
Di sisi lain, Ling kembali ke akademi. Mobilnya di parkirkan di tempat semula. Di belakangnya, Ketua Dai mengikuti dan berbisik sesuatu.
"Xia dan yang lainnya akan kembali besok?" Ling bertanya.
Ketua Dai mengangguk, "Tapi Nona Han menyuruhku mendengarkan perintahmu saat ini."
"Hm ... kalau begitu, pergi dan cari Ahli Bom Mei. Kau pasti sangat ingin bertemu dengannya," ucap Ling. Ia memberikan alamat Mei Mengyi.
Padahal pertunjukan seru akan dimulai, terutama karena ada banyak senjata nuklir dan bom. Namun, karena Ling tak mengizinkannya ikut campur, Ketua Dai pun tak memaksa. Ia berkata, "Kalau begitu aku pergi dulu, Tuan Muda Chen."
"Ya," jawab Ling singkat.
Ling melihat kepergian Ketua Dai. Ia sudah siap menonton pertunjukan besok.
*
Mobil Chen Kai berhenti. Ia sudah melihat percakapan Ling dan Ketua Dai. Bukan Ling yang dia perhatikan, tapi orang di sampingnya. Chen Kai mengenalnya saat ia berada di Kota Bayangan.
Namun, bagaimana orang itu bisa mengenal Ling? Mengapa ia ada di luar negeri? Chen Kai terus memikirkan hal ini. Awalnya ia tak ingin peduli dengan Ling, tapi demi dekat dengan Ketua Dai, ia menghampiri Ling.
Setelah tiba di hadapan Ling, ia berkata, "Aku dengar kau dalam masalah besar. Dan Keluarga Gao yang mendukungmu tak bisa bertahan lagi. Karena kau bagian dari Keluarga Chen, aku akan membantumu semampuku."
Ia menekan rasa jijiknya pada Ling saat teringat Ketua Dai. Ia menarik napas, kemudian berkata, "Bereskan barang-barangmu dan pindahlah ke kediaman Keluarga Chen. Namun, jangan bawa teman-temanmu. Cepatlah, aku menunggu di sini."
Chen Kai merasa kali ini Ling harus berterimakasih padanya.
Sedangkan Ling merasa aneh saat mendengar ucapan Chen Kai. Apa ia pikir ini suatu kehormatan diajak kembali ke Keluarga Chen?
__ADS_1
Ling tersenyum tipis. Sebelum pergi, ia berkata, "Terimakasih, tapi aku bisa mengatasinya."
Chen Kai memandang Ling dingin, "Jangan bodoh! Sebelumnya kau mencari petugas hukum, tapi akhirnya kaulah yang ditahan. Apa kau pikir karena masuk Akademi Bintang kau sudah hebat? Luar negeri sangat berbeda dengan Kota Bayangan. Kau harus tahu di mana tempatmu berpijak sekarang."
Jika bukan karena Ketua Dai, apa ia akan mengatakan semua ini?
Ling berhenti dan tertawa kecil, "Kita lihat saja nanti."
Chen Kai menatapnya jijik. Bodoh sekali dia menyelamatkan orang seperti ini. Ling bahkan tak bisa membedakan mana baik dan buruk. Tunggu saja saatnya nanti Ling akan berlutut memohon padanya.
*
Tetua sudah sampai di kediaman Keluarga Gao. Ia melihat Gao Yu Xi termenung di depan pintu. Ia merasa ada yang tidak beres. Jantungnya berdegup kencang.
"Tuan Muda Gao, mengapa kau duduk di sini?" tanya tetua gelisah.
Tetua Chen membantunya berdiri. Setelah itu, ia menyadari jika Paman Gao berdiri tak jauh dari sana. Ia jarang mendengar tentangnya karena dia tak setenar Gao Yu Xi. Ia hanya tahu jika Paman Gao adalah bagian dari Keluarga Gao.
Ia menatap Gao Yu Xi, "Apa kau baik-baik saja?"
Gao Yu Xi mengangguk.
Tadi, ia ingin meminta bantuan pada Paman Gao. Ia tahu jika Paman Gao sudah bekerjasama dengan Asosiasi Dewa Ramuan, jadi dia ingin bicara padanya. Namun, tanpa diduga Paman Gao langsung menolaknya mentah-mentah.
Gao Yu Xi juga memaklumi hal ini. Namun, ia tak ingin putus asa.
Melihat Gao Yu Xi seperti ini, tetua Chen hanya bisa menepuk pundaknya. Ia juga tak bisa melakukan apa pun. Saat ini, ia memikirkan Ling. Mengingat sifat Ling yang pemalu saat pertama kali datang ke kediaman Keluarga Chen, ia mungkin sangat takut saat menghadapi masalah saat ini.
__ADS_1
Tetua Chen semakin gelisah. Sebelum mencari Gao Feng, ia berkata, "Tuan Muda Gao, jangan khawatir. Aku akan pergi mencari ayahmu. Percayalah, kalian akan baik-baik saja."
Setelah tetua Chen pergi, Paman Gao dan antek-anteknya memperhatikan dari jauh. Mendengar ucapan tetua Chen, mereka tertawa terbahak-bahak. Kepala aula di samping Paman Gao tersenyum, "Paman Gao, apa menurutmu tetua itu memiliki solusi?"
"Solusi? Menurutmu siapa yang memiliki solusi saat melawan Asosiasi Dewa Ramuan? Yu Xi akan menderita karena hal ini," ucap Paman Gao tersenyum mengejek.
Setelah itu, mereka pergi.
Sedangkan tetua Chen saat ini sudah menemui Gao Feng.
Gao Feng melihat senjata di tangan tetua. Saat ini, semua orang hanya tahu jika Keluarga Gao akan hancur sebentar lagi. Namun, Chen Zhi tetap percaya dan menemuinya, bahkan membawa senjata. Padahal hampir semua keluarga menghindari mereka. Kini ia menyadari jika Chen Zhi benar-benar peduli dengan Ling.
Namun, Gao Feng tak bisa mengatakan alasannya. Ia menghela napas dan menjawab, "Tetua, jangan khawatir. Aku pasti akan melindungi Tuan Muda Chen, aku bersumpah."
Gao Feng mengucapkan itu dengan mulutnya, tapi dalam hati ia bergumam jika Ling sama sekali tak membutuhkan bantuannya.
Namun, tetua Chen malah ingin menangis mendengar jawaban ini. Ia berkata, "Kepala Keluarga Gao, aku akan percaya jika Anda menerima senjata ini. Beri aku alasan untuk percaya."
Ia hampir putus asa. Keadaan Keluarga Gao saat ini sangat kacau. Bagaimana mungkin ia percaya jika Keluarga Gao tak memiliki apa pun?
Namun, sebelum mereka menyelesaikan masalah ini, walkie-talkie di saku Gao Feng berdering. Ia melihat jika itu adalah pemberitahuan darurat.
Mereka berdua saling pandang. Ini adalah pertama kalinya pemberitahuan darurat muncul.
"Apa yang terjadi?" tanya tetua Chen.
"Aku tidak tahu. Ayo kita lihat dulu," jawab Gao Feng. Mereka melupakan masalah Keluarga Zhuo dan pergi ke gedung konferensi.
__ADS_1