi nasihat, "Chen Ling bukanlah orang yang sederhana. Dia pasti akan menjadi anggota inti keluarga besar. Yao Shi, kau harus berteman baik dengannya. Jangan pernah menyinggungnya karena itu akan mengancam masa depanmu."
"Aku mengerti," jawab Zhuo Yao Shi sambil tersenyum pahit. Bahkan tanpa nasihat ayahnya, ia tak berani menyinggung Ling. Ling adalah monster yang berani mengusik Bai Chengsi. Jika dia punya seribu nyali sekalipun, dia tetap tak berani menyinggung Ling.
Pintu kamar Ling terbuka.
Zhuo Yao Shi segera mundur selangkah. Sedangkan Ling hanya meliriknya dan tak mengatakan apa pun. Ia mengambil ponsel dan melihat pesan yang dikirim seseorang.
[Keluar.]
*
Di luar akademi.
Bai Chengsi baru saja keluar rumah dan memegangi pipinya yang bengkak. Ia berpikir untuk menghilangkan bengkak itu malam ini juga. Jika semakin banyak orang yang melihatnya, pasti akan terasa aneh.
Bai Chengsi sampai di akademi. Saat ia akan memasuki gerbang, ia melihat sebuah mobil berhenti tak jauh dari gerbang.
Di luar negeri, tak banyak mobil dan jet tempur. Orang-orang di sini tak terlalu menggunakan teknologi. Jika ada mobil, kebanyakan juga berasal dari Kota Bayangan.
Awalnya Bai Chengsi tak peduli dengan hal itu, tapi saat melihat orang yang bersandar di mobil, ia sangat terkejut. Bahkan ekspresinya lebih panik daripada saat bertemu Bai Xiaoqi, "Kakak ... Kakak Xia!"
__ADS_1
Zhuo Xia bersandar di mobil dan sedikit menunduk. Ia memainkan ponsel seolah sedang mengirim pesan. Wajahnya terlihat sangat dingin.
Tubuh Bai Chengsi bergetar. Ia tak bisa berpura-pura tak melihatnya. Jika tahu begini, ia akan tetap tinggal di rumah dan dipukuli oleh Bai Xiaoqi.
Bai Chengsi mencoba menenangkan diri. Ia merasa sangat gugup saat bertemu dengan Zhuo Xia. Dia adalah penggemar berat Zhuo Xia.
Saat Bai Chengsi mulai tenang karena Zhuo Xia tak terlihat lagi, sosok yang dikenalnya muncul. Karena orang ini ia dipukuli kakaknya. Bahkan jika dia berubah menjadi abu sekalipun, Bai Chengsi akan tetap mengenalinya. Bukankah itu Ling? Namun, saat ini sudah larut malam. Mengapa dia keluar?
Namun, di luar hanya ada Zhuo Xia. Apa dia menemui Zhuo Xia? Seharusnya tidak mungkin. Bagaimana Ling bisa mengenal Zhuo Xia? Tapi tetap saja Bai Chengsi tak berani mengikuti untuk memastikan. Jika ketahuan, dia pasti akan dibunuh.
Bai Chengsi pun segera memasuki akademi dan mencari Chen Kai.
*
"Chen Kai, menurutmu bagaimana murid baru itu?" tanya Bai Chengsi pada Chen Kai saat mereka sudah bertemu.
"Chen Ling? Apa kau sedang membicarakan anggota keluarga baru kami? Menurutku dia tak buruk. Ayah dan tetua juga menyukainya," jawab Chen Kai terkekeh.
"Dia tak buruk? Jangan terlalu baik padanya! Kau tak di akademi selama beberapa hari dan dia menjadi sangat populer. Bahkan dia belum kembali ke Keluarga Chen, tapi sudah mengikat hati paman. Chen Kai, kau harus berhati-hati!" ucap Bai Chengsi serius.
"Sudah kubilang, bermain dengannya adalah hal kecil," jawab Chen Kai tersenyum.
*
"Kupikir kau lupa jalan keluar," ucap Zhuo Xia.
Ling berjalan semakin mendekat. Dia menjawab, "Tidak. Kupikir kau tidak datang."
Ling membuka pintu mobil ke kursi penumpang dan tak mengatakan apa pun. Kemudian, dia duduk di kursi kemudi.
"Aku sudah makan dan tak ingin makan lagi," ucap Ling mulai menghidupkan mesin.
"Namun, aku berasal dari Kota Urban dan belum melihat kemegahan di luar negeri. Aku dengar ada beberapa tempat yang menarik. Mungkin saja itu lebih megah daripada Kota Urban," lanjut Ling bicara dan mulai mengemudi.
"Ya, aku akan jadi petunjuk jalan," jawab Zhuo Xia mencibir.
Jalanan di luar negeri berbeda dengan di Kota Bayangan. Hal ini karena perbedaan teknologi dan budaya yang masih tradisional.
Ling memarkirkan mobil di tempat yang dipilih Zhuo Xia. Saat ia keluar, ia baru sadar jika hanya ada sedikit orang yang memakai mobil di sini. Di sini juga sangat sedikit orang biasa dan lebih banyak kultivator.
Tempat ini sangat ramai. Sepertinya ini adalah pusat kota.
"Ramuan awet muda! Harganya murah!"
"Jimat kuat! Kekuatannya menandingi kultivator level 7!"
__ADS_1
"Tiket masuk ke Akademi Bintang! Datanglah ke sini pukul enam pagi jika besok kalian ingin berlibur!"
*
Pada saat yang sama, di Keluarga Han.
Han Shuangfu memandang pria tua berwajah muram yang berada di depannya, "Tetua, ada apa mencariku jam segini?"
"Keluarga Zhuo dari Kota Bayangan mengatakan jika Nona Muda harus kembali, tapi mereka telah menunggu selama satu jam di pelabuhan dan tak bisa menemukannya. Nona Han, Anda akrab dengan Nona Muda. Apa Anda tahu di mana dia sekarang? Banyak hal penting yang sudah menunggunya. Saat ini, Nyonya Tua sudah marah padanya. Jangan sampai dia membuat kesalahan lagi," ucap tetua menjelaskan. Wajahnya awet muda, tapi dia terlihat khawatir.
"Aku akan mencoba menghubunginya," ucap Han Shuangfu. Dia tahu jika ini bukan hal yang penting, mereka tak akan meminta bantuan.
Dia menelepon Zhuo Xia, tapi seperti yang diduga, Zhuo Xia tak bisa dihubungi. Namun, Han Shuangfu tak hanya menelepon Zhuo Xia. Ia menelepon Ling.
*
Ponsel Ling berdering. Itu adalah panggilan dari Han Shuangfu. Saat ini, ia sedang membeli gulali besar yang sepertinya bisa dimakan untuk seminggu.
Saat Ling mengangkat panggilan, Han Shuangfu segera bicara, "Kakak Ipar, Kakak Ipar, apa Kakak Xia ada di tempatmu?"
"Ya, mengapa?" tanya Ling.
Han Shuangfu menarik napas dalam-dalam sebelum menjawab, "Kudengar Kakak Xia akan kembali, tapi aku tak bisa menemukannya. Aku berpikir dia pasti mencarimu. Di mana kalian sekarang?"
Ling menjawab dengan tenang, "Sepertinya ini di pusat kota."
"Tolong tanyakan pada Kakak Xia kapan dia akan kembali. Katakan padanya untuk membalas pesan tetua," ucap Han Shuangfu lagi.
Ling mengangguk sebelum mematikan panggilan. Ia memberi gulalinya pada Zhuo Xia, "Hei, kau harus pergi. Mereka sudah mengetahui keberadaan kita."
Zhuo Xia tak berbicara. Ia hanya menerima gulali itu.
"Hei, kembali dulu. Kita akan berbicara lagi setelah kau kembali," bujuk Ling. Dia menghela napas.
Mata hitam pekat Zhuo Xia menatapnya serius.
"Cepat. Kau tidak perlu mengantarku. Aku akan melihatmu pergi," ucap Ling maju selangkah.
"Keluargamu sudah menunggu. Apa kau tidak takut mereka memarahimu dan membunuhmu?" ucap Ling bercanda.
"Berani sekali mereka," jawab Zhuo Xia.
"Ya, ya, kau yang paling berkuasa. Mereka tak akan berani padamu. Xia, aku mohon padamu. Cepat selesaikan masalahmu dulu, oke?" ucap Ling.
Setelah beberapa saat, Zhuo Xia berbalik dan pergi dalam diam.
__ADS_1