
"Apa kalian tidak marah? Tetua dari Asosiasi Dewa Ramuan mengatakan Kakak Chen adalah penipu. Bahkan ia tak mendengarkan Tuan Zhuo," ucap Yang Yi merasa sangat marah sampai wajahnya memerah.
"Biarkan saja begitu," jawab Ling santai. Karena Liam terus memaksanya, ia pun mengeluarkan ponsel dan bermain dengan mereka.
"Jika begini caranya, Kakak Chen tak akan bisa bergabung dengan Asosiasi Dewa Ramuan," ucap Yang Yi lagi. Di mata orang luar negeri, tujuan akhir dari ahli ramuan adalah Asosiasi Dewa Ramuan. Jadi, saat Yang Yi menyadari Ling tak bisa masuk ke sana, ia merasa marah sekaligus sedih.
"Jangan khawatir. Aku juga tak berniat masuk ke sana," jawab Ling menatap Yang Yi.
Yang Yi hanya menghela napas. Ia berpikir Ling hanya mencoba menghiburnya. Namun, bukannya terhibur, ia malah merasa lebih tertekan.
Ling tak menjelaskan lagi. Ia melihat id pemain di dalam game dan bertanya pada Liam, "Chen Wan Yi ini ... bagaimana kalian bisa mengenalnya?"
"Aku bermain dengan orang secara acak. Saat aku satu tim dengannya, ternyata dia mau diajak bergabung. Dia sangat baik. Dia berasal dari Keluarga Chen, tapi sepertinya dia telah dikeluarkan," jawab Liam.
"Keluarga Chen ...," Ling berpikir.
Setelah itu, id dengan username "Kue Kering" mengirim pesan.
[Aku akan bekerja. Ayo main lagi lain kali.]
Liam tak menjawab, tapi Ling yang mengirim pesan.
[Kau bekerja di mana? Kami ingin menemuimu.]
Setelah itu, orang itu mengirim alamat.
"Ling, apa yang akan kau lakukan?" Liam dan yang lainnya menatap Ling tak percaya. Ini pertama kalinya mereka melihat Ling berhubungan baik dengan teman game online. Biasanya, Ling adalah Raja Game yang menyendiri.
Ling memutar ponselnya, "Ayo, cari Chen Wan Yi."
Yang Yi tak mengerti apa yang akan mereka lakukan. Ia hanya menatap kepergian mereka, kemudian kembali ke kamar gurunya.
Guru ramuan belum bangun. Meski begitu, keadaan tubuhnya jauh lebih baik. Menurut Ling, ia akan bangun paling lama sehari lagi.
*
Kediaman Keluarga Bai.
Nyonya Bai sedang meminum ramuan yang diberikan Ling. Kepala Keluarga Bai, Bai Chengsi, dan Bai Na Ri ada di sana.
__ADS_1
Kepala Keluarga Bai sedang berdiskusi dengan pemilik aula lelang.
Tiba-tiba, pemilik lelang terkejut. Ia menatap Nyonya Bai, "Nyonya Bai, bisakah tolong Anda tunjukkan ramuan yang Anda minum?"
Nyonya Bai dengan senang hati memberikannya. Lagipula pemilik lelang adalah teman Kepala Keluarga Bai dan Keluarga Bai mempercayainya.
"Zhuo Fuchen, apa yang kau lihat dari ramuan itu?" tanya Kepala Keluarga Bai.
"Ini ... ramuan ini ... Nyonya Bai, bolehkah saya tahu darimana Anda mendapatkan ini?" tanya Zhuo Fuchen.
Nyonya Bai agak terkejut, "Itu ... aku mendapatkannya dari Tuan Wei. Lalu aku menyuruh Na Ri mentransfer 100.000 koin padanya."
"Lalu, Apa Anda tahu di mana dia sekarang?" tanya Zhuo Fuchen.
Nyonya Bai menggeleng, "Aku tidak tahu. Aku hanya tahu nama keluarganya Wei."
Wajah Zhuo Fuchen terlihat kecewa.
"Ada apa? Apa yang salah dengan ramuan itu?" tanya Kepala Keluarga Bai. Ia juga khawatir. Sebelumnya ia sudah mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mencari Tuan Wei ini, tapi sampai sekarang ia tak mendapat kabar apa pun.
"Tuan Bai, apa Anda ingat pelelangan ramuan beberapa bulan lalu?" tanya Zhuo Fuchen.
"Apakah ramuan dengan kemurnian di atas 95% itu? Aku dengar itu peninggalan zaman kuno," jawab Kepala Keluarga Bai.
Kepala Keluarga Bai melotot, "Jika bukan ramuan kuno ... siapa yang bisa membuatnya?"
Ia yakin jika berita ini tersebar, luar negeri akan gempar.
"Untuk hal itu kita harus bertanya pada Nyonya Bai," ucap Zhuo Fuchen menghela napas berat.
"Aku? Aku tidak tahu apa pun," jawab Nyonya Bai bingung.
"Lebih baik pikirkan lagi," ucap Zhuo Fuchen.
"Maksud Anda?" tanya Kepala Keluarga Bai ragu.
"Tahukah Anda ramuan yang dilelang itu sama persis dengan yang ada di botol ini dan itu terjual dengan harga 1 juta koin!" jawab Zhuo Fuchen.
Nyonya Bai dan Bai Na Ri membelalak. Hari itu Tuan Wei hanya meminta 10.000 dari mereka, tapi mereka mengirimnya 100.000. Mereka pikir harga itu sudah sangat cukup. Namun ... itu berkali-kali lipat dari harga sebenarnya.
__ADS_1
"Tapi ... kami benar-benar tidak tahu," ucap Nyonya Bai dengan raut sedih. Saat ia bangun, tak ada jejak Tuan Wei sedikitpun.
Saat ini, Bai Chengsi yang sejak tadi diam, ia bicara, "Jika Anda mencarinya, sepertinya aku tahu di di mana."
*
"Kakak, bukankah kau mengatakan bukan Tuan Muda Chen yang menyelamatkan ibu?" tanya Bai Na Ri saat Bai Chengsi membawa mereka ke akademi.
Bai Chengsi hanya diam.
Pertama, mereka mendatangi kamar Ling, tapi teman sekamarnya mengatakan ia belum kembali seharian.
Zhuo Yao Shi menjawab, "Anda bisa mencari gurunya. Seharusnya ia ada mata pelajaran hari ini."
Mereka pun menemui guru Ling, yaitu Guru Sheng.
"Anda mencari Chen Ling? Aku juga mencarinya! Dia sudah masuk ke akademi selama sebulan, tapi ia baru sekali masuk kelasku. Ia tak pernah datang lagi setelah itu. Aku tak tahu apa saja yang dia lakukan. Dari yang kudengar, seharian ia terus berada di ruang ramuan. Padahal ia seorang kultivator, tapi kenapa dia pergi ke ruang ramuan?" ucap Guru Sheng tak dapat menahan amarahnya. Meski begitu, matanya tetap memancarkan rasa bangga dan pada Ling.
"Dia tak pernah masuk kelas? Lalu bagaimana kekuatannya bisa terus meningkat?" semua orang yang mendengar ini kaget.
"Aku juga tidak tahu. Jika kalian mencarinya, carilah di perpustakaan atau pun ruang ramuan," jawab Guru Sheng.
Mereka pun dengan pasrah mencari di tempat lain.
Belum sempat mereka tiba di ruang ramuan, mereka bertemu Yang Yi yang sedang berjalan bersama Jun Ye Li.
Berbeda dengan Ling dan gengnya yang tidak pernah masuk kelas, tapi kemampuan mereka terus meningkat. Bahkan jika Yang Yi dan Jun Ye Li masuk kelas 24 jam, mereka tak akan bisa mengejar.
Tak ada yang tahu apa rahasia di balik kemajuan mereka.
"Kakak Chen, ya? Ia sedang keluar bersama teman-temannya untuk bermain. Mengapa tidak menunggu sampai besok saja? Jika dia sudah kembali, aku akan menyampaikan padanya jika kalian mencarinya," jawab Yang Yi sambil tersenyum.
"Dia bermain?!" mereka semua sangat kaget.
"Dia benar-benar luar biasa! Lihat, tingkat berapa dia sekarang? Tingkat enam, kan? Berapa usianya? Dua puluh? Mencapai level itu dalam usianya, dia sungguh ...," Kepala Keluarga Bai tak bisa berkata-kata. Padahal hanya sebatas itu yang dia tahu.
Jika saja dia tahu Ling memulai dari awal dan kembali mencapai level sembilan dalam dua tahun, mungkin ia bisa pingsan di tempat. Ia hanya tahu Ling level enam karena Ling menutup auranya.
"Benar sekali. Tuan Bai, Anda juga berumur dua puluh saat level enam, kan? Kali ini ada jenius gila lain yang mirip sepertimu," ucap Zhuo Fuchen.
__ADS_1
"Selain itu, dia adalah ahli ramuan. Berdasarkan poin ini, aku sama sekali tak dapat dibandingkan dengannya," jawab Kepala Keluarga Bai.
Jun Ye Li hanya memandang mereka datar.